
Perempuan bernama Zena adalah keponakan dari Jauhar, atau lebih tepatnya anak dari kakak Jauhar yang bernama Azzia. Sedangkan wanita yang mengantarkannya adalah Risa kakak ipar Jauhar istri dari abang sulungnya bernama Sandeep. Zena memang memanggil Risa dengan sebutan mommy dan Sandeep Daddy, sedangkan ke Zia da Rio manggil Papa dan mama.
"Yasudah kita turun, sepertinya sahabat kamu itu terlihat sangat sedih" Ucap Risa mengajak Zena untuk turun dari mobil.
"Iya, ayo mom" Jawab Zena.
"Yas, kok tumben kamu belum masuk ke kelas" Ucap Zena yang sudah berdiri didepannya karena posisi Yasmin sedang duduk di bangku.
"Aku lagi nungguin kamu Zen" Jawab Yas sedih.
"Tumben kamu nungguin aku? Kok ga biasanya lemes gini?" Tanya Zena dengan mengerutkan keningnya
"Aku gak apa-apa ko Zen" Jawab Yasmin dengan senyum yang ia paksakan
"Kamu sakit sayang?" Tanya Risa.
Yasmin bingung siapa wanita cantik yang ada dihadapanya dan menanyakan sesuatu padanya.
"Kenalin Yas, ini mommy aku. Dia adik iparnya mama, tapi aku memanggilnya mommy, hehe" Ucap Zena.
"Yasmin, tante" Ucap Yamin sambil mengulurkan tangannya.
"Panggil mommy, biar sama kaya Zena. Ga biasa jika dipanggil tante" Jawab Risa.
"Iya tan, eehh mom" Ucap Yasmin gugup.
"Tidak papa, nanti juga terbiasa" Jawab Risa.
"Yasudah kalian masuk kelas, keburu belnya berbunyi" Ucap Risa.
"Baik mom, kami masuk dulu" Jawab Zena.
"Iya belajarlah yang rajin, nanti jika sudah pulang mommy jemput lagi" Ucap Risa.
"Kok wajahnya mirip dengan bang Akhtar ya, apa dia putrinya. Tapi kami sudah lama tidak berkomunikasi bahkan bertemu juga tidak, aku juga tidak tahu muka bang Akhtar saat ini seperti apa. Tapi yang jelas Yasmin wajahnya mirip saat abang Akhtar waktu kecil. Ahh sudahlah, nanti aku cari tahu sendiri" Batin Risa yang sedang berada didalam mobil sambil melihat Zena dan Yasmin masuk kedalam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tumben jam segini baru datang" Ucap Tessa saat Safa baru tiba.
"Iya nih, tadi abis nganter dulu adik gue" Jawab Safa.
"Yaudah yu masuk" Ajak Tania.
Mereka pun masuk ke kelas dan memulai pelajaran. Beberapa jam kemudian waktunya istirahat pun tiba.
"Ayo kita ke kantin" Ajak Tessa.
"Ayo" Jawab Safa.
__ADS_1
"Kalian mau pada ke kantin ga?" Tanya Tania pada geng nya Jauhar.
"Mau, ayo" Jawab Haikal.
Ketiga cewe dan ke lima cowo sedang berjalan menuju kantin. Hari ini Shelyn tidak membuat masalah, karena tahu orang yang ia hadapi bukan orang-orang sembarangan.
"Kalian mau pesen apa biar gue pesenin?" Tanya Baim.
"Ehh, ga usah takut ngerepotin" Jawab Safa.
"Udah gapapa, biar sekalian" Ucap Baim
"Gue mau jus jeruk, kayanya seger deh" Ucap Tania.
"Yaudah samain aja" Sahut Safa.
Semua makanan dipesan oleh Baim. Baim juga tidak keberatan dengan hal itu, kadang sesekali Haikal juga membantunya.
"Berapa total semuanya?" Tanya Daffa saat mereka selesai makan.
"Semuanya jadi 400 ribu" Jawab pelayan.
"Ini" Ucap Jauhar yang membayar semua tagihannya.
"Ehh, ga usah Ja. Aku bayar sendiri aja" Ucap Safa tak enak.
"Udah gapapa" Jawab Jauhar.
"Kalau bisa setiap hari ya ja, hehe" Ucapnya sambil cengengesan.
"Iyaa" Jawab Jauhar enteng.
"Wihh, enak jadi orang kaya mau apa-apa juga di iyain" Ledek Tania.
"Lo juga kaya tapi giliran gratisan no satu" Ledek Baim.
"Bodo amat" Ketus Tania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Tapi Safa belum juga keluar karena ada kelas tambahan sampai pukul 2. Sedangkan Yasmin dan Zena sudah keluar, kalau Yumna beda setengah setelah Yasmin keluar.
Tin
Tin
Suara klakson mobil berbunyi, siapa lagi kalau bukan Risa yang menjemput Zena.
"Mommy" Panggil Zena saat Risa keluar dari mobil.
__ADS_1
"Ayo kita pulang" Ajak Risa pada Zena.
"Ayo mom" Jawab Zena.
"Yas kamu mau bareng ngga?" Tanya Zena.
"Engga Zen lagian ka Yumna belum keluar, nanti kak Safa yang akan menjemput kami" Jawabnya.
"Yasudah biar mommy dan Zena temenin kamu dulu ya sampai kedua kakak kamu datang" Ucap Risa.
"Apa tidak merepotkan mom" Lirih Yasmin.
"Tidak sayang" Jawab Risa yang sudah duduk bergabung dengan mereka berdua.
"Oh iya Yas kamu belum cerita lho, seharian ini kamu murung terus. Apa ada masalah, bukannya aku mau ikut campur siapa tahu aku atau mommy punya solusi" Ucap Zena.
"Huhh, sebenarnya pada saat sarapan...... " Tutur Yasmin.
"Harusnya seneng dong kalau punya adik" Ucap Zena.
"Tapi aku gamau Zen, aku ingin tetep jadi anak bungsu" Lirih Yasmin dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sayang jangan begitu. Harusnya Yasmin bersyukur jika punya atau tidak adanya adik dalam hidup Yasmin. Adik itu adalah rezeki yang dikasih Allah melalui orangtua Yasmin dengan cara merawatnya, membimbingnya dan lain sebagainya. Yang jelas mama sama papa Yasmin akan tetap sayang sama Yasmin walau mereka memiliki seorang anak lagi. Tidak ada orangtua yang akan membedakan kasih sayangnya pada semua anak-anaknya" Jelas Risa agar Yasmin mengerti dan tidak sedih.
"Iya mom makasih, Yasmin akan bersikap lebih dewasa lagi, maaf ya Yas jadi cerita tentang keluarga Yas" Ucap Yasmin jadi tidak murung lagi setelah Risa menjelaskan.
"Iya sama-sama sayang" Jawab Risa mengelus kepala Yasmin.
"Yas ayo kita pulang menggunakan taksi saja, lagian kakak tidak bisa menjemput karena ada kelas tambahan" Ajak Yumna yang sudah didekatnya.
"Ini kesempatan aku untuk tahu siapa Yasmin dan kakaknya ini, karena mukanya mirip dengan bang Akhtar" Batin Risa.
"Ka Yumna biar Zena dan mommy saja yang antar kalian, dari pada naik taksi takutnya kelamaan jika menunggu" Ucap Zena.
"Tidak usah Zen, Terima kasih. Lagian rumah kami lumayan agak jauh, jadi takut ngerepotin nantinya" Jawab Yumna.
"Udah ayo biar mommy yang antar kalian, lagian arah rumah kita sama, biar sekalian. Takutnya jika kalian pulang terlambat orangtua kalian pasti khawatir" Ucap Risa sambil berjalan kearah mobilnya.
"Udah ayo kak" Ajak Yasmin.
"Ya udah deh" Pasrah Yumna
Risa menjalankan mobilnya dengan perlahan, karena takutnya rumah dari teman anaknya terlewat jika mengendarainya terlalu kencang.
"Maaf Yas, kalau boleh tahu tadi Yas cerita tana itu siapa?" Tanya Risa ragu.
"Tana itu singkatan dari tante Afsana mom" Jawab Yasmin.
"Apa ucapannya, Afsana. Ga usah diragukan lagi pasti mereka anak bang Akhtar dan keponakan dari Afsana. Ya Allah aku sangat merindukan mereka, apalagi dengan mami dan papi. Sudah lama kami tidak bertemu, kenapa jadi deg-degan gini" Batin Risa.
__ADS_1
Bersambung