Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #23


__ADS_3

Ketika Safa pulang dari rumah Tania tidak langsung pulang kerumahnya, melainkan pergi ke kantor papanya yang tidak jauh dari sana.


Safa hanya ingin menanyakan yang sebenarnya, walaupun kata bunda Farah harus mendapatkan konsekuensinya nanti.


Ketika Safa sampai disana banyak orang yang menatap kagum ada juga para wanita yang tidak suka terhadapnya. Padahal mereka tidak tahu atau bahkan mengenal Safa tapi tatapannya menunjukan tidak suka.


"Permisi, saya mau bertemu seseorang apakah bisa?" Tanya Safa saat sudah berada di dekat resepsionis.


Wanita yang menjaga resepsionis itu tersenyum ramah pada Safa. Dia tahu akan sopan santunnya jika ada tamu siapapun itu harus dia hormati meskipun umurnya lebih muda darinya.


"Tentu saja bisa, tapi maaf sebelumnya nona mencari siapa? Mungkin nanti bisa saya bantu" Tanya nya dengan ramah.


"Panggil saja Safa mba, Safa ingin bertemu pa Akhtar. Apakah beliau ada?" Tanya Safa menanyakan keberadaan papanya.


"Kebetulan beliau sedang tidak sibuk, mari saya antar keruangannya" Jawabnya.


"Valen, lo itu apa-apaan sih nyuruh bocah keruangannya pak Akhtar. Harusnya lo cari tahu dulu siapa dia, jangan main suruh masuk ke ruangannya. Nanti kalau gadis ini tidak benar bagaimana mau kamu dipecat" Ucap salah satu temanya valen dengan ketus.


Yang menjaga resepsionis adalah Valen. Dia anak baru di kantor papanya Safa. Akhtar bertemu dengannya ketika dia pergi ke kantor dan tanpa sengaja menyerempetnya, sebagai permintaan maafnya Akhtar terhadapnya dia menyuruh untuk bekerja dikantornya sebagai orang yang menjaga resepsionis.


Valen adalah anak yatim piatu, dia seorang gadis cantik yang sangat baik. Dia juga selalu menolong orang-orang disekitarnya, tanpa memperdulikan dirinya. Ketika dia ditawari pekerjaan oleh Akhtar, membuatnya sangat senang karena bisa hidup dengan layak. Valen tidak memanfaatkan apapun terhadap Akhtar, sebagai ucapan Terima kasihnya Valen selalu menuruti perintah Akhtar.


"Tapi mba, gak baik kita menolak tamu. Lagian nona ini datang dengan baik-baik" Jawab Valen pada Karina.


Ya benar sekali. Orang yang sangat tidak sopan dan ketus itu adalah Karina. Dia juga salah satu orang yang bekerja di kantor papanya Safa sebagai karyawan biasa, tapi sombongnya minta ampun. Ketika pemilik perusahaan datang ke kantor dia akan pura-pura rajin mengerjakan pekerjaannya. Dan caper agar dicap sebagai karyawanyang rajin.


"Halah lo itu cuma anak baru disini, jangan mentang-mentang pak Akhtar yang membawa lo masuk ke perusahaan ini jadi lo seenaknya disini. Dasar wanita tidak tahu diri" Ucapnya dengan sinis.


"Maaf mba, aku bekerja disini untuk mengabdi dan mengikuti peraturan yang berlaku, pada pak Akhtar dan pada perusahaan ini. Aku juga tidak wajib mengikuti perintah mba ini. Maaf sekali lagi jika perkataan saya lancang" Jawab Valen dengan tegas.


"Mari nona saya antar keruangannya pa Akhtar" Ucap Valen kepada Safa dengan ramah dan berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Safa dibelakangnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Saat di lift...


"Maaf ya mba, karena Safa mba kena marah oleh karyawan lain" Ucap Safa dengan menundukan kepalanya karena tidak enak.


Memang semua karyawan papanya tidak tahu tentang Safa, hanya orang-orang terdekatnya Akhtar yang tahu Safa. Karena Safa tumbuh jadi gadis remaja yang sangat cantik membuat orang-orang yang mengenal Safa jadi pangling melihatnya.


"Tidak apa-apa nona, saya sudah biasa diperlakukan seperti itu olehnya. Lagian nona kan tamu di perusahaan ini dan itu sudah tugas saya. Lagian jika pak Akhtar sedang sibuk maka saya juga akan melarang tamu untuk masuk dan menyuruhnya untuk menunggu di ruangan yang telah disediakan. Tapi ini kan pak Akhtar sedang tidak ada kegiatan mangkannya saya berani untuk mengantar anda keruangannya" Tutur Valen pada Safa sambil memegang pundak Safa agar tidak merasa bersalah.


"Apakah wanita tadi sering memperlakukan mba dengan tidak baik?" Tanya Safa.


"Ti-tidak juga, aduhh maaf saya tidak berani mengatakan apapun, takutnya saya dibilang anak yang suka mengadu" Jawabnya jadi salah tingkah, karena takut Karina berlaku semakin tidak baik jika dia mengadu.


"Tidak apa-apa mba. Harusnya mba laporkan saja pada atasan agar diberi peringatan dan tidak seenaknya pada karyawan lain. Tapi tadi mba cukup berani melawannya dan membela Safa. Terima kasih ya mba" Ucap Safa sambil tersenyum


"Sama-sama nona" Jawab Valen.


Tok


Tok


Tok


"Ya masuk" Jawab Akhtar sedikit berteriak dari dalam ruangannya.


"Permisi pak, ada seseorang yang ingin bertemu dengan bapak" Ucap Valen yang menyembulkan kepalanya dibalik pintu.


"Suruh masuk saja len, saya juga sedang tidak sibuk" Jawab Akhtar sambil membereskan berkas-berkas yang ada di mejanya karena sedikit berantakan.


"Baik pak" Ucapnya seraya menutup kembali pintu ruangan Akhtar.

__ADS_1


"Ayo nona pak Akhtar menyuruh anda untuk masuk langsung ke dalam" Ucapnya lagi pada Safa.


"Ayo mba, temani aku" Jawab Safa sambil menggandeng tangan Valen.


"Ta-pi nona saya harus kembali bekerja lagi" Ucapnya pada Safa yang menarik tangannya. Tapi Safa tidak ingin mendengar penolakan darinya.


"Assalamu'alaikum" Ucap Safa.


"Walaikumsalam, sayang kamu disini?" Tanya Akhtar memberhentikan pekerjaannya saat melihat Safa yang baru saja masuk keruangannya bersama dengan Valen.


"Loh len, apa ada pekerjaan lain?" Tanya Akhtar karena melihat Valen berada dibelakang Safa.


"Safa yang meminta mba Valen untuk menemani Safa masuk, pa" Jawab Safa berjalan ke arah papanya dan mencium punggung tangannya.


"Papa" Gumam Valen yang masih berdiri.


Sebenarnya Valen sedikit kaget ketika Safa memanggil atasannya dengan sebutan papa. Dia juga melihat wajah Safa yang sedikit mirip dengan wajah atasannya itu.


"Mba Valen duduk saja di sofa, Safa akan bilang pada papa dengan kejadian tadi dibawah"Ucap Safa yang akan meemberitahu papanya atas sikap salah satu karyawannya, Valen tetap berdiri karena merasa tidak enak.


"Ada apa? Apa tadi terjadi sesuatu ketika kamu masuk?" Tanya Akhtar dengan wajah serius sambil melihat kearah Safa dan Valen secara bergantian.


"Eu-euhhh i-itu pak, ti-tidak ada a-apa-apa pak" Jawab Valen gugup dengan mundukan kepalanya.


"Mba Valen bohong pa, tadi ketika Safa ingin bertemu papa, ada salah satu karyawan papa yang memarahi mba Valen karena telah lancang membawa aku masuk keruangan papa, dan mengatai aku anak yang tidak baik" Ucap Safa sambil berjala kearah sofa.


"Huhh, dan mba Valen kena marah karena telah membela safa didepannya" Ucapnya lagi sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Apa benar yang Safa katakan len?" Tanya Akhtar dengan wajah seriusnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2