
BAB 99
Ruang VVIP
Siang itu ruangan VVIP tempat Bee di rawat sungguh ramai, lagi lagi reuni keluarga diadakan di sana, ada pasangan opa oma Stella dan Alex, grandpa grandma Richard dan Nisya, dan jangan lupakan para hot mama dan hot papa minus Kevin yang sedang berada di ruang operasi.
Sementata para Geraldy kecil sedang bercengkrama dengan Bee diatas tempat tidur King Size yang disulap menjadi brankar pasien, mereka membicarakan hal hal random yang menurut mereka serius, tapi bagi orang dewasa akan terdengar lucu dan menggelikan.
Tok
Tok
Tok
"Selamat siang…" Sapa seorang dokter residen muda yang langsung menarik atensi para hot mama, dia bawahan Kevin, yang dahulu pernah berdebat dengan Riana di depan emergency room, dialah sang Arjuna yang telah membuat Emira patah hati.
"Selamat siang dokter Juna," Sapa Gadisya dan Riana yang memang mengenal Arjuna.
Gadisya menyikut lengan Bella, memberikannya sebuah kode untuk menatap Arjuna.
"Maaf… Saya mau memeriksa pasien sebentar."
"Oh silahkan…" Riana mempersilahkan Arjuna memeriksa putri kecilnya.
Kemudian mendekat kearah Gadisya dan Bella yang sedang saling berbisik. "Ada yang salah dengan dokter Juna?"
Bella dan Gadisya saling pandang dengan senyum misterius, tapi kemudian Gadisya memberikan kode pada Riana untuk lebih mendekat, "kami memiliki kecurigaan, bahwa dokter Juna sebenarnya adalah lelaki yang jadi cinta pertama Emira."
"Tapi ini baru dugaanku, karena Emira pun tak pernah menunjukkan foto Arjuna nya pada kami."
Riana mengerutkan keningnya, "tidak mungkin, karena dugaanku, Emira punya hubungan khusus dengan Reza, mereka terlihat akrab, seperti sepasang kekasih, kalau menurutku lebih mirip sepasang kekasih."
"Tidak… kurasa Emira hanya menganggap Reza sebagai sahabat." Bella berpendapat.
"Aku setuju denganmu." Ujar Gadisya.
"Kalian tak pernah melihatnya sih, bagaimana Reza memberi perhatian penuh pada Emira."
__ADS_1
Ketiga istri pria kaya itu terus berdebat, sementara Andre dan Brian sedang sibuk membahas proyek kerja sama mereka yang terus berjalan hingga saat ini.
Sementara itu…
Arjuna tengah melakukan tugasnya menggantikan Kevin, "good… Gadis cantik yang hebat, jika seperti ini terus, om dokter yakin kamu akan segera bisa berlari." Puji Juna pada Bee.
"Telima kasih om doktel." Jawab Bee dengan suara cadelnya yang lucu. "Tapi apa nanti kaki ku bisa cantik lagi?"
Arjuna tersenyum pada Bee, Kemudian ia berlutut di samping brankar Bee. "Cantik itu bukan hanya dari fisik, wajah cantik, kulit yang cantik, rambut indah, atau kaki yang bersih mulus tanpa bekas luka, itu semua belum menjamin seorang gadis terlihat cantik."
"Tapi kebaikan dan ketulusan yang dimiliki oleh seorang gadis, membuatnya terlihat cantik, walau secara fisik dia kurang menarik."
"Jadi apakah aku akan tellihat cantik walau kakiku memiliki bekas luka."
"Of course… kamu tetap terlihat cantik, karena tidak semua pria menyukai gadis yang terlihat cantik secara fisik." Jawab Arjuna, yang membuat keenam anak kecil itu diam membeo, entah mereka mengerti atau tidak perkataan Arjuna.
"Om dokter suka gadis yang mana?" Tanya Luna penasaran, usianya lebih tua beberapa tahun dari Bee, tentu membuat gadis ini penasaran.
"Om dokter suka yang cantik hatinya, bukan cantik fisiknya saja."
Keempat pria kecil Geraldy saling berbisik, "tapi daddy bilang pria tampan seperti kami, pasti mendapatkan kekasih cantik dan baik hatinya." Dean berseloroh.
"Setuju… aku juga penggemar gadis cantik, aku tak mau jika kekasihku nanti tak cantik." Kali ini Danesh tak mau kalah.
"Om dokter pasti tidak normal, karena tak menyukai gadis cantik." Daniel menyimpulkan, dan ke enam bocah itu justru sukses mengolok dan menertawakan Arjuna.
Mendengar pembicaraan keenam bocah tersebut, mama dan mommy mereka melirik tajam dua orang pria yang sejak tadi sibuk dengan pekerjaan mereka, kedua mantan playboy itu tentu hanya diam mematung dengan banyak pertanyaan di benak mereka, apakah gerangan salah mereka.
#hahaha turunan siapa noh … anak anaknya Kevin dididik Andre jadi playboy cap kencur.
"Om… kami punya aunty, jago bela diri, cantik sekaligus cerewet." Seru Daniel memperkenalkan aunty Emira si musuh bebuyutannya, karena Emira terlihat selalu menempeli opa Alex kesayangannya.
"Iya om, mau kenalan sama aunty kami? Tapi dia galak om." Imbuh Darren.
"Tidak!!! Bohong om, aunty kami cantik dan baik hati, mereka saja yang suka jahil." Luna si kesayangan memberikan pembelaan.
"Benar kan kalau aunty galak dan mengerikan?" Daniel si pemimpin menyenggol Danesh dan Dean, sebagai bungsu mereka hanya mengikuti perintah senior saja, alias menjadi pasukan Daniel dan Darren, sementara Luna sependapat dengan Bee sebagai sesama wanita yang membela aunty cantik kesayangan mereka.
__ADS_1
"Be… be… benar om," Jawab Dean dan Danesh bersamaan.
"Bohong om, aunty baik hati, suka kasih kami hadiah dan jangan lupa aunty juga sangat pintar dan cantik."
"Om mau kenalan dengan aunty kami?"
"Tapi aunty kami tidak di Jakarta."
Arjuna hanya tersenyum canggung, bingung juga menyikapi para bocah turunan konglomerat ini, mereka gencar juga mempromosikan aunty mereka.
"Pokok nya om wajib kenalan dengan aunty kami,"
"Baiklah… baiklah … baiklah… dimana aunty kalian sekarang." Juna akhirnya mengalah, dia memilih mengikuti arus.
"Di Singapula"
"Iya om, masih sekolah."
"Oke, nanti kalau aunty kalian datang beritahu om yah?" Jawab Arjuna, masih dalam mode netral, karena tak mungkin juga mereka memperkenalkan aunty mereka kepadanya, apalagi membawanya ke rumah sakit, pasti tak mungkin.
"Oke om…" Jawab ke enam bocah itu serempak.
"Om doktel, sudah punya kekasih belum?"
"Kenapa bertanya demikian?"
"Ya iya lah, kalau om sudah punya kekasih, ngapain kamu kenalkan pada aunty, kami tak mau aunty menangis sedih, dan kami akan menjaga aunty dari pria pria jahat," Daniel menepuk dadanya dengan bangga.
Arjuna makin kebingungan dengan pembicaraan random para bocah bocah ini, ia menggaruk garuk kepalanya yang mulai gatal, karena ini sudah hari ketiga, dan ia belum sempat mencuci rambut.
"Begini… om dokter yakin, aunty kalian pastilah cantik dan baik hati," Arjuna menatap Bee dan Luna, lagi lagi ia memilih mengikuti arus, karena aunty para kembar ini adalah adiknya Kevin, tentu ia juga harus berbaik hati dengannya, demi kelanjutan nilai dan prestasinya di rumah sakit.
"Dan ia juga pastilah gadis pemberani, tangguh karena ia jago bela diri," Berganti menatap ke arah Daniel, Darren, Dean dan Danesh. "Kalian harus bersyukur dan berbangga, memiliki aunty seperti dia, karena kelak kalian tak perlu mengawal aunty kalian, justru aunty kalian lah yang akan memastikan keselamatan kalian." Jawab Arjuna yang sebisa mungkin menjadi penengah keributan para bocah lucu ini.
"Waah om doktel benal benal cocok jadi kekasih aunty kami," Bee dan Luna menatap Arjuna penuh kekaguman.
Wajah Arjuna memerah, bagaimana mungkin anak anak polos ini membicarakan urusan hati.
__ADS_1
"Iya om, janji yah, nanti kalau aunty, datang, om mau kenalan dengan aunty kami?"
"Iya…janji dokter," Jawab Arjuna yakin seraya mengangkat jari kelingkingnya.