Status : Menikah

Status : Menikah
Kebenaran


__ADS_3

Video pamer kemesraan yang Nawang unggah sudah mencapai lebih dari 1.000.000 penonton dalam waktu sehari. Ini adalah prestasi yang sangat luar biasa bagi channel Nawang yang telah berjalan selama dua tahun. Diduga ini adalah efek dari skandal yang mereka buat sebelumnya. Karena itu, banyak yang datang untuk memastikan keaslian hubungan mereka.


Adegan pertama pada video itu memunculkan Nawang yang sedang membuat creme brulee di pagi hari. Untuk mempersingkat durasi, adegan itu dipercepat 3 kali lipat. Tapi, pada setiap stepnya Nawang memberi narasi yang menjelaskan resep creme brulee buatannya.


Perlu dicatat, adegan membuat creme brulee ini sebetulnya diambil setelah adegan inti atau adegan menyuapi Yudhis yang sedang sibuk. Ini dilakukan, karena Nawang tidak merencanakan konten ini sebelumnya.


Setelah adegan membuat creme brulee selesai, layar berpindah pada adegan saat Nawang memberikan creme brulee pada Yudhis dan menyuapinya.


Agar tidak membosankan, adegan tersebut tidak hanya diisi dengan adegan suap menyuap. Tetapi, juga diisi dengan QnA atau tanya-jawab tentang kehidupan mereka setelah menikah. Sesekali mereka saling melontarkan candaan sampai tertawa tidak terkontrol. Gara-gara itu, hampir saja mereka berdua kelepasan dan keluar dari image suci mereka.


Kini Nawang dan Yudhis tengah menikmati masa slow mereka yang belakangan susah didapat. Saking lelahnya, mereka hanya duduk dengan bersandar santai di sandaran sofa favorit mereka.


Di antara mereka berdua, mungkin Yudhis lah yang paling lelah. Dia terus bekerja tanpa henti semenjak skandal itu terjadi. Sementara itu, Nawang juga repot meng-filter segala komentar jahat di kolom komentar channel dan media masanya. Namun, dibandingkan Yudhis kesibukan itu tidak ada apa-apanya. Karena itu, Nawang juga menambah kegiatan, seperti menyemangati Yudhis dengan masakan-masakannya.


“Berat badan gue naik gara-gara lo, njir.” protes Yudhis sambil mengelus perutnya yang mulai membulat.


“Elah, masih ganteng gitu, kok. Lo kan gampang banget turun BB. Gak kayak gue, yang mau turunin satu kilo doank kudu angkat barbel puluhan kilo.” balas Nawang tidak terima.


“Ih, lo tuh malah lebih cakep kalau gendutan. Mending lo gendutin dikit lagi deh, Wang.” Yudhis juga balas memuji.


“Oh, Thanks.”


Entah apa yang salah dengan mereka. Jika adegan tadi terjadi di sinetron atau dilakukan oleh suami istri yang saling mencintai, pasti akan menjadi adegan mesra penuh bunga-bunga dan background musik syalalalala. Tetapi, saat Yudhis dan Nawang yang saling melempar pujian, semua terjadi terlalu natural saking seringnya mereka saling memuji, disampim sering bertengkar dengan alasan sepele.


“Omong-omong reaksi penonton gimana? Orangnya Kris udah dikerahin, harusnya udah ada pengaruh, dong.” tanya Yudhis.


“Bagus. Bagus banget malah. Anak buah kamu emang jago-jago banget jarinya. Karena mereka, makin banyak yang percaya sama kita. Malah aku lihat ada yang mulai hujat si curut.”


Yudhis spontan menengok pada Nawang. Dia heran, sejak kapan Nawang mulai ikut-ikutan memanggil Marcel dengan julukan ‘curut’?


Mungkin Yudhis agak aneh kalau merasa bangga akan kemampuannya mempengaruhi seorang influencer. Senyum di bibirnya sekarang pun bukan karena senang ada yang menghujat Marcel di internet, melainkan karena Nawang yang ikut-ikutan dirinya.


“Seneng banget lo, ada orang menderita.” sindir Nawang saat melihat senyum Yudhis.

__ADS_1


Lengkungan di bibir Yudhis malah semakin lebar, karena Nawang yang tidak paham dengan maksud senyumnya itu.


“Tapi, kalau jadi lo gue juga seneng, sih. Habis digiring opini kalau lo homo, sekarang yang menggiring malah dibenci.” tambah Nawang.


Yudhis mendekat pada Nawang, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Nawang.


“Istri gue emang paling mantep. Jadi makin cinta. Muach!” ucap Yudhis yang kemudian langsung dihantam bantal oleh Nawang.


“Najis!” seru Nawang yang kemudian langsung bangun dan membiarkan Yudhis terjatuh.


Bukannya kesal, pria itu malah cekikikan. Dia yakin Nawang tidak benar-benar merasa najis atau kesal padanya. Karena, dengan melihat telinga Nawang yang memerah saja Yudhis tahu, bahwa Nawang sedang malu-malu.



Video editan tentang Marcel juga semakin banyak. Kini editannya ditambah dengan segala macam yang menampik opini Marcel tentang hubungan Yudhis dan Nawang. Berbagai channel milik televisi nasional juga ikut mengunggah video-video tersebut, sehingga berita tentang mereka selalu berada di ranking teratas pencarian selama beberapa hari ini.


Di antara semua video tersebut, satu video tiba-tiba menjadi perhatian para netizen.


Masih tentang Marcel. Tetapi, kali ini tidak menyangkut pasangan yang sedang viral. Melainkan tentang hubungan Marcel dengan seorang pria bernama Heru di masa lalu.


Heru yang tak menampakkan wajahnya menjawab, “Kenal. Dia kakak kelasku waktu SMA. Orangnya freak abis.”


“Kok bisa dibilang freak?”


Terdengar ******* dari Heru. Dia menjelaskan, “Well, gue bukan korbannya, sih. Tapi, temen sebangku gue, namanya Derry, pernah di-stalk sama itu orang. Sampe malem si Marcel itu terusan nungguin di depan rumahnya.”


“Ebuset! Terus gimana tuh temen lo?”


“Yaaa… dia pindah sekolah, pindah rumah. Tapi, tetap gak bisa lari dari Marcel. Dan sekarang dia sudah sama Tuhan gara-gara stress.”


Jawaban Heru membuat suasana menjadi muram. Keduanya terdiam selama beberapa saat, hingga orang di belakang kamera berkata, “Gue turut berduka cita. Sumpah kaget dengernya.”


Heru juga membuka mulutnya lagi, “Dan siapapun kalau gak percaya sama omongan gue, gue punya bukti. Kalian lihat foto kelas belasan tahun yang lalu ini!”

__ADS_1


Setelah itu, pada video itu terpampang sebuah foto yang terlihat cukup lawas. Pada foto tersebut, ada seorang pria berjenggot putih yang dikelilingi oleh sekitar 25 orang siswa SMA. Bisa ditebak bahwa itu adalah foto siswa dari sebuah kelas bersama wali kelasnya, karena terdapat papan tulis di belakangnya.


Kemudian, di foto tersebut ada tiga orang siswa yang wajahnya diberi tanda bulatan merah. Salah satunya berwajah mirip Marcel yang sedikit lebih muda dan dua lainnya adalah Heru beserta teman sebangkunya yang berdiri sebelahan.


“Apa yang gue bilang tadi bukan bohongan. Orang yang namanya Marcel itu gak bisa dipercaya.” lanjut Heru.


Tidak butuh waktu sehari, video Heru itu juga ikut terangkat. Akibatnya opini netizen pun semakin bervariasi. Dari yang awalnya mencurigai Yudhis sebagai gay, kini berbalik mencurigai Marcel. Perdebatan di internet pun tidak terelakkan.


[Gila sih. Manusia udah makin rusak. Tanda-tanda kiamat, nih.]


[Hapus semua LGBTQ+ di dunia ini!]


[Hey, gak usah samaratain LGBTQ+ ngapa, sih? Hargai semua orang!]


[Lo belain si Marcel ini? Lo pasti homo juga ya?]


[Gak gitu juga keleus! Gue cuma mau ngelurusin, kalau gak semua pelaku LGBTQ+ tuh macem si Marcel ini.]


[Gw ngaku gay. Dan sebagai gay, gue jujur jijik juga liat si Marcel ini. Ngerusak image kaum kita aja!]


[Lah, ini ada yg ngaku.]


Dst.


Berita itu juga pada akhirnya sampai ke telinga ayah Marcel. Betapa geramnya pria tua itu mendengar kabar buruk tentang putera kebanggaannya. Segera dihubunginya puteranya itu untuk menghadapnya, walau hari masih siang yang tandanya masih jam kerja.


Sebagai putera yang menurut, Marcel pun menemui ayahnya itu. Saat ini dia berada di rumah utama milik keluarganya di luar kota, menunggu ayahnya turun dari ruang kerjanya.


Tak lama kemudian, seorang pria tua beruban turun dari tangga menggunakan kursi roda yang didorong oleh seorang perempuan muda berusia 30 tahunan. Marcel pun berdiri menyambut pria itu dan mecium tangannya.


Saat melihat puteranya tidak mencium tangan wanita di belakangnya, seketika pria tua ini membentak, “Kamu masih seberani itu! Cium tangan ibu kamu juga!”


Wanita itu adalah ibu tiri Marcel yang dinikahi oleh ayah Marcel sepuluh tahun yang lalu. Wanita itu jugalah yang membuatnya memutuskan untuk keluar dari rumah dan tidak bisa bekerja di perusahaan milik ayahnya sendiri. Tah heran bila dendam kesumat pada wanita itu terpendam begitu dalam di lubuk hatinya.

__ADS_1


Menahan amarahnya itu, Marcel mengepalkan tangannya erat-erat. Baru setelah beberapa detik, ia menyalami wanita itu dan mencium tangannya.


Hari ini Marcel sudah siap dicecar dan dia juga bersiap jikalau wanita berambut ikal di hadapannya ikut bermain-main dengannya.


__ADS_2