
Setelah mendapat kabar dari Urahara kalau Hana telah siuman, Jun pun langsung ke rumah sakit untuk melihatnya. Setibanya di sana tampaknya Hana sudah di pindahkan ke ruang inap sehingga siapa saja bisa datang untuk menengoknya, di ambang pintu Jun menatap Hana dengan penuh penyesalan sementara itu Hana menatap Jun tak percaya. Mimi dan Urahara segera keluar dan membiarkan mereka berdua.
Kini Jun sudah berada di depan Hana dengan wajah yang menunduk ke bawah, Hana menyuruh Jun untuk menangkat kepalanya namun Jun masih tidak bisa menatap kedua mata Hana dengan kondisinya sekarang, Tangan Hana meraih tangan Jun dan mengoyangnya pelan.
" Jangan menangis, Aku sudah mendengar berita tentang ibu tirimu, Jangan menangis seperti itu. " Hana melirik Jun dengan sedikit guyonan karena Jun berusaha untuk menyembunyikan wajah sedihnya
" Aku tidak menangis karena hal itu, tapi aku menangis karena melihatmu dalam keadaan seperti ini. "
" Aku baik-baik saja, lihat. " Hana mencoba bersikap sehat di hadapan Jun walaupun saat itu ia masih merasa nyeri akibat operasi yang sudah di alaminya
" Sudah jangan bersikap seperti orang kuat, kau ini masih sangat mungil di mataku, Beristirahat lah yang cukup. " Jun kembali menyuruh Hana untuk memperbaiki posisi serta selimutnya kemudian ia ikut menjatuhkan tubuhnya di atas kursi di sebelah tempat tidur Hana
" Apa dengan begini kau sudah memaafkanku? " Hana melirik Jun penuh harap.
" Sebenarnya aku masih marah dengan kejadian kemarin, tapi melihatmu seperti ini dan pernyataan Dean waktu itu membuatku sadar karena telah melakukan kesalahan, Aku sudah memaafkanmu. " Lanjutnya mengundang senyum manis dari Hana
Dengan berakhirnya masalah mereka pun kembali menjalin hubungan, Dan soal Pertunangan yang sebelumnya berakhir dengan kekacauan membuat Jun merasa bersalah dan meminta maaf kepada keluarga Sakuragi karena tidak dapat melanjutkan pertunangan tersebut, Selain itu Rin juga dapat memahami keadaan yang di alami Jun saat ini sehingga ia bisa menerimanya dengan baik.
\*
Sore itu Dean dan Rin datang secara bersamaan untuk menengok Hana, namun sayangnya dengan keadaan Hana yang masih belum pulih betul membuat mereka harus menahan diri dulu untuk menemuinya, Sebagai gantinya Jun lah yang keluar menyampaikan rasa terima kasih Hana kepada Rin yang telah berani mendonorkan darah untuknya.
" Soal ucapanmu waktu itu, Kau tidak benar-benar menyukai Hana kan? " Jun melirik Dean yang terkejut atas pertanyaannya barusan.
" Kenapa, Apa kau takut kalau aku sampai menyukai Hana? " Balas Dean.
" Sudah jangan membahas soal itu di sini, Kalian sudah dewasa jangan hanya karena satu wanita kalian berlomba-lomba seperti ini dan membuat Hana ikut terlibat nantinya. " Potong Rin yang menengahi mereka.
__ADS_1
Katakura tiba-tiba datang dengan membawa berita penting yang harus di bahasanya bersama Jun, Sementara itu Dean dan Rin memutuskan untuk kembali bekerja walau hari ini sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Hana.
Di atas atap rumah sakit, Katakura menyerahkan sebuah dokumen data pribadi seseorang kepada Jun di mana data tersebut merupakan data diri dari Sana Arizawa, Dalam dokumen menjelaskan bahwa Sana adalah seorang wanita karir yang berstatus janda setelah suaminya meninggal akibat kecelakaan, Keterangan menyatakan bahwa Sana pernah memiliki anak namun saat itu anaknya hilang dan tiba-tiba mendapat kabar kalau anaknya meninggal akibat kecelakaan yang berbeda, sejak saat itu Sana mengalami depresi berat hingga membuatnya harus berurusan dengan psikiater.
Beberapa bulan menjalani perawatan Sana kembali bangkit dan memutuskan untuk menjadi seorang desiner hingga saat ini namanya terkenal hingga ke seluruh dunia, Fakta tentang dirinya di kubur dalam-dalam dan ia pun berfokus pada karirnya saja hingga saat ini. Begitu Jun memastikan isi data tersebut Jun pun ikut curiga kalau wanita itu adalah ibu kandung Hana.
" Apa kita akan memberitahu hal ini pada Naori San? " Tanya Katakura.
" Jangan, Jika kita memberitahunya Hana tidak akan tahu siapa ibu kandungnya yang sebenarnya, Aku akan menanyakan sesuatu pada Hana dulu. "
Setelah dari atap, Jun segera kembali ke kamar Hana dan mendapati Naori San yang sedang berkemas-kemas, Jun pun bertanya akan hal itu.
" Aku akan kembali ke panti untuk mengurus anak-anak, Sebagai gantinya kamu dan Mimi yang menemani Hana di sini. " Jawabnya sembari memasukkan pakaian ke dalam tasnya
" Serahkan saja Hana padaku, Akan ku pastikan dia akan baik-baik saja. " Lontar Jun mantap
" Jangan dengarkan Naori San, Soal menjagaku aku bisa sendiri atau Mimi saja sudah cukup, Kau bisa kembali bekerja. " Ucap Hana sambil mengusap lembut tangan Jun
" Pekerjaan kantor masih bisa ku atasi, Untunglah keluarga Sakuragi tidak menarik sahamnya setelah aku membatalkan pertunangan itu sehingga aku bisa menemanimu untuk sementara waktu. "
" Arigatou.. " Ucap Hana pelan
" Oiya, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu. "
" Apa??? "
" Kalau seandainya suatu saat ibumu datang kepadamu dan kenyataan bahwa kematiannya palsu apa kau akan menerimanya sebagai ibumu lagi? " Hana mengerjap heran dengan pernyataan Jun yang di rasanya sangat aneh.
__ADS_1
" Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? " Tanya Hana heran
" Jawab saja, Ini hanya pertanyaan konyol yang ada di kepalaku,"
" Hmm.., Kalau seandainya ibuku yang asli datang dan aku tahu kalau dia tidak meninggal, Mungkin sangat sulit untukku bisa menyayanginya, Sejak kecil Naori San yang merawatku dan dia sudah ku anggap seperti ibu kandungku sendiri, Tapi sebagai seorang anak yang memilki orang tua lain tentu aku ingin bertemu dengannya walau hanya sebentar, setidaknya aku pernah melihat mereka. " Jawab Hana membuat Jun hanya dapat mengangguk paham.
\*
Pria paruh baya itu baru saja turun dari sebuah mobil mewah di dampingi dua orang berbadan besar dan satu lagi sekretarisnya memasuki Detension House yang merupakan penjara khusus untuk tahana Jepang kelas atas, Hari ini Arata akan mengunjungi istrinya untuk pertama kali setelah sang istri mendekap di balik jeruji besi.
" Tahanan atas nama Moe Misugi di luar ada tamu yang ingin menemui mu. " Sahut kepala sipir membuat Moe yang tengah berbaring segera bangkit dan menghampirinya.
" Kalau aku boleh tahu siapa yang datang? "Tanyanya penasaran
" Suamimu datang untuk menemuimu. "
Awalnya Moe menolak untuk menemui Arata dan meminta kepala sipir untuk mengatakan hal itu kepadanya, namun kembalinya kepala sipir juga membawa kabar bahwa Arata tidak akan pergi sampai dia mau menemuinya, Terpaksa Moe pun menurut untuk bertemu dengan suaminya itu.
Langkah Moe terhenti tepat di hadapan Arata yang telah Setia menunggunya keluar, Arata kemudian meminta Moe untuk duduk terlebih dulu dan langsung di lakukan oleh wanita itu.
Arata menunduk di hadapan Moe sambil meminta maaf " Maafkan aku kalau selama ini aku tidak menjadi suami yang baik, Tolong maafkan aku. " Moe yang mendengarnya sontak langsung menyuruh Arata bangkit.
" Seharusnya aku yang minta maaf, Jangan merendahkan dirimu di depanku seperti itu. "
" Aku menyesal karena kurang memperhatikan kalian, Seandainya aku tidak seperti ini kau pun tidak akan melakukan hal itu pada Jun. "
Moe yang tak sanggup menahan kesedihannya pun menangis di depan Arata, ini pertama kalinya bagia Arata melihat istri keduanya itu menangis seperti itu, Ia pun bangkit dan menghampiri Moe kemudian meraihnya ke dalam pelukan.
__ADS_1
" Bersabarlah selama di sini, Aku akan secepatnya mengeluarkanmu, dan soal Rey kau tidak perlu cemas aku akan memberikan kasih sayang yang sama sepeti Jun. " Ucapnya dengan lembut