Si Kembar Mengejar Cinta

Si Kembar Mengejar Cinta
Tanda Cinta Yasmine


__ADS_3

"Pulanglah!" Yasmin bersuara dengan lembut. Ia sedang membujuk Bara yang tampak enggan berpisah dengannya.


"Yangra..aku.." Bara membalas dengan enggan.


"Banyu membutuhkanmu." Yasmine masih membujuk dengan lembut.


Bara menyunggar rambutnya lalu mengusap wajahnya. Ia tampak sangat tertekan. Ia lalu merebahkan tubuhnya di pangkuan Yasmine


"Yangji, kita hanya berpisah jarak. Bukankah Yangji berjanji akan menyelesaikan kuliah dan mencoba bekerja? Dan aku? Aku juga harus menyelesaikan studiku. Kita tidak akan lama berpisah." Yasmin mengelus kepala Bara.


"Tiga tahun, Yangra. Tiga tahun itu lama." keluh Bara. Ia mengambil tangan Yasmine lalu mengecupnya.


"Bukankah aku juga masih akan pulang. Saat liburan aku pasti pulang. Jangan manja!" Ucap Yasmine sambil memencet hidung Bara.


Bara tersentak kaget karena tindakan Yasmine yang tiba tiba memencet hidungnya.


"Eh, nakal kamu ya! Awas aku balas!" Bara menggelitiki Yasmine.


"Eh ...Yangji..geli ah. Sudah stop!" Yasmine menggelinjang kegelian sambil menahan tangan Bara yang masih terus menggelitikinya dengan gencar.


"Siapa suruh memencet hidungku ha?" Bara menghentikan aksinya saat melihat sang istri lemas karena geli. Ia kemudian terkekeh melihat kondisi Yasmine yang acak-acakan.


"Sayang, apa kau sedang menggodaku?" Bara mendekatkan tubuhnya ke Yasmine.


"Apa?! Tidak." Yasmine mengelak. Ia tahu apa yang suaminya mau. Yasmine buru-buru merapikan pakaiannya.


"Sudah telat sayang." Bara kian mendekat.


"Yangji..ah..menjauh sana!" Yasmine mendorong dada Bara.


Bara menangkap tangan Yasmine.


"Dosa lo menolak suami." bisik Bara.


"Bukan begitu, tapi...kita tidak bisa melakukannya sekarang atau..."


"Atau apa?!" tanya Bara lalu mengecup oening Yasmine.

__ADS_1


"Atau aku akan hamil. Ini masa suburku." bisik Yasmine.


Bara menjatuhkan tubuhnya dengan lemas.


Begini kalau nikah terlalu muda. Semua harus ditahan. Kuliah belum selesai, belum boleh punya momongan, harus terpisah jarak dan masih harus jaga perasaan yang ngejomblo.


"Yangji marah?" tanya Yasmine saat ia melihat Bara hanya diam dan sesekali menarik nafas panjang.


Bara yang sibuk dengan pikirannya tidak mendengar pertanyaan Yasmine. Yasmine menelan salivanya untuk menenangkan hatinya yang gelisah.


Yangji sepertinya benar-benar kesal.


"Maaf." rengek Yasmine sambil menggoyang tubuh Bara.


Bara tersadar dan menoleh. Ia kaget saat melihat mata Yasmine berkaca-kaca.


"Eh, kamu kenapa?Apa aku menyakitimu?" Bara panik.


Yasmine tidak menjawab. Ia malah sesenggukan.


"Yangji marah?" Suara Yasmine lemah. Kepalanya menunduk.


"Marah? Kenapa aku harus marah?" balas Bara bingung.


"Karena tadi akuu.." Yasmibe menggantung ucapannya.


Bara tersenyum. Ia membelai kepala Yasmine dengan kasih.


"Tidak." jawabnya pendek.


"Terus kenapa tadi diam?"


"Mmm..aku lagi berpikir tentang kita."


"Kita?"


"Yah. Sudahlah. Tidak usah dibahas. Tapi ijinkan aku menginap semalam ya!" Mata Bara memohon.

__ADS_1


"Banyu?!"


"Aku yakin dia akan mengerti." Ucap Bara sambil menarik Yasmine ke dalam pelukannya.


"Aku ingin lebih lama bersamamu sebelum kamu kembali ke Kairo." bisik Bara.


"Kalau Yangji tidak menghendaki aku pergi, aku tidak akan pergi."


Bara kaget mendengar perkataan Yasmine. Ia mendorong tubuh Yasmine hingga ia bisa menatap wajah istrinya itu.


"Kamu?"


"Yasmine sadar sekarang Yasmine adalah seorang istri. Bagaimanapun surga istri ada pada ridho suami. Jika yangji menghendaki Yasmine menuntut ilmu di sini, maka Yasmine akan patuh." Yasmine menatap mata Bara.


Bara tertegun. Apalagi ia melihat kesungguhan pada sorot mata istri cantiknya itu.


"Apa boleh?" ucap Bara lirih.


Yasmine mengangguk. "Boleh."


"Lalu Pak Kyai? Maksudku abah?"


"Abah pasti juga mengerti." jawab Yasmine meyakinkan Bara.


Mata Bara masih lekat ke wajah cantik di depannya. Pikirannya bimbang. Dia ingin Yasmine selalu ada di sampingnya, tapi dia juga tidak mau Yasmine mengubur mimpinya hanya demi dirinya.


"Tidak." Bara menggeleng. "Aku tidak akan egois. Yangra, kamu harus menyelesaikan studimu di sana. Jangan kubur mimpimu hanya karena aku. Aku ridho" Bara mengelus wajah Yasmine.


Senyum lembut terbit di wajah Yasmine. Diambilnya tangan Bara yang ada di wajahnya lalu Yasmine mencium tangan itu.


"Terima kasih." ucapnya lalu membuat simbol cinta dengan ibu jari dan telunjuknya.


"Apaan itu?" Bara terkekeh geli.


Yasmine tertawa sambil mengangkat bahu, "Belajar dari kak Wiena."


"Kak Wiena sudah meracuni istriku rupanya." Bara menyentil dahi Yasmine. Mereka lalu tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2