
BAB 60
...EPISODE YANG KALIAN TUNGGU ...
“Dasar tuan pamrih.” gerutu Riana, namun ia tetap melabuhkan kecupan di rahang Brian.
Brian tersenyum senang, “Hanya ini?”
“Lalu kamu mau apa lagi?” sungut Riana.
Brian menyeringai menunjuk bibirnya sendiri, “Disini belum.”
Riana tersenyum malu, “tapi ini di ruang tengah bagaimana kalau ada yang melihat?” tanya Riana kikuk.
“Abaikan saja, mereka akan berpura pura tak melihat kita.”
Riana menoleh ke sekeliling memastikan keadaan aman, kemudian mendekatkan wajahnya, hembusan hangat nafas mereka saling beradu, dan …
“Selamat pagi nyonya dan tuan …”
Kedatangan Armand membuyarkan semuanya.
Brian menatap marah kearah pengawal sekaligus sopir pribadi sang istri, ‘mengganggu saja’, gerutunya tak suka.
“Ada apa?” pekik Brian.
“Maaf saya mengganggu,” ucap Armand sopan.
Riana ingin tertawa keras rasanya, ketika menatap ekspresi frustasi dari wajah suaminya.
“Iya, kamu memang sangat mengganggu,”
“Ini multivitamin yang anda ingin aku mengambilnya.” Armand menyodorkan kantong berlogo William Medical Center yang berisi multivitamin untuk Riana.
“Terima kasih Mand,” ucap Riana ketika menerima kantong obat tersebut.
Armand pun berpamitan, semalam Riana sudah memberitahunya untuk mengawasi Grace yang mulai hari ini akan sering datang ke mansion, karena Brian ingin menyelesaikan pekerjaannya di rumah.
“Apa yang harus kulaporkan pada tuan Richard? nyonya Riana terlihat bahagia bersama tuan Brian, tuan Brian bahkan bersiaga dirumah, demi memastikan keselamatan nyonya, semoga tidak ada badai yang akan mengguncang pernikahan keduanya.” harap Armand tulus.
Drrrrt
Drrrrt
Drrrrt
Ponsel Armand berdering, nama Hans tertera di sana.
Armand bergegas keluar, “Iya Hans?”
“Datanglah ke markas, informasi yang kamu inginkan sudah ada di tanganku.”
“Wow … cepat juga kerjamu.” Armand tahu se perfect itulah seorang Hans, Armand hanya bermaksud menggodanya.
__ADS_1
“Tentu saja, itulah sebabnya Bos Alex membayar mahal padaku, karena aku sudah mengurus salah satu anak perusahaannya dengan baik.” pamer Hans.
“Hahaha … iya iya aku akui kehebatan mu.” gelak Armand.
“Jadi kapan kamu datang ke markas?”
“Nanti sore,”
“Jam 3, karena aku harus mengerjakan yang lain.” tembak Hans.
“Baiklah jam 3 tepat.” balas Armand.
.
.
.
Menjelang sore, Brian masih sibuk diruang baca bersama Fabian dan Grace, Riana berkeliling taman seperti sore sore biasanya, Riana butuh olahraga ringan selagi menjalani cuti, agar ia tetap merasa bugar selama masa kehamilan, Armand yang biasa mengawasinya dari kejauhan, baru saja meminta izin meninggalkan mansion, karena ia harus ke markas ‘Agent AG’, tentu saja Riana mengizinkannya, karena informasi itu yang ia tunggu tunggu sejak beberapa hari ini.
kresek
kresek
Kresek
Riana mendengar suara gemerisik tanaman yang bergesekan dengan sesuatu, tapi ia menjadi curiga karena semakin dekat semakin jelas terdengar ada suara pertengkaran antara dua orang.
“Kamu tahu apa? tunggu saja kabar dariku.”
“Bicara memang mudah, apa kamu tahu, nyonya Riana adalah tuan putri, bahkan di dalam mansion sekalipun ia selalu diawasi pengawal pribadinya, bahkan tuan Brian selalu menempel padanya seperti permen karet.”
“Aku tak peduli !!! aku ingin secepatnya dia lenyap dari sisi Brian, bila perlu seperti kita melenyapkan Alicia dari dunia ini, aku sungguh muak melihat senyum bahagianya,”
Duaaaarrrr
Riana diam membeku, terkejut pastinya, bagai mendengar petir di siang hari, ternyata benar dugaannya selama ini, Grace terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan tewasnya Alicia, ia mundur beberapa langkah ingin segera berlalu mencari bantuan, tapi …
PRAAANG
Sebuah pot bunga terjatuh akibat pergerakannya yang terburu buru, kedua orang yang sedang bertengkar itu pun menyadari bahwa ada yang menguping pembicaraan mereka.
Grace dan Pedro segera keluar dari persembunyian mereka, dari jarak yang tak begitu jauh mereka melihat Riana berjalan dengan langkah cepat.
“Gawat, berapa banyak yang ia dengar?” Pedro bertanya khawatir.
“Itu tidak penting, kita harus bergegas membungkam mulutnya, apapun caranya …” Grace berteriak histeris, kemudian berlari kencang mengejar Riana yang semakin menjauh.
Riana yang panik berlari semakin kencang, tangannya memegang erat perutnya, memastikan baby baik baik saja, nafasnya memburu menahan rasa takut, semakin takut, karena tak ada Armand di sekitarnya, sementara Brian pasti masih berada di ruang kerja bersama Fabian, untuk pertama kalinya Riana mengutuk luasnya mansion ini, jika saja halamannya tak seluas ini ia pasti sudah berada di dalam rumah dengan aman.
Sesampainya di tepi kolam renang, pergelangannya tangannya di tangkap oleh Grace, di susul kemudian pedro membekap mulutnya, kemudian mengamankan kedua lengan Riana kebelakang.
Riana berteriak keras, namun sayangnya suaranya tak terdengar, karena para pelayan pun sedang membereskan pekerjaan di dalam mansion.
__ADS_1
“Jangan melawan jika masih ingin selamat.” ancam Grace.
Riana melihat celah, ia sedikit membuka mulutnya, kemudian sekuat tenaga menggigit telapak tangan Pedro.
“Aaaaa …” Pedro memekik keras merasakan ngilu di tangannya akibat gigitan Riana.
“Perempuan si Alan, berani kamu menggigitku.” maki Pedro yang menahan kesakitan di tangannya, namun ia tak juga melepaskan kedua tangan Riana yang sejak tadi ia genggam kuat.
Riana tak peduli dengan keberadaan Pedro, “ kalian berdua, pengecut … cuiiiih …” balas Riana meludahi wajah Grace.
PLAAAK !!! sebuah tamparan mendarat di pipi Riana, “Dan kamu Ja lang yang tidur dengan kekasih orang lain.”
“Hahahaha … jika kamu menyebutku Ja lang, lalu kamu apa? kamu tidur dengan pria karena di bayar, tapi kamu menganggap pria yang membayarmu sebagai kekasih, hah … murah sekali dirimu.” Balas Riana.
“Aku tidak murahan, kamu dan Alicia lah yang murahan.” pekik Grace yang kehabisan kata untuk memaki Riana, tak seperti Alicia yang punya banak catatan hitam, Riana benar benar bersih, bahkan mendatangi bar saja ia tak pernah.
“Lalu kamu sebut apa kecemburuanmu yang tak beralasan? sebenarnya kamu juga mengincar kekayaan Brian kan? dasar pengemis tak punya harga diri, aku tak butuh uang Brian, bahkan aku pun sebenarnya tak ingin kembali menikah dengannya, asal kamu tahu, Brian yang mengemis, mengancam, bahkan memaksaku untuk mau menikah lagi dengannya, dan kamu tahu apa yang Brian katakan beberapa hari lalu?”
Riana melihat wajah Grace semakin merah padam menahan amarah, tapi Riana tak peduli, pantang baginya untuk menyerah, karena sejak awal Grace lah yang memulai semua ini.
“Brian ingin menghabiskan sisa hidupnya bersamaku dan anak kami, jadi kamu jangan pernah lagi bermimpi terlalu indah, karena akan sangat menyakitkan jika kemudian kamu bangun dan melihat kebahagiaanku bersama suami dan anakku.”
Grace mendesis marah, “Kamu… aku akan membunuhmu dan bayi si Alan yang berada dalam kandunganmu, bayi yang membuat Brian terpaksa menikah lagi denganmu, aku harus menyingkirkannya.” Grace semakin marah, ia mendekat dan menarik kerah gaun Riana, dan mencengkram nya kuat kuat.
“Jangan berani macam macam denganku Grace.”
Namun Grace tak peduli, kedua matanya tampak berkilat, amarah benar benar tengah menguasainya, sementara Riana semakin sulit melepaskan diri nya, karena tenaga Pedro yang tak sebanding dengan tenaganya
“Aku tak akan macam macam lagi, karena aku akan langsung melenyapkan mu dan bayi ini, dengan demikian, selesai sudah pekerjaanku menyingkirkan lalat pengganggu hubunganku dengan Brian,” ucap Grace tanpa rasa takut sedikitpun.
Grace berjalan semakin mendekat kearah Riana, “Apa yang akan kamu lakukan, Grace berhenti sekarang, sebelum kamu menyesali perbuatanmu !!!” ucap Riana.
“Apa? menyesal? hahahaha tidak pernah ada dalam kamusku, aku membuat kematian Alicia seperti kecelakaan, seperti itu juga yang akan terjadi pada dirimu.”
Grace memposisikan kedua telapak tangannya ke leher Riana.
Riana yang melihat tanda bahaya, semakin memberontak, ia bahkan bergerak kebelakang, hingga Pedro yang memegang kedua lengannya di belakang, ikut terdorong.
Grace yang semakin di kuasai amarah mulai mencekik leher Riana, sementara Riana terus meronta kuat hingga tanpa sadar kaki Pedro terpeleset, karena mereka bertiga tengah berada di tepi kolam renang, dan …
BYUUUURRR
“Rianaaaaa …”
.
.
.
Nah ... tuh siapa yang nyemplung nolongin Riana??
tanda cintanya jangan lupa gaes 🤓
__ADS_1
sarangeeeeeeee 💚💚💚