Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan
BAB 90


__ADS_3

BAB 90


"Maaf, tapi siapapun mengakui bahwa aktivitas membuat anak, memang menyenangkan," Seloroh Brian jahil, sementara Riana tercengang, dengan wajah merona menahan malu, suaminya ini benar benar mesum.


"Hei kenapa malu," Brian mengangkat dagu Riana yang kini tertunduk malu tanpa suara. "Aku ingin mengaku sesuatu pada mu, sejak dulu tubuhmu benar benar membuatku candu sayang." Bisik Brian yang mulai menenggelamkan wajahnya di surai milik sang istri, sementara kedua tangannya tengah rusuh menjelajah menggoda area favorit nya. 


Riana terkejut, sementara tubuhnya masih meremang merinding sana sini, kini ia sudah di buat terkejut, sekaligus berbunga bahagia mendengar pengakuan sekaligus pujian Brian, "sejak dulu?" Tanya Riana dengan suara parau, kini ia sudah memejamkan kedua matanya, menikmati sentuhan tangan nakal suaminya, dan jangan lupakan bibir dan lidah Brian yang terus bekerja, menjelajah menggoda, seperti tengah mengisap madu, meninggalkan banyak jejak cinta di sana. 


"Iya… sejak dulu," Brian mengaku. "Mulutku memang mengatakan cinta untuk wanita lain, tapi tubuhku benar benar selalu menginginkan kehangatan yang berasal dari tubuhmu, karena itulah aku selalu mendatangimu, memintamu melayani ku, tapi aku terlalu gengsi mengakui nya, maafkan sikap kasarku dulu, aku pasti sangat menyakiti tubuhmu,"


Riana hanya bisa menatap haru, pengakuan Brian benar benar diluar dugaannya selama ini.


Brian membalas tatapan Riana, tatapan tulus itu benar benar membuatnya malu, "jangan menatapku seperti itu, aku malu," 


Riana tersenyum, ia mengusap lembut pipi Brian, "aku memang marah padamu, bahkan sangat membencimu saat itu,"


"Baguslah, aku sangat lega mendengarnya, bencilah aku sesuka hatimu, bahkan jangan memaafkan aku, tapi ku mohon jangan tinggalkan aku lagi, aku tak memiliki siapapun lagi selain dirimu, aku ingin memiliki anak anak lucu bersama mu, dengan demikian aku punya tujuan yang jelas membesarkan perusahaan untuk mereka, bahkan aku berjanji akan membuat Gustav.Inc semakin kuat, agar kamu dan anak anak kita hidup lebih nyaman tanpa perlu merisaukan yang lain, cukup pikirkan aku yang terlalu mencintaimu sejak dulu, bahkan aku yang bodoh ini tak pernah menyadarinya." 


"Tidak… jangan berkata seperti itu, aku senang kamu berubah, ini adalah hal terbaik yang patut disyukuri, bahkan setelah aku mengingat masa kecil kita, kehadiranmu tetap membawa bahagia di hatiku, sejak dulu hingga akhirnya Tuhan menyatukan kita lagi sekarang, kamu tetap menjadi pria baik yang Tuhan kirimkan untukku, Terima kasih karena dulu tak menyerah untukku, walau harus melewati kesakitan yang panjang, tapi aku tetap berterima kasih karena pria ku ini tetap berusaha keras menyelamatkan ku, aku tak ingin lagi kita mengingat kisah kelam pernikahan kita dulu, aku mencintai Brian yang baru, serta Bian kecil yang penyayang dan bertanggung jawab, akupun ingin membesarkan anak anak kita bersama," 


"Maafkan aku, karena dulu aku hanyalah anak anak yang tak mampu melawan kekejaman orang orang dewasa di sekitarmu, dan setelah badai berlalu, aku bahkan tak bisa mengingatmu hingga aku bertemu wanita yang salah, mencintainya tanpa berpikir berkali kali, bahwa wanita yang kuinginkan adalah dirimu."


 


Malam ini mereka menyelesaikan semua, mengungkapkan kegelisahan hati, melebur semua yang pernah terjadi di masa lalu, dan berjanji memulai pernikahan dengan awal yang baru, dengan cinta yang akan selalu dipupuk, agar semakin mekar dengan akar yang terus tertanam kuat. 


Walau perjuangan mendapatkan restu dari papa Richard masih panjang, setidaknya mereka merasa, jika dihadapi berdua segalanya akan terasa mudah. 


"Terima kasih sayangku… karena mau kembali padaku, menerimaku yang jauh dari kata sempurna, bahkan pernah menghianatimu di masa lalu, aku mencintaimu dulu, sekarang dan aku yakin untuk selamanya." 


"Love you more…" Balas Riana. 





Pagi menjelang siang ini mereka habiskan dengan bercengkrama di dalam bathup berukuran cukup besar, meskipun pada awalnya Brian beralasan hanya berendam berdua agar tubuh mereka rileks, tapi nyatanya yang terjadi justru lebih dari itu, Riana dibuat mati kutu oleh sentuhan sentuhan suaminya yang semakin memabukkan, bahkan aktivitas yang dahulu tak pernah mereka lakukan ini, seakan menjadi warna baru dan mungkin akan menjadi candu. 

__ADS_1


"Aku harus berterima kasih pada istri dari adik sepupumu tersebut," Bisik Brian sementata tangannya sejak tadi mengusap dan membelai dengan lembut perut istrinya yang kini terlihat sexy. 


"Kenapa begitu?" 


"Karena dia membuatku bisa melihat pemandangan indah tubuhmu di balik lingerie sexy, percayalah itu ribuan kali lebih menggoda daripada melihatnya tanpa penutup."


Brian menatap nakal tubuh istrinya yang kini sebagian besar tertutupi busa sabun, sementara kedua tangannya seakan belum puas meratakan busa busa tersebut ke seluruh tubuh Riana. 


"Aku tak percaya."


"Kamu bisa membuktikannya dengan memakai lingerie lingerie tersebut dan aku pastikan tak akan melewatkannya."


'Awas Riana, bersiap lah, suamimu sudah kembali ke mode super mesum nya.'


"Oh iya, kamu bilang ada berita baik," Riana mengalihkan pembicaraan mereka, lama lama jengah juga membicarakan lingerie yang pada akhir nya merambat ke hal hal mesum berikutnya. 


"Kamu sedang mengalihkan pembicaraan?"


"Yah, anggap saja demikian, ayo ceritakan … aku penasaran dengan pembicaraan mu bersama Andre."


"Dia ingin memakai jasa Be.Tech, untuk mengganti sistem pengaman pintu yang selama ini dipakai di Twenty Five Hotel."


Brian mengangguk bangga, "Iya sebagai permulaan, aku akan mengerjakan yang pusat, setelah observasi dan dirasa semua berjalan lancar, akan segera dilanjutkan dengan mengerjakan cabang cabang Twenty Five Hotel di seluruh Indonesia, dan di beberapa negara tetangga." 


Riana menatap haru wajah suaminya, tak sanggup ia berkata kata, Brian benar benar membuktikan kata katanya, keberadaan baby benar benar membawa aura positif bagi rumah tangga mereka, dan kini Tuhan bahkan sudah menyiapkan rezeki untuk sang baby, proyek kerjasama ini pasti tak main main jika di nominal kan, tentu setelah ini Be.Tech akan segera melesat cepat bersaing di persaingan global, karena namanya yang kian bersinar. "Aku ikut senang sayang." 


"Setelah pembicaraan ku dengan papa tempo hari, aku bertekad semakin kuat tak akan menyentuh Gustav.Inc, bahkan aku sudah menginstruksikan pada Fabian agar ia bekerjasama dengan pengacara Martin, mencari Direktur Eksekutif yang akan menggantikan aku menjalankan Gustav.Inc, dan untuk laporan bulanan, aku akan langsung meminta mereka menyerahkannya langsung pada papa Richard, sementara aku akan fokus mengurus dan mengembangkan Be.Tech,"


"Kenapa begitu?"


"Karena begitu besarnya keinginanku untuk bisa terus bersamamu, dan karena secara hukum, Gustav.Inc adalah milikmu, aku tak ingin papa berpikir, bahwa aku berambisi mempertahankan pernikahan kita, hanya karena aku menginginkan Gustav.Inc, aku ingin membuktikan bahwa aku bisa berdiri di atas kaki ku sendiri, kamu tidak keberatan kan memiliki suami miskin seperti ku?" Gurau Brian. 


"Bagaimana bisa kamu menyebut dirimu miskin, jika uang yang kamu berikan padaku, besarnya sepuluh kali lipat daripada gajiku di rumah sakit, belum termasuk beberapa kartu pembayaran yang kesemuanya unlimited, pantas saja jika para wanita berebut menjadi kekasihmu."


"Anehnya yang beruntung menjadi istriku hingga dua kali pernikahan hanya dirimu, yang bahkan tak pernah berselera menyentuh, dan memanfaatkan kekayaan serta aset ku."


"Yakin sekali, kamu tak pernah lihat kan aku belanja apa saja di luaran sana?"


"Kamu pikir aku tak pernah melihat laporan pengeluaranmu setiap bulan? Bahkan laporan penggunaan kartu kredit pribadimu aku baca setiap bulan, kamu bukan tipe tipe wanita yang suka berbelanja."

__ADS_1


"Kamu memata matai ku selama ini?"


"Anggap saja demikian, selama ini aku selalu memantau pengeluaran pribadimu, karena aku masih berpikir picik, bahwa kamu memanfaatkan kekayaan keluargaku untuk ambisi pribadi mu,"


"Lalu hasilnya?"


"N I H I L, kamu benar benar diluar prasangka dan ekspektasi ku selama ini, aku seperti tenggelam dalam ambisiku sendiri, kamu bahkan tak pernah menyentuh rekening milikmu, yang berisi dua puluh persen deviden mu setiap bulan, karena itulah aku, setelah aku yakin dengan pernikahan kita, aku memberikan seluruh gaji ku dari Gustav.Inc padamu, walaupun kamu tak pernah menyentuh uang pemberianku." 


"Mungkin diantara para wanita sosialita, aku akan jadi yang ter aneh, karena tak suka berbelanja seperti mereka." 


"Karena itulah berbelanja lah, aku akan senang jika kamu memanfaatkan uangku dengan sebaik baiknya." 


Riana tertawa geli mendengar permintaan Brian, "baiklah baiklah, aku akan memanfaatkan uangmu dengan baik."


cup 


cup 


cup 


cup


Kali Brian mencium gemas wajah Riana, hingga membuat si pemilik wajah terkekeh menahan geli, "bagus … itu baru nyonya Brian Gustav Agusto." Jawab Brian, lagi lagi Brian merasa berbangga pada dirinya, karena kini ia adalah suami sesungguhnya bagi Riana, ia akan menanggung nafkah lahir batin untuk istri dan anaknya anaknya, walau sekujur tulang tulang di tubuhnya akan patah dan berdarah, rasanya tetap akan membuatnya bahagia.


.


.


.


masih hari libur gaes maaf kalau jadwal up gak beraturan, tapi othor usahakan up setiap hari.


.


jangan lupa tanda cintanya gaes, plis vote, like, kembang kopi apa saja biar othor bersemangat nulis 🙏


.


Sarangeeee 💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2