Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #26


__ADS_3

"Yasudah aku yang akan memberitahukan mereka dan menyuruhnya untuk datang kemari. Setelah mereka datang baru kita akan jelaskan tentang kondisi Safa" Ucapnya lagi.


"Baiklah" Jawab Akhtar pasrah.


"Tapi sebelum aku menghubungi orang rumah, aku akan periksa keadaan Safa lagi" Ucapnya lagi.


"Lakukanlah, aku percayakan Safa padamu" Jawab Akhtar dan diangguki Afsana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah ruangan Safa terbaring lemah dengan tangan yang diinfus dan dibantu dengan alat pernapasan, karena tadi Safa sempat sesak nafas.


"Bagaimana keadaan keponakan saya sus?" Tanya Afsana pada sister yang ia suruh untuk menjaganya. Dia sangat sedih melihat kondisi Safa.


"Tadi pasien mengalami kejang dan sesak nafas, dan saat ini pasien mengalami kritis"Ucap Mira sedikit takut. Mira adalah asisten pribadi Afsana sekaligus suster yang ditugaskan menjaga Safa olehnya.


Afsana terkejut mendengar bahwa Safa mengalami kritis. Mata yang semula berkaca-kaca kini tidak bisa dibendung lagi. Dengan lemas diapun meninggalkan ruangan Safa, karena dia harus menelpon maminya.


Tut


Tut


Tut


"Assalamu'alaikum. Ya sayang ada apa? Tanya Humita disebrang sana.


"Walaikumsalam. Halo mi, apa mami sedang sibuk?" Tanya Afsana.


"Tidak sayang, memangnya ada apa? Tanyanya kembali.


"Apa mami bisa ke rumah sakit sekarang?" Tanya Afsana


"Ada apa? apa telah terjadi sesuatu disana?" Tanya Humita.


"Aku tidak bisa menjelaskannya secara detail, pokoknya mami datang saja kemari. Oh iya jangan lupa ajak kakak juga. Sudah dulu yaa, Afsana tunggu kedatangan mami dan kakak. Assalamu'alaikum" Ucap Afsana.


"Walaikumsalam" Jawab Humita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Atmaja House...


"Ada apa mi?" Tanya Sarah yang datang menghampirinya sambil membawa segelas teh untuk mertuanya.


"Mami juga tidak tahu. Tapi tadi Afsana telpon dan menyuruh kita datang ke rumah sakit. Entah kenapa perasaan mami tidak enak, mami juga merasa telah terjadi sesuatu tapi apa" Jawab Humita gelisah.

__ADS_1


"Bukan hanya mami saja, aku juga merasakan hal yang sama. Dan entah kenapa dari tadi aku memikirkan Safa" Ucap Sarah yang lebih gelisah dari mertuanya.


"Yasudah kita siapa-sial untuk ke rumah sakit. Dan entah hal apa yang akan Afsana katakan" Ucap Humita pada Sarah.


"Baiklah, aku akan mengambil tas dulu" Ucap Sarah sambil berjalan ke lantai dua.


Dan Humita juga pergi kekamarnya untuk bersiap-siap pergi ke rumah sakit miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kring


Kring


Kring


"Bunda" Guman Tania.


"Ha-hallo bun" Ucap Tania menahan tangisnya.


"Assalamu'alaikum, sayang kamu dimana nak, sudah jam segini kamu belum pulang juga. Apa barang yang kamu cari sudah ketemu?" Tanya Bunda Farah.


Farah menelpon Tania karena khawatir padanya. Tidak biasanya Tania pulang terlambat, hal itu membuat Farah tidak tenang dan memutuskan untuk menelpon putrinya.


"Walaikumsalam, bun. Hiks hiks" Tangis Tania pecah karena dia tidak bisa menahan kesedihannya.


"Apa bunda bisa datang kerumah sakit sekarang? Sa-Safa kecelakaan bun.." Ucap Tania bergetar karena menangis sambil menjelaskan kronologis kecelakaan yang menimpa Safa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Humita dan Sarah berjalan memasuki rumah sakit dan di para suster, dokter dan karyawan lainnya yang bekerja di rumah sakit tersebut membungkukan badan nya sebagai tanda hormat. Karena mereka tahu Humita adalah ibu pemilik Rumah sakit tersebut dan Sarah adalah kakak ipar dari dokter Afsana. Humita dan Sarah hanya membalas mereka dengan senyuman, meskipun hatinya cemas tapi mereka juga harus membalas keramahan orang-orang walau hanya dengan senyuman saja.


Akhirnya yang ditunggu-tunggi sudah datang, Humita dan Sarah sedang mencari keberadaan Afsana. Dan mereka juga kaget karena ada Akhtar dengan penampilan yang berantakan dan Tania sedang menangis dipelukan Afsana. Afsana bukannya tidak bersedih dengan kondisi Safa tapi jika dia ikut menangis maka tidak akan ada yang menguatkan keluarganya. Afsana juga sangat mencemaskan keadaan Safa saat dia memeriksanya.


"Mas ada apa? kenapa penampilan kamu seperti ini?" Tanya Sarah duduk disamping suaminya, karena Sarah melihat rambut Akhtar yang kusut.


Akhtar mengangkat kepalanya menatap wajah istrinya yang cantik. Sarah kaget melihat mata suaminya yang sembab karena kebanyakan menangis.


"Akhtar"Panggil Humita sambil mendekati anaknya dan duduk disamping kanannya sedangkan Sarah duduk disamping kirinya.


"Mami" Lirih Akhtar berhamburan memeluk maminya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Humita bingung.


Sarah menghampiri Tania yang menangis sesegukan dipelukan Afsana.

__ADS_1


"Sayang" Panggil Sarah yang duduk dekat Tania.


"Tante, Safa" Ucap Tania melepas pelukan Afsana dan memeluk Sarah.


DEG


Tubuhnya melemas ketika Tania menyebut nama Safa. Jantungnya berdetak lebih kencang dan hatinya merasa tidak tenang.


"Apa yang terjadi pada Safa?" Tanya Sarah dengan wajah tanpa ekspresi sambil membalas pelukan Tania.


Tania tidak menjawab, begitupun Afsana dia bingung harus bicara apa pada kakaknya tentang kondisi Safa. Apalagi Akhtar dia masih menangis dipelukan maminya.


"Apa yang terjadi pada Safa?" Tanya nya kembali dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Afsana berdiri dan ingin melihat keadaan Safa yang sedang ditemani oleh suster karena takut terjadi sesuatu, jadi suster tersebut bisa langsung memanggil Afsana.


Ketika Afsana akan pergi Sarah pun ikut berdiri dan menahan tangan Afsana.


"Aku bertanya apa yang terjadi pada Safa, tapi kalian diam saja. Apa yang kalian sembunyikan dariku tentang Safa?" Tanya Sarah dengan mata yang sudah memerah menahan tangis dan amarah sambil melihat kearah Afsana, suaminya dan Tania secara bergantian.


"Apa kalian tuli hah?" Kali ini bukan Sarah yang bertanya melainkan Humita.


Semuanya masih diam, padahal gampang tinggal mengatakan bahwa Safa kecelakaan tapi mulut mereka seolah takut.


Humita yang merasa geram akhirnya bertanya kembali membuat semua orang kaget.


"Apa yang terjadi pada Safa?" Teriaknya dengan emosi.


Suara Humita mencuri perhatian semua orang, Afsana dan Akhtar terkejut dengan sikap maminya. Karena baru pertama kali maminya emosi.


"Nenek" Panggil Tania menghampiri Humita untuk menenangkan emosinya.


"Huh, Safa kecelakaan dan saat ini dia mengalami kritis" Jawab Afsana lantang.


"Apa?" Humita langsung terduduk lemas dikursi karena mendengar bahwa Safa kecelakaan.


Bughh


"Kakak, Sarah" Teriak Afsana dan Akhtar barengan karena Sarah jatuh pingsan.


Akhtar langsung menggendong istrinya ala bridal style ke salah satu ruangan dan dibaringkan diatas brankar. Sarah pingsan saat Afsana menjelaskan bahwa Safa kecelakaan dan saat ini sedang kritis.


Sarah ditemani oleh Akhtar, sedangkan Humita langsung terduduk lemas dikursi dengan terus menangis ditemani oleh Tania dan Afsana.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Humita.

__ADS_1


Kemudian Tania menjelaskan kronologis Safa kecelakaan dengan rinci. Humita yang mendengar penjelasan Tania semakin menangis pilu. Dia sangat mengkhawatirkan Safa, entah apa yang membuat Safa sampai kecelakaan.


Bersambung


__ADS_2