
BAB 71
Brian duduk menyandar di kursi belakang mobilnya, berbagai pikiran mulai berkecamuk, wajah dan rambutnya tampak berantakan, kepalanya bahkan masih terasa berdenyut, ketika menjalani sesi terapi ingatan Brian seakan dipaksa mengingat, menerima, dan mencerna semua informasi tambahan yang diberikan oleh dokter John.
Brian masih ingat penuturan dokter John, ketika ia menanyakan kenapa ia bisa melupakan ingatan masa kecilnya, terutama yang berkaitan dengan Riana, ia sama sekali tidak mengingatnya.
“Secara Alami, otak manusia akan membersihkan memori lama yang dirasa tidak penting, terutama memori menyakitkan.”
Jadi selain kenangan menyenangkan, mungkinkah ia memiliki kenangan menyakitkan, tanda tanya itulah yang kini menggaung di kepala Brian, ia mulai merasa takut ketika mengingat halusinasi yang dialami Riana ketika terakhir kali, Riana seperti ketakutan, takut ditinggalkan, dan takut akan sesuatu, terlebih Riana merasa tak nyaman sesaat setelah mereka tiba di rumah peristirahatan, mungkinkah kenangan itu ….
Brian tak berani melanjutkan prasangka dan ketakutannya, takut, sebuah ketakutan besar kini tengah menghantuinya.
Mereka kini dalam perjalanan kembali ke Gustav.Inc, tapi sepanjang perjalanan Brian hanya memejamkan matanya, mengistirahatkan pikiran dan kepalanya, dan Fabian pun tampaknya memahami, jadi ia menahan semua informasi yang akan ia laporkan pada Brian
“Tuan, kita sudah sampai.” Suara Fabian membuyarkan semua lamunan Brian.
Tanpa suara, Brian keluar dari mobil, tak peduli dengan penampilannya yang serupa orang bangun tidur, tentu hal itu menarik perhatian para karyawan wanita yang biasanya mengagumi penampilan nya yang selalu menyegarkan pandangan mata kaum hawa.
Bisik bisik dan prasangka pun mulai beredar di antara mereka, jika beberapa bulan lalu, penampilannya bersama sang istri di depan publik memantik kecemburuan mereka, kini deretan para wanita tersebut kembali menggunjing atasan mereka, mungkin saja rumah tangga nya bermasalah hingga penampilan Brian serupa orang bangun tidur, kacau dan berantakan, tapi seperti biasa Brian selalu menganggap omongan para wanita di Gustav.Inc sebagai angin lalu, hidupnya akan tetap berlanjut dengan atau tanpa omongan mereka.
“Tuan, menindaklanjuti rapat tempo hari, Orland Ice meminta pertemuan final sekaligus berlanjut dengan penandatanganan kontrak kerja sama.”
Akhirnya laporan yang sejak pagi tadi di tahan oleh Fabian, kini di muntahkan juga, walau mereka masih berada di dalam Lift yang akan menuju ke ruangan presiden Direktur.
Brian yang sejak tadi tenggelam dalam lamunannya kini menoleh ke arah Fabian, wajahnya sumringah bahagia, akhirnya kabar baik yang ia tunggu sejak beberapa minggu yang lalu, kini ia dengar, bukan bahagia biasa, tapi luar biasa membahagiakan, sejak dulu kala, jatuh cinta memang begini membahagiakan.
“Benarkah?”
“Benar tuan, sejak tadi saya ingin memberitahu anda, tapi wajah anda murung sepanjang perjalanan, jadi saya tunda sampai kita tiba.”
Brian tersenyum menatap Fabian, “kamu tahu, ini berita paling membahagiakan yan pernah kudengar, bahkan sejujurnya ini lebih membahagiakan daripada ketika aku mengetahui kehamilan Istriku, karena saat itu aku belum mencintainya seperti saat ini,”
Fabian terkejut, sekaligus ikut senang, karena akhirnya sang tuan mengakui perasaannya, sejujurnya akhir seperti ini lah yang ia harapkan.
“Apa maksud senyumanmu?” tanya Brian tak suka kala melihat senyum di bibir Fabian.
“Saya bahagia tuan, sungguh, sejak pertama kali bertemu nyonya, saya sangat yakin Beliau adalah wanita yang tepat untuk anda."
“Cukup sampai disini kekagumanmu, dia wanitaku, jangan coba coba menambahkan kekagumanmu padanya, atau aku akan menendangmu dari sisiku.”
“Ja … jj a … jangan tuan,” jawab Fabian khawatir, karena bekerja di sisi Brian sungguh menjanjikan masa depan karirnya.
Be.Tech adalah impian Brian, perusahaan yang kan ia hadiahkan pada si buah hati yang akan menyapa dunia beberapa bulan kedepan, jadi ini pasti akan jadi berita bahagia bagi Riana, “Haruskan ku rayakan bersamanya?” gumam Brian dalam hati.
Lift yang membawa Brian, tiba beberapa saat kemudian, ketika pintu Lift terbuka, seorang pria berpakaian serba hitam dengan langkah terburu buru melintas di hadapan Brian, sebagian wajahnya tertutup oleh masker, dan ia memakai topi serta kacamata hitam, pria itu berjalan menuju pintu penghubung ke tangga darurat.
Karena sedang bahagia, Brian mengabaikan hal tersebut.
.
.
.
Tiga Puluh menit sebelum kedatangan Brian.
__ADS_1
Pria itu berjalan tegap memasuki Gustav.Inc, tak ada kegugupan sama sekali, ia bahkan tak menyembunyikan wajah dan penampilannya, tanpa bertanya pada resepsionis dia melangkah memasuki lift, dan langsung menuju ke lantai tempat Ruangan presiden direktur.
Dengan keterampilan tingkat tinggi, pria itu menuju ruangan Brian, dan mulai mencari cari, setelah sebelumnya mengenakan sarung tangan, ia bekerja dengan rapi karena terbiasa efisien dan efektif, semakin rapi pekerjaannya semakin kecil kemungkinan lawan akan mengetahui aksinya.
seluruh laci bahkan brankas di ruangan itu ia geledah, demi menemukan apa yang sedang ia cari, kecurigaannya selama beberapa minggu ini, akhirnya menuntun langkahnya mendatangi ruangan Brian, setelah sebelumnya terus memata matai aktivitas pria tersebut.
sinyal di ponselnya mulai berbunyi, menandakan bahwa si pemilik ruangan sebentar lagi tiba, namun hal itu tak membuatnya gentar, ia terus membuka dokumen terakhir yang ada di hadapannya, entah in relevan atau tidak, tapi dokumen ini penunjang barang bukti, karena beberapa minggu lalu ia melakukan penyadapan di dalam mobil Brian, BINGO … akhirnya ia temukan dokumen bukti transaksi pembelian rumah dengan nama fiktif.
.
.
.
Hari ini Riana bangun dengan perasaan bahagia, sesuai saran Viona, ia mulai membebaskan perasaannya, membuka hati dan pikirannya, percaya pada hatinya yang kini sudah tersemat nama Brian, ia yang sealu berdebar ketika Brian membisikkan kata kata cinta, menggila ketika Brian menikmati tubuhnya walau tanpa berakhir penyatuan, dan tersenyum malu malu bahagia hanya karena pujian kecil yang Brian lontarkan, jadi ketika hari baru ini tiba, Riana merasakan bahagia yang berbeda dari biasanya, bahkan ketika pagi pagi Brian bersiap, Riana ikut bangun bahkan menyiapkan semua keperluan suaminya tersebut, karena hari ini ia libur dari jadwal praktek rawat jalan.
Cup
Sebuah kecupan membuat senyum tersungging di bibir Riana, detik berikutnya ia merasakan tubuhnya di peluk erat dari belakang, sepasang tangan besar itu secara otomatis mengusap baby yang sepertinya masih tidur, karena belum ada tanda tanda pegerakan, “Terima kasih karena sudah membantuku bersiap pagi ini.”
Riana meletakkan telapak tangannya di pipi Brian dengan senyuman yang tak lekang, “sama sama, bahagia sekali pagi ini??” tanya Riana.
Brian diam tak menjawab, tapi serupa dengan hatinya yang sedang berbunga bahagia, maka senyuman pun terus mengiringi tatapan matanya.
“Aku memang bahagia, karena aku pria beruntung yang memiliki istri sesempurna dirimu,”
“Oh yah? kalau dulu?” sindir Riana.
“Jangan mulai deh, kamu tahu aku sangat menyesali saat saat itu, tolong lihat lah aku yang sekarang.”
Riana mengangguk, “oke, aku akan melihat seberapa baik dan penurutnya suamiku sekarang.”
“Aku akan menunjukkannya, tetap diam dan lihat setiap perubahanku, dan pastikan cintamu hanya akan tertuju padaku.”
Lagi lagi, kalimat Brian membuat riana berdebar, hingga Riana mengangguk mantap, tanpa kata, tapi ia sibuk menenangkan detak jantungnya, yakin Brian memahami maksud nya.
“Oh iya, sudah lihat Account bank mu? kemarin aku sudah meminta accounting untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekeningmu,”
Riana menggeleng, “aku akan memeriksanya nanti.”
“Baiklah, beri aku semangat pagi.”
“Berupa?”
“Terserah padamu, aku suka kejutan mu.”
“Kenapa tiba tiba meminta semangat?”
“Karena hari ini hari bersejarah.”
“Oh yah?”
“Hari ini adalah, hari Be.Tech mendapat investor baru,”
“Be.Tech?”
__ADS_1
“Iya, perusahaan yang ku rintis dari nol, dan nanti akan ku hadiahkan pada anak anak kita.”
Riana cukup terkejut mendengarnya, pasalnya Brian kini memegang kendali penuh di Gustav.Inc, kenapa repot repot merintis perusahaannya sendiri.
“Lalu Gustav.Inc.”
“Gustav.Inc adalah milikmu, Aku memegang kendali Gustav.Inc karena menikah kembali denganmu, jika tidak, maka sampai kapanpun aku bukan apa apa Gustav.Inc.”
“Oh yah?”
“Apa pengacara tak pernah memberitahumu?”
“Sejujurnya aku tak pernah peduli, tak tertarik, jadi informasi yang di berikan pengacara, hanya lewat begitu saja.” jawab Riana santai.
“Kalau begitu, nanti bertanyalah ada pengacara,”
Cup
Riana melabuhkan kecupan pada pipi Brian, “Baiklah, nanti aku tanya ke pengacara,”
“Aku pergi dulu, doakan perjanjian kerja sama ini berjalan lancar, aku ingin membagi kebahagiaan ini denganmu dan anak kita, Karena ini adalah usaha dan kerja kerasku sendiri, bukan hasil campur tangan papa, apalagi dengan uang papa.”
“Aku menantikan hari itu tiba.”
“Dan hari itu dimulai dari hari ini, karena kamu menyebutku tuan pamrih, maka nanti sepulang kerja aku ingin hadiahku.”
“Apa itu dimaksudkan untuk hadiah yang paling kamu tunggu?” pertanyaan yang sungguh memancing.
“Kenapa tiba tiba membahas itu?” Brian bertanya, ada kilatan gairah di matanya. “Apa itu artinya kamu sudah yakin pada ku?”
“Bukan hanya yakin, tapi aku juga mencintaimu tuan Brian Gustav Agusto,”
Senyuman hilang sesaat dari bibir Brian, ia menatap kedua mata bening Riana, mencari cari jejak keraguan didalamnya, tak percaya akhirnya kalimat serupa sihir itu terucap juga dari bibir istrinya.
“Katakan lagi sayang, aku ingin mendengarnya, kemudian merekamnya di alam bawah sadarku,”
“Aku mencintaimu,” Dengan berani Riana mengecup sekilas bibir Brian.
Brian begitu bahagia, ia memeluk erat Riana yang kini juga tersenyum bahagia, “aku sungguh tak sabar untuk segera pulang sore nanti.”
“Dan aku menunggumu.”
Dan begitulah hari itu berlalu, Brian yang sedang bahagia, tersenyum sepanjang hari, berdebar menantikan malam pertamanya sebagai pengantin yang entah apakah masih layak di sebut ‘baru’, karena mereka bahkan belum melakukan penyatuan seperti layaknya pengantin baru pada umumnya.
.
.
.
hahaha … Brian kamu bahagia yah? jangan lupa pada othor yang jarinya selalu gatal bila ada yang sedang merasa bahagia 👻
Badai susulan akan datang gaeess ✌️
1500 kata neh, Jangan lupa tinggalkan amunisi sebagai tanda cinta, vote, like, kembang, kopi, komen, atau apa saja suka suka kalian.💃🤓
__ADS_1
terima kasih yang sudah support sampai sejauh ini, semoga othor gak mengecewakan kalian ya 🙏
Sarangeeeeee