Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #73


__ADS_3

"Jangan pernah berani membentak nenek ku" Teriak seseorang dari arah tangga, membuat ketiganya menoleh.


"Yumna" Lirih Sarah.


Ketika Yumna dan kakak serta adiknya sampai kamar, dia lupa dengan handphone yang tertinggal di meja saat berkumpul tadi. Dan memutuskan untuk kembali ke bawah untuk mengambilnya. Ternyata pada saat menuruni anak tangga, dia sudah mendengar pembicaraan nenek dan orangtuanya. Yumna sangat terkejut dan marah saat neneknya dibentak oleh papanya.


Yumna berjalan mendekati sang nenek yang terlihat meneteskan air mata.


"Yumna tidak ingin melihat nenek menangis" Lirih Yumna menghapus pipi Humita dengan tangan kirinya.


"Nenek tidak apa-apa sayang, kenapa kau datang kemari, hm? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Humita menangkup kedua pipi Yumna yang sedikit cabi.


"Handphone Yumna tertinggal nek, jadi Yumna memutuskan untuk kembali" Jawab Yumna.


"Baiklah, kalau sudah kembalilah ke kamar mu" Titah Humita.


"Nek, kontrak kerja sama apa yang nenek dimaksud?" Tanya Yumna hati-hati.


"Tidak ada sayang, biar ini jadi urusan nenek" Jawab Humita tersenyum.


"Apa ada hubungannya dengan Mika?" Tanya Yumna menatap mata neneknya yang hanya diam tanpa bergeming.


"Yumna tahu nek, putra nenek tidak ingin memutuskan kerja sama dengan Pak Hussen ayahnya Mika kan?" Tanya Yumna.


'Putra Nenek' kata yang di ucapkan Yumna membuat Akhtar terkejut, ketika Yumna tidak memanggilnya dengan sebutan papa. Sarah juga merasa bahwa kesalahan kali ini sangat buruk, dan membuat dirinya sangat sedih.


"Kamu tahu?" Bukannya menjawab pertanyaan Yumna, Humita malah bertanya balik.


"Yumna tahu kok nek, nenek tidak perlu memintanya untuk memutuskan kerja sama. Yumna tidak apa-apa ko, karena hanya Kendra yang bisa melindungi Yumna" Ucap Yumna.


"Maaf nenek tidak jujur padamu" Ujar Humita.


"Tidak apa-apa nek. Sebenarnya tadi disekolah Mika menyerang Yumna karena Kendra memutuskan kerjasama dengan perusahaan orangtuanya, tadi juga Kendra marah dengan Mika karena mencekik Yumna sampai ada luka. Neli juga menyuruh Yumna ke rumah sakit, tapi Yumna tidak mau karna takut merepotkan. Oh iya nek Yumna sudah memutuskan sesuatu untuk membalas kebaikan Kendra dan keluarganya pada Yumna" Tutur Yumna.


"Apa yang ingin kamu lakukan, hmm? Tanya Humita.


"Yumna juga sudah memikirkan ini baik-baik. Yumna akan tinggal selama beberapa bulan di rumah kendra. Apa nenek tidak keberatan?" Tanya Yumna meminta persetujuan.


"Ga, mama ga akan pernah ngijinin kamu untuk pergi dari rumah ini" Sahut Sarah sambil berjalan mendekat ke arah Yumna dengan wajah sedih.


"Bagaimana nek?" Tanya Yumna, dia sudah tidak perduli dengan ucapan mamanya.

__ADS_1


Humita menatap Sarah, dan Sarah menggelengkan kepalanya. Humita juga kasian dengan Sarah, jika menyetujui usulan Yumna yang mendadak.


"Nenek tidak perlu menjawab sekarang ko, karena masih ada waktu sampai akhir minggu ini. Kalau begitu Yumna kembali ke kamar ya nek" Ucap Yumna pergi dan Sarah mengikutinya dari belakang.


"Sayang mama ingin bicara denganmu, jangan pernah kamu mendiamkan mama seperti nak. Kita bisa bicarakan ini baik-baik sayang" Ucap Sarah sambil menangis dan mengikuti Yumna dari dibelakang. Yumna terus berjalan tanpa menoleh ke arah mamanya.


"Awww" Teriak Sarah memegang perutnya saat akan menaiki tangga.


"Sayang"Teriak Akhtar berjalan ke arah istrinya


"Sarah" Teriak Humita berlari kecil.


"Mama" Teriak Yumna membalikan badannya.


"Kakak"Teriak Afsana saat memasuki rumah.


"Akhtar bawa istrimu ke kamar" Titah Humita dan tanpa berpikir panjang Akhtar menggendongnya dan berjalan ke arah kamarnya.


"Kenapa dengan mama?" Tanya Yasmin dan Safa karena mendengar teriakan orang-orang.


"Nanti biar tana yang periksa" Jawab Afsana.


Mereka semua masuk ke kamar pasangan suami istri tersebut. Dan Afsana mulai memeriksanya.


"Kakak tidak apa-apa, dia hanya mengalami keram otot di bagian perutnya. Maka dari itu jangan terlalu stress dalam hal apapun" Jawab Afsana.


"Huh, syukurlah" Ucap Humita.


Yumna hanya menunggu di ambang pintu, sedangkan Yasmin dan Safa duduk di atas ranjang menemani Sarah yang sedang berbaring.


"Biarkan kakak istirahat dulu" Ucap Afsana. Dan Yumna pun keluar dari kamar orangtuanya menuju kamar miliknya.


"Mama istirahat saja, biar papa yang akan menjaga mama" Ucap Safa sambil turun dari ranjang, tapi Sarah malah mencekal pergelangan tangan Yumna.


"Mama hanya ingin ditemani kalian" Mohon Sarah dengan sorot mata sedih.


"Dimana Yumna?" Tanya nya saat melihat sekeliling kamar.


"Biar Yumna urusan mami, kamu istirahat saja di temani Safa dan Yasmin" Jawab Humita sambil mengelus kepala Sarah.


Semua orang beristirahat dengan tenang, Humita tidak menemui Yumna karna biar dia sendiri dulu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelum makan malam, Yumna turun ke bawah dan mencari seseorang kearah dapur.


"Mba Yuni" Panggil Yumna.


"Iya non, saya disini" Teriak Yuni yang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam


"Mba Yumna mau menyuruh, apa mba Yuni tidak cape?" Tanya Yumna.


"Ya kalau non Yumna nyuruh mba buat lari keliling komplek ya mba pasti cape non" Ledek Yuni.


"Mba ini bisa aja. Yumna mau nyuruh mba Yuni buat pijitin punggung kanan Yumna, ini sangat pegal mba. Rasanya badan Yumna ga enak kalau mau melakukan aktivitas, tadi saja Yumna tidak bisa tidur siang" Jawab Yumna.


"Mungkin dari tangan non Yumna, karena semua saraf di dalam tubuh nyambung non. Sebentar mba akan menyimpan ini dulu di meja makan" Jawab Yuni sambil membawa piring berisi lauk pauk ke meja makan.


"Sudah mba?" Tanya Yumna.


"Sudah ayo non, mau dipijit dimana?" Tanya Yuni.


"Di kamar mba Yuni saja, gapapa kan?" Tanya Yumna.


"Gapapa atuh non, ayo kalau mau di kamar mba Yuni" Ajak Yuni merangkul Yumna.


Yumna duduk di tepi ranjang milik Yuni. Yuni memiliki ranjang yang cukup besar, karena Yuni adalah kepala ART keluarga Atmaja.


"Bajunya dibuka saja non, biar mba bantu" Titah Yuni.


Untungnya Yumna memakai kemeja jadi bisa dilepas dengan mudah.


"Jangan semua mba, buka bagian yang sakit saja" Ucap Yumna.


"Siap non" Sahut Yuni.


Yuni pun mulai memijat punggung Yumna dengan perlahan, karena takutnya Yumna meringis kesakitan.


"Sebenarnya sakit punggung Yumna dari tadi pagi mba, cuma Yumna bingung harus diapain bagian punggung yang sakitnya" Ucap Yumna saat merasakan pijitan Yuni.


"Kenapa non ga panggil mba, dan seharusnya tadi tidak usah pergi sekolah dulu. Lagian ulangan juga bisa ikut susulan, guru juga pasti maklum non" Jawab Yuni.


"Iya mba, makasih udah ngingetin Yumna" Ucap Yumna.

__ADS_1


"Sama-sama non, lagian gak perlu sungkan sama mba. Mba kan bekerja di sini udah sangat lama" Ucap Yuni.


Bersambung


__ADS_2