Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #68


__ADS_3

"Berapa biaya yang harus aku ganti untuk keluarga Belva?" Tanya Humita.


"Tidak perlu mba, aku yang akan mengurus semuanya. Mba tidak perlu mengganti apapun, mba hanya menerima beres saja"


"Sekali lagi terimakasih ya dra, salam untuk semuanya" Ucap Humita.


"Iya sama-sama mba. Nanti akan aku sampaikan salam dari mba pada semuanya. Assalamu'alaikum" Ucap Indra.


"Walaikumsalam" Jawab Humita dan menutup panggilan tersebut.


Humita yang tadinya berdiri langsung mendudukkan dirinya dengan lemas. Dia merasa sangat amat bersalah, jika orangtuanya tidak bisa mungkin dirinya yang akan melakukan semuanya.


"Mami" Panggil Sarah lirih memegang pundak mertuanya.


Humita mendongakkan wajahnya menatap Sarah dengan tajam.


"Aku senang melihat rumah tangga kalian harmonis. Tapi apa harus mengabaikan kewajiban orang tua terhadap anaknya, hah? Kemarin Safa yang kalian kekang ini itu, dan sekarang ke egoisan kalian terhadap Yumna. Apalagi yang akan terjadi besok? Yasmin yang akan jadi korban selanjutnya. Seandainya kalian sibuk ingin berduaan tanpa gangguan dari siapapun, penuhi dulu kebutuhan anak-anak, jika kalian tidak bisa melakukan itu kan bisa meminta tolong padaku atau pada Afsana" Ucap Humita lembut namun menusuk hati keduanya.


"Kalian ingin hidup berduaan bukan? kenapa tidak kau gugurkan saja Yumna dan Yasmin saat ada dalam kandunganmu. Kenapa tidak kau buang saja Safa di panti Asuhan, dengan begitu kalian bisa hidup tanpa adanya gangguan dari mereka" Bentak Humita dengan marah menatap keduanya.


"Mami" Bentak Akhtar tidak terima


Humita terkejut, karena ini pertama kalinya Akhtar membentak dirinya.


"Mas, kau membentak mami" Lirih Sarah tidak percaya menatap ke arah suaminya membuat Akhtar seketika diam


"Apa perlu aku membelikan tiket untuk kalian liburan berdua? Itung-itung honeymoon yang ke empat kalinya" Tanya Humita. Mereka berdua hanya diam. Tidak perduli jika tadi Akhtar membentak dirinya.


"Dan aku ingin kau memutuskan kontrak kerja sama mu dengan perusahaan yang pemiliknya bernama Hussen" Ucap Humita pada Akhtar.


"Lho kenapa? Apa jadinya jika aku memutuskan kerja sama dengannya, lagian itu akan membuat keuntungan bagi perusahaan kita mi jika bekerja sama dengannya. Karena perusahaan milik pak Hussen cukup sukses, dan aku tidak ingin perusahaan ku membayar kerugian nantinya" Jawab Akhtar langsung berdiri dari duduknya.


"Kau yakin tidak akan memutuskan kerja sama dengan nya? Jika pun harus membayar berapa uang yang harus aku keluarkan?" Tanya Humita dengan serius.


"Mi kita memang mampu membayar, tapi kita juga harus memikirkan masa depan kita dan anak-anak" Jawab Akhtar.


"Baiklah, jika itu keputusanmu. Dan aku lupa bahwa itu adalah perusahaan milikmu, aku tidak berhak ikut campur dengan apa yang menjadi milikmu" Ucap Humita.

__ADS_1


'Aku'? Humita mamanggil dirinya dengan sebutan 'aku'. Sudah jelas jika seperti itu Humita sangat marah dan kecewa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak terasa hari pun sudah siang. Sejak tadi Yasmin tidak bertemu kakaknya walau satu sekolahan, dia juga tidak melihat kakaknya istirahat.


"Dimana kakak, apa dia sudah pulang. Dan aku juga tidak melihat kakak istirahat" Gumam Yasmin pelan sambil melihat-lihat sekelilingnya.


"Kau belum pulang Yas? " Tanya Zena yang baru keluar karena harus mengembalikan buku di perpus.


"Belum, aku nyari kak Yumna tapi tidak ketemu" Jawabnya.


"Mungkin dia sudah pulang kali, atau ada kelas tambahan" Ucap Zena.


"Iya kali ya" Ucap Yasmin.


"Atau mau bareng denganku?" Tanya Zena.


"Tidak perlu Zen" Jawab Yasmin.


"Yasudah aku duluan ya, karena supir ku sudah menjemput. By Yas" Ucap Zena melambaikan tangannya.


"By Zen, hati hati" Ucap Yasmin dan diangguki Zena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Handphone milik Belva berbunyi karena ada panggilan masuk dari ibunya.


"Hallo, bu ada apa?" Tanya Belva.


"Hiks hiks" Tangis ibunya Belva pecah.


"Ada apa bu? Apa ayah baik-baik aja?" Tanya Belva khawatir saat mendengar ibunya menangis.


"Ibu menangis karena bahagia sayang dan ayah dia baik-baik saja. Ada seseorang datang ke rumah dan membawa ayah ke rumah sakit, mereka orang-orang baik yang membantu membiayai ayah di rumah sakit. Mereka juga membuatkan kita sebuah usaha agar kita tidak kesusahan" Jawab Jayanti ibu dari Belvania.


Belva bingung siapa orang yang sangat baik terhadap keluarganya. Dia bukannya senang melainkan merasa aneh, meskipun dia merasa suka membantu siapapun, tapi dia juga tidak berharap imbalan apapun. Karena apa yang ia lakukan semata karena kewajiban seorang manusia terhadap sesama.

__ADS_1


"Apa ibu tahu siapa orang-orang itu. Dan kenapa ibu percaya begitu saja dengan mereka. Aku takut mereka berbuat yang tidak-tidak" Ucap Belva yang memperingati ibunya.


"Tidak nak, mereka orang baik. Malahan tadi ada seorang wanita yang menelpon ibu dan mengucapkan terima kasih. Dia bilang kalau kamu sudah membantu cucunya yang bernama Yumna. Dan apa yang mereka berikan sebagai ucapan Terima kasih" Jawab Jayanti.


"Apa? Yumna?" Kaget Belva.


"Iya sayang, apa kau mengenalnya?" Tanya Jayanti.


"Iya, bu. Yasudah nanti Belva telpon lagi ya" Ucap Belva mengakhiri panggilan tersebut.


Memang orang suruhan Indra bergerak cepat atas perintah Humita. Dan Humita meminta no telpon Jayanti untuk mengucapkan terimakasih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ayo kita pulang" Ajak Adel.


"Ayo, tapi tunggu Belva dulu" Jawab Yumna.


"Belva ini ke toilet rumahnya kali ya perasaan lama sekali" Gerutu Adel.


"Sabar, noh dia orang nya datang" Ucap Yumna saat melihat Belva masuk ke kelas.


"Bel ayo kita pulang" Ajak Adel.


Belva tidak menjawab dia langsung memeluk Yumna sambil menangis.


"Bel ada apa?" Tanya Yumna bingung.


Yumna melirik ke arah Adel, dan Adel pun langsung mengedikkan bahunya tidak tahu.


"Yumna gue gatau harus gimana ngebales kebaikan keluarga lo. Gue sangat sangat berterima kasih sama lo dan keluarga lo. Nenek lo udah membantu membawa ayah gue ke rumah sakit dan memberikan perawatan yang terbaik untuk nya. Nenek lo juga udah membuatkan usaha untuk keluarga gue menyambung hidup. Apa yang harus gue lakukan Yumna untuk ngebales semua itu" Jawab Belva saat pelukan itu terlepas.


Yumna cukup kaget dengan apa yang dikatakan temanya, dia tidak menyangka nenek nya akan bergerak cepat. Dia juga akan berterima kasih pada neneknya saat pulang nanti, karena telah membantu temannya itu.


"Kamu tidak perlu membalas apapun Bel. Cukup menjadi sahabat terbaik aku saja, sudah cukup bagiku" Ucap Yumna tersenyum.


"Sekali lagi terima kasih banyak ya Yumna. Kalau lo ga keberatan, hari ini gue ingin bertemu dengan nenek lo, karna gue ingin mengucapkan banyak terimakasih secara langsung pada beliau" Ucap Belva.

__ADS_1


"Tentu saja, ayo. Kau bisa pulang dengan ku" Jawab Yumna.


Bersambung


__ADS_2