
Humita tidak menjawab, dia melanjutkan makannya dengan pikiran masih tentang Yumna. Sarah dan Akhtar saling tatap dan Akhtar memberikan kode dengan mengangkat sebelah alisnya dijawab Sarah dengan mengedikkan bahunya seolah tidak tahu.
"Aku akan tetap memanggil Yumna" Ucap Akhtar pergi.
"Nek ma kita berangkat dulu ya" Ucap Safa saat sudah selesai makan.
"Yas bareng kakak ya" Ucap Yasmin.
"Iya" Jawab Safa.
"Assalamu'alaikum" Ucap keduanya sambil mencium punggung nenek dan mamanya bergantian.
"Walaikumsalam" Ucap Humita dan Sarah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sekolah Yumna, dia sedang belajar di ruang perpustakaan sendirian.
"Lo ko ada disini. Dari tadi gue tunggu di kelas, kirain lo belum datang" Ucap teman Yumna sebal.
"Tangan lo kenapa?" Tanya teman Yumna satunya yang kaget saat melihat tangan Yumna yang terluka.
"Sorry del, gue lagi ngafalin buat ulangan. Gue gak punya bukunya jadi gue minjem di perpus" Jawab Yumna pada Adel
"Tangan gue patah karena jatuh dari tangga bel"Jawab Yumna pada Belvania.
Yumna hanya memiliki 2 orang sahabat bernama Adelia dan Belvania. Mereka sahabat baik Yumna.
"Ohh ya ampun, lo kenapa ga hati-hati" Ucap Adelia.
"Ck, jangan ngaku kaya jika beli satu buku aja lo ga mampu, haha" Ucap seseorang dibelakang Yumna.
"Apaan sih lo" Sinis Belvania.
"Lo ga denger apa yang di ucapin anak cacat ini. Dia mau ulangan aja harus minjam buku di perpus buat ngafalin. Bukankah keluarga Atmaja dikenal dengan kekayaannya, masa beli buku harga 100 ribu aja lo ga mampu. Mau gue beliin? Atau jangan-jangan lo cuma orang yang ngaku-ngaku bagian dari keluarga Atmaja. Ishhh malu-maluin. Udah ahh gue mau cabut dulu, yu girls" Ucap Mikayla mengajak temannya untuk pergi dari sana.
Mikayla adalah orang yang tidak menyukai Yumna, karena Mikayla tidak suka ada orang yang lebih mampu darinya. Mikayla juga sama dengan Yumna hanya memiliki sahabat 2 orang bernama Vita dan Qayla.
Yumna yang dikatain cacat pun tidak bisa membalas ucapan Mikayla. Karena merasa sakit hati air matanya jatuh tanpa di minta.
__ADS_1
"Udah jangan dengerin apa kata Mika" Ucap Belvania sambil menghapus kedua pipi Yumna yang basah.
"Kenapa ga lo lawan sih, gue aja kesel dengernya. Mau gue jawab malah maen pergi aja tuh nenek lampir" Kesal Adel.
"Udah gue gapapa kok" Ucap Yumna.
"Huh" Adel hanya mendengus kesal.
Mereka pun masuk ke kelas untuk mengikuti kegiatan ulangan. 1 jam kemudian mereka pun selesai mengerjakan ulangan tersebut. Karena memang guru memberi waktunya hanya 1 jam, dari jam 7 dan selesai jam 8.
Yumna kembali pergi ke perpus untuk membaca buku yang harus ia hafalkan untuk ulangan besok, dia ditemani oleh Adel dan Belva. Saat sedang membaca, dia teringat kata-kaya Mikayla, dan membuat ia menangis lagi jika mengingat itu.
"Lo nangis?" Tanya Adel mengerutkan kedua alisnya.
"Ti-tidak, gue ga nangis ko" Jawab Yumna dengan buru-buru menghapusnya.
Yumna teringat jika sedari tadi dia belum mengabari orang rumah, karena berangkat ke sekolah tanpa berpamitan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Yumna tidak ada dikamarnya" Ucap Akhtar setelah kembali dari kamar Yumna.
"Yun, Yuni" Panggil Akhtar sedikit keras.
"Iya tuan, ada apa?" Tanya Yuni.
"Apa kau melihat Yumna?" Tanya Akhtar.
"Non Yumna.... " Ucapnya terhenti oleh Humita.
"Pergilah Yun, biar aku yang akan menjawab nya" Ucap Humita.
"Baik nyonya" Ucap Yuni kembali ke dapur.
"Mami tahu dimana Yumna?" Tanya Akhtar menatap Humita lekat. Sedangkan Humita hanya diam tanpa menatapnya.
"Apa penting bagi kalian jika mami menjawabnya?" Tanya Humita menatap ke arah anak dan menantunya.
"Mi ini masih pagi aku tidak ingin mencari keributan di rumah" Ucap Akhtar dengan sorot mata yang kesal.
__ADS_1
"Sebelum kalian merenungkan apa kesalahan kalian, jangan harap mami akan memberi tahu dimana Yumna berada" Tegas Humita sambil berdiri dari duduknya.
"Tapi mi... " Ucap Sarah terputus oleh panggilan telpon milik mertuanya.
Kring
Kring
Humita melihat nama Yumna yang tertera diponselnya segera ia angkat.
"Hallo sayang" Ucap Humita.
"Hallo nek, maaf tadi Yumna tidak berpamitan karena Yumna ada ulangan, jadi Yumna tidak ingin terlambat ke sekolah" Ucap Yumna terdengar lirih oleh Humita, seperti habis menangis.
"Tidak apa-apa sayang, nenek paham ko. Lain kali jika butuh bantuan kamu bisa panggil nenek, kenapa jauh-jauh manggil mba Yuni" Ucap Humita menatap ke arah Akhtar dan Sarah.
"Hehe, maafin Yumna nek. Yumna takut nenek masih tidur, jadi Yumna minta bantuan nya mba Yuni" Jawab Yumna.
"Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Humita.
"Emang apa yang terjadi pada Yumna nek, Yumna baik-baik aja ko" Jawab Yumna.
Humita yang masih mendengar suara Yumna seperti menahan sesuatu pun tidak membahas hal itu lagi. Sedangkan Sarah dan Akhtar hanya menyimak dengan siapa maminya beebicara.
"Oh iya, apa yang kamu butuhkan saat ini sayang? Biar hari ini nenek yang akan membelinya ke luar" Tanya Humita.
"Yumna tidak membutuhkan apapun nek" Jawab Yumna cepat.
"Katakan saja, jangan menyembunyikan sesuatu dari nenek sayang" Ucap Humita.
Ketika Yumna sedang mengobrol dengan neneknya di telpon. Salah satu teman Yumna yang bernama Belvania bicara tanpa tahu jika Yumna sedang menelpon nenek nya.
"Yum, maaf sebelumnya gue mau ambil uang yang lo pinjam waktu itu buat bayar SPP lo. Sebenarnya gue ga enak bilang ke lo nya gimana. Tapi kali ini gue benar-benar butuh buat berobat ayah gue, uangnya kurang" Ucap nya sedih dan tidak enak pada Yumna.
Ucapan temannya Yumna terdengar oleh Humita membuat Humita membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana dirinya lupa membayar uang SPP milik cucunya, tapi yang membuat anehnya lagi putra dan menantunya masa tidak ingat untuk membayar uang SPP milik anaknya yang menurutnya tidak seberapa.
Yumna mencoba untuk menghentikan ucapan temannya, tapi temannya itu tidak peka dan terus berbicara pada Yumna.
"Maafin gue sebelumnya Yum. Oh iya lo lagi telponan sama siapa? Jangan bilang kalau lo ngadu tentang perlakuan Mika tadi, tapi bagus deh jika lo kasih tahu keluarga lo, biar mulut Mika diam dan ga bully atau ejek lo lagi. Sampe sekarang gue masih kesel tahu ga, cuma gue orang yang ga punya jadi gue ga bisa apa-apa. Lo kan tahu zaman sekarang zaman dimana ada uang ada kuasa" Ucap Belvania.
__ADS_1
Bersambung