Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #18


__ADS_3

Akhtar juga bingung harus mengatakan apa pada Sarah. Di sisi lain dia juga bingung harus mencari Safa kemana jika tidak ada di kampus. Dia juga sangat mengkhawatirkan Safa, apalagi Safa seorang perempuan takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Mas kamu jangan diam saja. Katakan apa Safa sudah berada dikampus?" Tanya Sarah memastikan.


"Tenanglah dulu, jika kau tenang aku akan menjawabnya" Jawab Akhtar memegang kedua lengan Sarah dan Sarah pun mengiakan itu.


"Huh, Tania bilang dia belum berada di kampus. Tapi dia akan segera pergi untuk memastikan, dan jika Safa sudah berada dikampus maka Tania akan memberitahukan padaku" Ucap Akhtar sembari menenangkan Sarah.


"Jika kau masih tidak percaya, nanti setelah sarapan dan sebelum aku berangkat ke kantor. Aku akan mampir dulu ke kampus Safa, aku janji" Ucap Akhtar memeluk istrinya dari samping.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhtar menepati janjinya kepada sang istri untuk mampir ke Universitas Safa.


Ketika Akhtar keluar dari mobil banyak para mahasiswa yang menatap kearahnya. Karena Akhtar memiliki wajah yang tampan meskipun umur sudah memasuki kepala empat.


Dia mencari keberadaan Safa saat sudah masuk ke area kampus. Kebetulan Safa baru keluar dari perpustakaan dan bertemu dengan papanya.


"Pa, papa disini?" Tanya Safa sambil mencium punggung tangan Akhtar.


"Huh, sayang kenapa kamu pergi ke kampus sendirian, bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu. Apalagi kamu sampai membuat mamamu khawatir, dan kau juga tidak berpamitan pada kami" Jawab Akhtar memegang kedua pundak Safa.


"Maaf pa, Safa hanya ingin mencoba untuk mandiri. Safa juga tidak mau merepotkan papa untuk terus nganterin Safa, lagian kan arah kantor papa sama kampus Safa berlawanan arah" Ucap Safa sambil menundukan kepala.


Banyak mahasiswa yang melihat ke arah Safa dan papanya. Apalagi ada seseorang yang sangat membenci Safa dari pertama kali Safa masuk ke universitas tersebut, siapa lagi kalau bukan Shelyn dengan teman-temannya. Dia melihat Safa dengan senyum jahatnya, dia juga tidak lupa mengambil foto Safa dengan pria yang dia duga Safa adalah simpanan pria dewasa.


"Sayang papa tidak masalah untuk itu. Papa akan ngelakuin apapun untuk anak-anak papa terutama Safa" Jawab Akhtar mengangkat dagu Safa untuk melihat ke arahnya.


"Maafin Safa pa. Safa tidak akan mengulangi kesalahan yang membuat papa dan mama khawatir" Ucap Safa memeluk papanya.


"Tidak apa-apa. Papa datang kemari hanya memastikan bahwa kamu dalam keadaan baik-baik saja" Ucap Akhtar membalas pelukan Safa.

__ADS_1


"Baiklah papa pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik, dan dimana kedua temanmu itu? Tanya Akhtar.


"Mereka berdua belum datang pa" Jawab Safa


"Yasudah papa pergi, assalamu'alaikum" Ucap Akhtar sambil mencium kening Safa sebelum pergi dan Safa mencium punggung tangan papanya.


"Walaikum salam" Jawab Safa.


Ketika Safa hendak berbalik ternyata geng nya Shelyn sudah menghadang Safa. Safa menghiraukan itu dan pergi tapi sayang nya dengan cepat Shelyn mencekal tangan Safa dengan keras.


"Awwww" Teriak Safa.


"Gue kira lo orangnya polos tapi ternyata dugaan gue salah. Luaran nya aja lugu, tapi ternyata aslinya lo itu tidak lebih dari seorang pelacur" Ucap Shelyn masih memegang tangan Safa dan mendekatkan mulutnya ketelinga Safa ketika dia bilang Safa seorang pelacur.


Mata Safa mulai berkaca-kaca, sakit ditangannya mungkin masih bisa dia obati, tapi sakit di hati karena ucapan manusia itu tidak ada obatnya selain kita ikhlas dan sabar dalam menghadapinya.


"Jika kau tidak tahu apa-apa, kau tidak perlu ikut campur urusan orang lain" Jawab Safa dengan mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Shelyn.


"Gue bukannya ikut campur, tapi lo itu harus tahu diri" Ucap Shelyn sambil melepaskan tangan Safa.


"Yu girl's kita pergi dari hadapan sugar baby, haha" Ucap Shelyn pada teman-temannya yang ikut menertawakan Safa sambil berlalu dari hadapan Safa.


Safa yang melihat kepergian Shelyn hanya bisa meremas ujung bajunya dengan air mata yang tidak bisa dia bendung lagi.


Jauhar yang menyaksikan kejadian yang menimpa Safa dari kejauhan dia terlihat sangat marah, dia juga tidak bisa menjaga Safa yang dititipkan umi Indira padanya.


FLASHBACK ON


Kring


Kring

__ADS_1


Handphone seorang anak laki-laki berbunyi.


"Hallo, assalamu'alaikum umi" Ucap laki-laki tersebut.


"Walaikumsalam nak, kamu apa kabar?" Tanya wanita itu.


Laki-laki tersebut adalah Jauhar Putra Bagaskara. Sedangkan seorang wanita yang menelponnya ialah Umi Indira. Jauhar dan Umi Indira bisa dibilang masih kerabat.


"Baik Umi, Umi dan abang apa kabar? Tanya Jauhar.


"Alhamdulillah umi dan abang baik, oh iya umi menelpon mu hanya ingin memberitahu sesuatu padamu" Ucap umi.


"Syukurlah jika umi dan abang baik-baik saja. Memberitahu apa?" Tanya Jauhar.


"Nanti akan ada seorang gadis yang akan masuk ke Universitas milik keluarga kita, dia bernama Safa Maysoora Atmaja. Umi hanya ingin kau menjaganya jangan sampai ada orang yang menyakitinya. Dia adalah anak didik disekolah asrama umi, dia juga anak yang baik, sopan dan ramah. Tapi jangan sampai ada orang yang tahu bahwa dia adalah putri sulung keluarga Atmaja. Karena Safa selalu menggunakan namanya dengan Safa Maysoora tanpa menambahkan nama keluarganya. Jika kau penasaran kau bisa menyuruh orang suruhan ayahmu untuk mencari tahu tentang Safa" Ucap umi memohon kepada Jauhar untuk menjaga Safa.


"Baik umi, aku akan menjaga Safa atas perintah umi" Jawab Jauhar.


"Sebelumnya umi ucapkan Terima kasih padamu, yasudah umi tutup dulu telponnya" Ucap Umi.


"Sama-sama, jika Umi membutuhkan bantuan ku Umi bisa langsung menghubungiku saja tidak perlu sungkan" Ucap Jauhar.


"Iya nak, Assalamu'alaikum" Ucap Umi.


"Walaikumsalam" Jawab Akhtar


FLASHBACK OFF


Jauhar masih terlihat kesal dengan perlakuan mantan kekasihnya pada Safa. Dia juga bingung mengapa Safa tidak membalas perlakuan Shelyn, meskipun dia tidak mendengar apa yang dikatakan Shelyn tapi dia melihat sikap kasar Shelyn saat memegang tangan Safa.


Teman-temannya Jauhar bingung melihat tingkah Jauhar yang terlihat kesal. Padahal dia juga tahu Safa baru masuk kemarin masa Jauhar sudah memiliki perasaan terhadap anak baru. Padahal Jauhar adalah orang yang tidak pernah menunjukan sikap suka terhadap lawan jenis.

__ADS_1


Baim, Daffa, Gibran, dan Haikal mereka semua adalah teman-temannya Jauhar. Mereka semua berteman ketika mereka masih berada di bangku SMP. Jadi mereka semua tahu sifat dan sikap teman-temannya yang lain.


Bersambung


__ADS_2