
"Sayang bagaimana keadaanmu?" Tanya Humita yang mendekat kearah Safa.
"Safa baik nek, maaf jika Safa sudah membuat nenek khawatir" Ucapnya sendu.
"Tidak apa-apa sayang" Jawab Humita yang tidak ingin memperpanjang masalah.
"Bunda seneng akhirnya Safa bisa kembali pulih" Ucap Farah sambil mengelus kepala Safa.
"Sama bun Safa juga senang bisa kumpul lagi dengan kalian" Jawab Safa tersenyum.
Yasmin yang tidak bangun-bangun ternyata tidur dalam pelukan kakaknya, karena memang semalam Yasmin kurang tidur.
"Yas bangun sayang kasian nanti tangan kakak pegal" Ucap Akhtar yang mencoba membangunkan Yasmin.
"Tidak apa-apa pa, lagian Yas nya tidur" Jawab Safa sambil mengelus adiknya.
"Hah, tidur" Ucap Akhtar yang bingung.
"Sudah biarkan saja seperti itu, nanti jika tangan Safa pegal biar mami yang pijitin. Lagian Yas dan Yumna semalam marah karena tidak diberitahu jika kakaknya dirawat. Mungkin mereka kurang tidur dan kebanyakan menangis, lihat kantung mata Yumna sedikit berbeda, dan mereka berdua belum makan sejak pagi"Tutur Humita.
Sarah mendekat kearah Yumna dan membawanya kedalam pelukannya.
"Maaf, mama lupa mengabari kalian" Ucap Sarah saat pelukan itu terlepas.
"Engga apa-apa ma" Jawab Yumna kembali kepelukan mamanya dengan menelusupkan kepalanya pada ceruk leher Sarah.
"Yasudah ayo kita makan dulu sama-sama, kebetulan kita juga bawa makanan dari rumah" Ucap Humita mengajak yang lainnya untuk makan.
"Tunggu-tunggu, kalian tidak kuliah?" Tanya Farah.
"Tidak bun, Tessa yang ngajak Tania bolos, lagian tidak ada yang mengabari Tessa tentang keadaan Safa. Dan Tessa juga ingin buru-buru melihat keadaan Safa kalau nunggu pulang kelamaan. Janji deh ini yang terakhir" Ucap Tessa mengakui dirinya bolos.
"Ya sudah tidak apa-apa, sekarang kalian makanlah" Jawab Farah lembut. Dia juga memaklumi dengan apa yang Tessa rasakan karena mereka semua juga sudah seperti keluarga.
"Yah gak seru bun, kenapa bunda tidak menjewernya, biar telinga kirinya ikutan merah juga. Karena tadi papa menjewer telinga kanannya buat hukuman karena bolos kuliah, haha" Ucap Tania sambil tertawa.
Pluk
"Gak lucu" Ketus Tessa dengan melemparkan bantal kursi mengenai Tania
"Bodo, wlee" Ejek Tania.
"Sudah sudah, Tan gak boleh kaya gitu ahh" Ucap Farah menengahi perdebatan mereka berdua.
"Bercanda bun" Ucap Tania.
"Makannya jangan jail sama orang, giliran dijailin balik gak mau kan" Ledek Humita pada Tessa.
"Ck" Tessa berdecak kesal sambil mendelikan matanya.
__ADS_1
"Hahah" Semua orang menertawakan Tessa.
Tapi Tessa tidak merasa tersinggung, karena menurutnya mereka hanya bercanda jadi tidak perlu sedih.
"Sudah sudah kapan mau makannya kalau berdebat terus, papa sangat lapar ini" Ucap Akhtar.
"Sini mas biar aku ambilin, mau sama apa?" Tanya Sarah.
"Apa sajalah, yang penting diambilin kamu" Jawabnya dengan senyum genit dan mengangkat kedua alisnya.
"Huek" Ucap Tessa pura-pura muntah.
"Tess lo kenapa?" Tanya Tania heran.
"Entah kenapa gue merasa mual kalau denger orang ngegombal" Jawabnya santai dengan mendelikan matanya
"Dasar anak gak ada akhlak" Ucap Akhtar dengan memasukan makanan kedalam mulutnya.
"Kalian ini, kenapa ribut mulu sih" Kesal Humita.
Karena sejak tadi mereka selalu ribut, Tessa dengan Tania atau Tessa dengan Akhtar membuat Humita pusing dibuat oleh tingkah laku mereka.
Yasmin masih tertidur di pelukan Safa, sedangkan Safa dia juga ikut memejamkan mata tapi tidak benar-benar tidur.
"Yumna sini biar mama suapi" Ucap Sarah sambil mengisi piring dengan berbagai jenis lauk pauk.
"Tidak ada kata sedikit kau harus makan yang banyak, nanti jika kau sakit gimana. Kau ingin membuat mama khawatir" Ucap Sarah dan dibalas dengan gelengan kepala oleh Yumna.
"Tessa, Tania kalian juga makan yang banyak, mama juga gak mau kalian ikutan sakit juga" Ucapnya lagi
"Iya ma" Jawab keduanya.
"Ma suapi Tania ya" Ucap Tania dengan memelas.
"Hmmm, baiklah" Jawab Farah.
"Dan kamu Tessa sini biar nenek yang suapi" Titah Humita.
"Waahhhh halmeoni ku ternyata bisa sweet juga" Ucap Tessa sambil mengedipkan matanya beberapa kali.
"Ohh astaga, kau memanggil diriku dengan sebutan apa lagi?" Tanya Humita geram.
"Nenek, oma, grandma, dan sekarang berbeda lagi. Kau ini tidak punya pendirian sekali" Ucap Humita sambil mencebikan bibirnya
"Hehe, aku akan memanggil mu dengan semua sebutan itu" Jawab Tessa dengan memperlihatkan deretan giginya.
"Terserah kau saja, sini buka mulutmu aaakkk" Ucap Humita sambil menyuapi Tessa.
"Mmmm" Tessa kesusahan mengunyah karena Humita memberikan nya satu sendok penuh.
__ADS_1
Semua orang hanya tertawa melihat Tessa yang dikerjai oleh Humita.
"Hosh hosh sosh. Halmeoni kenapa kau memberiku makanan sebanyak itu. Kau ingin aku cepat mati" Ketus Tessa dengan nafas terengah-engah.
"Karena mulutmu itu berisik sekali. Masih mending nenek memberimu makan menggunakan sendok dan tidak menggunakan centong nasi" Ucap Humita santai.
"Ohh ya Allah nek kau sungguh tega kepada cucumu ini" Jawabnya pura-pura sedih.
"Masih mending sendok dan centong nasi, bagaimana kalau memakai sendok semen. Bisa-bisa ketika masuk mulut nyenggol uvula, hahaah" Sahut Tania.
"Itu mah bukan tega tapi sangat sadis sekali" Ketus Tessa.
"Hahaa" Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Tania.
"Kalian ini hobi sekali memojokanku" Ucap Tessa dengan melipat kedua tangan didadanya.
Karena tertawa mereka sangat keras, sampai-sampai membangunkan Safa dan Yumna.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Safa melirik kesamping.
"Sudah ka" Jawab Yasmin dengan suara serak khas bangun tidur.
Yasmin sudah mendudukan diri disamping Safa, begitupun Safa dia juga ikut duduk karena pegal.
"Ma, Yasmin laper" Ucap Yasmin memelas sambil memegang perutnya.
"Kemarilah biar mama suapi" Titah Sarah.
"Tidak mau, Yas ingin disini saja dengan kakak" Jawabnya memohon.
"Baiklah" Pasrah Sarah menghampiri Yasmin dengan membawa makanan. Untungnya semua orang yang ada disana sudah selesai makan.
"Mi Farah pamit dulu ya karena harus memeriksa toko bunga" Ucap Farah.
"Apa ada hal yang serius?" Tanya Akhtar dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Tidak tidak, bukan itu tapi aku hanya ingin melihat-lihat keadaan disana saja. Karena aku juga sudah lama tidak kesana" Ucap Farah. Karena memang tidak ada hal serius Farah hanya ingin mengunjungi tokonya saja.
"Yasudah, jika ada hal yang sangat serius beritahu aku secepatnya" Ucap Akhtar dengan Tegas.
"Baiklah" Jawab Farah males. Karena memang jika terjadi sesuatu Akhtar adalah orang kedua yang harus tahu setelah suaminya Farah.
"Yasudah aku pamit dulu ya mi" Ucap Farah sambil mencium punggung tangan Humita.
"Iya hati-hati, jangan ngebut bawa mobilnya" Jawab Humita.
"Iya mi" Ucap Farah.
Bersambung
__ADS_1