Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #76


__ADS_3

Sarah kebawah sendiri tidak dengan Yumna.


"Dimana Yumna kak?" Tanya Afsana saat melihat kakak iparnya menghampiri mereka.


"Ada di kamarnya, kakak mau membawa makanan untuknya" Jawab Sarah yang mulai mengisi piring dengan makanan.


"Sayang, tolong antar Yas ke sekolah ya. Adikmu Yumna hari ini tidak akan masuk sekolah dulu" Ucap Sarah.


"Iya ma" Jawab Safa.


"Apa Yumna tidak apa-apa?" Tanya Akhtar cemas.


"Tidak apa-apa, aku hanya menyuruhnya untuk istirahat. Tadi juga aku sudah memberitahu pihak sekolah" Jawab Sarah.


"Sekalian bawa untuk mu juga, kalian makan sama-sama diatas, biar mami bantu untuk menyiapkan semuanya " Ucap Humita.


"Makasih mi" Ucap Sarah dan di balas senyuman oleh mami mertuanya.


"Oh iya nanti mami ada urusan, gapapa kan kamu berdua di rumah dengan Yumna" Ucap Humita yang kini membawa nampan membantu Sarah membawanya ke atas.


"Pergilah mi, aku tidak apa-apa kok. Lagian di rumah juga banyak orang" Jawab Sarah.


"Baiklah setelah mami menyimpan ini, mami akan segera bersiap" Ucap Humita diangguki Sarah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah bandara seorang wanita cantik tengah bersama seorang pria dan kedua anak kembar permpuan dan laki-laki. Di sambut oleh wanita paruh baya yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Mami" Panggil wanita tersebut, wanita paruh baya itu pun membalikkan badan menatap seseorang yang memanggilnya.


"Dania" Panggilnya dengan mata keduanya sudah mengembun.


Wanita tersebut berlari kecil menghampiri wanita paruh baya dan bersujud di kakinya.


"Mami, maafin semua kesalahan Dania mi" Ucapnya dengan sungguh-sungguh.


"Sayang bangunlah, jangan seperti ini" Ucapnya sambil membantu wanita bernama Dania untuk berdiri.

__ADS_1


Seseorang tersebut bernama Dania Putri dan lelaki yang bersamanya adalah suaminya yang telah mengubah dirinya menjadi lebih baik, sampai akhirnya lelaki tersebut menikahi Dania dan memiliki anak kembar.


Suami Dania bernama Zayd Washif anak dari seorang ulama terbesar di negara tersebut. Bisa disebut juga orang yang berpengaruh dan kaya raya. Kedua anak kembarnya bernama Saif Washif dan Sara Washifa.


Setelah kejadian puluhan tahun lalu membuat dirinya di kelilingi rasa bersalah yang sangat amat mendalam, Dania juga hampir mengalami depresi berat jika tidak di tolong oleh Zayd. Zayd mampu membuat dirinya berubah sangat total, dan itupun membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.


Wanita paruh baya tersebut adalah Humita mantan ibu mertua Dania, atau Dania sendiri bisa di sebut sebagai ibu kandung dari Safa saat pernikahannya bersama Akhtar.


Humita melihat Dania dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya tertutup. Kini Dania menggunakan hijab modern seperti ibunya Tania yaitu Farah.


Humita membelai kepala Dania yang berhijab dan memberikan kecupan dikeningnya. Dania langsung memeluknya dan dibalas oleh Humita, tangis keduanya pecah saat sedang berpelukan.


"Maaf" Lirih Dania saat pelukan itu terlepas.


"Mami sudah memaafkan semua kesalahan mu sayang. Mami senang kamu bisa berubah seperti ini. Dan lupakan semuanya, karena semua itu sudah takdir. Dan kita bisa mulai semuanya dari awal" Jawab Humita sambil menghapus kedua pipi Dania yang basah.


"Mi apa kabar?" Tanya Zayd sambil menyalami tangan Humita.


"Baik nak. Terimakasih karena telah merubah putri mami menjadi lebih baik" Ucap Humita.


"Aku hanya melakukan kewajiban ku sebagai suami mi, bukankah dia terlihat sangat cantik jika menggunakan hijab seperti ini" Puji Zayd membuat kedua pipi Dania merah.


Sedangkan kedua bocah itu hanya melihat interaksi kedua orangtuanya dengan wanita yang tidak dia kenal.


"Ibu ayah. Dari tadi kalian berbincang sedangkan kami berdua hanya melihat interaksi kalian tanpa tahu siapa wanita ini" Ucap anak perempuan yang kira-kira umurnya satu tahun lebih muda dari Yasmin.


"Ohh maaf sayang kami hampir melupakan kalian" Yoga Zayd pada anaknya.


Humita menghampiri keduanya dan memeluknya dengan lembut serta memberikan beberapa kecupan di kening Saif dan Sara secara bergantian.


"Cucu nenek sudah besar" Ucapnya sambil membelai kepalanya keduanya.


"Nenek?" Tanya keduanya dengan mengerutkan keningnya. Saif dan Sara melihat ke arah ibu dan ayahnya apa benar yang di hadapannya adalah neneknya. Dania dan Zayd saling lirik dan melihat ke arah kedua anaknya dan menganggukkan kepalanya.


"Yeee Ara punya nenek" Girang Sara karena nenek dari ayahnya sudah tidak ada.


"Apa kalian berdua senang bertemu dengan nenek?" Tanya Humita.

__ADS_1


"Kami sangat senang nek, karena kami memang tidak memiliki seorang nenek" Jawab Saif menundukkan wajahnya yang menyembunyikan kesedihannya.


Humita mengangkat dagu Saif agar menatap dirinya.


"Siapa bilang kalian tidak memiliki nenek? Nenek kalian ada di hadapan kalian. Nenek akan menyayangi kalian sama seperti kakak-kakak kalian" Ucap Humita.


"Kakak?" Beo Sara.


"Iya, kalian memiliki 3 kakak perempuan, yang pertama bernama Safa, kedua Yumna dan ketiga Yasmin. Nanti kalian bisa bermain dengan mereka semua" Terang Humita.


"Safa" Lirih Dania yang sangat mengenal nama tersebut.


"Safa putrimu, dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan pintar. Kita pergi dari sini, nanti mami akan ceritakan tentang Safa padamu" Ucap Humita sambil berbalik menghandap Dania.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini semuanya berada di rumah milik Zayd dan keluarga kecilnya jika berada di Indonesia. Selama ini mereka tinggal diluar negeri karena Zayd juga memiliki sebuah perusahaan di negera tersebut.



"Selamat datang di rumah kami mi" Ucap Zayd.


"Maaf mi rumah nya tidak sebesar milik mami" Ucap Dania tidak enak.


"Kau ini bicara apa sih" Kesal Humita karena ucapan Dania.


"Silahkan duduk mi" Ucap Zayd.


"Terimakasih" Jawab Humita.


"Nenek tahu tidak ini pertama kalinya ara sama Saif ke Indonesia. Ternyata nyaman ya tinggal di sini dari pada di sana, ara kurang suka dengan makanan nya nek" Ucap Sara senang sekaligus cemberut jika mengingat makanan yang kurang di sukai Sara.


"Abang de, Saif Saif mulu kalau manggil abang" Kesal Saifa.


"Ya elah, cuma beda 5 menit doang harus manggil abang segala. Kalau beda 2 tahun ke atas baru, kita ini kan anak kembar ga usah pake embel-embel abang" Jawab Sara membuat semuanya tertawa dengan tingkah Sara.


"Kalau begitu kalian berdua harus tinggal di Indonesia dengan nenek" Ajak Humita.

__ADS_1


"Dan untuk Ara, yang di katakan abang benar meskipun kalian beda 5 menit aja Ara tetap adiknya abang Saif, karena abang lebih dulu lahir dari pada Ara" Ucap Humita memberi pengertian pada Sara dengan lembut.


Bersambung


__ADS_2