
"Justru itu yang awalnya ciuman jadi bisa merusak masa depan kalian" Jawab Humita.
"Jangan melakukan apapun Ja jika kau ingin selamat dari kakak" Ancam Risa sambil mengepalkan tangannya.
"Iya kakak bawel, ayo sayang kita masuk" Ucap Jauhar merangkul Safa dan Zena biar adil.
"Iya hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut" Ucap Risa.
"Iya kak" Jawab Jauhar.
Saat ini mereka semua sedang dalam perjalanan menuju rumah Barrah. Humita tidak sabar untuk bertemu dengan sahabat dan adiknya. Tapi dia juga sangat kesal kepada Lili dengan apa yang terjadi. Tapi mau bagaimana lagi ini sudah jalan takdirnya.
Saat ini mobil yang mereka kendarai sudah masuk ke perkarangan rumah. Humita hanya biasa saja melihat rumah mereka karna Humita tahu rumah mereka sangatlah besar dibanding miliknya. Karena rumah sahabatnya banyak yang menghuninya bukan hanya satu keluarga saja bahkan lebih.
"Ini mah bukan rumah tapi istana" Ucap Safa takjub melihat istana milik keluarga Jauhar.
"Iya, nanti juga kalau kita menikahkita akan tinggal disini, karna kamarnya juga banyak yang kosong" Ucap Jauhar.
__ADS_1
"Nikah nikah, kuliah dulu yang bener" Ketus Zena.
"Mengganggu saja" Sebal Jauhar.
"Terima kasih Zen sudah mewakili aku" Sahut Safa.
"Sama-sama Kak" Jawab Zena lembut.
"Giliran ke kak Safa aja lembut, kalau ke unclenya malah kaya orang yang mau nerkam" Ledek Jauhar.
"Bodo amat, ayo kak kita masuk, biarkan dia di sini sendirian" Ucap Zena sambil membuka pintu untuk keluar mobil.
"Ayo sayang" Semangat Jauhar karena Safa membujuknya dengan mengucapkan kata sayang.
"Assalamu'alaikum" Ucap Risa yang masuk duluan.
Di ruang tamu sudah ada Anin dan Lili menunggu kedatangan Risa. Setelah Alya membersihkan diri Anin dan Lili menyuruhnya untuk tidur, saat tidur mereka berdua memutuskan untuk turun kebawah menunggu kedatangan anak-anaknya.
__ADS_1
"Mi bun kalian sudah kembali" Ucap Risa sambil mengulurkan tangannya tapi Anin menepisnya.
"Kamu dari mana ca? Kenapa menjemput Zena lama sekali, kau tahu Alya di rumah sendirian. Meskipun ada penjaga tapi dia juga butuh kalian" Ucap Lili kecewa.
"Maaf bun, tadi aku mengantarkan dulu temannya Zena, karena tidak ada taksi yang lewat" Jawab Risa merasa bersalah.
"Apa kau sudah merasa hebat, sehingga tidak memberitahu kami apa yang terjadi di rumah ini. Aku meninggalkan anak-anak ku tanpa menyuruh bodyguard untuk memantaunya karna aku percaya pada kalian kakak-kakaknya. Tapi apa yang terjadi pada Alya, jiwa nya begitu terguncang dengan apa yang terjadi padanya" Ucap Anin marah.
"Dan lebih parahnya lagi kalian tidak menelpon kami. Seharusnya kalian beritahu kami, terutama mami ca Alya itu anak mami. Mami merasa cemas jika kalian tidak memberitahu kami" Ucap Anin.
"Neli Onin" Teriak Zena saat memasuki rumah dan melihat keberadaan kedua neneknya.
"Zena kangen sekali dengan kalian" Ucap Zena memeluk keduanya.
"Kami juga rindu dengan Zena" Jawab Anin mencium kepala Zena.
"Maaf Zena pulang terlambat, karena tadi harus mengantarkan sahabat Zena pulang ke rumahnya, karena tidak ada taksi yang lewat" Ucap Zena saat pelukan itu terlepas.
"Zena ayo ke kamar, biar neni bantu Zena bersih-bersih" Ucap Nani.
__ADS_1
Bersambung