Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan
BAB 101 The End


__ADS_3

BAB 101


Bahkan dokter Robert pun tersenyum bahagia, ketika lagi lagi Brian di diagnosis menderita Cauvade Syndrome, itu artinya William Medical Center akan segera mendapatkan calon  penerus baru. 


"Selamat tuan, saya ikut bahagia untuk kehamilan dokter Riana." Ucap dokter Robert dengan wajah berbinar. 


Sementara Brian tak dapat berkata kata, ia hanya tersenyum, bahkan terlalu lebar untuk dikatakan ia sedang tersenyum, rasa bahagianya mendengar kehamilan sang istri, melebihi apapun, dan yang jelas, Riana pasti belum mengetahui kehamilannya, karena ia belum memberi kabar apapun pada dirinya. 


"Terima kasih juga dok, tolong rahasiakan berita ini dahulu, karena aku yakin istriku belum menyadari kehamilannya."


"Dengan senang hati tuan, senang sekali saya jadi orang pertama yang meberitahukan kabar bahagia ini kepada anda."


Brian pun pamit undur dari ruangan dokter Robert. 


"Bagaimana tuan?" Tanya Fabian penasaran. 


"Positif…"


Fabian setengah tak percaya mendengar jawaban Brian, "benarkah tuan, nyonya sedang hamil anak kedua anda?"


Brian tersenyum penuh arti menatap kearah Fabian, "iya aku akan memiliki anak lagi." Jawabnya bangga. 


"Lalu bagaimana dengan bonusku tuan," Tanya Fabian tak ingin menyia nyiakan kesempatan bahagia sang atasan. 


"Tiga bulan, aku menaikkannya jadi tiga bulan gaji," Jawab Brian enteng. 


"Yeaaahhh…" Seru Fabian bahagia, ia sudah lama mengincar jam tangan branded keluaran terbaru Jewelry Star, desain Bella semakin meluas, kini Bella tak hanya mendesain perhiasan, tapi juga aksesori untuk pria, salah satu diantaranya adalah, jam tangan. 


"Siapkan penerbanganku, aku harus pulang ke Jakarta, sudah lama aku mengabaikan istri dan anakku, hanya demi pekerjaan,"


"Siap tuan, percayakan pekerjaan anda pada saya, saya pastikan anda tak akan terganggu selama berada di Jakarta." Jawab Fabian. 





Cuaca mendung menyambut kedatangan Brian, pria itu keluar dari pesawat pribadinya seorang diri, karena Fabian harus tetap berada di Singapura untuk mengurus pekerjaannya. 


Bahkan Brian rela membayar ongkos taxinya lima kali lipat, ketika sang sopir berhasil membawanya sampai di kediaman Richard William dalam waktu tigapuluh menit, dari yang seharusnya satu jam, sopir taxi itu dengan bangga mengakui, bahwa sewaktu muda ia memiliki skill balap liar, dan beberapa penumpang nya pernah rela membayar lebih, hanya karena ada urusan mendesak seperti Brian saat ini.


"Selamat sore tuan muda," Sapa security yang menyambut kedatangan Brian. "Nyonya ada di dalam." Sambung security tersebut, seolah tahu apa yang akan Brian tanyakan. 


"Terimakasih pak."


"Sama sama tuan muda."


Kedatangan Brian langsung di sambut dengan papa dan mama mertuanya yang sedang menikmati kudapan sore di ruang tengah. 


"Lho… kok gak bilang bilang kalau mau pulang?" Tanya sang mama mertua. 


"Iya mah… seperti biasa, surprise." Jawab Brian dengan senyum di wajahnya. 


"Selamat sore pah…" Sapa Brian pada papa mertuanya, pria yang selama ini menjaga anak dan istrinya selama ia berada di Singapura. 


"Hmmm… cepatlah temui mereka, tadi siang Bee cemberut karena berkali kali gagal menghubungi mu." 


Walau Rischard masih terkesan dingin, tapi Brian tahu, papa mertuanya sudah berbesar hari menerimanya sebagai menantu, bahkan memaafkan kesalahan papa Roger di masa lalu. 


"Iya pah …" Tak menunggu lama Brian segera naik ke kamar yang biasa di tempati sang istri. 


Remang remang cahaya kamar, menyambut kedatangannya, Riana bahkan masih membiarkan pintu balkon terbuka. 


Brian tersenyim hangat menatap istri dan anaknya yang tengah lelap tertidur, benar kata papa mertuanya, kedua mata Bee nampak masih bengkak, akibat terlalu lama menangis, bahkan sesekali ia sesenggukan dalam tidurnya. 


Setelah melepas jas dan dasi yang menempel di tubuhnya, Brian ikut bergabung bersama Bee dan sang istri, Brian memeluk Riana dari belakang, menghirup aroma yang secara ajaib menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan selama tiga hari terakhir. 


Menyadari ada yang berbeda, Riana terjaga dari tidur nya, indera penciumannya mengenali aroma ini, aroma yang sangat ia rindukan, "hai sayang… aku datang, dengan segenap rindu yang tak terbilang," Bisik Brian, pelukannya semakin erat kala merasa istrinya sudah terjaga, ia bahkan mengusap lembut perut Riana, yang kini kembali berisi buah cinta mereka. 


"Sudah jadi daddy, masih juga nakal, aku harus kebingungan membuat alasan pada Bee, dia menangis sejak usai makan siang." Riana langsung menumpahkan uneg uneg nya. 


Bukannya meminta maaf, Brian malah sibuk menciumi wajah sang istri, "iya maaf sayang, tak akan kuulangi lagi."


Pelukan dan ciuman Brian yang bertubi tubi, membuat Riana merasa heran. "Ada aap denganmu? Aku sedang marah, kenapa malah bertingkah seolah olah tak terjadi apa apa?"

__ADS_1


"Aku tahu kamu marah, tapi aku sedang teramat sangat bahagia," 


"Katakan?? Ada apa?" Tanya Riana langsung pada pokok peasalahan. 


"Apa kamu belum Mengetahuinya? Atau memang sengaja ingin memberiku kejutan?"


Riana hanya menggeleng, semakin heran dengan kalimat yang di lontarkan Brian. "Tidak aku sedang tidak ingin memberimu kejutan, yang ada aku sedang kesal padamu."


Brian semakin gemas, istrinya pasti benar benar merasa kesal akibat efek hormon kehamilan nya, "kapan terakhir kali kamu datang bulan?" 


Riana mengerutkan keningnya, ia nampak memikirkan jawaban pertanyaan sang suami, ia kembali mengingat, terakhir kali ia datang bulan adalah seminggu sebelum Bee di operasi, jika di hitung sejak hari itu ia sudah terlambat datang bulan sejak dua minggu yang lalu, tiba tiba Riana berdebar, melihat wajah suaminya yang berseri bahagia ia jadi menebak nebak tak jelas. 


"Ini kedua kalinya aku merasa bahagia karena divonis sebuah penyakit oleh dokter."


"Suamiku memang pria langka." 


"Besok kita temui Gadisya."





Beberapa hari kemudian. 


"Selamat datang kembali nyonya muda…" Sapa paman Robin pada istri tuan muda nya tersebut. 


"Terima kasih sambutannya paman." Jawab Riana. 


"Mom… aku ingin main."


"Boleh sayang." 


"Yeeeaaahh…" Seru Bee bahagia, ia segera berlari kesana kemari di halaman beaar mansion keluarga Gustav Agusto, dan jangan lupakan sepuluh pelayan yang menemani dan mengawasi nya. 


Akhirnya impian Roger terwujud, ia ingin halaman luas di mansion nya menjadi tempat cucu nya bermain dan berlarian. 


Hari ini Brian resmi memboyong keluarga kecilnya kembali ke Singapura, buah dari kesabarannya selama ini, akhirnya papa Richard kembali mempercayainya, hingga mengizinkannya membawa kembali istri dan anaknya ke Singapura. 


Kebahagiaan sepasang suami istri itu semakin lengkap, manakala dari hasil pemeriksaan, Riana benar benar positif hamil delapan minggu, akhirnya selama beberapa tahun menanti, tuhan kini kembali mempercayai mereka untuk memiliki anak. 


Riana meneteskan air matanya, ia kini benar benar rindu pada papa mertua nya, rindu obrolan mereka, rindu pada perhatian perhatian kecil yang sering Roger tunjukkan padanya. 


"Kenapa menangis?" Brian menatap wajah sang istri, kemudian menghapus air mata yang sedang mengalir di sana. 


"Aku merindukan papa…" Jawab Riana dengan bibir bergetar. "Benar benar rindu."


Brian hanya bisa memeluk sang istri, jika boleh jujur ia pun merindukan papa nya, mengingat bagaimana dulu ia sering membangkang pada nasehat dan perkataan sang papa. "Aku juga." Bisik Brian. 


"Bagaimana jika besok kita mengunjungi papa?"


"Ide bagus, ini akan jadi yang pertama bagi Bee mengunjungi makam kakek nya."


"Iya… selama ini Bee hanya mendengar cerita tentang papa dari orang orang dewasa di sekitarnya."


Brian menciumu rambut sang istri, aroma nya benar benar menenangkan, membuat Brian mendadak ingin lebih. 


"Sayang…"


"Hmmm." Jawab Riana tanpa curiga. 


"Bee sedang bermain,"


"Lalu?"


"Akan lebih baik jika kita memanfaatkan waktu berharga ini."


Riana memahami maksud perkataan suaminya, tapi tiba tiba saja dalam benaknya membayangkan sesuatu yang lezat, pedas, gurih, dengan aroma kencur yang cukup menyengat. 


"Tapi aku lapar," Jawab Riana. 


"Laparnya nanti saja."


"Tidak… aku ingin sekarang juga, ingat ada baby lagi yang harus kuberi makan."

__ADS_1


"Duuuhh sayang nya daddy, kenapa harus sekarang sih naaakk, daddy sangat ingin berkunjung sekarang." Gerutu Brian putus asa, mengingat kini ia bukan hanya bersaing dengan Bee, tapi ada baby lagi yang harus ia pikirkan kebutuhan nutrisinya. 


"Tidak boleh mengeluh… bukankah kita sama sama menginginkan kehadirannya?" 


Akhirnya Brian pun mengangguk pasrah, "baiklah, kamu ingin makan apa? Aku akan meminta koki menyiapkannya."


"Aku ingin seblak…"


"WHAAAAAT??? makanan apa itu?" 


"Entah, biasanya para perawat membelinya di lapak pedagang depan rumah sakit." Jawab Riana enteng. 


Brian semakin merana, apa mungkin koki masakan western di mansion bisa menyiapkan makanan aneh yang diinginkan sang istri. 


"Alternatif lainnya apa?"


"Tidak ada."


😂😂😂


Bang Bray… selamat menuruti masa ngidam istrimu. 


Good bye… othor undur diri 😁😁





Tapi tak tega juga menyiksa si Bray, akhirnya dengan kekuatan jari jari bulan, Brian kembali membawa Riana ke jakarta, hanya demi semangkuk seblak yang sangat diinginkan Riana. 


Untung punya pesawat pribadi kan?? 😘😘


Dalam hati Brian berjanji akan mencari seorang koki lagi, koki spesial makanan indonesia… agar dia tak kerepotan mengeluarkan pesawat dari parkiran, hanya demi makanan yang tak bisa ia jumpai di Singapura. 


Siapakah koki itu? 


Kapan koki itu ditemukan? 


Dan apa keahlian khusus nya? 


Yang terpenting, ada di cerita apa? 


Nanti kan kisah selanjutnya para turunan Geraldy. 









Alhamdulillah… 


Terima kasih tak terhingga bagi para pembaca setia Brian dan Riana, othor tak menyangka, hasil dari ide mendadak ketika membersihkan dapur usai memasak, ternyata berbuah 100 eps SEPASANG MANTAN 2.


Kurang dan lebihnya othor mohon maaf. ✌🙏


Sekali lagi, kisah ini hanya halu, tolong yang jelek jangan di jadikan TUNTUNAN. 🤚 


Othor mohon pamit dari kisah Ini, kita bertemu di kamar sebelah CLBK, bersama Arjuna, Emira, dan Reza. 




__ADS_1


Pokoknya Sarangeeee 💜❤🧡💛💙


__ADS_2