
"Ck lebay sekali. Harusnya ketika datang itu yang ditanyakan kabar bukan hal lain. Entah apa yang disukai kakak ku dari pria bodoh sepertimu" Ejek Jauhar padanya. Jauhar memang suka sekali ribut dengan abang iparnya itu.
Dia adalah Adil Pradipta menantu keluarga Barrah, atau lebih tepatnya suami dari Saira.
"Berani-beraninya kau mengatai ku bodoh. Lagian tanpa aku bertanya pun kedua ibuku baik-baik saja, kau ini selalu mengajak ribut jika bertemu dengan ku. Entah ngidam apa bunda saat hamil dirimu" Ucap Adil membalas ucapan Jauhar.
"Sudah-sudah kalian ini ribut terus, kapan akurnya sih. Mami dan bunda pusing dengan tingkah kalian berdua" Lerai Anin.
"Kecebong ini yang duluan mi" Adu Adil.
"Oh iya dimana kesayangan-kesayangan aku yang lain?" Tanya nya sambil melihat-lihat disekitarnya.
"Gauhar masih sekolah, Alya dan Zena sedang ada di kamar mereka. Kalau Saira dan Risa kayanya lagi menghabiskan waktu berdua" Jawab Anin.
"Ya sudah aku akan ke atas dulu" Ucap Adil.
"Eh tunggu dulu, kau mau kemana maen pergi aja" Ucap Jauhar menghentikan langkah Adil.
"Tentu saja menemui istri dan kakak ku" Jawab Adil.
"Kau tidak ingin berkenalan dengan keluarga dari calon ku?" Tanya Jauhar.
"Calon? Emang ada yang ingin dengan pria petakilan seperti mu. Kau ini orang yang pura-pura dingin, cuek. Ahhh pokonya sesuatu yang jelek ada padamu. Entah bagaimana reaksinya jika dia tahu" Ucap Adil.
"Kau.... " Ucap Jauhar terhenti.
"Sudah Ja, jangan memulai pertengkaran. Kau adalah orang pertama yang suka mengusik orang" Tegur Lili.
Jauhar hanya diam malu karena kelakuannya sudah dibongkar. Sedangkan Adil hanya tersenyum mengejek Jauhar.
"Sayang kenalin, ini Humita sahabat mami pria itu anaknya namanya Akhtar dan disampingnya istrinya Sarah dan anaknya Safa, sedangkan yang disebelah bunda anak bungsunya namanya Afsana" Ucap Anin memperkenalkan mereka semua pada Adil sambil menunjuk satu-satu.
"Salam kenal semuanya, saya Adil Pradipta menantu paling ganteng dan menantu kesayangan mertuaku" Ucap Adil dengan percaya diri.
"So ganteng" Cibir Jauhar.
"Bodo amat" Jawab Adil.
"Kalau gitu aku permisi dulu ya semuanya" Ucap Adil melangkah pergi.
"Eh tunggu dulu, kau mau kemana maen pergi aja" Ucap Jauhar menghentikan langkah Adil.
"Tentu saja menemui istri dan kakak ku" Jawab Adil.
"Kau tidak ingin berkenalan dengan keluarga dari calon ku?" Tanya Jauhar.
"Calon? Emang ada yang ingin dengan pria petakilan seperti mu. Kau ini orang yang pura-pura dingin, cuek. Ahhh pokonya sesuatu yang jelek ada padamu. Entah bagaimana reaksinya jika dia tahu" Ucap Adil.
__ADS_1
"Kau.... " Kesal Jauhar terhenti.
"Sudah Ja, jangan memulai pertengkaran. Kau adalah orang pertama yang suka mengusik orang" Tegur Lili.
Jauhar hanya diam malu karena kelakuannya sudah dibongkar. Sedangkan Adil hanya tersenyum mengejek Jauhar.
"Sayang kenalin, ini Humita sahabat mami pria itu anaknya namanya Akhtar dan disampingnya istrinya Sarah dan anaknya Safa, sedangkan yang disebelah bunda anak bungsunya namanya Afsana" Ucap Anin memperkenalkan mereka semua pada Adil sambil menunjuk satu-satu.
"Salam kenal semuanya, saya Adil Pradipta menantu paling ganteng dan menantu kesayangan mertuaku" Ucap Adil dengan percaya diri.
"So ganteng" Cibir Jauhar.
"Bodo amat" Jawab Adil.
"Kalau gitu aku ke kamar dulu ya semuanya, permisi" Ucap Adil melangkah pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam mobil Yasmin menghapus air mata nya yang membasahi pipinya. Karena mobil sudah mulai masuk ke perkarangan rumah. Semua orang yang berada di mobil dibuat takjub dengan istana yang ada di hadapannya.
"Wahh non ini mah bukan rumah lagi tapi kerajaan" Ucap Yuni takjub sambil melongo dengan melotot melihat rumah milik keluarga tersebut.
"Kau ini kampungan sekali Yun. Jaga sikap jangan bikin malu" Ucap Jalil. Salah satu supir keluarga Atmaja.
"Aku tahu, aku hanya takjub liatnya" Jawab Yuni.
"Aku sudah mengirim pesan pada kakak, dia akan kesini sebentar lagi" Ucap Yumna.
Tok
Tok
"Ayo kita masuk ke dalam" Ajak Safa yang belum menyadari jika tangan Yumna terluka.
"Ya sudah ayo mba kita keluar" Ajak Yumna.
"Kita juga ikut non?" Tanya Yuni memastikan.
"Tentu saja mba, pak Jalil gabung saja dengan orang-orang dipos sana dari pada gabung di dapur kan gak lucu" Ucap Safa menunjuk ke arah pos sambil sedikit tertawa.
"Siap non" Jawab Jalil.
Saat Yumna keluar Safa dibuat terkejut dengan tangan Yumna yang menggunakan penyangga.
"Kamu kenapa?" Tanya Safa cemas.
"Engga papa kak" Jawab Yumna.
__ADS_1
"Jatuh dari tangga non" Sahut Yuni.
Yuni langsung bilang jika tidak Humita pasti akan mencecar banyak pertanyaan padanya.
"Ya allah kenapa kamu ga hati-hati sih" Ucap Safa.
"Dimana Yas?" Tanya Safa melihat disekitarnya.
"Lho kenapa dia belum turun, coba tolong panggilkan mba" Titah Yumna.
"Kenapa?" Tanya Safa yang tahu bahwa adiknya tidak baik-baik saja.
Yumna pun menceritakan apa yang sebenarnya saat di rumah tadi kepada Safa tanpa ada yang ia tutup tutupi.
"Yang salah bukan hanya Yas tapi aku juga kak" Ucap Yumna.
Yuni berjalan ke arah Safa dan Yumna sedangkan Yasmin berjalan di belakangnya, dengan kepala menunduk dan mata yang merah karena menangis tiada henti.
"Yas" Panggil Safa.
Yuni pun menyingkirkan badannya dari hadapan Yasmin.
"Hiks hiks, Yas e-en-engga se-ng-aja kak. Ma-maa-fin Yas" Ucapnya tersenggal-senggal karena isak tangisnya.
"Engga apa-apa. Kakak juga salah seharusnya engga ninggalin kalian berdua di rumah" Jawab Safa memeluk Yasmin.
"Ya sudah ayo masuk" Ajak Safa merangkul kedua adiknya dan masuk berbarengan.
Sarah yang melihat ke arah pintu masuk dimana ketiga anaknya sedang berjalan ke arahnya terkejut melihat tangan Yumna dan melihat ke arah Yasmin yang masih terus mengeluarkan air mata.
"Ya Allah sayang" Ucap Sarah berdiri dari duduknya membuat semua orang menoleh.
"Kenapa dengan tanganmu?" Tanya Sarah saat sudah ada di dekatnya.
"Yun apa yang terjadi pada cucuku?" Tanya Humita yang ikut menghampiri cucunya dengan menatap tajam Artnya.
"Nona jatuh dari tangga nyonya" Jawab Yuni.
"Apa?" Semuanya terkejut.
"Sayang tapi kamu gak apa-apa kan?" Tanya Akhtar sambil memegang kedua pundak Yumna.
"Engga apa-apa pa" Jawab Yumna.
"Cucu nenek kenapa hm? Kok nangis" Tanya Humita memeluk Yasmin.
Yuni menceritakan kejadian yang sebenarnya. Karena dia juga melihat kejadian itu.
__ADS_1
"Lain kali hati-hati jika menuruni anak tangga, takutnya hal yang tidak di inginkan terjadi" Nasehat Humita.
Bersambung