Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #6


__ADS_3

Dari kejauhan Akhtar dan maminya melihat kebersamaan ibu dan anaknya. Humita merasa terharu menantu dan cucunya.


"Kau lihat itu? Sarah memiliki ikatan yang sangat kuat pada Safa, dia adalah seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab. Ibu yang baik dia tidak akan marah kepada putrinya dengan sangat lama. Aku merasa kaulah yang gagal menjadi seorang ayah. Aku tidak tahu apa yang membuatmu kecewa pada cucu mami" Ucap Humita dengan tatapan pada cucu dan menantunya.


"Waktu Safa diasrama aku dan Sarah ingin menemuinya tapi Safa tidak ingin bertemu dengan siapapun terutama kami. Aku juga tidak tahu mengapa sikap Safa tiba-tiba berubah seperti itu. Dan.... " Akhtar menceritakan alasannya dan ucapannya terpotong oleh ibunya.


"Jadi karena itu kau kecewa padanya?" Ucap Humita dengan mengalihkan tatapan kearah putranya dengan tangan dilipat didada dan Akhtar hanya diam.


"Dan sekarang justru mami yang kecewa padamu. Harusnya kau cari tahu terlebih dahulu apa yang membuat Safa berubah. Harusnya ketika dia pulang kau datang padanya dan menyakan apa yang ingin kau tanyakan, bukan malah menjauh untuk memberinya pelajaran. Dan kau tidak tahu kan apa yang terjadi semalam pada Safa? Ucap Humita dengan tegas.


"Apa yang terjadi pada Safa?" Tanya Akhtar dengan serius karena khawatir semalam terjadi sesuatu pada Safa.


"Untuk apa kau tahu? Bukannya kau tidak perduli padanya?" Ucap Humita


"Mi Safa adalah putriku, aku sebagai papanya berhak tahu apa yang terjadi padanya" Ucap Akhtar dengan suara sedikit meninggi.


"Kau ingin tahu? Baiklah akan mami katakan padamu apa yang terjadi pada Safa.


"Huh" Humita membuang nafasnya dengan kasar.


Akhtar hanya diam dia tidak sabar menunggu maminya bercerita. Karena dia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh maminya itu. Di sisi lain dia juga sangat khawatir takutnya terjadi sesuatu yang menimpa Safa.


"Safa seperti banyak menyimpan beban di dalam pikiran nya, mami sangat khawatir padanya. Entah masalah apa yang dia tanggung sendiri. Sampai-sampai semalam dia menangis tersedu-sedu dalam pelukan mami, dia terus mengatakan maaf pada mami dan Afsana. Mami juga menanyakan apa yang terjadi tapi Safa tidak menjawab dia hanya menangis dan menangis" Ucap Humita dengan mata berkaca-kaca sambil melihat ke arah Safa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Oh iya, sayang mama bawa sarapan untuk Safa, Safa makan yah mama suapi" Ucap Sarah setelah pelukan itu terlepas.


"Ma tapi nenek sudah memberi Safa sarapan" Ucap Safa pelan.


"Nenek memberi Safa ikan dan telur, sedang Safa alergi semua itu. Jadi mama membawa kan Safa sayur, Safa makan ya" Ucap Sarah lembut.

__ADS_1


"Safa kira mama lupa" Ucap Safa pelan sambil menundukan kepalanya dengan mata yang sudah basah kembali.


Sarah memegang dagu Safa agar melihatnya dan menghapus air mata yang sudah membasahi pipinya kembali.


"Sayang, Safa adalah anak mama jadi mama tahu apa yang kamu suka dan tidak. Jadi sekarang Safa sarapan dulu, mama tidak mau jika Safa telat makan" Ucap Sarah yang akan menyuapi Safa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Akhtar mami takut jika Safa berubah karena dia tahu bahwa sebenarnya dia bukan.... " Ucap Humita terpotong oleh putranya.


"Cukup mi" Bentak Akhtar pada maminya sampai terdengar kesemua tempat yang dekat dengan keberadaan mereka.


Safa dan Sarah saling bertatapan lalu melihat kesamping dimana Akhtar dan Humita berada karena mereka berdua juga mendengar bentakan Akhtar yang cukup keras.


"Papa, kenapa papa membentak nenek" Gumam Safa tapi masih bisa didengar oleh mamanya sambil melihat ke arah papa dan neneknya.


"Sayang, kamu tunggu disini ya, mama akan menemui papa dan nenek mu. Safa lanjutkan sarapan nya ya nanti mama kali lagi" Ucap Sarah dengan mencium kening Safa lalu pergi dan dibalas senyuman oleh Safa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Humita hanya diam dengan tatapan kearah lain. Dia tidak menyangka Akhtar akan membentak nya, ini adalah pertama kali Humita dibentak oleh orang apalagi orang itu adalah putranya sendiri.


"Mam, apa mami tidak apa-apa?" Tanya Sarah yang sudah berada di dekat mertuanya sambil memegang bahunya.


Humita melihat kearah menantunya dengan tatapan yang sedih. Akhtar berdiri dan memanggil ibunya.


"Mi" Lirih Akhtar


"Mas apa-apaan kamu ini, beraninya kamu membentak mami" Tegas Sarah pada suaminya sambil merangkul mertuanya dari samping.


"Sayang maaf aku tidak sengaja membentaknya" Ucap Akhtar dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Dari kejauhan Safa melihat keluarga nya bertengkar, Safa berfikir ini adalah salahnya. Setelah Safa kembali kerumahnya, keluarganya nampak tidak begitu harmonis.


"Ya Allah, apa ini semua terjadi karena kehadiran ku yang tiba-tiba kembali kerumah, jika iya maafkan kesalah yang telah aku perbuat Ya Allah. Aku mohon kembalikan keluarga ku seperti dulu, menjadi keluarga yang harmonis, tanpa ada masalah apapun" Batin Safa sambil menatap ke arah nenek, mama dan papanya dengan menangis.


"Nek" Panggil Safa yang berada dibelakang neneknya.


Humita berbalik badan dan merentangkan kedua tangannya, Safa pun berlari kearah neneknya dan memeluknya dengan erat.


"Apa nenek tidak apa-apa?" Tanya Safa khawatir setelah pelukan itu terlepas.


"Nenek tidak apa-apa sayang" Jawab Humita sambil menghapus air mata di pipi Safa.


"Maaf nek" Lirih Safa.


"Safa tidak bersalah sayang" Ucap Humita


"Ayo nek Safa antar nenek ke kamar" Ucap Safa sambil menggandeng tangan Humita dan diangguki oleh nya.


"Safa, ada apa dengan mu sayang, mama merasa Safa berubah, mama sangat takut jika Safa menjauh dari mama" Batin Sarah tanpa sadar pipinya sudah basah oleh air mata.


"Sayang mengapa kamu menangis, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Akhtar memegang kedua bahu istrinya dengan khawatir.


"Mengapa kau tidak menanyakan hal yang sama pada putriku, hah?Kau ini benar-benar egois mas, kau tidak lagi memikirkan putriku. Aku benar-benar kecewa padamu mas" Ucap Sarah sambil pergi meninggalkan suaminya yang terdiam setelah mendengarkan istrinya.


Akhtar menatap punggung sang istri yang mulai pergi menjauh darinya. Dia merasa bersalah pada seluruh keluarganya, atas sikapnya membuat hubungan keluarganya menjadi renggang.


Akhirnya Akhtar pergi terlebih dahulu ke kantor karena ada pertemuan yang sangat penting, setelah selesai nanti dia akan langsung pulang dan meminta maaf pada keluarganya terutama pada putrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam kamar Humita Safa tidur dipangkuan sang nenek dan dibalas dengan elusan dikepalanya.

__ADS_1


"Bukannya Safa harus pergi mencari universitas?" Tanya Humita memulai pembicaraan.


Bersambung


__ADS_2