
"Nenek salah jika mengatakan bahwa papa seorang Ayah yang gagal. Yang Safa tahu, papa adalah papa terbaik bagi Safa dan kedua adik Safa" Ucap Safa sambil mengenggam kedua tangan papanya dan menciumnya.
Cup
Cup
Cup
Safa mendapat kecupan dari papanya dikening dan kedua pipinya. Kemudian Akhtar memeluknya dengan erat dan dibalas Safa.
"Safa senang karena papa tidak marah lagi pada Safa" Ucap Safa disela isak tangisnya.
"Maaf, papa tidak akan marah lagi pada Safa" Ucap Akhtar setelah pelukan itu terlepas.
Sarah yang sejak tadi berdiri diambang pintu sembari mendengarkan obrolan anak dan papanya menangis, dia merasa bahagia akhirnya keluarganya bisa kembali berkumpul seperti biasanya.
"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah engkau telah membuat suami hamba mengakui kesalahannya" Batin Sarah.
"Sayang masuklah, mengapa kau berdiri terus disana, apa kau tidak pegal" Ucap Akhtar karena dia tidak sengaja melihat seseorang diambang pintu.
Kemudian Sarah masuk dan duduk disamping Safa dan Safa berada ditengah antara mama dan papanya.
Sarah menyelipkan anak rambut Safa kebelakang telinganya.
"Ma, apa mama bahagia?" Tanya Safa tiba-tiba.
"Seharusnya mama yang menanyakan itu pada Safa. Mama akan sangat bahagia jika melihat semua putri mama bahagia, tapi jika salah salah satu diantaranya sedih maka mama juga tidak bisa bahagia dengan kedua putri mama yang lainnya" Jawab Sarah sambil membawa Safa kedalam pelukannya.
Cup
Cup
Cup
__ADS_1
"Mama sangat sayang pada Safa. Jangan pernah mencoba untuk pergi jauh lagi dari mama. Safa harus tetap tinggal dengan mama sampai Safa menikah nanti, kalau bisa Safa juga harus sering tidur bareng dengan mama" Ucap Sarah yang masih memeluk Safa dengan mencium kening Safa berkali-kali.
"Pa, masa aku harus tidur juga dengan mama setelah aku menikah nanti, kan kasian suami aku jika tidur sendiri. Aku ga mau pa kalau sering tidur dengan mama" Ucap Safa setelah pelukan itu terlepas dengan pura-pura sedih dan mengadu pada papanya.
"Tapi mama mu benar, papa juga tidak ingin jauh lagi dari putri sulung papa, setelah menikah nanti Safa akan tetap tinggal dengan kami di rumah ini. Tapi kalau masalah tidur bareng mamamu papa juga tidak setuju"Ucap Akhtar.
" Loh kok ga boleh si mas, Safa kan putriku jadi aku punya hak untuk tidur dengan Safa, bahkan kalau bisa setiap hari"Ucap Sarah
Ketika Akhtar akan menjawab lagi Sarah dengan buru-buru memeperingatinya.
"Jika kau tidak setuju aku tidur dengan Safa maka kau juga tidak boleh tidur denganku selama 1 bulan penuh" Ucap Sarah mengancam.
"Ak-aku se-setuju jika kau mau tidur dengan Safa setiap hari, aku tidak akan melarangnya" Jawab Akhtar ketakutan dengan ancaman istrinya.
"Hihi, papa sangat lucu jika diancam mama" Ucap Safa berbisik di telinganya Safa.
"Diam kau" Ucap Akhtar dengan nada pelan tapi masih didengar istrinya.
"Mengapa kau memarahi putriku mas, awas ya jika kau sampai marah atau membentaknya maka ancaman ku bisa berlaku sampai waktu yang tidak ditentukan" Ucap Sarah lagi.
"Mama sama papa lupa jika masih memiliki dua orang putri lagi?" Tanya Yasmin yang sudah masuk kekamar kakaknya dengan cemberut sambil melipat kedua tangan nya didada.
"Kemarilah sayang" Ucap Akhtar.
Yasmin duduk dipangkuan papanya sedangkan Yumna duduk di samping kiri ibunya.
Cup
"Mama sama papa tidak pernah melupakan kalian, kami ke kamar kakak hanya ingin meminta maaf atas sikap kami waktu itu" Ucap Sarah memeluk pinggang Yumna dari samping dan mencium kening Yumna dengan lembut.
"Mengapa mama hanya mencium kakak saja. Apa mama tidak ingin mencium Yasmin juga" Ucap Yasmin cemberut melihat mamanya mencium kakak keduanya.
"Oh ho, ceritanya putri kecil mama ini cemburu, kemarilah sayang" Ucap Sarah dan Yasmin mendekat kearah mamanya.
__ADS_1
Cup
Cup
Cup
Cup
"Kau puas sayang" Ucap Sarah memberikan ciuman bertubi-tubi diseluruh wajah putri bungsunya dan kembali memeluk Yumna dari samping.
"Sangat puas, hehe" Jawab Yasmin cengengesan sambil kembali kepangkuan papanya.
"Kak, kau hanya diberi satu ciuman oleh mama, sedangkan aku banyak sekali" Ucap Yasmin meledek kakak keduanya.
"Bodo amat, yang penting saat ini aku yang berada dipelukan mama, wlee" Jawab Yumna dengan menjulurkan lidahnya sambil membalas pelukan mamanya. Yasmin hanya bisa mencebik kesal mendengar jawaban kakaknya.
Safa yang bersandar dilengan papanya melihat Yasmin dicium oleh mamanya hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala nya melihat kelakuan adiknya.
"Yumna seneng akhirnya keluarga kita berkumpul kembali ma, Yumna suka sedih kalau melihat mama menangis setiap hari karena merindukan kaka" Ucap Yumna sambil mengangangkat wajahnya agar bisa melihat sang mama
"Maafin mama ya sayang karena kurang memperhatikan kalian selama ini" Ucap Sarah sambil memeluk Yumna.
Memang selama Safa diasrama Sarah sering menangis karena merindukan putrinya sampai-sampai dia kurang memperhatikan putrinya yang lain.
"Mama tidak salah Safa yang salah pada kedua adik Safa. Na, Yas maafin kakak ya karena kakak mama tidak memperhatikan kalian dan selalu memikirkan kakak" Ucap Safa sedih sambil mengusap pipi Yumna yang ada dipelukan mamanya dan mengusap rambut Yasmin yang berada di pangkuan papanya.
"Sudah sudah, yang penting kita sudah berkumpul kembali, jangan bersedih lagi kita harus sama-sama memaafkan kesalahan satu sama lainnya" Ucap Akhtar menengahi agar tidak larut dalam kesedihan.
Sarah dan Akhtar membawa ketiga putrinya kedalam pelukannya. Rasa nyaman yang dapat dalam hidup adalah ketika orang tua memeluk anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Diambang pintu Humita dan Afsana saling tatap. Melihat kebersamaan antara putra, menantu dan cucunya membuat Humita sangat bahagia. Begitu juga dengan Afsana dia merasa bahagia dengan rumah tangga kakak laki-laki nya. Dia juga mulai mencitai keponakan sulungnya.
"Ya Allah, Safa sangat berterima kasih karena memiliki orang tua yang sangat menyayangi Safa, terutama mama. Dia tidak pernah membedakan kasih sayang antara Safa dan kedua adik Safa. Ya Allah kau maha Tahu dan maha melihat segala yang terjadi di dunia ini. Safa mohon jangan pernah pisahkan Safa dari mama, Safa sangat menyayangi mama meskipun mama bukan ibu kandung Safa. Ya Allah tolong jaga mama dimanapun mama berada meski Safa tidak ada didekatnya. Safa juga berdo'a untuk seluruh keluarga Safa agar selalu harmonis dan bisa berkumpul didunia maupun di surgamu nanti, Ammiiinnn" Ucap Safa dalam hati. Ia merasa sangat bahagia melihat orang tuanya selalu harmonis walaupun kadang berantem meskipun hanya sebentar.
__ADS_1
Bersambung