
"Gue titip ade gue ya, kalian juga jagain adenya yang bener" Ucap Baim sebelum meninggalkan mereka dan menyusul Jauhar.
"Iya iya, yaudah sana pergi" Ucap Daffa
"Kalau boleh tahu nama kakak siapa?" Tanya Gauhar pada Safa sembari menghapus air matanya saat Baim dan Haikal sudah pergi
"Nama kakak ini Safa, sedangkan yang duduk di sebelah mu itu kak Tania" Jawab Tessa.
"Ohh" Jawab Gauhar dengan mulut berbentuk huruf O.
"Abang, apa bener yang tadi nyakitin Gau pacarnya abang Jauhar?" Tanya Gauhar pada Gibran dan Daffa.
"Kenapa Gauhar nanya kaya gitu?" Tanya Daffa yang bukannya menjawab malah nanya balik.
"Isshh, abang bukannya menjawab malah nanya lagi. Karena cewe tadi bilang dia pacarnya abang, tapi kalau pun iya Safa akan minta abang putus darinya" Ucap Safa cemberut.
"Ya tentu saja bukan. Mana mau abangmu sama modelan begitu" Jawab Daffa.
"Masih mending pacar abang yang ini, iyakan Gauhar" Jawab Gibran membanggakan Tessa dan meminta persetujuan Gauhar.
"Iya bang cantik lagi, cocok ko sama abang. Tapi abang jangan sakitin kakak ini, nanti gimana kalau ada yang nyakitin Gau juga. Kan abang juga udah anggep Gau sebagai adik abang" Ucap Gauhar.
"Tenang abang akan menjadikan dia ratu dihati abang, abang juga gak akan nyakitin dia. Gau percaya kan sama abang" Ucapnya meyakinkan Gauhar.
"Gau percaya bang. Dan bang Daffa mana pacar abang? Kok belum dikenalin ke Gau sih?" Tanya Gau cemberut.
"Abang mah gak nyari juga cewe-cewe pada dateng" Jawabnya santai.
"So ganteng lu" Ucap Tania.
"Sirik aja lo" Jawab Daffa.
"Gau maunya kak Safa aja yang jadi kakak iparnya Gau Nanti Gau akan bujuk abang biar kalian jadian dalam waktu dekat ini" Ucap Gauhar.
Safa tidak menyangka baru juga bertemu tapi Gauhar sudah menyuruhnya untuk menjadi pendamping Jauhar.
"Kenapa kamu yakin sekali dengan kak Safa?" Tanya Gibran penasaran.
"Kak Safa kelihatannya baik, ramah, sopan, cantik lagi. Pasti bunda dan ibu suri setuju apalagi oma, nanti ketika sampai dirumah akan Gau ceritakan sama keluarga" Jawab Gauhar.
Safa hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kecil mendengar perkataan Gauhar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dimana Shelyn?" Tanya Jauhar yang sudah emosi.
"Aku disini sayang, ada apa kau mencariku?" Tanya Shelyn yang muncul dari belakang Jauhar sambil tersenyum karena habis dari toilet.
Jauhar datang kearah Shelyn dan mencekiknya sampai Shelyn mentok arah dinding.
"Aakkhhh, a-apa ya-ng k-au la-ku-kan le-pas" Ucap Shelyn terputus-putus.
__ADS_1
"Jauhar lepas kau bisa membunuh Shelyn" Ucap Raya teman Shelyn yang membantunya melepaskan tangan Jauhar yang mencekik leher Shelyn.
"Gue gak peduli, dia udah nyakitin adek gue dan ini balasannya" Jawab Jauhar emosi.
"Ja lepasin ja, jangan main tangan" Ucap Haikal yang memegang tangan Jauhar agar lepas.
"Setelah apa yang dia perbuat pada ade gue, lo nyuruh gue lepasin wanita sialan ini" Jawab Jauhar semakin mengebu-gebu.
"Jauhar lepasin tangan darinya" Ucap seseorang yang berada dibelakang Jauhar.
Jauhar yang mengenali suara itupun langsung melonggarkan cekikan na.
"Aahhh berengsek" Teriaknya sambil meninju tembok.
"Uhuk uhuk" Shelyn terbatuk setelah Jauhar melepaskannya.
"Shelyn lo gak papa?" Tanya teman-temannya dan dibalas anggukan oleh Shelyn.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Safa mendekat kearahnya sambil memegang tangan Jauhar.
Safa memutuskan untuk menyusul Jauhar, entah sudah memiliki perasaan atau tidak dia sendiri pun belum tahu. Yang jelas dia menyusul karena takut terjadi sesuatu pada Shelyn takutnya Jauhar lepas kendali.
"Ayo, lebih baik kita bawa Gauhar kerumah sakit. Kasian Gauhar dia selalu meringis kesakitan saat berbicara" Ucap Safa mengajak Jauhar pergi.
"Hmmm, baiklah. Ayo" Jawab Jauhar sambil menggandeng tangan Safaf untuk pergi.
"Sialan" Gumam Shelyn yang melihat Safa diagandeng oleh Jauhar.
"Iya semoga aja mereka jodoh. Keliatan cocok banget" Jawab Haikal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua sahabat Jauhar yang menunggu dirinya dengan sang adik dibuat tersenyum melihat Jauhar yang menggandeng tangan Safa.
"Yes akhirnya sebentar lagi gue dapat sesuatu" Ucap Tessa
"Aduhh so sweet" Ucap Tania
"Abang ko lama?" Tanya Gauhar cemberut.
"Maaf" Jawab Jauhar sambil duduk disamping adiknya dan memeluknya tapi tangan satunya masih menggenggam tangan Safa.
"Bang ayo pulang" Mohon Gauhar.
"Kita ke rumah sakit dulu ya, takutnya ada hal yang serius" Ucap Jauhar.
"Engga ah Gau mau langsung pulang aja" Ucapnya.
"Gauhar" Panggil Safa lembut dan Gauhar tahu dari tatapan nya bahwa dia harus nurut sama abangnya.
"Yaudah deh Gau mau" Ucap Gauhar dengan wajah menunduk.
__ADS_1
"Yasudah ayo" Ucap Safa mengulurkan tanganya pada Gauhar dan diapun menerima uluran tangannya.
Dengan perlahan Gauhar pun berdiri dan dibantu juga oleh Jauhar.
"Bang gendon" Ucap Gauhar menatap Daffa.
"De lo ngerepotin mulu" Jawab Daffa tapi tetap membantu Gauhar.
"Hehe, terimakasih abang" Ucap Gauhar yang digendong dipunggung Daffa.
Setelah sampai parkiran Gauhar diturunkan didekat pintu mobil.
"Sekali lagi terima kasih abang aku yang paling ganteng" Ucap Gauhar mengedipkan kedua matanya.
"Sama-sama bawel" Jawabnya sambil mengacak rambut Gauhar.
"Ka Safa ikut kan?" Tanya Gauhar yang berharap Safa juga ikut mengantarnya.
"Iya, kakak ikut" Jawabnya.
"Yaudah ayo. Bang ayo cepat supirin kita, dan bang Haikal temenin abang didepan ya, biar Safa sama kakak ipar dibelakang" Ucap Gauhar.
Mereka semua sudah tidak aneh lagi dengan perkataan atau tingkah absurd nya Gauhar.
"Yang lainnya kalau mau ikut boleh, engga juga gapapa" Ucap Gauhar yang mulai masuk kedalam mobil.
"Semuanya kita duluan ya" Ucap Safa.
"Iya hati-hati" Jawab Tania.
"Oh iya de, kamu ga pulang bareng Alya?" Tanya Jauhar.
"Katanya tadi mau belajar sebentar dikampus, mungkin sekarang udah dijalan menuju pulang" Jawab Gauhar.
"Hmm baiklah" Ucap Jauhar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah Halte seorang wanita cantik sedang duduk menunggu angkutan umum, karena dari tadi dia mencoba menggunakan aplikasi untuk memesan kendaraan banyak yang membatalkannya. Dia merasa aneh karena jalanan tersebut sangat sepi jarang sekali ada kendaraan lain lewat.
Tiba-tiba ada dia orang pria menggunakan motor berhenti didepannya dan mencoba untuk menggodanya.
"Hay boleh kenalan ga?" Tanya salah satu pria tersebut.
"Mau apa kalian, pergi atau ga aku akan teriak" Jawab gadis itu mulai ketakutan.
"Teriak saja lagipula disini sepi tidak akan ada yang dengar, apalagi tidak ada kendaraan yang lewat" Ucap pria satu lagi.
Salah satu pria tersebut memberi kode agar memegang gadis tersebut.
Bersambung
__ADS_1