
"Yasudah ayo biar mba periksa dulu, ayo semuanya ikut masuk aja keruangan mba" Ucap Aira.
"Sekalian periksa Gauhar juga mba" Ucap Jauhar hati-hati
"Kenapa lagi dengan Gauhar?" Tanya AiraAira mengerutkan keningnya.
"Teman yang mengakunya pacar abang udah nyakitin Gau mba, dia dorong Gau ketembok dan kaki Gau juga sakit karena keseleo akibat ulahnya" Adu Gauhar pada Aira.
Mereka bercerita sambil berjalan keruangan Aira yang berada di lantai dua.
"Ya Allah, apalagi ini bang. Kenapa pacarmu sangat kasar sekali, pokoknya mba gamau tahu kejadian ini cukup yang terakhir. Bagaimana kalau Risa tahu, mba juga ga berani kalau dia udah marah, apalagi menyangkut adik-adiknya ihh serem" Ucap Aira bergidik ngeri membayangkan adik iparnya sangat menyeramkan jika marah.
"Padahal mba lebih tua dari kakak ipar, tapi ternyata nyalinya ciut juga" Ucap Gauhar meledek.
"Bukan mba yang lebih tua, Risanya aja nikah sama yang tua, haha" Jawab Aira. Mereka semua juga ikut tertawa.
"Cuma beda 10 tahun aja mba" Sahur Gauhar.
"Kalian ini selalu saja membela Risa" Jawab Aira pura-pura marah.
"Ayo Al duduk biar mba periksa" Ucapnya sambil membawa alat untuk memeriksanya.
"Ya ampun Al detak jantungmu berdetak begitu cepat" Ucap Aira.
"Alya takut mba" Lirih Alya.
"Gak usah takut kita semua ada disini, tenangkan dirimu" Ucap Aira mengusap punggung Alya agar tenang.
"Nih ada baju mba, gak papalah kebesaran juga. Kamu ganti gih ke kamar mandi" Ucap Aira yang menyodorkan bajunya pada Alya.
Alyapun menerima baju yang diberikan Aira tapi bukannya pergi ke kamar mandi malah menundukkan wajahnya.
"Ada apa Al?" Tanya Aira.
Safa yang tahu bahwa Alya masih ketakutan diapun menawarkan bantuannya.
"Ayo biar kakak antar ke kamar mandi dan membantumu mengganti pakaian" Tawar Safa dan diangguki oleh Alya.
Mereka berdua masuk kedalam kamar mandi.
"Ehh iya mba baru sadar, siapa perempuan itu?" Tanya Aira menatap pada Haikal dan Jauhar.
Haikal dan Jauhar hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Aira.
"Pacarnya abang mba" Jawab Gauhar polos.
"Hah? Katamu pacarnya abang yang jahatin kamu gimana sih" Ucap Aira heran.
"Atau jangan-jangan kamu punya dua wanita sekaligus? Ucap Aira dengan memicingkan mata pada Jauhar.
"Ya Allah mba mengapa kau menuduhku seperti itu, ya gak mungkinlah aku punya banyak simpanan" Jawab Jauhar tidak terima.
__ADS_1
"Kamu gak denger apa kata Gauhar, cewe tadi dia bilang pacar kamu" Ucap Aira.
"Emang kak Safa pacarnya abang mba. Gau hanya bilang kalau yang nyakitin Gau orang yang ngaku-ngaku pacar abang bukan pacar abang yang sesungguhnya"Jawab Gau.
"Ngomong dong dari tadi" Ucap Aira.
"Perasaan tadi Gau udah ngomong loh mba" Jawab Gau.
"Oh ya? Maaf mba ga denger hehe" Ucap Aira.
Ceklek
Alya dan Safa keluar dari kamar mandi setelah Safa membantu Alya mengganti pakaian.
"Bang ayo pulang, kepala Alya sedikit pusing" Ucapnya dengan sedih.
"Yasudah kalian pulang saja, untuk istirahat" Ucap Aira.
"Gau kakimu sedikit bengkak akibat keseleo tadi, jadi mba kasih salep agar tidak terlalu bengkak dan ini obat untuk pereda sakit jika kamu merasa kaki atau punggung mu sakit, minum sesudah makan ya" Ucapnya pada Gauhar.
"Iya mba" Jawab Gauhar.
"Dan kamu Al istirahat yang cukup minum air putih yang banyak agar merasa lebih tenang, jangan terlalu memikirkan apapun, dan juga jaga kesehatan kamu" Ucap Aira pada Alya.
"Iya mba" Jawab Alya.
"Terima kasih ya karena sudah membantu adik mba ganti pakaian" Ucap Aira sambil memegang tangan Safa.
"Yasudah mba kita pulang dulu" Ucap Jauhar.
"Iya hati-hati maaf mba gak bisa mengantar kalian pulang, karena masih banyak pasien yang harus mba periksa" Jawab Aira.
"Gak papa mba, mba fokus saja bekerja" Ucap Haikal.
"Makasih ya mba" Ucap Alya dan Gauhar sambil memeluk Aira.
Cup
Cup
"Sama-sama, sudah tugas mba membantu kalian" Jawab Aira dengan mencium kedua kening mereka secara bergantian.
"Kita pamit ya mba" Ucap Jauhar
"Assalamu'alaikum" Ucapnya serempak
"Walaikumsalam" Jawab Aira
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka sudah sampai didepan rumah Safa, karena mereka mengantarkan Safa terlebih dahulu.
__ADS_1
"Makasih ya kalian sudah mengantarkan aku pulang, tapi jika kalian masih ada waktu masuk lah terlebih dahulu" Tawar Safa.
"Sama-sama, tidak perlu kami langsung pulang saja" Jawab Jauhar.
"Ayo bang kita mampir dulu" Ucap Gauhar.
"Tidak Gau kita harus pulang kak Alya juga harus istirahat" Jawab Jauhar
"Sebentar saja bang, boleh ya" Ucap Gauhar memohon
Jauhar menatap kearah Alya untuk meminta persetujuan, Alya yang tahupun langsung mengiyakan
"Gapapa bang kita mampir saja sebentar" Sahut Alya.
Mereka semua keluar dari mobil, Safa senang karena mereka mau menerima tawarannya untuk mampir.
"Wah rumah kak Safa besar juga ya" Ucap Gauhar kagum.
Padahal rumah Gauhar lebih besar daripada rumah Safa, tapi dia tetap kagum dengan apa yang dimiliki orang lain.
"Ayo duduk dulu, biar aku ambilkan air minum" Ucap Safa.
"Tidak perlu repot-repot fa" Ucap Haikal
"Gapapa cuma air minum doang" Jawabnya sambil berlalu.
Mereka semua duduk diruang tamu dengan melihat-lihat disekelilingnya. Jauhar yang tahu Safa putri sulung keluarga Atmaja hanya menatap dengan biasa saja.
"Taruh disini saja bi" Ucap Safa.
"Ayo den, non pada diminum" Ucap Yuni pada tamunya Safa.
"Bu gausah panggil den atau nona, umur kita ini dibawah bibi" Ucap Jauhar tidak enak.
"Kalian ini sama seperti majikan saya tidak suka dipanggil non, tapi karena saya bekerja jadi saya tidak enak jika memanggil dengan sebutan nama saja" Jawab Yuni sambil menatap kearah Safa.
"Iya bi, panggil saja aku Gauhar dan kakak saya namanya Alya, ini kedua abang saya yang ini Jauhar dan yang ini Haikal" Ucap Gauhar memperkenalkan yang lainnya.
Safa pun kagum dengan keluarganya Jauhar. Dia melihat bahwa Jauhar dari keluarga yang terpandang, bukan dia menebak tapi pakaian yang bermerk dan kendaraan yang dikenakan suka ganti-ganti. Dan itu sudah jelas membuktikan bahwa keluarga Jauhar bukan keluarga yang sembarangan.
"Baiklah Gauhar" Ucap Yuni sambil tersenyum
"Nah gitu kan enak" Jawab Gauhar sambil mengambil salah satu cemilan kedalam mulutnya.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya" Ucapnya
"Iya bu" Jawab mereka serempak.
"Ayo kak bang dimakan makanannya, ini enak loh" Ucap Gauhar.
"De bikin malu aja, ini rumahnya kak Safa bukan rumahmu, kenapa seolah-olah kamu pemilik rumah ini" Ucap Haikal pada Gauhar.
__ADS_1
Bersambung