Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan
BAB 31


__ADS_3

BAB 31


NOTHING SPECIAL 


kalimat itu terus membayangi kepala Brian, benarkah Riana tak merasakan apa apa? padahal sejak kemarin malam ia bersikap seperti seorang pria sejati, suami siaga, dan walau sedikit mengumpat, Brian tak marah ketika Riana memuntahkan isi perutnya ke tubuh, hingga ia harus merelakan kemeja mahalnya berakhir di tong sampah.


Tapi Brian masih terusik dengan panggilan ‘kakak’ yang diucapkan  Riana ketika istrinya tersebut terlelap, siapa dia? siapakah orang yang sudah disebut kakak oleh Riana? apakah dia salah satu rekan kerja Riana, tapi jika dia rekan kerja, apa pantas jika sampai menggendong Riana, ataukah dia Rodrigo sahabat Riana, atau kemungkinan nya lagi, diam diam Riana sudah memiliki kekasih sebelum terjadi nya tragedi kencan buta, hingga berakhir pernikahan ini.


Mobil mereka memasuki halaman mansion, “Kenapa kita disini? bukankah kita masih harus tinggal di hotel untuk malam ini?” Tanya Riana ketika ia membuka mata, mobil sudah berhenti sempurna di pelataran mansion besar milik Roger.


Mansion yang ditinggali oleh Roger seorang diri, karena Brian memutuskan hengkang setelah beranjak dewasa dan melanjutkan pendidikannya, setelah menikah pun, Brian memilih Apartemen untuk ia dan Riana tinggali, ketimbang harus tinggan bersama Roger di mansionnya, padahal di mansion Roger ada banyak fasilitas nyaman beserta para pelayan yang selalu siap siaga, jadi Riana hanya berkunjung jika kebetulan datang ke mansion papa mertuanya tersebut, beberapa kali menginap, itu pun sendiri, karena Brian sama sekali tak mau menginjakkan kakinya di mansion, tapi setelah Roger meninggal, hanya mansion itu yang menjadi miliknya secara sah, jadi Brian membawa Alicia tinggal di sana, dan di sana pula Alicia terjatuh dari tangga lantai dua.


“Aku sudah bilang pada papa Richard, bahwa kita akan tinggal di sini setelah menikah, dan papa setuju,” 


Riana mendengus kesal, padahal rencananya ia akan tetap tinggal di apartemen, dan terserah Brian ingin tinggal di mana, dan jika papa Richard sudah menurunkan titah nya maka Riana pun tak dapat mengelak. 


Seseorang membukakan pintu untuk Riana. kemudian dengan malas Riana keluar dari mobil, wajah rupawan, tubuh tinggi tegap menyambut Riana, dialah Armand, pengawal pribadi Richard, yang kini bertugas mengawal dan mendampingi Riana kemana dan dimanapun.

__ADS_1


“Armand …” seru Riana sumringah, dia kenal baik dengan Armand, pria muda itu kadang menemani Riana ngobrol, jika kebetulan Riana berlibur ke Jakarta untuk mengunjungi orang tuanya. 


“Selamat sore nona,” sapa nya ramah.


“Kok kamu disini? bukannya kamu biasanya menemani papa?” 


“Sayangnya kali ini tidak nona, saya khusus ditugaskan tuan Richard, untuk mengawal anda.” 


Pemandangan itu membuat Brian sakit mata, mendadak dadanya sesak, melihat sang istri tersenyum cerah bersama seorang pria muda, “dan kini Riana punya suami, kamu tak perlu mengawalnya.” Brian tiba tiba menyela pembicaraan Riana dan Armand.


“Tapi perintah tuan Richard tidak demikian tuan, saya bisa menjadi sopir sekaligus pengawal pribadi untuk nona …”


Perkataan Brian membuat tiga orang yang ada di sana tercengang, Riana sendiri, Armand dan Fabian.


Riana tak mengerti kenapa Brian harus marah jika dirinya berbincang dengan seorang pria, yang sejak lama jadi teman berbincang bagi  dirinya yang kesepian.


Dan Armand yang juga sudah mendapatkan informasi tambahan dari Richard,  mengira Brian akan dingin dan tak peduli dengan keberadaan Riana sebagai istri, karena mereka menikah hanya karena Riana sedang mengandung anak dari Brian, tapi pemandangan barusan menyiratkan fakta bahwa Brian sedang cemburu terhadap dirinya yang hanya seorang pengawal dan sopir.

__ADS_1


Fabian … tentu yang paling terkejut, semua ini tidak ada dalam skenario yang sudah ia dan Brian rencanakan, semuanya natural, karena Fabian pun tak mengetahui jika nyonya muda berteman dengan Armand yang kini menjadi pengawal sekaligus sopir bagi Riana, dan kini sukses membuat Brian marah karena cemburu, atau ini hanya bagian dari sandiwara Brian, entahlah, tapi tentu saja Fabian senang jika tuan mudanya jatuh cinta pada sang istri, karena ini akan semakin memudahkan tugasnya, tak perlu berencana membawa kabur seorang bayi, bukan bayi sembarangan, bayi mahal itu adalah calon penerus Gustav.Inc dan William Medical Center. 


Brian memeluk pundak Riana, bahkan telapak tangannya me remas pundak sang istri, sebagai tanda bahwa ia sedang tak ingin di bantah.


Riana hanya diam dan mengikuti kemana langkah kaki Brian membawa nya.


Mereka tiba di lantai dua kamar Brian berada.


BRAK !!!


.


.


.


.

__ADS_1


.


nah loh ... 😁


__ADS_2