
Mereka semua kembali duduk di ruang tamu dan berkumpul dengan yang lainnya. Sedangkan Yuni ikut bergabung dengan para maid yang ada di rumah itu.
Sarah melayani Yumna dengan menyuapi makanan dan mengambilkan sesuatu yang dimau Yumna. Sedangkan Yasmin hanya diam dia iri dengan mamanya yang perhatian dengan kakaknya.
"Kak, sejak kapan kau tidak peka begini?" Tanya Afsana. Sarah melihat Afsana dan Afsana menunjuk Yasmin dengan matanya.
"Ohh ya ampun kakak lupa, habisnya kakak kaget dengan keadaan Yumna" Jawab Sarah.
"Yas kemarilah" Panggil Sarah dengan menjulurkan satu tangannya.
Yasmin menghampiri ibunya dan langsung duduk dipangkuannya dengan kedua tangan melingkar dileher dan wajahnya ia telusupkan dileher ibunya.
"Maafin Yas ma, mama jangan marah sama Yas. Yas ga suka kalau mama marah terus nyuekin Yas,rasanya ga enak" Ucap Yasmin lirih.
"Maaf sayang, mama tidak marah ko. Lagian Yas dan kakak udah saling minta maafkan, kakak juga udah ngakuin kalau dia juga salah" Jawab Sarah memeluk anak bungsunya dengan mengusap punggungnya.
"Keluargamu sangat harmonis Humita, semuanya dekat satu sama lain" Ucap Anin yang sejak tadi memperhatikan menantu dan cucu dari sahabatnya itu.
"Iya, yang namanya rumah tangga pasti ada bahagia dan ada sedihnya, begitupun dengan keluarga ku kadang ada percekcokan, dan untungnya kami bisa menyelesaikannya dengan baik" Jawab Humita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keluarga Atmaja sudah kembali ke kediamannya. Mereka pulang setelah selesai makan malam di keluarga Barrah. Keluarga Barrah memintanya untuk menginap dan tinggal disana selama beberapa hari, tapi Yasmin dan Yumna merengek meminta pulang.
"Akhirnya sampai juga" Ucap Afsana yang langsung duduk disofa sambil menyender.
"Sarah apa kau senang bertemu dengan keluarga mami?" Tanya Humita, karna memang dia sudah menganggap sahabatnya itu adalah keluarganya.
"Sangat senang mi, keluarga mami sangat ramah dan menerima aku dengan baik" Jawab Sarah yang tidak menyangka akan mendapatkan keluarga baru.
"Yasudah mami ke atas duluan ya" Ucap Humita beranjak dari duduknya.
"Mami aku ikut, aku ingin tidur dengan mami" Ucap Afsana mengikuti ibunya dari belakang.
"Ma, Yumna ingin tidur di kamar mama" Lirih Yumna.
"Tentu saja sayang" Jawab Sarah.
"Karna Yumna tidur ditemani mama, kali ini kakak yang akan menemani Yas tidur, bagaimana? Yas mau kan?" Tanya Safa menaikkan alisnya.
"Mau dong kak" Jawab Yasmin yang sudah kembali ceria.
__ADS_1
"Terus papa tidur dimana dong, jika kamu ingin tidur di kamar papa" Ucap Akhtar cemberut.
"Papa tidur di kamar Yumna aja atau di kamar tamu, karena Yumna hanya ingin tidur berdua dengan mama" Jawab Yumna menahan tawanya melihat ekspresi papanya yang cemberut seperti anak kecil.
"Pa, udah tua juga masih aja cemberut kaya anak-anak" Ledek Safa.
"Apa? Sayang kau sangat tidak sopan mengatai papa tua" Jawab Akhtar tidak terima dan berjalan dengan pelan ke arah Safa.
Safa sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya agar terhindar dari papanya.
"Kau sudah berani meledek papamu" Ucap Akhtar.
"Hey jangan mecoba untuk kabur" Teriak Akhtar karena Safa mulai berlari dan Akhtar pun mengejarnya.
Sarah yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, bahagia rasanya melihat orang terkasihnya akur, tidak seperti kemarin yang banyak sekali masalah yang datang.
"Ampun pa" Ucap Safa dengan nafas yang tersenggal-senggal karena berlarian kesana kemari untuk menghindari kejaran papanya.
Safa duduk disebelah mamanya dan memeluknya dari samping.
"Ma tolongin Safa" Ucapnya karena papanya masih belum bisa menangkapnya.
"Mas udah ah, kaya anak kecil aja. Lagian Safa juga ga salah ngomong ko" Ucap Sarah dengan mendelikkan mata.
"Ciee pak tua marah" Ledek Yasmin saat papanya berjalan melewati dirinya.
"Yas tega sekali sama papa" Ucapnya pura-pura marah dengan melanjutkan pergi.
Istri dan ketiga anaknya malah tertawa melihat pria yang mereka sayangi merajuk.
"Kak ayo kita tidur Yas udah ngantuk" Ajak Yasmin.
"Iya, ma Safa tidur duluan ya" Ucap Safa pamit untuk tidur.
"Yas juga ya ma kak" Ucap Yasmin pamit pada mama dan kakaknya.
Cup
Cup
"Iya sayang-sayangnya mama" Jawab Sarah sambil mencium pipi Safa dan Yasmin bergantian.
__ADS_1
Ketika Safa dan Yasmin sudah pergi, Sarah mengajak Yumna untuk tidur juga karena sudah sangat malam.
"Kok papa masih ada di kamar mama sih" Ucap Yumna saat melihat papanya yang masih duduk dengan melihat laptop karena harus mengecek sedikit pekerjaan yang masuk.
"Ini juga kamar papa jika kamu lupa, kau ini selalu saja mengutamakan mama mu" Jawab Akhtar sambil fokus dengan laptop nya.
"Sebentar lagi papa pindah, ini hanya mengecek beberapa email yang masuk" Ucapnya lagi.
"Kamu tidur duluan aja, mama mau ganti pakaian dulu" Ucap Sarah
Yumna membaringkan tubuhnya di ranjang milik orangtuanya. Sarah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, saat dirinya keluar ternyata suaminya sudah tidak ada. Dia melihat ke arah ranjang ternyata putrinya sudah tidur dan diapun membaringkan tubuhnya disamping sang putri.
Sarah mencoba untuk memejamkan matanya, tapi dia tidak bisa tidur. Biasanya dia akan tertidur sambil memeluk suaminya.
Yumna merasakan pergerakan dari mamanya, karena dia benar-benar belum tidur. Yumna berfikir apa mamanya kurang nyaman tidur dengannya, atau karena papanya tidak ada di samping mamanya. Tiba-tiba Sarah bangun dan mencari handphone miliknya. Diapun pergi ke kamar mandi dan mencoba untuk menelpon seseorang. Pergerakan dirinya di perhatikan oleh Yumna.
Tut
Tut
Suara handphone yang sudah terhubung dengan orang yang ia tuju.
"Hallo mas, apa kamu sudah tidur?" Tanya Sarah.
Sarah menelpon suaminya karena dia tidak bisa tidur, mencoba untuk memejamkan matanya tapi susah.
"Belum sayang, aku tidak bisa tidur" Jawab Akhtar.
"Sama mas aku juga tidak bisa tidur jika tidak dipeluk olehmu" Ucap Sarah lirih.
Ternyata di luar pintu kamar mandi Yumna mendengarkan dengan telinga sedikit menyentuh pintu.
"Mas ke kamar aja, kita tidur satu ranjang lagian Yumna juga sudah tidur" Ucap Sarah.
"Baiklah, nanti aku ke situ. Aku akan mengecek dulu pintu takut belum dikunci" Jawab Akhtar.
"Yasudah aku tunggu" Ucap Sarah sambil mematikan telponnya.
Yumna merasa dirinya egois, dia kasian terhadap mamanya karena tidak bisa tidur dengannya. Akhirnya Yumna memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan tidur sendirian tanpa ditemani siapapun, dia juga tidak lupa untuk mengunci pintunya. Padahal Yumna paling tidak suka jika kamarnya ia kunci.
Ketika Sarah keluar dari kamar mandi, dia belum tahu jika Yumna sudah keluar dari kamarnya, karena lampu kamar sudah ia matikan. Sarah menunggu suaminya di sofa.
__ADS_1
Bersambung