
BAB 63
"Kenapa anda harus penasaran? Seharusnya sekarang anda bisa tidur lelap, karena anda menikahi wanita yang anda sukai ketika masih kecil."
Brian mengerjapkan kedua matanya, ia menegakkan kembali punggungnya yang semula bersandar nyaman di kursi kebesaran sang papa.
"Apa maksud paman?" tanya Brian penasaran.
Wajah paman Robin tampak serius, tak ada sedikitpun senyum tersungging di bibirnya, itu artinya sedang tidak bercanda, "Tuan Roger berusaha mengabulkan keinginan anda, walau mungkin dengan ancaman sedikit ekstrim."
Brian memijat pelipisnya, rasa penasaran kini berkumpul jadi satu, dadanya bergemuruh sepanjang hidup, ini adalah hal paling konyol yang ia dengar, "Sejak kapan aku berkeinginan menikahi Riana?"
"Apa anda belum mendapatkan ingatan anda kembali?"
Paman Robin seakan tengah menghantamkan batu besar ke kepala Brian, apalagi sekarang? kehilangan ingatan?
"Paman !!” nada suara Brian naik satu oktaf, “tolong jangan berbelit-belit aku semakin bingung dengan semua perkataan paman, sejak kapan aku ingin menikahi Riana? Dan apa maksud paman dengan aku mendapatkan kembali ingatanku? Memangnya apa yang aku lupakan?"
"Jadi tuan belum ingat? Aku pikir anda kembali menikah dengan nyonya karena ingatan anda sudah pulih."
"Ha ha ha ha … paman pasti sedang bercanda denganku, tolong katakan paman hanya bercanda." Brian semakin tak sabar, wajahnya semakin frustasi membayang kalimat demi kalimat yang keluar dari lisan paman Robin.
Paman Robin berjalan mendekati perapian, menggeser lukisan yang semula tak ingin Brian lihat.
"Pin nya adalah tanggal lahir anda." Ucap paman Robin yakin, seakan akan ia sudah sering membuka brankas di atas perapian tersebut.
Decitan terdengar ketika pintu brankas terbuka lebar, "semua surat surat berharga ada di sini, termasuk bukti bukti kepemilikan aset berupa bangunan, surat tanah dan perkebunan di malaysia, ini semua tuan Roger hadiahkan untuk anda, kecuali perusahaan, tuan Roger segera menjadikan nyonya Riana sebagai umpan agar anda bersedia menikah dengan nyonya Riana, karena nyonya Riana adalah kunci dari ingatan anda,"
Paman Robin mengeluarkan sebuah map setebal 10 cm, berisi dokumen dokumen lama, kemudian meletakkannya di hadapan Brian.
“Semua yang ingin anda ketahui ada disini,” Paman Robin menunjuk map tebal tersebut.
"Saya terpaksa harus melanggar amanat dari tuan Roger, karena menurut saya, anda sudah sangat dewasa, sudah saat nya anda mencari jalan agar ingatan anda segera kembali, bukannya terus bersembunyi."
Brian kembali terduduk lemas, tak menyangka bahwa malam ini ia akan menerima kejutan maha dahsyat dari papa Roger melalui paman Robin.
Tangan Brian masih gemetaran ketika mengusap map berwarna merah yang kini menunggu untuk di buka, seperti membuka misteri didalam sebuah kotak pandora, ketika kamu sudah memutuskan untuk membuka kotak tersebut, maka bersiaplah terseret ke dalam dunia lain.
Paman Robin duduk di hadapan Brian, “Bukalah tuan, dan bertanyalah pada saya apa yang tidak anda pahami, saya sendiri takut, sudah sangat lama saya menyimpan rahasia besar ini bersama tuan besar, usia saya sudah semakin tua, memori dalam ingatan pria tua ini mungkin pelan pelan akan terhapus.” paman Robin terkekeh sendiri.
__ADS_1
Brian menarik nafas perlahan sebelum mulai membuka halaman pertama, merasakan sesak di dadanya kala menatap beberapa gambar di halaman pertama, sepasang bocah laki laki dan perempuan tersenyum ceria, air mata Brian tiba tiba menetes begitu saja tanpa ia sadari, “mereka ini?”
“Itu anda dan nyonya Riana, ketika kalian masih kanak kanak.”
Jawaban paman Robin membuat Brian membekap mulutnya tak percaya, “benarkah bocah ini adalah diriku paman?" Tanya Brian penasaran.
Paman Robin mengangguk.
"satu bulan terakhir ini, aku sering melihat dua anak ini dalam mimpiku paman.”
Paman Robin tersenyum, “Apa yang anda impikan?”
“Kami sedang bermain, berlari berkejaran, bahkan anak lelaki ini merasa iba ketika melihat gadis kecil ini murung sendiri di bawah pohon.”
“Saya yakin itu bukanlah mimpi, tapi itu adalah potongan ingatan anda.”
Paman Robin menunjuk sebuah gambar seperti taman bermain, “ini adalah taman kanak kanak, dan nyonya Delia adalah salah satu donatur tetap di sekolah ini, nyonya selalu membawa anda pergi kemanapun termasuk ketika nyonya Delia mengunjungi sekolah ini, dan di tempat ini lah anda dan nyonya Riana pertama kali bertemu.”
Entah kenapa Brian kembali menangis, benarkah sudah selama ini ia mengenal Riana? tapi kenapa tak ada sedikitpun memori yang tertinggal, semua ingatannya seakan sengaja di hapus oleh seseorang, “Lalu apa yang terjadi pada kami paman? dalam mimpiku aku melihat, kami sedang di bawa di dalam sebuah mobil oleh beberapa pria berperawakan tinggi besar, bahkan kami diancam tak boleh berteriak atau melawan.”
Wajah paman Robin kembali serius, ia mengeluarkan selembar foto dari saku nya, foto yang selama beberapa hari ini ia sembunyikan, agar Riana tak lagi melihat nya.
“Aaaaa …” Brian memegangi kepalanya yang mulai berdenyut nyeri.
“Anda baik baik saja tuan?” tanya paman Robin khawatir.
“Paman, foto siapa ini? kenapa mendadak kepalaku berdenyut ketika melihat wajah pria ini? sebelumnya juga aku melihat wajah pria ini ada di balik lukisan papa dan mama, dan aku merasa tak nyaman ketika melihat wajah nya.”
Paman Robin terdiam, entah seberapa banyak pria ini menyakiti Brian dan Riana, hingga melihat wajahnya saja membuat keduanya merasakan efek tak nyaman. “dugaan saya, beberapa hari lalu nyonya juga pingsan karena melihat foto orang ini?”
“Lalu siapa dia paman? kenapa dia bisa berfoto bersama papa?”
“Karena pria ini adalah adik kandung tuan Roger, putra kedua dari tuan Albert dan nyonya Martha.”
.
.
.
__ADS_1
Flashback on
Keluarga Gustav Agusto, adalah salah satu dari keluarga konglomerat terpandang di Singapura selama lebih dari lima generasi, bahkan jumlah kekayaan mereka sungguh tak terhitung lagi jumlahnya, rumah, tanah, dan banyak lagi properti lain termasuk surat surat berharga di beberapa negara tetangga.
Tapi kekayaan dan kemasyhuran itu tak sebanding dengan keberlangsungan keturunan Gustav Agusto, ada banyak mitos yang beredar di kalangan sesama keluarga konglomerat, bahwa keluarga Gustav Agusto seperti menerima sebuah kutukan, mereka kesulitan memiliki penerus keluarga.
Bukan tanpa alasan jika rumor itu santer terdengar, karena sejak dahulu keluarga Gustav Agusto memang sulit mendapatkan calon penerus, jika orang orang kebanyakan, akan segera memiliki keturunan beberapa bulan, bahkan beberapa minggu setelah mereka menikah, namun tidak demikian dengan keluarga Gustav Agusto, rata rata calon penerus akan lahir setelah lebih dari tujuh tahun setelah pernikahan, itu pun melalui jalan yang tidak mudah, mulai dari mengkonsumsi ramuan herbal, serta berbagai obat obatan medis modern, terapi hormon kesuburan, hingga bayi tabung, dan keturunan pria terakhir yang memiliki anak lebih dari satu adalah Albert dan Martha, anak mereka adalah Roger dan Ronald.
Tapi jangan senang dulu, karena ternyata kehidupan kedua keturunan Albert dan Martha tidaklah semulus yang dilihat oleh orang orang kebanyakan, karena Roger dan Delia baru bisa memiliki Brian setelah bersabar menanti selama sepuluh tahun pernikahan, dan Ronald memiliki kelainan orietasi s**ual.
Brian tumbuh besar, sehat dan kuat secara fisik, ditambah banyak cinta dan perhatian dari kedua orang tuanya, karena sebuah harapan besar sebagai penerus keluarga ada di pundaknya.
Semuanya berjalan mulus? tentu saja tidak, karena badai besar sedang menanti, Ronald sebagai putra kedua merasa dengki luar biasa pada Brian, sang keturunan terakhir keluarga Gustav Agusto, Brian begitu pandai dan cakap, kemampuannya mengelola bisnis keluarga sudah terlihat sejak Brian berusia lima tahun, Karena itulah Roger dangan menyayangi putra tunggal nya tersebut, dan Ronald bukannya berusaha untuk sembuh, ia justru berulah, ia bertekad menghancurkan mental sang keturunan terakhir.
Ronald kerap sengaja merampas milik Brian, awalnya hanya mainan, kemudian sengaja merusak mainan mainan tersebut, dan Brian yang masih kecil tentulah tak bisa marah ketika melihat mainannya sengaja dirusak, ia hanya bisa menangis sedih, dan berlari ke pelukan mama Delia.
Saat itu mama Delia dan papa Roger hanya menganggap kejadian itu hanyalah ulah iseng Ronald, dan bentuk candaannya pada Brian.
Tapi semakin lama semakin menjadi, jika awalnya hanya mainan, maka di tahap berikutnya adalah binatang kesayangan Brian, mulai dari ikan hias, kellinci, kucing, semua nya mati mengenaskan dihadapan Brian, bahkan Brian pernah mendapatkan hadiah ulang tahun dari salah satu rekan bisnis papa Roger, yakni seekor kuda poni, kuda mungil itu begitu tegap dan gagah, berwarna putih bersih, dan Brian sangat menyayangi kuda tersebut, tapi suatu hari Brian melihat kuda tersebut tiba tiba mengalami kejang dan tewas seketika.
Berhasil suda misi yang sejak lama Ronald rencanakan, hanya dalam waktu dua tahun, ia berhasil merusak otak Brian.
Otak Brian seperti diharuskan menerima, dan mencerna banyak doktrin sadis, yang sangat berlawanan dengan hati nuraninya yang masih bersih dan polos.
Brian yang semula manis, ceria, dan suka bercerita, berubah menjadi Brian yang pemarah, murung dan selalu menyendiri.
.
.
.
Jadi salahkah Brian jika kemudian ia sering marah dan tempramental?😟
Belum semuanya yah, kisah kedengkian Ronald masih berlanjut, dan berikutnya ada kaitannya dengan Riana yang akhirnya menjadi teman kecil Brian, yang membuat Brian kembali tertawa bahagia.
1400 kata gaes 🤓, Tanda cintanya jangan lupa disematkan 🥰
sarangeeeeee
__ADS_1