Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #45


__ADS_3

"Ya sudah ayo, tadi juga kakak nelponin abang terus karena khawatir" Jawab Jauhar beranjak dari duduknya


"Ayo kak, kasian kak Alya" Lirih Gauhar menahan tangisnya karena sejak istirahat tadi dia mendengar racauan kakaknya.


"Ada apa dengan Alya?" Tanya Jauhar mengerutkan keningnya.


"Kak Alya tidurnya meracau terus, dia suka ngigo terus nangis eh tiba-tiba diem lagi, malah jadi Gau yang takut bang" Jawab Gauhar.


"Yaudah kita pulang sekarang" Ucap Jauhar.


Ternyata Alya sudah bangun dari tidurnya dan duduk sambil bersandar. Safa yang melihat itu merasa iba karena Alya diam melamun.


"Al" Panggil Safa. Namun Alya masih saja diam.


"Alya" Panggilnya sedikit keras.


"Iya" Jawabnya.


"Abang kamu sudah menunggu, dia mengajak mu untuk pulang karena hujan sudah reda" Ucap Safa membantu Alya untuk bangun.


"Iya ka, terimakasih ya kak dan maaf ya jika Alya merepotkan lagi, baru juga bertemu tapi sudah Alya susahin" Ucap Alya sedih.


"Apaan sih Al, kakak seneng kok bantuin kamu dan aku juga engga merasa direpotkan" Jawab Safa sambil menuntun Alya keluar kamar.


"Ayo Al" Ajak Jauhar dan diangguki Alya


"Kalian sering-sering ya main kesini" Ucap Humita.


"Siap nek" Jawab Gauhar sambil memberi hormat.


"Nek terima kasih ya karena sudah ngizinin Alya sama Gauhar untuk istirahat di rumah nenek, dan maaf kedatangan kami malah merepotkan kalian" Ucap Alya.


"Kau ini bicara apa Al, kalian nginep juga nenek izinin. Lekas sembuh ya, dan berikan salam nenek pada keluargamu" Jawab Humita.


Alya hanya mengerutkan keningnya karena bingung dengan ucapan Humita. Alya tidak tahu jika Humita adalah teman maminya.


"Kau tidak perlu heran dengan ucapan nenek, ahh tidak-tidak kalian bertiga jangan memanggil dengan sebutan nenek, panggil saja mami. Karena orangtua kalian sahabat nenek" Ucap Humita jadi enggan dipanggil nenek oleh ketiga anak sahabatnya.

__ADS_1


"Kami pergi dulu ya nek, ehh mi. Assalamu'alaikum" Ucap semuanya.


"Iya Walaikumsalam, hati-hati" Jawab Humita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mereka semua sudah sampai di kediaman keluarga Barrah.


"Assalamu'alaikum" Ucap mereka saat memasuki rumah.


"Walaikumsalam, kalian ini dari mana saja. Kakakmu menunggu dengan sangat khawatir" Ucap salah satu art yang Risa panggil dengan sebutan ibu.


"Kami dari rumah teman bu, karena hujan sangat lebat jadi keluarganya meminta kami untuk tinggal sebentar dirumah mereka sampai hujannya reda.


" Yasudah yang penting kalian selamat sampai rumah, kalau gitu ibu akan siapkan makanan untuk kalian. Kalian bersihkan diri dulu dikamar kalian ya, dan kamu Haikal pergilah dengan Jauhar kita makan bersama" Ucap Ibu Nani.


"Iya bu" Jawab mereka.


Jauhar mengantarkan Alya ke kamarnya sedangkan Gauhar pergi kekamarnya dan Haikal pergi kekamar Jauhar.


"Al ganti pakaian mu dulu, lepas itu istirahat nanti jikan makanannya sudah siap abang panggilin kamu" Ucap Jauhar.


"Tenang kan kamar kita bersebelahan jadi ga usah takut. Abang akan jagain kamu terus kok " Jawab Jauhar menenangkan Alya.


"Tapi bang jangan beri tahu siapapun ya, Alya gamau semuanya khawatir pada Alya. Kasian mami sama papi mereka juga banyak kerjaan" Ucap Alya memohon.


"Huh, iya tapi abang ga janji. Keluarga kita itu adalah orang-orang yang sangat peka, jadi lambat laun mereka juga akan mengetahuinya" Jawab Jauhar.


"Yasudah abang tinggal sebentar ya karena mau bersih-bersih dulu, nanti jika sudah selesai abang kesini lagi" Ucapnya. Alya pun mengiyakan itu, dia juga tidak boleh egois terus-terusan menahan abangnya untuk menemaninya.


Makan malam pun sudah siap, semua orang sudah menunggu dimeja makan, cuma para suami mereka yang belum hadir karena masih di dalam kamarnya, sedangkan para orangtua mereka sedang pergi karena ada perjalan bisnis diluar kota.


"Wah ternyata makanannya sudah siap" Ucap Sandeep sambil memeluk Risa dari belakang.


Bukannya hanya Sandeep yang melakukan itu tapi ada Aira juga dan suaminya, begitupun Azzia dan suaminya. Mereka selalu melakukan hal romantis pada istri-istri mereka. Mereka memang selalu melakukan didepan adik-adiknya tapi hanya memeluk saja tidak lebih. Ada juga pasangan satu lagi yaitu Saira dan Adil, cuma mereka berada di apartement.


Tapi wajah Alya seketika berubah, biasanya dia akan sangat senang melihat kakaknya romantis. Tapi hari ini dia sedikit takut, kedua tangannya sudah mengepal air matanya mulai turun, dia jadi mengingat kejadian kala dia akan dilecehkan.

__ADS_1


Gauhar yang melihat Alya yang duduk bersebrangan dengan dirinya, memberi kode pada Jauhar dan Haikal dan menunjuk kearah Alya yang menangis dengan tubuh bergetar. Adegan kakaknya semakin romantis tapi tidak ada yang senonoh ko masih batas wajar. Padahal Aira tahu kalau Alya hampir mengalami pemerkosaan, dan dia juga lupa bahwa Alya akan trauma dengan hal yang menimpa dirinya.


"Ayo dimakan, kenapa malah diliatin gitu" Ucap Zia pada adiknya.


"Al sini mas ambilin, kamu mau makan dengan apa?" Tanya Khalid suami Aira. Karena tempat duduk Khalid dekat dengan Alya, dia juga selalu menawarkan dirinya untuk mengambilkan makanan untuk adik-adiknya.


Bukan hanya Khalid saja, tapi semua orang juga suka melakukan apa yang Khalid lakukan.


"Al" Panggilnya karena Alya tidak menjawab.


Ketika Khalid menyentuh pundaknya, Alya malah menghempaskan tangan Khalid dengan kasar.


"Lepaskan" Teriaknya dengan mata yang merah sambil menangis dan tubuhnya bergetar.


Semua orang terkejut dengan teriakan Alya. Aira, Gauhar, Jauhar dan Haikal hanya saling tatap. Ketika Aira melihat kearah adiknya dia baru ingat atas kejadian tadi.


"Alya" Panggil Aira.


"Al ada apa?" Tanya Sandeep yang sudah ada di dekat mereka sambil memegang tangan Alya agar berhadapan dengan dirinya.


"Aku bilang lepaskan" Teriak Alya sambil menghempaskan tangan abangnya dengan keras.


Tiba-tiba Alya mengambil pisau untuk memotong buah-buahan yang ada didekatnya, saat memegang benda tajam itu dia mengarahkan pada orang-orang agar tidak mendekatinya.


"Jangan pernah menyentuhku" Ucapnya dengan garpu sebagai alat untuk menyakiti orang agar tidak mendekat kearahnya.


"Ibu, tolong bawa Ola, Zena dan Zidan kekamar" Titah Rio.


"Baiklah" Jawabnya sambil membawa mereka bertiga naik keatas.


"Al berikan garpu itu pada abang ya" Ucap Jauhar mendekat kearah nya dengan berhati-hati sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil pisau tersebut.


"Aku bilang jangan mendekat" Teriak Alya ketakutan sambil berjalan mundur.


"Al, berikan pisaunya pada mba ya, nanti kau bisa terluka" Ucap Aira khawatir takut terjadi sesuatu pada adiknya.


Alya berjalan mundur, dengan pisau yang masih diarahkan kepada orang yang mendekatinya. Setelah sampai dekat tangga alya berlari ke arah kamarnya sambil membawa pisau.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2