Stay With Me

Stay With Me
Terbongkar


__ADS_3


Hana menatap mansion mewah di hadapannya dengan kedua mata membulat seperti siap untuk keluar, Seroang pria di belakangnya tampak tersenyum melihat ekspresi Hana yang sangat menggemaskan, Kemudian ia mengajak gadis itu untuk masuk ke dalam namun sebelum itu dia menahan tangan Jun dan menanyakan tentang kedatangan mereka ke tempat itu .


" Selama di sini kita akan tinggal di rumah ini " Jawab Jun dengan ringan.


" Tapi kita bisa menyewa hotel atau penginapan lain kan, Rumah ini terlalu besar untuk kita berdua. " 


" Aku tidak ingin kau dapat masalah kalau kita tinggal di hotel. " Hana tercekat ketika mendengar kata hotel entah kenapa ketika Jun mengucap kata-kata itu rasanya seperti tamparan untuk Hana.


Jun kembali menarik tangannya dengan penuh kelembutan memasuki Rumah besar yang bergaya klasik Eropa itu, Ketika pintu terbuka seorang pria tua menyambut mereka dengan penuh sopan santun sayangnya pria itu menggunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh Hana, Untungnya Jun dapat berbahasa Perancis sehingga mereka berdua dapat saling berkomunikasi dengan baik.


Jun sengaja membeli sebuah Mansion mewah itu sebagai investasinya di Paris, Hana tidak tahu saja kalau rumah besar yang mereka tempati merupakan milik Jun, Di dalam rumah itu tentu tidak hanya mereka berdua saja, Pria tua yang menjadi kepala pelayan tadi memiliki sekiranya sepuluh pelayan yang memiliki tugasnya masing-masing untuk mengurus rumah tersebut.


" Kau bisa beristirahat dulu, Nanti malam kita harus keluar untuk jalan-jalan " Ucap Jun dan langsung mendapat balasan mantap dari Hana.


                             *


Malam datang dengan sangat cepat, Jun dan Hana bergegas menuju suatu tempat yang telah di pesan oleh Jun sebelumnya, Sealama mereka di Paris tentu semua kebutuhan mulai dari tempat tinggal dan kendaraan telah di siapkan oleh Jun, Sebagai seroang CEO tentu hal itu tidak sulit baginya, Dan malam ini juga mereka menuju sebuah restaurant Perancis yang begitu terkenal.


Setibanya di Restaurant Le Monte' Carlo yang menyajikan keindahan Kota Paris, Di mana ketika mereka menengok ke arah Kanan langsung dapat melihat ikon Paris yang terkenal yaitu Eiffel Tower, Makan malam romantis yang telah di siapkan oleh Jun berhasil membuat Hana tersentuh hingga membuat gadis itu hampir menangis.

__ADS_1


Di sebuah meja bundar sudah tersedia minuman anggur yang sangat mahal dengan saling berhadapan Hana menatap Jun penuh Cinta, Namun di samping itu Jun menatap Hana sedikit sendu dan tiba-tiba membuat ekspresi Hana berubah.


" Apa kau senang? " Tanya Jun.


" Tentu saja aku senang, Ini sangat romantis dan benar-benar membuat hatiku berdebar kencang " Jawabnya kegirangan.


" Setelah ini mari berjalan-jalan ke tempat yang Bagus. " Ajak Jun dan langsung di balas anggukan mantap dari Hana.


Keduanya menikmati makan malam yang romantis dengan iringan musik yang merdu, makanannya pun di rasa Hana sangat enak serta pemandangan yang sangat Indah menambah kesan tersendiri untuknya.


Setelah menyelesaikan makan malam, Keduanya kembali melanjutkan menikmati keindahan Kota Paris dengan berjalan-jalan di sekitar sungai Seine , Hana yang menggandeng tangan Jun terus berdecak kagum ketika melihat sesuatu yang menarik hingga keduanya memutuskan untuk beristirahat di sebuah kursi kayu.


" Selfie saja, Sini berikan padaku " Jun merebut ponsel Hana kemudian mengarahkan ponselnya tepat di hadapan mereka.


Hana segera memeluk Jun dengan erat sambil tersenyum penuh bahagia pada layar ponselnya, Jun sendiri hanya tersenyum simpul dan mulai mengambil gambar sebanyak dua kali dengan pose berbeda.


" Aku akan menjadikan walpaper ponselku. " Ucap Hana dengan penuh semangat dan kini ponselnya telah berganti dari foto Jun menjadi foto mereka berdua.


Jun menatap Hana yang sejak tadi sibuk melirik ponselnya, Sementara itu Jun merasa benar-benar dalam keadaan kacau, Pria itu berdeham pelan sehingga membuat Hana menoleh heran.


" Hana, Apa kau tidak ingin mengatakan apa-apa padaku? " Tanya Jun semakin membuat Hana bingung.

__ADS_1


" Emmm.. Apa yah, Aku mencintaimu. " Serunya dengan memberikan love sign ke arah Jun.


" Apa hanya itu? " Lagi-lagi nada ucapan Jun membuat Hana kebingungan, Ia merasa ada yang aneh namun Hana tidak ingin memikirkannya lebih dalam.


Hana beranjak dari kursinya kemudian menarik lengan Jun dengan alasan ingin menikmati cemilan khas yang ada di Kota itu, Dengan pasrah Jun beranjak dan mulai mengikuti langkah kecil Hana yang menuju ke pedagang cemilan yang terlihat stay sejak tadi.


                             *


Suara dering ponsel berhasil membuat seorang gadis cantik yang masih terlelap segera terbangun, Tangannya sibuk mencari ponselnya di atas nakas begitu berhasil ia menjawab panggilan telepon yang entah dari siapa dan langsung menempelkannya di telinga begitu saja.


" Hana, gawat. cepat lihat artikel yang keluar, semua orang sudah membahas tentang hal ini dan Presdir mencarimu dia ingin bertemu denganmu sekarang juga! "  Suara Yamato yang baru saja menjelaskan tentang artikel baru membuat Hana bergeming kemudian bangun dan mengecek artikel yang di maksud oleh managernya itu.


Dalam sebuah artikel baru yang masih hangat tampak memberitakan soal kelanjutan artikel waktu itu, Kali ini fotonya terlihat sangat jelas bahkan ada tambahan foto lain saat Dean menggendong Hana memasuki hotel terpasang dengan jelas, beberapa komentar soal artikel itu menyebutkan bahwa keduanya diam-diam menjalin hubungan bahkan ada juga yang berkata bahwa ini adalah balasan untuk Jun karena sudah membuat Hana cemburu dengan keberadaan Rin, berita-berita palsu ini seakan membuat Hana muak, satu yang ada di pikirannya saat ini adalah Jun.


Hana yang tampak tergesa-gesa mulai menuju kamar Jun, Ketika gadis itu melewati ruang makan langkahnya tiba-tiba terhenti, Di sana sudah ada Jun yang duduk termenung di hadapannya ada sebuah tablet dan secangkir kopi yang masih panas terbukti dari asap yang terlihat dari tempat Hana berdiri.


" Jun, kau sudah bangun. " Sahut Hana namun tak membuat Jun bergeming


Gadis itu mulai menyeret kakinya mendekati Jun, Hana melirik wajah Jun yang sangat serius dengan tatapan lurus ke depan. Perhatian Hana tiba-tiba tertuju pada layar tablet yang masih menyalah, di sana sudah terpampang nyata artikel yang membahas soal dirinya dan Dean, tubuh Hana seakan lemas dan tidak dapat menyampaikan apa yang terjadi sebenarnya.


" Semalam aku sudah bertanya padamu, Apa ada yang ingin kau katakan padaku? Tapi kau tidak mengatakan apa-apa, Dan sekarang setelah artikel baru ini muncul baru kau akan menjelaskan semuanya kepadaku? " Ucap Jun tajam.

__ADS_1


__ADS_2