
Dan saat ini mereka sudah berkumpul di meja makan, kecuali Afsana fan Akhtar karna memang ada pekerjaan. Mereka semua makan siang bersama tanpa adanya perbincangan lain.
"Bel maaf lama" Ucap Yumna yang sudah duduk di samping Belva.
"Tidak apa-apa" Jawab Belva ramah.
"Yasudah ayo kita makan" Ucap Humita mulai mengambil makanan.
"Yumna lo mau apa, biar gue yang ambilin" Tawar Belva.
"Tidak perlu Bel, lagian lo dan Adel dari tadi ngelayanin gue, sekarang lo makan aja dengan tenang. Gue bisa nyuruh seseorang" Jawab Yumna.
"Apa lagi yang Belva lakukan padamu sayang?" Tanya Humita.
"Tadi Belva beliin Yumna makanan dan menyuapi Yumna. Sedangkan teman Yumna satunya yang bernama Adel dia yang bantu Yumna menulis jawaban saat ulangan. Karena tadi tangan Yumna sempat sakit nek" Jawab Yumna.
Tiba-tiba seseorang datang, karena pekerjaannya telah selesai.
"Assalamu'alaikum" Ucap Akhtar saat memasuki rumah.
"Walaikumsalam" Jawab semuanya.
"Mas kamu sudah pulang? Mau langsung makan atau membersihkan diri terlebih dulu" Tanya Sarah.
"Sudah. Aku langsung makan saja" Jawab Akhtar. Sarah pun mengambilkan makanan untuk suaminya.
Humita sedikit kesal, seharusnya dia bawakan juga untuk Yumna.
"Yumna mau kakak ambilkan?" Tanya Safa. Safa melirik neneknya yang melihat ke arah orangtuanya, dia juga kesal dengan mereka.
"Tidak perlu kak" Tolak Yumna.
Kebetulan Yuni melintas ke arahnya dan Yumna pun memanggilnya.
"Mba Yuni" Panggil Yumna.
"Ya non, ada apa?" Tanya Yuni saat sudah menghampiri Yumna.
"Tolong isi piring Yumna mba" Ucap Yumna.
"Oke, sama apa non?" Tanya Yuni.
"Nasinya setengah centong aja sama sayuran" Jawab Yumna dan Yuni pun mengikuti kemauan Yumna.
"Terimakasih mba" Ucap Yumna saat Yuni meletakan piring berisi makanan.
"Sama-sana non" Jawab Yuni sambil berlalu.
__ADS_1
"Sayang, kau sudah pulang. Papa khawatir terhadapmu karena berangkat sekolah tidak berpamitan" Ucap Akhtar mendekat ke arah Yumna dan mencium kening Yumna.
Yumna hanya diam saja tanpa menjawab ucapan papanya.
"Lho ada tamu ternyata" Ucap Akhtar saat melihat Belva.
"Belva om, teman Yumna" Sapa Belva sambil menyalami tangan Akhtar.
"Iya pa, dia Belva teman Yumna. Belva juga yang sudah membayar uang SPP milik Yumna. Karena jika tidak Yumna tidak bisa ikut ujian" Jawaban menohok Safa lontarkan dengan penuh penekanan, membuat Sarah dan Akhtar diam dan saling pandang.
Humita hanya senyum, dia senang dengan jawaban yang diberikan Safa. Safa juga kesal mendengar cerita dari Yumna, bisa-bisanya orang tua mereka lupa akan tugas terhadap anaknya.
"Terima kasih nak, sudah menolong anak om. Nanti akan om ganti uang yang sudah kamu pakai untuk Yumna" Ucap Akhtar.
"Terima kasih sebelumnya, tapi om tidak perlu melakukan itu. Lagian nenek sudah membayar nya lebih dari apa yang aku kasih buat Yumna. Lagian aku ikhlas menolong Yumna tanpa imbalan apapun" Jawab Belva.
"Udah Bel lanjut makan, setelah makan kita bisa membahas nya lagi" Sahut Humita.
Setelah selesai makan mereka semua kembali berkumpul di ruang keluarga.
"Sayang kenapa dengan leher mu itu?" Tanya Akhtar sambil berpindah duduknya di samping Yumna karena melihat luka yang diberikan salep oleh Safa.
"Aku tidak papa" Singkat Yumna.
"Tapi ini seperti bekas cekikan, siapa yang berani melakukan itu padamu?" Tanya Akhtar marah.
"Jika kau tahu orang nya, apakah jawaban mu akan tetap sama dengan pagi hari tadi" Jawab Humita.
"Nek kalau begitu Belva pamit dulu ya" Ucap Belva.
"Lho mau kemana cepat-cepat pergi?" Tanya Humita.
"Belva belum jenguk ayah nek, karna tadi pulang sekolah Belva langsung kesini" Jawab Belva.
"Baiklah, nenek akan mengizinkan mu pulang tapi harus diantar supir" Ucap Humita. Takut terjadi sesuatu pada Belva.
"Jika itu tidak merepotkan, Belva mau nek" Jawab Belva.
"Tentu saja tidak sayang" Ucap Humita.
"Yun, tolong suruh supir siap-siap dan antar Belva ke rumah sakit" Titah Humita dan diangguki Yuni.
Safa mengambil uang dari dalam sakunya yang sudah ia siapkan sebelumnya untuk ia berikan pada Belva.
"Ini untuk pegangan mu, nanti kamu bisa mampir membeli sesuatu buat orangtua kamu" Ucap Safa mengambil tangan Belva dan memberikan beberapa lembar uang padanya.
"Tidak perlu kak, lagian Belva kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih. Tapi ternyata kalian malah menjamu Belva dengan sangat baik" Jawab Belva sambil mengembalikan uang tersebut.
__ADS_1
"Udah ambil aja, ini sebagai hadiah karena kamu juara kelas" Ucap Safa.
"Kakak tahu?" Tanya Belva.
"Yumna yang cerita" Jawab Safa.
Ketika Safa membantu Yumna di kamar, Yumna juga bercerita tentang dirinya dan juga kedua sahabatnya.
"Udah ambil aja Bel, lagian lo so soan nolak" Ledek Yumna.
"Yumna" Panggil Humita dan Safa barengan.
"Hehe maaf, bercanda" Jawab Yumna.
"Sayang ambilah" Titah Humita membuat Belva mau tidak mau dia harus menerima uang yang diberikan Safa.
"Terimkasih ya semuanya, semoga Allah membalas kebaikan kalian semua" Do'a Belva.
"Amiinnn" Ucap semuanya.
Tinggal keluarga Atmaja yang berada di ruang keluarga setelah kepergian Belva.
"Sayang mama ingin bicara" Ucap Sarah pada Yumna dengan wajah sedih.
"Maaf, aku tidak ingin membahas apapun" Jawab Yumna.
"Tidak sayang, mama tidak akan membahas apapun. Mama hanya ingin meminta maaf padamu yang telah lupa akan tanggung jawab terhadapmu" Ucap Sarah memegang tangan Yumna.
"Aku sudah memaafkan semuanya" Jawab Yumna.
"Sayang, nanti malam mama akan menemani kamu tidur. Papa tidak akan mengganggu kebersamaan kalian berdua. Maafkan papa untuk malam tadi" Ucap Akhtar, takut anaknya kecewa.
"Tidak perlu melakukan apapun untukku. Ada nenek dan kakak yang akan menemani aku tidur" Jawab Yumna membuat orangtuanya sedih dengan jawaban yang diberikan Yumna.
"Yang Yumna katakan benar, aku dan nenek yang akan menemani Yumna. Jadi papa dan mama bisa berduaan tanpa adanya gangguan dari kami" Timpal Safa.
"Ayo" Ajak Safa menarik tangan Yumna.
"Yasmin juga ingin tidur dengan kak Yumna" Ucap Yasmin.
"Ayo" Ajak Yumna dan Safa membentangkan tangannya untuk menyambut Yasmin.
Yasmin pun berlari kecil menghampiri kedua kakaknya, dan berjalan ke arah tangga.
"Sedih dengan sikap cuek Yumna terhadap kalian?" Tanya Humita dengan senyum mengejek.
"Sikap dan perkataan Yumna belum seberapa jika dibandingkan sikap kalian terhadapnya. Apalagi jika dia tahu kau lebih memilih mempertahankan kontrak kerja sama dengan keluarga Hussen. Aku yakin Yumna akan membencimu" Ucap Humita penuh dengan penekanan.
__ADS_1
"Mi, jangan pernah memperburuk keadaan diantara aku dan putriku. Dan jangan pernah membawa masalah ini dengan urusan kantor ku" Bentak Akhtar kesal terhadap Humita.
Bersambung