
"Ya allah Safa kau ini lama-lama bikin papa jengkel, katanya minta dipeluk" Kesal Akhtar.
"Safa ga minta Papa pindah tidurnya, tapi bisa kan peluk Safa di belakang mama" Jawab Safa.
"Ngomong dong dari tadi" Ucap Akhtar yang kembali membaringkan tubuhnya dibelakang istrinya.
"Cepet pa, Safa udah ngantuk ni" Ucap Safa.
Akhirnya Akhtar pun tidur dengan memeluk kedua wanita yang ia sayang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya Safa terbangun pukul dua dini hari. Dia terbangun karena sudah tidak ada yang memeluknya. Setelah kesadarannya penuh Safa tersenyum melihat orangtuanya yang tidur saling peluk.
Safa turun dari kasur pelan-pelan dan berjalan keluar kamar sambil mengendap-ngendap. Saat tiba dikamar Safa tidur kembali, karena inilah yang dia inginkan, mama dan papanya tidak saling diam atau menjauh.
"Akhirnya, tidak sia-sia rencana aku. Kau keren Safa" Ucap Safa sambil menepuk bahunya sendiri.
Didalam kamar pasangan suami istri Sarah terbangun, dia melihat bahwa dirinya dipeluk oleh suaminya. Saat Sarah hendak bangun Akhtar menahannya, agar tidak beranjak.
"Lho, mas kau bangun" Ucap Sarah.
"Aku bangun karena merasakan pergerakanmu sayang" Jawab Akhtar yang masih memejamkan matanya.
"Maaf" Lirih Sarah.
"Tidak apa-apa, yasudah kembali tidur lagi pula ini masih malam" Ajak Akhtar yang semakin merapatkan tubuhnya dengan istrinya
"Tapi ada Safa mas, jangan begini" Ucap Sarah.
"Safa ga ada, dia sudah aku pindahkan ke kamarnya" Jawab Akhtar.
"Apa" Pekik Sarah sambil menengok kebelakang.
"Kau tega sekali memindahkan putriku" Ucap Sarah.
"Bukan tega, tapi Safa sengaja pergi agar kita tidak saling diam sayang. Maafkan aku jika aku tidak jujur mengenai Safa yang menanyakan tentang ibunya" Ucap Akhtar merasa bersalah pada istrinya.
"Maafkan aku juga karena sudah mendiamkanmu dan tidak menyambutmu saat pulang dari kantor" Ucap Sarah yang merubah posisinya jadi tidur diatas dada bidang suaminya.
"Tidak apa-apa sayang, kamu tidak salah" Ucap Akhtar.
"Tapi aku punya permintaan saat ini" Ucap Akhtar mengelus wajah istrinya yang cantik.
Sarah tahu Papa permintaan suaminya, dia buru-buru bangun dan berjalan kearah pintu lalu menguncinya. Setelah mengunci pintunya, Sarah membuka seluruh pakaiannya. Akhtar dibuat tidak percaya dengan apa yang dilakukan istrinya, dia tidak menyangka bahwa istrinya tahu apa yang ia inginkan. Sarah naik keatas kasur dan masuk kedalam selimut.
>>>>>Skip
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Keesokan harinya semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan, tapi mereka terlebih dahulu makan. Kecuali pasangan suami istri yang belum turun, karena mereka melakukan ritual sampai adzan subuh berkumandang.
"Sayang kalian makanlah, jangan menunggu mama papa, mereka bisa makan nanti. Kalian kan harus berangkat sekolah" Ucap Humita pada ketiga cucunya.
"Tapi Yas ingin sarapan bareng mama dan papa juga nek" Jawabnya lesu.
"Yas, makan aja dulu. Mungkin bentar lagi juga mama papa turun" Ucap Safa menenangkan adiknya.
"Sayang semalam kamu pindah?" Tanya Akhtar yang sudah bergabung dengan yang lainnya.
Humita dan Afsana hanya saling tatap dan melemparkan senyum. Mereka berdua tersenyum karena melihat rambut Sarah yang basah, Sarah lupa mengeringkan rambutnya karena sudah terlambat.
"Tentu saja aku pindah, ga ada yang mau meluk Safa saat tidur" Jawab Safa cemberut tanpa melihat ke arah orangtuanya.
"Ihh kakak curang, kenapa ga ngajak kita kalau mau tidur bareng mama papa" Ucap Yumna.
"Kakak lupa" Jawab Safa.
"Mama kok tumben keramas" Ucap Yasmin.
Sarah menatap Akhtar yang cuek karena dirinya dia lupa mengeringkan rambutnya. Bukannya membantu menjawab pertanyaan putrinya malah cuek.
"Beberapa hari ini mama ga keramas sayang, mangkannya hari ini mama keramasnya" Jawab Sarah dengan wajah bak kepiting rebus.
"Ohhh" Ucap Yasmin.
"Mama keramas, karna akan ngasih Yasmin adik dan Yasmin akan jadi kakak" Sahut Afsana.
"Apa?" Pekik ketiganya.
"Ya ampun kak hati-hati kalau makan" Ucap Afsana tertawa sedangkan Sarah sudah menatapnya dengan tajam.
"Kak" Panggil Yasmin pelan sambil menarik ujung baju Safa.
"Ada apa?" Bisik Safa.
"Ayo kita berangkat" Jawab Yasmin.
Safa heran dengan perubahan sikap Yasmin setelah mendengar bahwa dirinya akan mempunyai seorang adik.
"Yumna, Yas ayo kita berangkat. Biar kakak yang antar kalian ke sekolah" Ucap Safa yang sudah berdiri dari duduknya.
"Kita berangkat, assalamu'alaikum" Ucap Safa.
Mereka bertiga tidak lupa untuk mencium tangan pada orang yang lebih tua.
Plak
"Awww, sakit mi" Teriak Afsana.
__ADS_1
"Mulutmu ini kenapa tidak bisa dijaga sih" Kesal Humita.
"Lah emang aku salah apa mi" Jawabnya polos.
"Emang kenapa dengan ucapan Afsana mi, dia benar ko aku habis mencetak lagi bayi" Jawab Akhtar dan mendapat cubitan dari Sarah.
"Aww sakit sayang" Teriak Akhtar.
"Kalian ini tidak peka sekali yaa. Liat ekspresi ketiga cucuku, wajahnya langsung muram setelah mendengar ucapan Afsana" Jawab Humita yang tak habis pikir dengan kelakuan anak-anaknya.
"Ya Allah, mi aku lupa" Ucap Akhtar menghentikan makannya
"Kalau gitu aku akan menyusul mereka" Ucapnya lagi.
"Percuma mereka juga sudah jauh" Ketus Humita.
"Kamu juga Sarah, bukannya menyanggah malah diam saja. Jadikan para cucuku merajuk" Tegur Humita.
"Maaf mi. Lagi aku sudah pasang kb kok mi" Jawab Sarag
"Syukurlah kalau gitu, nanti ketika mereka sampai rumah beri pengertian" Ucap Humita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Safa mengantarkan kedua adiknya kesekolah, karena hari ini Safa sudah boleh membawa mobil sendiri. Safa duduk dibalik kemudi, dan disampingnya ada Yumna, sedangkan Yasmin duduk dibelakang. Safa melihat kaca spion dan menampilkan Yasmin yang sedang cemberut. Sepanjang perjalanan Yasmin enggan untuk berbicara, dia memikirkan ucapan Afsana karena dirinya tidak ingin memiliki seorang adik.
Safa tidak banyak bertanya padanya. Ingin menanyakan tapi dia urungkan walau dia juga tahu apa yang terjadi pada Yasmin.
"Nanti jika sudah waktunya pulang, telpon kakak. Biar kakak yang jemput kalian" Ucap Safa.
"Iya kak hati-hati" Jawab Yumna, sedangkan Yasmin hanya diam saja.
Safa pun pergi menuju kampusnya setelah mengantarkan Yumna dan Yasmin.
"Ayo kita masuk" Ajak Yumna.
"Kakak duluan saja, Yas nunggu teman dulu" Ucap Yasmin.
"Yasudah kakak duluan ya, kamu hati-hati" Jawab Yumna sambil mengelus kepala adiknya dan berlalu pergi.
"Lho itukan Yasmin, tumben dia sendiri" Gumam seseorang didalam mobil.
"Kenapa sayang, apa kamu mengenal dia?" Tanya seorang wanita yang berada dibalik kemudi.
"Kenal dong mom, dia itu sahabat satu-satunya Zena" Jawab Zena.
"kok dia belum masuk kelas, apa dia nunggu kamu kali ya" Ucap Risa
"Zena juga tidak tahu mom" Jawab Zena
__ADS_1
Bersambung