
Semakin terungkit kasus tersebut, semakin banyak pula orang mengingat siapa saja yang terlibat di dalamnya. Orang-orang yang pernah mengaku sebagai tetangga Nawang juga ikut bicara mengenai hal ini, dan tersebutlah nama Nawang.
Berawal dari sebuah akun sosial media yang menceritakan kisah yang dia dengar tentang pembunuhan itu. Dia mengaku sebagai tetangga dan teman satu kelas dari puteri Beni. Pemilik akun juga menyebarkan foto-foto keluarga Nawang yang diambil lebih dari empat belas tahun yang lalu. Dengan keakuratannya, postingan tersebut pun menyebar dan viral.
Karena kemiripan foto dengan Nawang yang baru-baru ini sedang naik daun sebagai pembuat konten video, orang-orang pun mulai berspekulasi macam-macam. Ada yang yakin bahwa mereka orang yang sama, tapi juga ada yang tidak yakin.
Orang-orang yang tidak yakin itu beralasan bahwa umur Nawang, si pembuat konten, dan Nawang yang merupakan puteri pelaku pembunuhan tidak sesuai. Karena, yang mereka tahu Nawang baru berusia 26 tahun, sedangkan Nawang yang lain berusia 18 tahun saat pembunuhan itu terjadi.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi 14 tahun yang lalu. Jadi, seharusnya Nawang yang lain sudah berusia 32 tahun, bukan 26 tahun.
Akan tetapi, orang dengan perpektif lain berpendapat bahwa bisa saja Nawang yang terkenal itu telah memalsukan umurnya. Zaman sekarang, begitu mudah memalsukan umur. Menurut mereka, bisa saja Nawang memanfaatkan wajahnya yang lebih baby face atau juga melakukan berbagai perawatan termasuk operasi plastik untuk mempermuda wajah dan penampilannya.
Kemudian, semua itu menjadi perdebatan. Padahal hal tersebut berawal dari sebuah spekulasi orang-orang random yang belum tentu mengetahui kejadian sebenarnya. Campur tangan orang yang berada di bidangnya sangat terlihat jelas di sini.
“Saya sudah melakukan yang Pak Marcel inginkan.” ujar seorang pria berambut panjang yang hari itu datang menemui Marcel di kantornya. Dia berbicara dengan suara yang cukup lirih, meskipun cafe tempat dia berada tidak memiliki banyak pengunjung saat ini.
“Lalu, ini adalah data-data yang Anda minta.” lanjutnya sambil memberikan sebuah SD card pada Marcel.
Pemberian pria itu Marcel terima dan langsung dia masukkan ke dalam kantung bajunya.
“Kerja bagus, Rudy.” katanya.
Setelah itu, dia membuka ponselnya dan mengetik beberapa tombol di sana. Tak lama kemudian, dia kembali berkata, “Sudah ku kirimkan imbalan untuk kalian.”
Pria yang satunya ikut mengecek ponselnya sendiri. Setelah memastikan bahwa Marcel telah melaksanakan kewajibannya, dia menutup kembali ponsel tersebut.
“Terima kasih. Kami pasti akan lebih berusaha lagi ke depannya.” ujar pria gondrong itu.
“Good. Sekarang kamu kembali lah. Pastikan rencana kita selanjutnya berjalan lancar.”
Melihat senyum miringnya, Rudy tak meragukan lagi seberapa besar dendam yang klien-nya miliki terhadap perempuan bernama Nawang. Entah apa yang Nawang lakukan padanya hingga Marcel sampai senekat itu. Namun, apapun alasan Marcel, itu sama sekali bukan urusannya. Tugas Rudy hanya melaksanakan keinginan orang yang membayarnya. Jika biayanya bagus, menjadi pembunuh bayaran pun dia bisa menjamin keberhasilannya.
__ADS_1
“Sekarang saya akan kembali bertugas. Mari.” ucap Rudy sebelum pergi.
“Ya. Silakan. Saya tunggu kabar baik dari kamu.” sahut Marcel.
Setelah Rudy pergi, Marcel masih duduk di kursinya sambil mengecek ponsel. Dia periksa sejauh mana isu yang dia buat bisa berkembang dan mungkin saja Nawang sudah bereaksi.
Seperti dugaannya, beberapa media sudah bungkam terkait penyebaran isu tersebut. Itu sudah pasti atas permintaan Yudhis yang tidak ingin berita buruk tentang istrinya tersebar. Mau dibawa ke mana wajahnya, kalau semua orang tahu bahwa dia telah menikahi puteri seorang pembunuh.
Dulu Marcel hanya sendirian, tapi sekarang dia sudah memiliki rencana yang lebih matang dengan melibatkan orang yang lebih banyak pula. Memangnya sekuat apa seorang Yudhis menghadapi sosial media yang jumlahnya tidak hanya satu atau dua? Dalam satu aplikasi saja bisa lebih dari jutaan pengguna. Apapun bisa terjadi di sana. Salah satunya adalah kehancuran orang lain.
…
Untuk menghabiskan waktu, Nawang sedang siaran memasak. Rencananya di akhir siaran tersebut, dia akan memberikan masakan yang dia buat kepada Yudhis dan dikomentari.
Mungkin tidak ada yang spesial dari video ini. Karena, dia sudah sering membuatnya. Tetapi, lebih baik dari pada tidak ada konten yang dia unggah.
“Nah, kalau udah siap bahan-bahannya, kita bakal mulai masak. Yang pertama, aku bakal masukin kentang ke oven dulu beberapa menit, supaya mateng. Baru habis itu kita bejek-bejek sampe halus.” jelas Nawang di depan kamera.
Seperti deskripsinya, dia pun memasukkan kentang yang sudah dia potong-potong ke dalam oven.
Dia tuangkan secangkir boba mentah ke dalam panci transparan berisi air mendidih. Lalu, Nawang aduk-aduk sebentar. Setelah itu, dia cek komentar penontonnya.
“Seandainya kau adalah istriku,” baca Nawang yang kemudian langsung menanggapi, “Sayang sekali… daku syudah taken.”
Komentar lain pun ikut datang.
[GWS (get well soon!)]
[GSH (get some help!)]
Semua menertawakan komentar tadi dan tanggapan Nawang terhadapnya.
__ADS_1
Kemudian, ada pulang yang berkomentar, [Pengin tanya, deh. Nawang belajar masak dari siapa, sih? Kayaknya jago banget.]
Sayang sekali, Nawang tidak melihat komentar tersebut. Sehingga, malah penontonnya lah yang menjawab.
[Paling sama Mama-nya. Yakin banget, Mama Nawang juga hobi banget masak.]
[Atau mungkin sama mertuanya?]
[Lah, tapi emaknya Yudhis bukannya orang sibuk juga, ya? Beliau sempat masak kah?]
[Iya juga, ya.]
[Berarti bener Mama-nya Nawang sendiri, mungkin.]
Lalu, datang juga sebuah komentar dengan donasi berwarna biru.
[Maksudnya Mama Nawang yang selingkuh sama anggota DPR itu kah?]
Meskipun jumlah donasinya tidak terlalu besar, isi pertanyaannya cukup mencuri perhatian penonton yang lain. Beberapa penonton tidak paham dengan maksud komentar tersebut. Sedangkah yang paham, langsung membalas dengan belaan.
[Oh, staph! Yang viral belakangan ini tuh bukan Nawang yang ini!]
[Mana ada dewiku ternyata anak pembunuh dan anak tukang selingkuh?]
[Iya. Lagian, mana mau Yudhis sama orang kayak gitu.]
Pemilik akun yang memberi donasi tadi kembali berkomentar.
[Kalian gak mikir, kalau anak dari pelaku pembunuhannya mirip banget sama Nawang? Mungkin kalau dibikin sinetron, bisa kali Nawang yang peranin.]
Tak lama setelahnya, ada pula yang setuju dengan pendapat itu. Dia berkata, [Eh, tapi emang mirip banget, sih. Bedanya, Nawang yang itu keliatan lebih muda aja.]
__ADS_1
[Gue baru liat artikelnya. Emang mirip banget anjiiiiir!]
Komentar mengenai hal tersebut pun akhirnya Nawang sadari. Agaknya dia memang harus bertindak menghadapi hal ini.