Status : Menikah

Status : Menikah
Kok Gini, Sih?


__ADS_3

Yudhis tidak ingin berlama-lama untuk mengabarkan ke semua orang bahwa dia sudah memiliki kekasih. Karena itu, dia mendesak Nawang untuk segera mengumumkannya di channelnya.“Emangnya harus banget live streaming?” tanya Nawang yang masih ragu-ragu.


“Gue pikir, kalau siaran langsung bakal lebih dipercaya.” jawab Yudhis.


Tina menimpali, “Setuju banget. Kalau gak siaran langsung, bakal lebih banyak yang mikir kalau ini cuma settingan. Padahal kalian real pasangan asli.”


“OMG! Gue gak nyangka, akhirnya sohib gue jadian juga sama teman masa kecilnya. Sinetron banget gak, sih?”lanjut Tina.


Teman satu atap Nawang itu tidak tahu bahwa Nawang dan Yudhis tidak benar-benar berpacaran. Dan karena, tahu Nawang sudah mengenal Yudhis sejak lama, dia juga tidak curiga saat tiba-tiba Nawang memberi tahu bahwa dia dan Yudhis akhirnya berpacaran.


Sebetulnya, Tina sudah memprediksi bahwa suatu saat hal ini akan terjadi. Dia salah satu orang yang tidak percaya bahwa pria dan perempuan bisa bersahabat tanpa ada salah satunya yang menyimpan rasa.


“Ya udah, mau kapan pengumumannya? Bisa gue aturin jadwalnya sekarang. Atau mau gerilya aja?” Tina bertanya dengan penuh semangat.


“Besok Rabu aja.”


“Gerilya sekarang.”


Pasangan palsu itu berkata hampir bersamaan. Nawang menginginkan untuk menunda pengumuman, sedangkan Yudhis ingin menyegerakannya.


Mengingat bagaimana kelakuan bejat mereka berdua selama ini, Tina berpikir untuk segera mencegah pertarungan yang akan terjadi.


“Karena Nawang yang bayar gue, jadi fix hari Rabu, ya.” ucapnya.


Yudhis menyela, “Gak. Mulai hari ini gue yang bayar lo, Tin.”


Dalam sekejap, Tina pun mengubah keputusannya, “Ok. Fix sekarang juga kita guerrilla live. Gue ambil kamera sama lighting dulu.”


“Dasar asisten kapitalis!!” semprot Nawang yang dibalas dengan juluran lidah oleh Tina.


Nawang yang kesal tadinya ingin langsung mengejar Tina. Tetapi, Yudhis menahan pinggang Nawang yang sedari tadi dia peluk agar Tina percaya akan hubungan mereka.


Sungguh, Nawang tidak berdaya menghadapi kolaborasi di antara kedua sahabatnya itu. Dan akhirnya, dia pun menurut untuk melakukan guerrilla live atau live diam-diam tanpa memberi tahu subscriber atau followernya.


“Hai, semuanya! Maaf nih, mendadak streaming. Tapi, kalian mau dong tetep nonton channel ini. Apa lagi kita sekarang lagi ditemenin sama Pak CEO ganteng yang satu ini.” sapa Nawang pada para penggemarnya.


“Selamat siang. Semoga kalian tidak bosan melihat wajah saya terus di channel ini.” ujar Yudhis dengan image rapi yang masih dia pertahankan.

__ADS_1


Karena ini siaran mendadak, tidak banyak yang menonton Nawang. Tetapi, berita tentang adanya Yudhis di channelnya langsung menyebar ke berbagai media sosial. Dan lambat laun, sejumlah 200 penonton pun terkumpul. Cukup bagus untuk sebuah channel yang belum mencapai milestone 1 juta subscriber, bukan?


“Kita udah menyapa semuanya, nih. Jadi, apa kita bisa langsung ke inti siaran kita hari ini?”


“Ya ampun, Pak Yudhis. Buru-buru amat. Kayak dikejar setoran ibu kos aja.”


Yudhis lalu mendekatkan tubuhnya pada Nawang, lalu merangkul pinggang ramping gadis itu dengan begitu mesra. Nawang yang tidak diberi aba-aba pun kaget dan hampir saja terlonjak. Tapi, sebisa mungkin Nawang menetralkan ekspresinya. Karena, dia tahu bahwa ini bagian dari rencana Yudhis.


“Saya memang dikejar pemilik rumah, kok. Tepatnya dikejar target sama Ibu saya buat cepat-cepat punya pasangan.” canda Yudhis dengan tatapan penuh cinta pada Nawang.


Melihat itu, penonton yang tadinya kebanyakan diam pun langsung memberikan berbagai komentar.


“Apa sekarang channel Nawang bakal jadi channel pasangan?”


“Waduh. Kayaknya Mas CEO impianku taken, nih. Duhuhuhu…”


“Noooo!! Why, Nawang??”


“Bakal asik, nih. Nawang kan anaknya seru, kalau sama CEO NTMall pasti gak bakal ngebosenin kayak video setahun belakangan ini.”


Terkadang, penonton channel Nawang memang terlalu jujur. Kadang Nawang juga dibuat patah semangat karena mereka. Tetapi, kali ini dia tidak boleh begitu.


“Malu tahu, Dhis. Banyak yang nonton!”hardik Nawang pada Yudhis dengan nada manja.


Bukannya melepas, Yudhis justru semakin mendekat pada Nawang.


“Gapapa, lah. Kan semua jadi pada tahu kalau kamu itu… udah jadi punyaku.”


Kata-kata yang terucap lirih itu sengaja Yudhis ucapkan di dekat mikrofon kecil di kerah baju Nawang agar terdengar di siaran langsung itu.


Komentar-komentar penonton pun semakin membludak. Hingga jika ada yang ingin di-notice komentarnya, dia harus membayar extra-chat.


“Kalian jadian akhirnya?”


“Jadi, talkshow beberapa hari lalu tuh cuma gimmick?”


“Buset! Mereka beneran jadian!”

__ADS_1


“Udah gue duga, dari tatapan pak Yudhis kemarin itu loh. Uwu”


“Berita besar, nih. CEO NTMall yang dikira homo ternyata hetero.”


“Hari patah hati nasional lagi ini mah.”


Di antara extra-chat itu, ada satu komentar dengan background chat warna merah menyala yang artinya dia memberi banyak donasi. Pemberi donasi itu menggunakan sebuah username channel yang tidak asing bagi Nawang dan Yudhis.


@Firm_man: “Ternyata bener, kalau lo selingkuh selama kita pacaran, Wang.”


Seseorang yang mengenal username itu lalu berkomentar, “Mantannya dateng, cuy.”


“Bang mantan kayaknya salty, nih. Kebanyakan micin apa garem nih, salty-nya?”


Yudhis juga mengenal betul pemilik username itu, karena dulu pernah dilabrak olehnya. Cukup menumpuk dendamnya pada Firman saat itu.


“Kenapa kami harus berselingkuh? Kami memang bersahabat sejak lama. Tetapi, baru belakangan ini kami menyadari perasaan kami masing-masing. Dan karena aku udah kenal Yudhis dari lama…”


Nawang membalas tatapan Yudhis, lalu lanjut berkata, “Jadi, aku yakin dia gak akan selingkuh kayak pasanganku sebelumnya.”


Senyum Yudhis melebar begitu mendengar cerita karangan Nawang.  Dia senang, karena Nawang sangat supportive. Tetapi, setelah ini dia harus meminta maaf lagi pada gadis itu. Karena, ada rencana lainnya yang dia sembunyikan dari Nawang.


“Ya. Aku gak akan kecewain kamu. Dan sebagai buktinya…”


Yudhis merogoh salah satu saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna putih dari sana. Lalu, dia lepaskan pelukannya dari Nawang dan pindah untuk berlutut di hadapan Nawang sambil membuka kotak kecil itu.


Rasa terkejut Nawang tak bisa disembunyikan. Dia yang kaget melihat isi kotak itu pun membulatkan mata sambil menutup mulutnya yang ikut membulat. Di sana terdapat sebuah cincin emas dengan permata yang begitu besar dan terlihat mewah. Desainnya yang menyerupai daun menjalar itu juga cukup menarik perhatian Nawang, karena itu sangat cocok dengan seleranya.


“Will you marry me? Aku pengin kamu juga jadi sahabat hidup dan matiku. Dan saat di surgapun aku ingin kamu jadi bidadari yang akan menemaniku.”


Lamaran mendadak itu didengarkan oleh ratusan penonton secara langsung, serta diucapkan setelah mereka berdua mengaku berpacaran. Jika Nawang menolaknya, tentu kepalsuan hubungan mereka akan terlihat.


“Bercanda kan?” tanya Nawang dengan gerak bibirnya tanpa bersuara.


“Mulai sekarang, aku bakal selalu serius sama kamu, Wang.” jawab Yudhis lugas.


Ekspresi wajah Yudhis yang serius begitu menunjukkan kesungguhannya. Namun, Nawang tahu bahwa pria itu hanya sedang berpura-pura. Hal gilanya, dia ikut terjerat dalam kepura-puraan itu hingga tanpa sadar menunduk dan membuat orang lain menganggap bahwa Nawang setuju dengan lamaran itu.

__ADS_1


Oh, Nawang… sepertinya dia harus mengasah kelicikannya lagi. Karena, Yudhis akan selalu mencoba mendahului Nawang dalam hal apapun.


__ADS_2