Status : Menikah

Status : Menikah
Pasangan Manipulatif


__ADS_3

Kira-kira itulah yang ingin Yudhis katakan. Walau sayangnya, dia belum siap dan belum ingin dianggap sebagai psikopat yang obsesif pada pasangannya. Karena itu, dia memilih untuk diam sebentar memikirkan kalimat lain yang pantas diucapkan.


“Gimana? Lo cemburu?”


Nawang menatap Yudhis dengan penuh rasa penasaran. Ada sedikit harapan juga dalam hatinya yang menginginkan Yudhis berkata ‘iya’. Namun, harapannya pupus ketika Yudhis tiba-tiba menjitak jidatnya dengan cukup keras.


‘Ptak!’


“Aww!” pekik Nawang.


Diusap-usapkan tangannya di tempat Yudhis menjitaknya tadi.


“Heh, Tyrex! Gue tuh cuma nanya, ya! Gak perlu main fisik segala kali!”


Sentakan Nawang tidak membuat Yudhis gentar sama sekali.


“Pikirin sendiri!”


Yudhis kembali dengan makan siangnya. Dia tahu langkah Nawang selanjutnya yang tidak lain adalah merebut bekal makan siangnya. Karena itu, Yudhi secepatnya membawa pergi kotak bekalnya agar Nawang tidak bisa mengambilnya.


“Tahu gak? Nenek moyang bilang, ngambil yang udah dikasihin tuh bakal bikin penyakit. Bweeeh!” ledek Yudhis sambil menjulurkan lidahnya.


Nawang masih belum menyerah dan terus mengejar Yudhis hingga di pojokan. Dia akhirnya berhasil mengambil kotak bekal itu. Tetapi, ternyata isinya sudah habis Yudhis makan.


Ini adalah salahnya sendiri yang membuatkan makanan dengan bentuk simple, agar lebih mudah dimakan. Dengan ini, tidak ada pilihan lain. Nawang harus mencari jalan lain untuk membalas pria itu.



Seusai dari kantor Yudhis, Nawang tidak langsung pulang ke apartemen, melainkan pergi ke kontrakan lamanya. Di sana dia bertemu dengan Tina yang masih tinggal di rumah sebesar 7 x 10 meter persegi itu. Segera dia serahkan video yang dia ambil selama berada di NTMall, termasuk yang dia ambil diam-diam di kantor Yudhis.


“Mau di-upload kapan?” tanya Tina sambil menghubungkan ponsel Nawang ke komputernya.


“A-S-A-P.” jawab Nawang.


“Ebuset! Ini video aja gede banget gini. Paling nggak, besok pagi baru bisa diupload.” Tina menawar.


Nawang tepuk pundak Tina dan dia pijat-pijat. Merasa ada maksud lain dari perlakuan Nawang padanya, Tina menengok ke belakang dan mendapati Nawang yang melotot padanya.


“Paling lambat nanti malam. Gak pake nawar. Buat supaya si Yudhistyrex keliatan cemburu banget, cinta banget, terobsesi sama gue.” Nawang memaksa.


Nawang adalah salah satu sumber keuangan Tina. Jadi, sulit baginya untuk menolak perintah Nawang.


“Oke…” Tina pun pasrah.

__ADS_1


Karena bosan tak ada hiburan di kontrakan lamanya, Nawang memutuskan pulang sekitar 30 menit kemudian. Dan saat-saat penuh tekanan bagi Tina pun berakhir. Setidaknya itu harapan Tina.


‘Ting!’


Notifikasi pesan terdengar dari ponsel pintar Tina. Saat dia lihat siapa pengirim pesannya, sebuah dengusan panjang seketika berhembus.


“Tadi istrinya, sekarang suaminya…” keluh Tina.


Pengirim pesan itu adalah Kristanto, asisten Yudhis. Melalui pesan itu Kris menyampaikan keinginan Yudhis yang tidak mau berhubungan langsung dengan Tina.


[Pak Yudhis bilang, beliau tahu kalau Ibu Nawang mengambil video di kantornya tadi. Kamu bakal selamat kalau kamu bisa mengedit seolah-olah mereka sangat mesra dan membuat Pak Yudhis menjadi lebih keren.]


Sebuah ancaman tersurat dengan begitu jelas di sana.


Benar-benar, pasangan ini sepertinya ingin membuat Tina menangis sejadi-jadinya. Pasalnya, video kali ini tidak tertata seperti biasanya. Ada bagian percakapan yang seru, tapi yang mengatakannya tidak memperlihatkan wajahnya. Ada juga adegan mereka berdua berdebat, tapi isi perdebatan mereka tidak ada kongklusi maupun solusinya.


‘Ting!’


Mata Tina memicing saat pesan berikutnya datang.


[Attachmen: videotambahan.mp4]


[Edit biar makin romantis!… kata Pak Yudhis.]


“Gue ganti bos aja kali ya?” gumam Tina.



Malam yang dinantikan pun tiba. Dengan tidak sabar Nawang menantikan video yang akan Tina kirim padanya agar bisa dia cek sebelum nantinya diuploadnya sendiri ke channelnya. Tetapi, sampai pukul 9 malam belum juga ada email dari Tina.


“Ini bocah ke mana, sih? Lama amat ngirimnya.” keluh Nawang sambil terus merefresh emailnya.


Sementara itu, pintu apartemen tiba-tiba terbuka. Nawang yang sedari tadi sendirian mendadak kaget. Tetapi, keterkejutannya langsung hilang saat tahu bahwa Yudhis lah yang rupanya membuka pintu tersebut.


Dia baru saja pulang bekerja dan masih mengenakan pakaian yang sama dengan yang dikenakannya siang tadi. Dari bau alkohol yang menguar darinya, Nawang menduga bahwa Yudhis baru selesai menjamu kliennya.


“Lo minum? Bau banget.”


Sambil berjalan menuju kamarnya, Yudhis menjawab, “Enak aja! Lo kan tahu gue gak bisa minum alkohol.”


Bukannya Nawang tidak ingat. Dia hanya kaget bau haram itu bisa sekuat itu keluar dari Yudhis yang terkenal bersih.


Tak lama kemudian, terdengar suara keran air dari kamar Yudhis yang tidak tertutup. Baru sekitar sepuluh menit setelahnya, Yudhis keluar dari sana dengan kaus hitam dan celana kolor kotak-kotaknya.

__ADS_1


“Lo gak tidur? Kan udah malam.”


Yudhis duduk di sebelah Nawang, lalu menyalakan televisi. Dibukanya aplikasi NTFlix dari sana dan dia cari acara atau drama yang menarik di sana. Terpilihlah sebuah drama asal Thailand dengan genre horror komedi yang nampak menarik di mata Yudhis.


“Gue nungguin videonya Tina. Katanya hari ini mau dikirim. Tapi, gak dateng juga.” jawab Nawang.


“Hm… video apa lagi? Bukannya lo tadi udah upload?”


Nawang mengerutkan dahinya, karena bingung. Dia tidak merasa sudah mengupload video apapun. Lalu, video mana yang Yudhis maksud?


Dari pada lebih penasaran lagi, Nawang periksa channelnya segera.


“Lah! Setengah jam yang lalu udah di-upload!” seru Nawang saat melihat sebuah video baru di channelnya sendiri.


Tanpa Nawang sadari, ternyata sedari tadi notifikasi berupa komentar dan like memenuhi aplikasi videonya. Dia memang tidak mengaktifkan notifikasi untuk channelnya dan baru dia perhatikan saat membuka aplikasi. Rata-rata semua menuliskan ketakjubannya dan rasa terima kasih atas diuploadnya video kali ini.


[Makasih, live kissingnya.]


[Ternyata pasangan ini memang yang paling hawth. Luar biasa! Makasih udah kasih asupan uwu untuk hari ini.]


[Video ini membuktikan bahwa gosip waktu itu cuma settingan. Paling mereka lagi role-play.]


[Nawang memang istri-able. Yudhis juga suami-able. Cucok lah!]


Nawang menggaruk-garuk kepalanya, bingung.


“Kenapa Tina upload langsung? Terus, kok ada live kissing segala?” pikir Nawang.


Semakin penasaran, Nawang pun menuju video yang terupload dan memainkannya. Dengan seksama dia memperhatikan setiap adegan pada video berdurasi 25 menit itu.


Awalnya memang seperti yang dia rencanakan. Terdapat adegan saat dia menyiapkan makan siang hingga saat dia menunggu di cafe.


“Tunggu. Kayaknya gue gak ngambil adegan dari luar cafe. Jangan-jangan lo…”


Yudhis menengok, lalu menganggukkan kepalanya.


Dari sini Nawang mulai curiga. Jangan-jangan ada adegan lain yang diambil oleh Yudhis. Kalau begitu, bisa-bisa rencananya mempermalukan Yudhis juga gagal.


Tidak mau membuang waktu, Nawang pun mempercepat video itu 2,5x. sampai pada menit ke 20, live kissing yang dimaksud pun akhirnya dia temukan. Adegan itu tidak lain adalah adegan saat Nawang berusaha merebut kotak bekal dari Yudhis untuk ke sekian kalinya. Karena angle-nya, jadi terdapat kesan bahwa dia sedang mencium Yudhis.


“Kampret banget emang ya lo! Yudhistyrex!!”


Nawang ingin menghajar Yudhis, tapi saat dia menengok lagi pria itu sudah tidak ada di sana. Dia kabur tanpa mematikan televisi entah ke mana.

__ADS_1


__ADS_2