Status : Menikah

Status : Menikah
Mutasi


__ADS_3

Dari seluruh bagian hidup Marcel, mungkin rumah orangtuanya adalah hal terburuk baginya. Tidak ada pernah ada hal baik di sana, baik ayah kandungnya, ibu tirinya, bahkan mendiang ibu kandungnya sendiri. Mungkin ada bagusnya juga dia dikeluarkan dari rumah. Toh dia tetap mendapatkan provoledge sebagai putera dari pengusaha kaya.Namun, hingga saat ini dia masih tidak bisa menerima bagaimana dia keluar dari sana hanya untuk memuaskan keinginan Tari, Ibu tirinya.


Usia Tari tidak begitu jauh dari Marcel yang masih 29 tahun. Marcel tidak tahu berapa tepatnya, namun dia yakin jarak usia mereka tidak sampai sepuluh tahun. Karena itu, dia sangat kaget saat ayahnya yang sudah berusia 60 tahun tiba-tiba membawa Tari ke rumah dan memperkenalkannya sebagai istri baru.


Awalnya hubungan mereka berdua baik-baik saja. Marcel cenderung memilih diam saja, dari pada harus berinteraksi dengan Tari. Hanya usia dan fisik Tari saja yang membuat Marcel kaget. Sedangkan tentang hubungan percintaan Tari dengan ayahnya, Marcel tidak begitu peduli. Yang terpenting wanita itu tidak mencampuri urusan pribadinya.


Dan saat itupun tiba. Tanpa sengaja Tari melihat Marcel yang tengah bersama pacar prianya saat itu. Mereka berdua yang tengah bergandengan tangan memicu rasa penasaran Tari yang tidak pernah melihat pasangan gay sebelumnya. Tari pun mengikuti anak tirinya tersebut hingga kecurigaannya terbukti. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat mereka berdua melakukan hal selayaknya sepasang kekasih.


Saking terkejutnya Tari saat itu, tanpa pikir panjang dia menghubungi suaminya. Karenanya, sebuah tragedi yang tidak terelakkan terjadi. Ayah Marcel yang sangat malu dengan kelakuan puteranya sendiri segera mengirim orang untuk melenyapkan pacar puteranya.


Marcel yang bertanya-tanya tentang keberadaan kekasihnya pun mencari pria itu ke mana-mana. Tetapi, tidak juga dia temukan. Dia pun mencoba meminta bantuan ayahnya dengan mengatakan bahwa ada temannya yang tiba-tiba hilang tanpa jejak. Namun, tidak ada yang bisa dia dapatkan. Yang ada ayahnya justru mencecarnya. Saat berbincang dengan ayahnya itulah dia sadar bahwa ayahnya sebetulnya sudah tahu bahwa hubungannya dengan orang yang sedang dia cari bukan sekedar teman. Dan dari situ pula dia mulai curiga bahwa ayahnya ikut andil terhadap menghilangnya sang kekasih.


Tapi, menurutnya tidak mungkin juga ayahnya mendengar tentang hubungan menyimpangnya dari anak buahnya. Karena, dari semua anak buah ayahnya, tidak ada seorangpun yang berani padanya. Marcel sudah mengancam siapapun yang menjadi orang kepercayaan sang ayah agar mau bekerja sama dengannya tentang hal apapun. Sebagai gantinya, Marcel akan memberikan apapun yang mereka mau.


Hanya ada satu orang yang belum pernah dia sentuh, yaitu ibu tirinya. Cuma wanita itu yang sangat mungkin melakukan ini.


Atas kecurigaannya ini, Marcel pun meminta orang suruhannya untuk mengikuti wanita itu. Dan benar saja, Tari memang mengunjungi tempat disembunyikannya sang kekasih.


Hari itu juga Marcel berusaha menyelamatkan kekasihnya itu dari jeratan sang ayah. Namun, esok harinya pria itu hanya tinggal jasadnya saja saat tengah tertidur di pelukan Marcel.


Menyadari itu, tak ayal seluruh badan Marcel bergetar begitu hebat. Dia berteriak-teriak bagai orang kerasukan saking sulitnya menerima kejadian yang baru saja menimpanya. Dan bukannya pertolongan yang dia dapat, ayahnya beserta beberapa orang lain termasuk ibu tirinya justru menerobos ke kamar hotelnya dan mempermalukannya.


Hari itu rasanya Marcel hampir gila. Dia yang tidak bisa membalas kata-kata pedas dari mulut orangtuanya hanya bisa diam dan menurut, termasuk saat ayahnya menyuruhnya pergi dari rumah.

__ADS_1


Sesekali, Marcel memang dipanggil ke rumah orangtuanya. Itu pun karena ayahnya masih menyimpan harapan pada puteranya. Tetapi, lagi-lagi sang ayah juga harus menelan pil kekecewaan. Video yang viral belakangan ini lagi-lagi mengingatkannya pada kejadian sebelumnya.


“Ayah tidak ingin basa-basi lagi. Jelaskan sekarang juga apa maksud video itu!”


Marcel menelan salivanya, lalu menjawab, “Saya mencintai Yudhistira.”


Pria berkursi roda itu memegangi dadanya yang terasa tercekat. Sementara Tari terlihat kebingungan, namun masih berusaha menenangkan suaminya.


“Sayang, yang sabar. Tenangkan dirimu, Sayang.” ujarnya.


Mendengar wanita itu memanggil pria yang usianya dua kali dari usianya membuat Marcer merasa geli. Marcel yakin bahwa itu hanya sandiwara Tari saja untuk mendapatkan warisan sang suami.


“Kamu… Ayah tidak akan melindungimu lagi. Ini balasanmu setelah Ayah bantu agar kamu bangkit?”


“Saya tidak pernah mengharapkan perlindungan Ayah.” sahut Marcel.


Setetes air mata perlahan turun di pipi Robi yang kini semakin berkeriput. Sekuat mungkin, Robi berusaha menahan isak kekecewaannya.


“Mulai besok, kamu tidak akan lagi bekerja di cabangmu yang sekarang. Pindahlan sejauh mungkin. Ayah tidak ingin kau membuat masalah dengan keluarga Pandu.”


Setelah mengatakan itu, Robi memberikan aba-aba pada Tari untuk membawanya pergi dari tempat itu. Rasanya dia sudah tidak kuat di sana.


__ADS_1


Seperti yang Robi katakan, kepindahan Marcel ke kantor cabang NTMall yang lain segera dilaksanakan. Kepindahan ini berjalan dengan cukup lancar atas dukungan dari Robi. Jika Yudhis sendiri yang memindahkannya, mungkin tidak akan berhasil.


“Haa… syukurlah tujuan kita udah hampir terwujud. Jadinya, si curut dipindah ke mana?” tanya Nawang setelah Yudhis selesai rapat online. Dia datang dengan dua mangkuk berisi ice cream cokelat di tangannya.


“Rencananya dia bakal dipindah ke Surabaya. Tinggal bikin laporan ke sana, terus selesai.” jawab Yudhis sambil mengambil ice cream dari tangan Nawang.


Nawang menarik sebuah sofa bulat, lalu duduk di samping suaminya sambil ikut memperhatikan layar komputer.


“Berarti, apa kontrak kita udah mau selesai?”


Baru saja Yudhis mendaratkan sesendok ice cream di mulutnya, namun segera dia meletakkannya kembali ke mangkuk. Ditaruhnya juga mangkuk itu di atas meja kerjanya.


“Oh, ya… ya belum lah. Kan kontraknya gak ada batas waktu. Lagi… lagian, emangnya lo udah gak butuh gue jadi su-suami pencitraan lo? Katanya mau jadi pasangan content creator.”


Suara Yudhis terdengan begitu gugup saat mengatakannya. Bagaimana tidak? Istri yang baru dinikahinya kurang lebih satu bulan, sudah meminta cerai. Jelas saja dia merasa gugup. Apa lagi cintanya juga belum terbalas, mengingat dinding pertahanan Nawang begitu sulit ditembus.


“Coba baca kontraknya lagi, deh!” perintah Yudhis.


Nawang tidak bergeming dan tetap duduk di sebelah Yudhis dengan wajah tak bersalahnya.


“Gini loh, gue cuma mau mastiin gimana hubungan kita setelahnya. Karena, penyebab utama pernikahan kontrak kita kan udah mau pergi. Jadi, gue pikir lo mau cerai aja gitu. Kan, kepentingan lo udah tercapai.” jelas Nawang.


Yudhis mendengus. Dia tidak menyangka, teranyata Nawang menganggapnya sebagai orang yang seegois itu. Padahal Yudhis tidak ada niat sama sekali untuk mengakhiri pernikahan kontrak mereka.

__ADS_1


“Mending lo gak usah mikirin hal itu deh, Wang. Gue masih pengin jadi suami lo selama mungkin.”


__ADS_2