
"Udah gapapa, itung-itung Gauhar mewakili aku" Sahut Safa.
"Iya kaya orang yang gak pernah nemu makanan aja" Timpal Jauhar meledek adiknya. Tapi yang diledek seolah tidak mendengar apapun dan tetap fokus dengan makanannya
Alya hanya diam dan menyenderkan punggungnya disofa karena masih merasa pusing. Safa yang melihat itupun menghampirinya dan duduk di samping Alya yang sedang memejamkan matanya.
"Apa masih pusing?" Tanya Safa sambil memegang tangan Alya.
"Eh, kak maaf" Ucap Alya merasa tidak enak karena baru pertama kali kerumah Safa dirinya malah ikut tidur.
"Tidak papa, ayo aku antar ke kamar biar kamu istirahat dulu" Tawar Safa.
"Tidak usah, aku tidak apa-apa ko. Maaf kak baru pertama kali kesini tapi udah ngerepotin kakak" Ucap Alya tak enak.
"Apa yang kamu bicarakan, lagian aku tidak merasa direpotkan kok" Jawab Safa.
"Apa ini sakit" Tanya Safa sambil mengelus pipi Alya yang masih merah.
Bukannya menjawab Alya malah menangis dan memeluk dengan menelusupkan kepalanya diceruk leher Safa.
"Maaf aku membuat mu mengingat kejadian itu" Ucap Safa membalas pelukan Alya dengan erat.
Jauhar dan Haikal saling tatap dia tidak tega melihat Alya seperti itu.
"Sabar bro ini ujian, bukan hanya untuk Alya tapi untuk kita juga" Ucap Haikal sambil menepuk bahu Jauhar.
"Gue merasa gagal jadi abang, dan gue merasa sakit melihat Alya seperti itu" Jawabnya dengan menahan airmatanya sambil melihat Alya yang menangis dipelukan Safa.
"Kakak" Teriak seorang gadis dengan terburu-buru menuruni anak tangga.
"Ya Allah Yas" Gumam Safa karena mendengar teriakan Yas dari arah tanggal.
Semua orang mengedarkan pandangannya dan mencari sumber suara dimana orang itu berteriak dan ternyata dia sedang menuruni anak tangga dengan terburu-buru. Siapa lagi kalau bukan adik bontot Safa, Yasmin yang suka sekali berteriak.
"Yas pelan-pelan turunnya nanti kamu jatuh" Ucap Safa yang masih setia memeluk Alya.
__ADS_1
Yasmin berteriak karena melihat kakaknya memeluk orang lain, ya bisa dibilang Yasmin cemburu.
"Lepaskan pelukan mu itu dari kakakku, siapa kamu berani-beraninya memeluk kakak ku. Jangan bilang kalau kau ingin merebut kakakku" Teriak Yasmin marah memaksa melepas pelukan Alya dari kakaknya.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk merebut kakakmu" Jawab Alya yang sedikit lemes dan menundukan kepalanya.
Jauhar tidak marah pada gadis itu, dia memaklumi bahwa adiknya Safa lebih kecil dari kedua adiknya.
"Yas tidak boleh seperti itu pada tamu" Ucap Safa lembut.
"Tapi aku tidak suka orang lain memelukmu kak, pergilah dari rumahku sekarang juga. Apa kau tidak punya kakak perempuan sehingga kau dengan lancang memeluk kakaku" Jawab Yasmin sambil berteriak dan melihat kearah Alya.
"Yasmin" Teriak Yumna yang berdiri didekat tangga. Dia melihat tingkahnya Yasmin yang keterlaluan.
Safa memang tidak pernah bisa marah pada kedua adiknya. Beda dengan Yumna yang sedikit keras pada Yasmin jika tingkahnya tidak sopan. Semua sudah berdiri mendengar teriakan Yumna.
"Dimana sopan santunmu? Apa ini yang mama dan papa ajarkan padamu?" Tanya Yumna yang menarik tangan Yasmin agar sedikit menjauh. Dia hanya menundukan kepalanya jika Yumna sedang marah.
"Jangan karena kau selalu dimanja oleh kakak membuat diri kamu jadi tidak sopan pada orang lain. Ini bukan kali pertamanya kamu bersikap seperti ini Yas" Ucap Yumna kesal pada adiknya.
"Bukan karena kakak diam saja dan membenarkan tingkahmu, pasti dia juga marah dengan apa yang kamu lakukan barusan" Emosi Yumna, dia sangat kesal jika melihat adiknya itu tidak sopan.
Yasmin menangis sambil menundukan wajahnya, dia juga merasa bersalah karena sudah keterlaluan.
"Maaf" Ucap Yasmin pada Jauhar.
"Tidak apa-apa" Jawab Jauhar tersenyum dan mengelus kepala Yasmin.
Yasmin melihat kearah kakaknya Safa, tapi Safa malah melihat kearah lain seolah marah dengan sikap Yasmin. Dia juga menerima itu karena memang dirinya salah.
"Ada apa ini ribut-ribut" Sahut Humita yang menuruni anak tangga karena mendengar keributan.
"Ohh ternyata ada tamu" Ucap Humita saat mendekat.
"Loh Yas kenapa nangis sayang? Apa kalian bertengkar lagi" Tanya Humita yang melihat Yasmin menangis dan melihat kearah Yumna dan memeluknya, karena memang biasanya mereka berdua selalu bertengkar.
__ADS_1
"Nenek tanya saja padanya, sikapnya mencerminkan bahwa dia tidak pernah menerapkan ajaran keluarga kita" Jawab Yumna.
"Apa yang Yas lakukan sehingga membuat kakak marah hmm?" Tanya Humita.
Gauhar memberi kode kepada Jauhar agar mendekat kearahnya.
"Gara-gara kedatangan kita, membuat mereka bertengkar, seharusnya tadi Gau tidak memaksa kalian untuk mampir" Bisik Gauhar merasa bersalah. Ternyata Safa mendengar ucapan Gauhar, karena tingkah adiknya membuat adik dari temannya merasa bersalah.
"Bang kita pulang saja, kasian kakak harus istirahat" Ucap Gauhar pelan sambil melihat ke arah Alya yang masih duduk.
Duar
Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras disertai suara petir yang meras dan membuat mereka tidak bisa pulang. Sebenarnya mereka bisa langsung pulang karena menggunakan mobil, tapi hujan sangat deras dan takutnya terjadi sesuatu dijalan akhirnya neneknya Safa meminta mereka untuk tinggal disana sampai hujannya reda.
"Kalian kesini naik apa?" Tanya Humita yang mendudukan dirinya sambil memeluk Yasmin.
"Kami kesini menggunakan mobil..." Jawab Gauhar bingung harus memanggilnya apa
Gauhar memang anak yang paling banyak bicara diantar Jauhar dan Alya.
"Panggil saja nenek biar sama kaya yang lainnya. Yasudah, kalian tinggal saja dulu disini mungkin sampai hujannya reda. Meskipun kalian menggunakan mobil tapi hujannya sangat deras, takutnya terjadi sesuatu dijalan" Ucap Humita.
"Iya nek terima kasih, maaf merepotkan" Ucap Jauhar.
"Tidak usah sungkan anggap saja rumah sendiri" Jawab Humita.
"Kalian ini teman satu kampus nya Safa?" Tanya Humita.
"Saya Haikal nek dan Jauhar kita berdua teman kampusnya Safa, sedangkan kedua gadis ini adik nya Jauhar. Tadi mereka minta untuk pulang bersama" Ucap Haikal.
"Ohh, tapi nenek lihat-lihat diantara kalian ini ada yang mirip seseorang, tapi siapa ya nenek lupa. Karena sudah lama kita tidak bertemu" Ucap Humita sambil mengetuk satu jarinya didagu.
"Nek Safa akan antar Alya dulu kekamar tamu biar dia istirahat sambil menunggu hujannya reda" Ucap Safa meminta izin.
"Kenapa tidak dikamar kamu saja sayang? " Tanya Humita.
__ADS_1
"Bukannya Safa tidak mau nek, tapi biar lebih dekat dengan kita yang sedang berkumpul disini, jadi kalau ada apa-apa tidak perlu jauh-jauh" Jawab Safa.
Bersambung