
"Kamu kenal sama mobil itu?" Tanya Safa saat melihat Jauhar menatap mobil Risa.
"Iya, itu mobil kakak aku, tapi ngapain dia di sini" Jawab Jauhar.
"Ya udah ayo masuk Ja" Ajak Safa.
"Isshh masa ga ada panggilan sayang gitu selain Ja" Kesal Jauhar.
"Ayo, masuk sayang" Ucap Safa malu-malu sambil masuk meninggalkan Jauhar diluar. Jauhar hanya senyum karena senang dipanggil sayang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kamar Humita dibaringkan dibantu oleh para pekerja. Afsana yang menemaninya sambil memeriksanya. Sedangkan Risa dan Sarah hanya menunggu di ruang tamu. Afsana pun keluar menemui Risa dan kakak iparnya setelah memeriksa maminya.
"Bagaimana mami na?" Tanya Risa khawatir.
"Mami gak papa, dia hanya shok saja" Jawab Afsana.
"Syukurlah kalau gitu, kakak jadi tenang kalau mami baik-baik aja" Sahut Sarah.
"Yas, pergilah bersama Zena ke kamar. Kalian istirahat saja dan berikan pakaian Yas yang masih baru pada Zena agar dia nyaman saat beristirahat" Titah Sarah.
"Iya ma, ayo Zen" Ajak Yasmin.
Zena menatap Risa seolah meminta persetujuannya.
"Pergilah sayang" Ucap Risa karena hanya Zena menatapnya saja Risa sudah tahu.
"Assalamu'alaikum" Ucap Safa dan Jauhar saat memasuki rumah.
"Walaikumsalam" Ucap ketiganya.
"Kok Safa pulang pada lemes gini" Ucap Safa heran sambil duduk disamping mamanya.
"Kakak disini" Ucap Jauhar saat melihat kakaknya duduk menyandar di sofa dengan mata terpejam.
Risa yang mendengar suara Jauhar pun langsung membuka matanya perlahan.
"Kamu di sini juga Ja" Ucap Risa.
"Iya, kakak kenapa?" Tanya Jauhar saat melihat mata kakanya merah karna habis nangis.
"Kakak tidak apa-apa" Jawab Risa.
"Tolong panggilan kan Zena, aku harus pulang" Ucap Risa.
"Tinggallah lebih lama lagi" Ucap Sarah.
"Maaf mba tapi aku tidak bisa" Jawab Risa.
"Kak ada apa?" Tanya Jauhar.
"Ga ada apa-apa Ja, ayo kita pulang" Ajak Risa.
"Setelah melihat mami pingsan kau akan pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab" Kesal Afsana.
"Apa? Nenek pingsan" Ucap Safa kaget. Saat akan melangkah pergi mamanya menghentikannya.
"Sayang, biar nenek istirahat dulu. Kamu ganti pakaian saja dulu, setelah itu kembali lagi kesini" Ucap Sarah dan diangguki Safa.
Safa pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud membuat mami pingsan na. Aku juga punya kehidupan sendiri, aku punya suami yang harus aku urus" Jawab Risa.
"Suami? Kau sudah menikah?" Tanya Afsana.
"Iya" Singkat Risa.
"Kau boleh pulang, tapi setidaknya tunggu mami bangun dan tunggulah abang pulang ke rumah" Pinta Afsana memohon.
"Hmm, baiklah" Jawab Risa pasrah, karena tidak tega melihat Afsana memohon.
"Non ibu sudah bangun" Ucap Yuni, karena tadi Afsana menyuruh yuni untuk menemani mamanya.
"Aku akan ke sana" Jawab Afsana.
Afsana pun masuk ke kamar tamu, karena kamar Humita diatas jadi tidak memungkinkan untuk dibawa ke atas.
"Mami sudah sadar" Ucap Afsana senang sambil memeriksanya.
Humita hanya duduk dikasur sambil bersandar dan melamun, dirinya ingat dulu saat membutuhkan bantuan Amira dan Dzaki lah yang selalu membantu. Apalagi saat perusahaan suaminya membuka cabang dan diambang kebangkrutan, Dzaki memberi sejumlah uang untuk perusahaan milik Majid.
"Dimana ica?" Tanya Humita.
"Ica ada mi, biar Afsana panggilkan" Ucap Afsana sambil berlalu keluar.
"Ca mami mencarimu" Ucap Afsana, Risa pun masuk kedalam kamar.
"Mami, Ica" Lirih keduanya.
Risa berlari dan duduk dibawah dengan kepala dipangkuan Humita.
"Maafin ica mi" Ucap Risa.
"Bangunlah" Ucapnya.
Risa pun duduk disamping Humita sambil memeluknya dari samping.
"Mami tuh kebiasaan, kalau udah ada ica pasti anak yang lainnya dilupain" Ucap Afsana cemberut.
"Jauhar kamu disini juga?" Tanya Humita dan mengabaikan Afsana.
"Kakak beri aku pelukan, mami sudah tidak menyayangiku lagi" Ucap Afsana merentangkan kedua tangannya dan memeluk kakaknya. Sarah pun membalas pelukan Afsana sambil ketawa melihat tingkahnya.
"Iya mi, tadi Jauhar nganterin Safa, karna mobilnya dipinjam Tessa" Jawab Jauhar.
"Nenek" Panggil ketiga cucunya saat memasuki kamar.
"Ya sayang" Jawab Humita melepaskan pelukannya.
"Nenek tidak apa-apa?" Tanya Safa yang naik ke atas kasur.
"Nenek tidak papa sayang" Jawab Humita membawa Safa kedalam pelukannya.
"Mom, Zena ingin pulang" Rengek Zena yang berdiri disamping Risa.
"Sebentar sayang" Jawab Risa memeluk pinggang Zena.
"Biar uncle yang anter Zen" Sahut Jauhar.
"Gak mau, Zena mau nya sama mommy" Ketus Zena.
"Dasar anak mommy" Cibir Jauhar.
__ADS_1
"Biarin, wle" Jawab Zena dengan menjulurkan lidahnya.
"Apa dia anakmu ca?" Tanya Humita menunjuk Zena.
"Iya mi, sebenarnya dia anaknya mba Zia dan mas Rio. Karna mereka selalu sibuk jadi aku yang mengurusnya" Jawab Risa.
"Kau menikah dengan Deep?" Tanya Humita dan diangguki Risa.
"Benarkah? Aku tidak percaya kau menikah dengan orang yang menyebalkan" Sahut Afsana tidak percaya.
"Kau ini tidak pernah berubah" Ucap Risa.
"Tapi mami sangat senang jika kau menikah dengan Deep. Mami percaya bukan hanya deep yang menyayangimu tapi Anin dan Ibrahim juga" Ucap Humita.
"Tapi Zena ingin pulang sekarang mom" Rengeknya lagi.
"Iya nanti kita pulang sayang" Jawab Risa lembut.
"Kalau kamu tidak keberatan, menginaplah disini selama beberapa hari" Pinta Humita.
"Iya mi nanti ica akan menginap disini, tapi tidak sekarang" Jawab Risa.
"Ngapain harus nanti sih ca, sekarang kan bisa. Zena juga sekalian nginep nanti tidurnya dengan Yasmin" Sahut Afsana.
"Uncle, ayo kita pulang" Ajak Zena berjalan ke arahnya, dia sedih karena Risa disuruh menginap.
"Tadi katanya gamau uncle anter" Jawab Jauhar mendelikan matanya.
"Ya sudah biar Zena pulang sendiri aja naik taksi" Ucap Zena pergi.
"Ya ampun kak, anakmu itu gampang sekali marahnya" Ucap Jauhar.
"Zena" Panggil Humita.
Zena pun menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Iya" Jawab Zena menundukkan kepalanya.
"Kemarilah" Titah Humita dengan menjulurkan tangannya, Zena pun mendekat ke arahnya.
"Kau tidak ingin menyapa nenek mu?" Tanya Humita saat Zena sudah di dekatnya.
"Nenek?" Heran Zena sambil melirik ke arah Risa.
"Nenek ini sahabatnya oni dan dan neli" Jawab Risa.
Zena tidak menjawab apapun, dia langsung berjalan ke arah Humita dan memeluknya erat.
"Permisi nyonya, makan siangnya sudah siap" Ucap Yuni.
"Yun kami akan segera kesana" Jawab Humita.
"Baik nyonya" Ucap Yuni berlalu pergi.
"Ayo kita makan, Yas udah laper dari tadi" Ucap Yas.
"Ayo semuanya kita makan siang bersama" Ajak Humita.
"Mommy sama Zena jadi kan menginap di sini?" Tanya Yasmin saat mereka sudah berada di meja makan.
Bersambung
__ADS_1