Status : Menikah

Status : Menikah
Nyasar Part 1


__ADS_3

Sebagai seorang istri, Nawang cukup tahu diri. Dia sudah menikah, jadi tidak bisa pergi berduaan secara bebas dengan pria lain. Karena itu, dia meminta izin dulu pada suaminya, sekalian sebetulnya ingin mengajaknya ikut ke MT Land. Tapi, ternyata tanpa mengajak pun Yudhis sudah minta ikut terlebih dahulu.


Lalu, datanglah hari yang mereka tunggu-tunggu. Sekarang mereka berempat, Yudhis, Nawang, Aaron, ditambah Tina sudah berada di MT Land.


Taman hiburan dengan berbagai wahana untuk dimainkan itu, hari ini pun sama ramainya seperti biasa. Banyak orang-orang berkunjung di sana bersama keluarga maupun pasangannya. Berbagai stan makanan dan toko oleh-oleh juga berjajar dengan desain yang saling melengkapi satu sama lain. Beberapa karakter lucu dan ramah dari MT Land juga ikut meramaikan tempat itu. Maka, tidak heran bila MT Land menjadi tempat wisata favorit di Ibu Kota.


 Di samping mereka berempat, ada juga Kris dan seorang lagi yang ikut untuk membawakan barang-barang yang diperlukan untuk syuting vlog.


“Saya kira, Bapak tidak ikut.”


Tina datang dengan membawakan empat gelas minuman di tangannya, lalu dia serahkan salah satunya pada Yudhis.


“Hm.”


Cuma itu yang keluar dari mulut Yudhis. Dia sama sekali tidak berniat untuk mengobrol santai dengan siapapun hari ini. Tujuannya ikut hanyalah untuk mengawasi istrinya.


Merasa diacuhkan, Tina tidak lagi melanjutkan niat baiknya untuk mengajak Yudhis mengobrol. Dia pun pergi ke tempat Nawang dan Aaron berdiri untuk memberikan minuman pesanan mereka.


“This is the questions I’ll ask you. Please check first, so I can adjust if you want some changes.” ujar Nawang sambil menyerahkan selembar kertas berisi daftar pertanyaan pada Aaron.


Sambil menerima kertas itu Aaron menyahut, “Fine. I will read it first, then.”


“Wang, es boba lo, nih.” kata Tina.


Diserahkannya juga minuman yang satunya pada Aaron.


“Thank you.” ucap pria berambut pirang itu.


Tina yang baru pertama kali diajak bicara oleh orang asing mendadak kaku dan hanya menjawab, “Y… yes.”


Sementara itu, Nawang baru menyadari sorot mata Yudhis padanya yang seakan menusuk hingga menembus tulang. Matanya yang tidak berkedip membuat pria itu semakin terlihat menakutkan.

__ADS_1


“Wah… mode tyranosaurus-nya kumat.” gumam Nawang.


Yudhis memberi sinyal agar Nawang mendekat padanya dengan penuh ancaman. Tidak ingin membuat keributan, Nawang pun mengikuti keinginan Yudhis untuk ke sana.


“Itu muka dibenerin dulu ngapa!” tegur Nawang.


“Hah? Muka proporsional gue, apanya yang perlu dibenerin?”


Nawang memutar bola matanya. Hampir saja Nawang lupa bahwa pria di hadapannya ini terbuat dari 30% wajah tampan dan 70% kenarsisan.


“Iya, deh. Ganteng mah bebas. Tapi, gak berarti harus melotot gitu kali.”


Kepalan tangan Yudhis mengerat untuk menahan kekesalannya. Pria mana yang tidak kesal saat istrinya tidak sadar bahwa dia sedang cemburu? Terlebih orang asing bernama lengkap Aaron James Bayner itu ternyata tidak jauh lebih buruk darinya. Bahkan bisa dibilang sama sekali tidak buruk.


Dia adalah seorang warga negara Australia yang memiliki beberapa cabang cafe dam restoran di Indonesia. Belakangan Yudhis juga baru mengetahui bahwa cafe Setubruk yang sudah lama berdiri di depan kantornya juga adalah milik Aaron. Sungguh besar penyesalan Yudhis telah menguntungkan cafe itu dengan sering membeli kopi di sana. Namun, perlu Yudhis akui bahwa kopi di cafe itu memang yang terenak dari yang kopi manapun yang pernah dia coba.


“Lagian, lo ingat kan tujuan lain kita di sini selain bikin vlog?”


“Coba bayangin kalau mereka berdua berhasil jadian! Pasti bakal lucu banget. Yang satunya anak rumahan, satunya lagi petualang yang gak bisa tinggal di satu tempat aja.”


Ini adalah hal yang tidak Yudhis sangka sebelum datang ke MT Land hari ini. Tujuan utamanya dan yang menurutnya terpenting adalah menjaga istrinya dari godaan setan jahanam berwujud pria. Hingga Nawang kemudian memberi tahu bahwa sebetulnya ini hanya kamuflase Aaron saja untuk mendekati Tina.


Rupanya setelah menikah dengan Yudhis, beberapa kali (saat tidak pandemi) Nawang mengajak Tina untuk rapat di cafe depan kantornya. Saat itu, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Aaron dan menurut Nawang, Aaron langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Tina.


“Emangnya Si Aaron itu beneran serius sama Tina? Kalau tujuannya dia cuma buat mainin Tina aja gimana?”


Menurut Yudhis, mereka baru mengenal Aaron. Tidak seharusnya mereka langsung percaya begitu saja dengan ucapannya. Karena itu, Yudhis sama sekali tidak mengendurkan pengawasannya.


“Ih! Suudzon mulu lo. Lihat aja tuh dia manis banget ke Tina. Lagian, kalau Aaron macem-macem yaa… artinya gue harus turun tangan buat ngehajar dia.”


Sulit rasanya bagi Yudhis untuk tidak mengkhawatirkan Nawang. Gadis itu saja sangat tidak peka dengan pria-pria di sekitarnya. Sekarang Nawang malah meminta Yudhis untuk percaya pada prediksinya yang belum tentu benarnya.

__ADS_1


Kalau sudah begini, Yudhis tidak memiliki pilihan lain. Dia harus menambahkan pengawasan di sekitar MT Land agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


“Udahlah! Pokoknya, sekarang lo ikutin rencana gue dulu. Nanti kan kita jalan tuh berempat, Kris sama temennya ngikutin sembunyi-sembunyi aja. Nah, abis itu, kita berdua mencar dari mereka.” begitu penjelasan Nawang pada Yudhis.


Klise memang. Saking klisenya Yudhis sampai bingung, istrinya itu sebetulnya pintar atau bodoh.


“Terus Si Aaron setuju gitu sama rencana lo?” tanya Yudhis.


“Hehehe…”


Mendengar tawa cengengesan Nawang, Yudhis berfirasat bahwa Nawang tidak memberi tahu rencananya ini pada Aaron.


“Gila lo!”


Nawang masih tersenyum lebar dan berkata dengan santainya, “Tapi, dia tahu kok kalau gue ngerencanain buat comblangin dia sama Tina.”


“Haaa…” Yudhis mendengus.


Dia pasrah saja. Toh MT Land juga masih berada di bawah pengawasannya. Jadi, kalau ada apa-apa bisa langsung dia atasi.



Rencana Nawang pun dimulai. Setelah memainkan satu wahana, Nawang langsung menarik Yudhis agar berpisah dari Tina dan Aaron. Lalu, dia akan mematikan ponselnya agar Tina sulit menghubunginya. Dengan begitu, mau tidak mau Tina dan Aaron harus bekerja sama mencarinya berdua saja.


Begitulah rencana awal Nawang. Namun, peristiwa lain menyebabkan Nawang dan Yudhis benar-benar tersesat di taman bermain paling populer di Indonesia ini.


“Ini di mana, deh? Dhis? Lo masih di sebelah gue kan?”


Suasana gelap di tempat mereka berada semakin membuat mereka kesulitan untuk keluar dari sana.


“Haa…”

__ADS_1


Semenjak datang ke taman bermain ini, entah sudah berapa kali Yudhis mendengus sekasar itu. Tingkah istrinya ini memang selalu membuatnya pusing.


__ADS_2