Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #59


__ADS_3

"Seharusnya kalian itu bersyukurlah karena ica tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya karena dia tidak ingin kalian terluka dan merasa bersalah. Dan untuk mu Li.... " Ucap Humita terputus kala seseorang memanggil dirinya.


"Mami" Panggil seorang pria dengan dua orang wanita.


Humita pun membalikkan badannya melihat orang yang memanggilnya. Dia tidak menyangka jika anak dan menantunya menyusul dirinya. Siapa lagi kalau bukan Akhtar, Afsana dan Sarah.


"Apa yang mami lakukan di rumah orang dengan membuat keributan seperti ini" Ucap Akhtar menghampiri maminya.


"Kau tidak perlu ikut campur Akhtar" Jawab Humita dengan ketus.


"Abang" Panggil Risa pada Akhtar.


Akhtar yang merasa dirinya dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara. Akhtar menelisik wajah Risa yang mirip dengan Amira, tentu saja Akhtar langsung mengenali siapa orang tersebut.

__ADS_1


"Ica" Lirih Akhtar.


Risa berlari kecil menghampiri Akhtar dan mereka pun berpelukan. Akhtar memang sangat menyayangi Risa sama seperti dirinya menyayangi Afsana adik kandungnya. Akhtar memberikan ciuman dikening Risa sebagai rasa rindunya.


"Apa kabar sayang?" Tanya Akhtar.


"Ica baik bang" Jawab Risa saat pelukan itu terlepas.


"Oh iya dimana mama dan papa. Abang mau menunjukkan bahwa abang sudah jadi seorang pemimpin, dan Afsana sekarang juga sudah jadi seorang dokter. Ayo beritahu mereka, siapa tahu mereka bangga dengan abang dan Afsana" Ucap Akhtar senang.


"Apa maksud mu berbicara seperti itu" Tanya Akhtar memegang kedua pundak Risa.


"Kau dengar Li apa jawaban yang keluar dari mulut ica. Kau tahu saat Amira membeli kebutuhan untuk mu saat hamil, kami tidak sengaja bertemu disana. Dzaki mananyakan kepada anak-anaknya jika besar nanti ingin menjadi apa. Dan sekarang ucapan Akhtar dan Afsana sudah tercapai, sedangkan putriku yang lain hidup luntang-lantung dijalanan, kau tahu apa yang ica inginkan?" Tanya Humita masih kesal dengan Lili.

__ADS_1


"Dengarkan baik-baik, ica ingin menjadi orang yang sukses agar orang-orang disekitarnya bangga, tapi impian itu hancur dalam sekejap mata. Tapi aku berharap bahwa Amira dan Dzaki masih bangga dengan ica saat ini" Ucapnya lagi.


Lili semakin merasa bersalah dengan apa yang terjadi. Tapi dihatinya dia akan memperbaiki semua kesalahan yang telah terjadi.


"Dan itu semua kau lah penyebabnya. Kau yang membuat Amira dan Dzaki tiada, kau lah yang membuat hidup ica menderita, dan kau pantas mendapatkan kebencian dari putrimu Saira. Dan aku berharap saat ini ica juga membencimu, semuanya terjadi karena mu" Teriak Humita menggebu-gebu dengan nafas yang terengah-engah.


"Apa? Mama dan papa sudah meninggal?" Tanya Akhtar terkejut tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


"Ya, Lili lah penyebabnya. Seandainya dia tidak meninggalkan keluarga Amira, mungkin mereka sekarang ada bersama kita. Dan putriku tidak akan tinggal dijalanan" Jawab Humita membelai lembut kepala Risa.


"Mami" Panggil Risa menatap Humita dan berhambur memeluknya.


"Iya sayang, maafkan mami. Seandainya mami masih terus mencarimu maka kau tidak akan hidup susah" Ucap Humita membalas pelukan Risa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2