Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa
Melodi Cinta


__ADS_3

Wanita cantik, anggun, tinggi semampai menghampiri Bylla. Tubuhnya dibalut gaun panjang warna merah maroon, tampak serasi dengan rambut yang disanggul rapi.


"Bylla, bagaimana kabarmu? Kudengar kau sudah menikah, selamat, ya." Wanita yang tak lain adalah Sania, dia mengulurkan tangan ke arah Bylla.


Bylla memalingkan pandangan, sangat enggan menatap mantan sahabat yang penuh kepalsuan.


"Ma cherie!" bisik Ghani di telinga Bylla.


Bylla menghela napas panjang, sesungguhnya sangat berat, mengeluarkan suara demi menjawab Sania.


"Aku baik," ucap Bylla singkat, tanpa menatap Sania. Dia juga mengabaikan uluran tangannya.


"Selamat ya, semoga kamu bahagia sama Ghani." Sania menarik kembali tangannya sambil tersenyum kecut.


"Terima kasih," jawab Bylla dengan nada datar.


Livay merangkul Sania, dan mengusap bahunya. Dia berusaha menenangkan sang kekasih yang kecewa dengan sikap Bylla. Namun dalam hal ini, Livay juga tak menyalahkan Bylla. Dia tahu, perlakuan Sania dulu pasti menorehkan luka yang dalam di hatinya.


Kemudian, Livay menyapa Ghani dan rekan lainnya. Setelah berbincang sebentar, mereka semua mempersiapkan reality show yang akan dimulai beberapa menit lagi.


Mereka duduk berjajar di kursi yang telah dipersiapkan sambil memegang microphone sendiri-sendiri. Kamera sudah siap di depan mereka, acara ini langsung ditayangkan di stasiun televisi.


"Hallo selamat malam, berjumpa kembali dengan Batas Band dalam acara reality show. Dalam acara kali ini, kami akan membahas dan menglarifikasi sedikit problem yang beberapa waktu lalu sempat viral." Bryan berbicara dengan lantang, sambil memamirkan senyumnya yang menawan.


"Mungkin ada yang bertanya-tanya, siapa saja yang hadir di sini. Yap, dua wanita ini memang masih asing, tapi tenang saja, nanti kita akan mengenalkannya satu persatu. Dan untuk lelaki yang ada di sebelah saya, pasti pemirsa sudah tidak asing lagi. Sang vocalis yang dulu pernah bergabung dengan Batas selama bertahun-tahun. Kehadirannya pasti membangkitkan rasa penasaran nih. Nah untuk itu jangan kemana-mana, tetap saksikan reality show kami hingga satu jam ke depan. Acara ini live, jadi ada kesempatan bagi pemirsa untuk mengirimkan pertanyaan lewat akun instagram. Kami akan menjawabnya secara acak. Namun sebelum itu, mari kita dengarkan dulu penjelasan dari sang vocalis. Ghani Alghibrani silakan," sambung Bryan.

__ADS_1


Ghani tersenyum sambil melambaikan tangan. Kemudian ia mulai membuka suara.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk semua pemirsa yang sudah berkenan menyaksikan acara kami, juga terima kasih untuk semua dukungan dan apresiasinya terhadap Batas. Mengenai berita yang sempat beredar bulan lalu, kami atas nama Batas mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kasus yang menjerat produser kami, di sini kami tidak bisa menjelaskan secara rinci, karena kami tidak punya hak untuk melakukan itu. Namun, saya akan menjelaskan secara gamblang tentang berita yang bersangkutan dengan privasi saya." Ghani mengambil napas dalam-dalam, sebelum melanjutkan penjelasannya.


"Evelyna Patricia, model cantik yang dengannya saya pernah menjalin hubungan. Sempat beredar berita pernikahan saya dengannya, dan bulan lalu saya menglarifikasi jika semua itu adalah hoax. Di sini, saya akan menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Sebelum berkecimpung dalam dunia musik, saya pernah dekat dengan seorang wanita. Dia tinggal di Kota Surabaya, kota kelahiran saya. Sejak saya tinggal di Jakarta, hubungan kami sedikit renggang. Dan saat itu, kerap kali saya bersua dengan Evelyn di studio. Berawal dari kebiasaan, kita merasa nyaman satu sama lain. Entah kapan dimulainya, tiba-tiba perasaan itu muncul, dan kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Bisa dikatakan, kami memang sepasang kekasih. Namun sama sekali belum ada rencana untuk menikah. Video yang sempat beredar, sebenarnya untuk mengisi salah satu lagu. Tapi saya tidak tahu, kenapa video itu bisa beredar dengan keterangan yang salah," ungkap Ghani.


"Maaf, saya terlambat menglarifikasi hal ini. Tapi ... terkadang dunia hiburan memang tak seindah yang kita bayangkan. Hubungan saya dan Evelyn sudah berakhir, sebelum video itu beredar. Kami sudah tidak cocok, dan memutuskan untuk berteman saja. Lalu saya kembali menjalin hubungan dengan kekasih lama, dan bulan lalu kami sudah menikah," sambung Ghani.


"Dia, kekasih lama saya, yang sekarang sudah menjadi istri. Salsabylla Della Vinci, wanita yang benar-benar saya cintai. Dengannya, saya akan menghabiskan sisa usia. Selain yang sudah saya bahas, malam ini saya juga ingin pamit undur diri. Saya akan keluar dari dunia musik. Kehadiran Livay malam ini ... untuk kembali menjadi Sang vocalis." Ghani merangkul Bylla dengan erat. Menunjukkan pada dunia, jika wanita itu adalah miliknya.


Ghani sengaja mengakui Evelyn sebagai pasangan. Karena jika publik tahu, bahwa status itu hanyalah cara untuk mendongkrak popularitasnya, citra Batas akan memburuk.


Usai Ghani memberikan penjelasan, banyak sekali komentar masuk. Ada yang mendukung Bylla dan cinta manis mereka, namun juga tak sedikit yang menghujatnya, dan menganggap mereka bersenang-senang di atas penderitaan Evelyn.


Ada di antaranya yang menyayangkan kepergian Ghani, namun juga ada yang merasa senang karena Livay kembali.


Livay juga mengulik sedikit masalah pribadi. Dia mengenalkan Sania sebagai calon istri di depan publik.


____


Ketukan high hells yang beradu dengan lantai marmer terdengar menggema di ruangan. Disusul suara derit pintu yang memecah keheningan malam.


Ghani dan Bylla baru saja tiba di rumah, keduanya masuk ke kamar bersama-sama.


Ghani merasa lega, beban yang sekian lama menumpu di pundaknya seakan sirna tanpa sisa. Hidupnya kembali seperti sediakala, jauh dari panggung hiburan dan sandiwara. Ke depannya, dia akan menikmati indahnya hidup bersama istri tercinta.

__ADS_1


"Mon cherie, kenapa?" tanya Bylla kala melihat Ghani tersenyum sendiri.


"Aku merasa lega. Mulai malam ini, aku benar-benar keluar dari dunia hiburan. Maaf ya, dulu pekerjaanku sangat menyakitimu." Ghani menggenggam jemari Bylla dengan erat, menatap mata birunya dengan lekat.


"Seharusnya aku yang minta maaf, aku terlalu gegabah menilaimu. Karena kebodohanku, kita nyaris tak bisa bersama," jawab Bylla.


"Kita sama-sama salah, dan kita sama-sama memaafkan. Ma cherie, yang lalu biarlah berlalu. Kita jadikan pelajaran agar tak mengulang kesalahan yang sama di masa depan," kata Ghani.


"Iya. Pernikahan ini mari kita jadikan ajang untuk memperbaiki diri. Apa pun keadaannya nanti, semoga kita bisa melaluinya dengan cinta dan kasih." Bylla mengusap rahang Ghani dengan kedua jemari.


"Bukan hanya ajang untuk memperbaiki diri, melainkan juga ajang untuk membuat cerminan diri," sahut Ghani.


"Cerminan diri? Aku nggak ngerti," ucap Bylla.


"Bylla, menyakitimu aku memang tidak ingin mengulangnya. Tapi membuatmu lelah, aku selalu ingin mengulang, lagi dan lagi. Aku menantikan sosok kecil yang menyerupai kita. Aku menantikan seseorang memanggilku Papa," bisik Ghani diringi sentuhan hangat di wajah.


Muka Bylla memerah. Dia tahu ke mana arah pembicaraan Ghani. Meskipun sering dihinggapi rasa malu, tetapi Bylla tak pernah menolak, karena hasratnya juga terpancing oleh pesona sang suami. Sentuhan, senyuman, dan bisikannya yang penuh cinta membuat Bylla terbuai dalam gelora yang membara.


Malam itu, lagi-lagi melodi cinta mengalun tanpa batas. Deru napas saling melebur dan berbaur dengan bebas. Rasa manis dan rasa hangat saling berpadu, berpacu dengan deritan ranjang yang menjadi saksi bisu. Bulan jingga yang menyembul malu di balik awan kelabu, mengintip dari tirai jendela yang sedikit tersingkap.


Malam kian beranjak, tetapi keduanya masih menjelajah alam cinta. Selangkah demi selangkah terus berpijak, tak lelah 'tuk menggapai puncak asmara yang sesungguhnya.


Sampai saatnya telah tiba, masing-masing melepas lelah di batas nirwana. Senyum terkulum kendati tubuh tiada daya. Surga kehidupan, bak harmoni yang senantiasa mengiringi jalinan kasih dalam ikatan suci.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih buat Kakak-Kakak semua yang masih setia dengan novel Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa. Maaf ya beberapa hari kemarin tidak bisa up, karena ada sedikit kendala di RL. Tapi mulai hari ini, aku usahakan up rutin. Trima kasih.


__ADS_2