Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #65


__ADS_3

Ceklek


"Ayo mas kita tidur, aku sudah sangat mengantuk" Ajak Sarah saat suaminya baru masuk.


"Yasudah ayo, nyalakan dulu lampunya takut pas kita tidur Yumna malah tertimpa anggota tubuh kita" Ucap Akhtar.


Saat lampu sudah nyala, Sarah melihat ke arah ranjang ternyata Yumna tidak ada di sana.


"Lho kemana perginya Yumna mas?" Tanya Sarah.


"Lah mana aku tahu sayang, kan kau yang sejak tadi bersamanya" Jawab Akhtar.


"Apa dia denger percakapan kita mas, jika iya bagaimana ini aku merasa bersalah dengannya" Ucap Sarah cemas.


"Biar aku ke kamarnya Yumna untuk memastikan bahwa dia ada disana" Ucap Akhtar dengan melenggang begitu saja. Sarah duduk di tepi ranjang sambil menunggu suaminya kembali.


Tok


Tok


Tok


"Sayang, ini papa" Panggil Akhtar sambil mengetuk pintu kamar Yumna.


Karena tidak ada sahutan, Akhtar pun mencoba membuka pintu namun sayangnya Yumna sudah mengunci pintu kamarnya. Yumna mendengar panggilan dari papanya cuma dia tidak ingin keluar untuk menemuinya.


"Tumben dia mengunci pintu kamarnya" Gumam Akhtar.


"Apa kau sudah tidur sayang" Teriaknya lagi namun tetap tidak ada sahutan dari dalam.


"Mungkin saja dia sudah tidur" Gumamnya lagi sambil pergi meninggalkan kamar Yumna.


Ceklek


"Bagaimana mas, apa kau sudah membujuknya untuk dia kembali tidur disini?" Tanya Sarah.


"Ketika aku panggil tidak ada sahutan darinya, mungkin dia sudah tidur" Jawab Akhtar membuat raut wajah Sarah jadi sendu.


"Yasudah biarkan saja, besok kita bicara dengannya" Ucap Akhtar membawa istrinya ke arah ranjang untuk tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya.


"Hallo mba Yuni" Ucap seseorang disebarang sana.


"Iya non ada apa?" Tanya Yuni pada Yumna.


Yumna menelpon Yuni pagi-pagi sekali karena dia membutuhkan bantuan seseorang untuk membantu dirinya.

__ADS_1


"Yumna mau minta tolong membantu Yumna untuk bersiap, apa mba Yuni tidak keberatan?" Tanya Yumna.


"Tentu tidak non, mba akan segera ke sana" Jawab Yuni.


"Sekalian bawakan aku roti coklat dan segelas susu hangat mba" Ucap Yumna.


"Siap non" Jawab Yuni


Setelah telpon itu terputus, Yuni langsung membuat roti selai coklat dan segelas susu untuk ia berikan pada Yumna.


Tok


Tok


Yumna yang tahu siapa orang yang mengetuk pintu kamarnya, lantas langsung membuka pintu dan menyuruhnya masuk.


"Masuk mba" Ucap Yumna.


Setelah Yuni masuk Yumna kembali menutup pintunya.


"Ini non sarapannya" Ucap Yuni sambil menyimpan nampan tersebut ke atas meja.


"Iya terimakasih mba" Ucap Yumna.


"Mba tolong bantu Yumna ke kamar mandi ya, dan setelah itu tolong bantu Yumna memakai baju" Ucapnya lagi


"Makasih ya mba sudah tolong Yumna. Kalau begitu Yumna akan brangkat sekolah sekarang" Ucap Yumna.


"Sama-sama non. Tapi kan ini baru jam 6 non apa tidak kepagian" Ucap Yuni sambil menatap jam dinding.


"Tidak mba, Yumna ada ulangan hari ini, sedangkan buku pelajaran yang harus Yumna hafalkan ada di perpus, karena Yumna tidak punya buku nya hehe, mangkannya Yumna harus berangkat pagi-pagi begini" Jawab Yumna sambil berjalan keluar kamar.


"Yasudah non, hati-hati ya" Ucap Yuni saat sudah berada di pintu keluar


"Iya mba, assalamu'alaikum" Ucap Yumna.


"Walaikumsalam non" Jawab Yuni.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Yun sarapan belum jadi?" Tanya Humita saat melihat meja makan belum tersaji sarapan.


"Iya nyonya ini sebentar lagi, maaf saya terlambat masak" Jawab Yuni.


"Tumben Yun kamu terlambat, biasanya juga tidak seperti ini" Ucap Humita melihat ke arah Yuni.


"Maaf nyonya, tadi saya membantu non Yumna mandi dan memakaikan baju, jadi saya sedikit terlambat" Jawab Yuni.


"Kenapa kau tidak memanggil aku, aku sudah bangun sejak tadi" Ucap Humita.

__ADS_1


"Saya tidak tahu nyonya, karena non Yumna sendiri yang menelpon saya untuk datang ke kamarnya" Jawab Yuni.


"Oh iya nyonya, tadi non Yumna sudah berangkat pagi sekali katanya ada ulangan. Karena non Yumna tidak punya buku yang harus ia hafalkan untuk ulangannya, jadi dia meminjam buku dari perpus" Tutur Yuni.


"Yasudah lanjutkan pekerjaan mu" Jawab Humita.


Humita pergi ke taman belakang dan duduk di kursi yang ada di sana, dia mencerna ucapan maid nya itu.


"Pasti ada yang tidak beres, nenek macam apa aku ini sampai tidak tahu apa kebutuhan cucunya untuk sekolah. Tapi seharusnya Sarah atau Akhtar tahu ini, apa ada hubungannya dengan mereka. Ahh aku semakin khawatir jika mendengar masalah tentang cucuku. Apalagi saat ini dia sedang sakit, bagaimana dia bisa mengisi soalnya saat ulangan. Ya Allah berikan kelancaran dan kemudahan untuk cucuku saat melakukan ujian di sekolahnya" Ucapnya dalam hati dengan wajah menatap lurus ke depan.


"Nyonya sarapan sudah siap, yang lain juga sudah berada di meja makan" Ucap Yuni yang berdiri di belakang Humita.


"Baiklah" Jawab Humita.


Semuanya sudah berkumpul di meja makan, kecuali Yumna karena dia sudah berangkat sejak pagi-pagi sekali.


"Semuanya, aku berangkat lebih dulu ya. Karena hari ini aku ada jadwal operasi" Ucap Afsana sambil mengambil roti untuk ia makan sebagai ganjal agar tidak terlalu lapar.


"Makan dulu sayang" Ucap Humita.


"Nanti saja mi di kantin rumah sakit, aku pergi ya. Assalamu'alaikum" Ucap Afsana.


"Walaikumsalam" Jawab semuanya serempak.


"Apa kakak belum bangun ma?" Tanya Yasmin sambil celingak-celinguk mencari Yumna.


"Biar papa yang panggilkan kakak di kamarnya" Ucap Akhtar.


Saat berdiri dari duduknya, Safa menghentikan langkah papanya dan bertanya aneh.


"Lho bukannya Yumna tidur dengar mama, kok papa manggil ke kamarnya sih?" Tanya Safa heran.


"Yumna pindah ke kamarnya" Jawab Akhtar.


"Kenapa pindah? Kan Yumna minta tidur berdua dengan mama" Ucap Safa.


"Papa juga tidak tahu tiba-tiba dia pindah, saat papa pergi ke kamarnya dia sudah tidur" Jawab Akhtar.


"Emang papa tidur dimana?" Tanya Safa.


"Ya di kamar lah dengan mama, karena papa tidak bisa tidur begitu pun dengan mama kalian" Jawab Akhtar tanpa rasa bersalah.


Humita hanya mendengarkan dia langsung tahu, ini ada sangkut pautnya dengan sikap Yumna hari ini. Yumna tidak biasanya tidak pamit, Yumna anak yang sedikit dingin dan tegas, tapi dia selalu berpamitan jika hendak sekolah atau pergi kemana pun.


"Tidak perlu menunggu Yumna. Kalian sarapanlah setelah itu cepatlah pergi nanti kalian terlambat" Tegas Humita.


"Tunggu Yumna turun terlebih dulu mi, kasian dia jika sarapan seorang diri" Jawab Sarah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2