
"Setelah lo celakain anak orang dan lo pergi begitu saja tanpa tanggu jawab sedikit pun. Dimana otak dan rasa kemanusiaan lo, tanggung jawab ga atau engga... " Shelyn memotong ucapan Safa.
"Atau ga apa, lo mau ngancem gue. Punya apa lo sehingga lo berani bicara gitu sama gue hah?" Ucap Shelyn dengan senyum menyepelekan.
"Bener-bener ya lo Shelyn" Ucap Tessa kesal.
"Udahlah Tess biarin aja. Intinya kita harus tahu bahwa iblis juga bisa menyerupai wanita cantik, Jadi kita harus berhati-hati jika bertemu orang yang modelan begini" Ucap Safa dan kembali menghampiri Gauhar.
Tidak lama kemudian Shelyn dan teman-temannya benar-benar pergi.
"Nih minum dulu" Ucap Tania membuka air botol dan memberikannya pada Gauhar.
"Terimakasih kak, maaf sudah merepotkan" Ucap Gauhar merasa tak enak.
"Ahh tidak apa-apa kok, kan kita sesama manusia harus saling tolong menolong" Jawab Tania yang sudah duduk disebelah Gauhar.
"Oh iya maaf bukannya kakak lancang tapi ada urusan apa kamu datang kekampus ini?" Tanya Safa dengan hati-hati.
"Oh iya tadi penyihir itu menyebut nama Jauhar, apa kamu pacarnya?" Kali ini Tessa yang nanya.
Wajah Safa jadi berubah agak cemberut saat Tessa menanyakan bahwa gadis tersebut pacarnya Jauhar.
"Hus lo ngomong sembarangan banget sih" Ucap Tania sambil melirik kearah Safa.
"Ya gapapa kan cuma nanya doang, iyan kan Fa?"Tanya Tessa meminta persetujuan Safa.
"Eumm, i-iya" Jawab Safa gugup.
"Tenang gue yakin nih bocah bukan pacarnya Jauhar, jadi lo tenang aja ga usah gugup gitu. Jauhar tetep milik lo ko" Ucap Tessa bercanda.
"Benar apa kata kakak ini aku bukan pacarnya ko, jadi kakak tenang aja aku kesini hanya ingin pulang bareng dengannya" Ucap Gauhar tersenyum.
"Ehh, eumm bu-bukan aku bukan..." Kali ini Tania yang menggoda Safa.
"Udah ga tenang aja Jauhar masih aman ko" Ucap Tania menaik turunkan alisnya. Sedangkan Safa dia tidak bisa berkutik.
"Sayang, ternyata kau disini dari tadi aku nyariin kamu tahu ga" Ucap Gibran sengaja.
Tesaa hanya memutarkan bola matanya dia kesal karena Gibran terus saja memanggilnya dengan sebutan sayang.
__ADS_1
"Bisa gak sih lo itu panggil gue Tessa T-E-S-S-A" Ucap Tessa kesal sambil mengeja namanya.
"Kamu kalau marah lucu deh" Ucapnya menggoda Tessa semakin kesal dibuatnya.
Sedangkan Safa dan Tania hanya tertawa menyaksikan dia sejoli itu.
"Kakak ini pacarnya abang?" Tanya Gauhar.
"Iya ini pacar abang namanya Tessa, cantik kan pacarnya abang" Jawab Gibran dia belum menyadari kalau yang nanya itu Gauhar adik dari temannya.
"Tunggu-tunggu, kaya kenal suaranya" Ucap Gibran sambil melihat kearah Gauhar yang sedang duduk dengan Tania.
"Loh kok kamu disini de? Kamu gak sekolah? Atau jangan-jangan kamu bolos lagi" Tanya Gibran sambil memicingkan matanya.
"Mana ada aku bolos sih bang, hari ini memang aku pulangnya awal. Dan aku kesini mau minta nebeng sama abang pulangnya karena supir yang biasa jemput aku dia mendadak ada urusan" Jawab Gauhar.
"Aduhhh itu kenapa tangannya bisa merah gitu?" Tanya Gibran menunjuk tangan Gauhar yang merah karena cengkraman Tessa.
"Gapapa ko bang" Ucap Gauhar bohong.
Ketiga wanita tadi hanya bengong melihat interaksi anatara Gauhar dan Gibran. Mereka bingung dan bertanya-tanya siapa Gauhar dan apa hubungannya dengan Gibran dan Jauhar.
Gibran pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo lo dimana sih? Cepat temui gue didekat kantin sekarang juga ini ada adik lo datang dan tangannya juga terluka" Ucap Gibran pada seseorang disebrang sana.
"Lo apain adik gue hah?" Tanya Jauhar dengan emosi. Gauhar paling tidak suka jika ada orang yang menyakiti keluarganya terutama adik perempuannya.
"Astaga, gue gak ngapa-ngapain adik lo. Tiba-tiba aja gue datang dia udah luka" Jawab Gibran.
"Yaudah gue kesana sekarang" Ucap Jauhar.
"Yaudah gue..... Tut tut tut. Dasar teman ga ada akhlak gue belum selesai ngomong udah dimatiin aja" Cerutu Gibran.
"Kamu ini ngapain harus kekampus segala sih bikin repot aja, apalagi sampai luka begini. Kamu ini seneng banget jika aku kenal omel abang mu" Ucap Gibran kesal.
"Hehe, maaf bang Gau juga tidak tahu akan seperti ini. Tadi Gau hanya menanyakan dimana keberadaan orang yang namanya Jauhar ehh perempuan tadi malah marah-marah dan nyakitin Gau, untungnya ketiga kakak cantik ini nolongin Gau" Jawabnya dengan sedih.
"Dimana adek gue" Teriak Jauhar dari kejauhan.
__ADS_1
"Ja sini" Panggil Gibran karena mendengar teriakan Jauhar.
"Minggir lo" Ucap Jauhar menyenggol Gibran dan berjongkok dihadapan Gauhar.
"Apa yang terluka, coba abang lihat?" Tanya Jauhar sambil melihat tubuh adiknya.
"Bang tenang Gau gapapa ko" Jawab Gauhar membuat abangnya agar tenang.
"Mau tenang gimana orang Gibran ngabarin abang kalau kamu terluka. Bilang sama abang siapa yang nyakitin kamu?" Tanya Jauhar serius.
"Jadi bocah ini adik lo, gue baru tau kirain dia pacar lo, hehe" Ucap Tessa agar suasana tidak tegang.
"Ayo berdiri kita pulang" Ajak Jauhar pada adiknya. Jauhar bingung dengan Gauhar yang tidak kunjung berdiri.
"Kaki dan punggung Gau sakit bang, ini tangan Gau juga merah karena seseorang mencengkram tangan Gau dengan kencang dan mendorong tubuh Gau dengan keras sampai punggung terbentur tembok. Karena Gau hilang keseimbangan mangkanya Gau jatuh dan ini kaki juga terkilir" Ucap Gauhar dengan mata yang sudah berembun menahan sakit di bagian tubuhnya.
Jauhar menegakkan badannya matanya sudah memerah menahan amarah dan kedua tangannya sudah mengepal. Dia tidak akan tinggal diam pada orang yang sudah nyakitin adiknya.
"Siapa yang udah nyakitin ade gue?" Tanya Jauhar pelan.
Semua yang ada disana belum menjawab pertanyaan yang Jauhar tanyakan.
"Siapa orang yang udah nyakitin ade gue?" Teriak Jauhar.
Saffa, Tania dan Tessa sangat terkejut dengan teriakkan Jauhar. Berbeda dengan teman-temannya yang udah tahu sifat Jauhar
"Bang jangan gitu Gau takut" Lirih Gauhar memegang tangan Jauhar, Gauhar paling takut dengan orang yang marah.
"Shelyn yang udah nyakitin adik kamu Ja" Jawab Safa.
"Berengsek" Ucapnya dengan meninggalkan semuanya dan mencari keberadaan Shelyn.
"Baim lo ikut gue nyusul Jauhar, gue takut dia hilang kendali" Ucap Haikal dibalas anggukan oleh Baim.
"Bang" Panggil Gauhar.
Haikal kembali mendekat kearah Gauhar yang sudah dia anggap adiknya sendiri. Bukan hanya Haikal, teman Jauhar yang lainnya juga menganggap Gauhar adiknya.
"Gapapa, abang ga akan lama ko. Kamu tunggu aja disini" Ucap Haikal mengusap kepala Gauhar yang menangis.
__ADS_1
Bersambung