Stay With Me

Stay With Me
Persaingan Kerja Sama


__ADS_3

Dampak dari putus hubungannya dengan Hana membuat Jun benar-benar terpuruk, Ia tahu kalau dirinya yang memulai namun ia tak menyangka dampaknya akan seberat yang di rasakannya saat ini. Sudah tiga hari yang lalu saat Hana datang ke rumahnya di mana Miyu sepupunya mengajak Hana untuk sekedar minum teh, dan saat Jun mengatakan hal yang membuat Hana terluka juga membuat hati Jun sakit.


Pekerjaan kantor di tangani oleh Rey dan juga Katakura, Di rumah Jun hanya menghabiskan waktu untuk mengurung diri di dalam kamar, Miyu hanya mengangtar makanan ketika waktu makan tiba saja selebihnya mereka tidak pernah bertatap muka.


Siang itu Miyu yang baru saja selesai menyiapkan makan siang segera menuju kamar sepupunya, Ketika pintu ia buka Miyu sudah dapat melihat Jun yang tengah berbaring di atas tempat tidur, Walaupun kedua matanya tertutup sebenarnya Jun tidak sedang tidur, Saat Miyu sudah berada di sebelah Jun, Wanita itu denan lembut mengajaknya makan, Jun hanya menggeleng pelan sebagai bentuk jawaban atas penolakannya.



Kemudian Miyu beranjak dari tempatnya, Memungut pakaian Jun yang berserakan di lantai dan berniat untuk mencucinya, Jun benar-benar dalam masa kacaunya, Bahkan kamar itu terasa menggambarkan aura kegelapan yang membuat Miyu tidak betah lama-lama berada di dalam sana.


" Kalau kau lapar aku sudah menyiapkan makanan di kulkas, Kau bisa memanaskannya, Aku harus pergi sebentar. " Sahut Miyu sebelum menutup pintu kamar Jun.


Baru saja Miyu menuruni anak tangga, Ia tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan paman dan bibinya yang tak lain adalah Ayah dan Ibu tiri Jun, Keduanya langsung menanyakan keberadaan Jun dan Miyu dengan polos menjawab bahwa pria itu sedang ada di dalam kamar.


Arata yang terlihat menahan emosinya segera menuju kamar putranya, Sementara Moe memilih untuk menunggu suaminya di ruang santai. Ketika pintu terkuak, Arata dengan penuh kelembutan memanggil nama Jun, Walaupun ia sedang kesal lantaran Jun yang dengan santai meninggalkan setumpuk pekerjaan tidak membuat Arata melampiaskan amarahnya.


" Jun, Jangan seperti ini nak.., Ayah tahu kau sedang patah hati tapi jangan libatkan urusan pribadimu dengan urusan kantor, Banyak pekerjaan yang menunggumu dan tidak bisa di wakili begitu saja, Mana Jun yang ayah kenal, Jun yang Cinta dengan bisnis.., Jun yang selalu ambisi untuk menaikan harga saham, Kemana dia sekarang.? "


" Kau tidak mengerti, Aku sudah mencoba melawan perasaanku tapi aku tidak berhasil, Setiap kali aku mencoba untuk tegar nyatanya kenyataan membuatku terluka, Maafkan aku kalau aku tidak bisa bertangung jawab sebagai CEO, Tapi tolong berikan aku waktu untuk menyembuhkan perasaanku. " Sahut Jun tanpa berbalik menatap Ayahnya.


" Ayah paham nak, Sebenarnya Ayah juga pernah patah hati sepertimu, tapi bukan berarti Ayah harus meninggalkan pekerjaan kan. Pesan Ayah sebelum ayah pergi, Tolong kembali lah seperti Jun yang dulu, Dream Corp membutuhkanmu. " Ucap Arata dengan sepenuh hati.


                             *


Tak hanya Jun yang merasa terpukul setelah putus hubungan, Hana juga merasakannya, Ia bahkan tidak fokus saat sedang bekerja setiap kali sutradara menyuruhnya untuk berakting senyum, Wajah Hana mendadak sendu dan air matanya berlinang membasahi pipinya, Sudah berulang kali ia mengulang take dan sampai saat ini belum ada satupun yang berhasil.


" Sampai kapan kau mau seperti ini hah? Kau fikir kami tidak punya pekerjaan lain, Aku tahu kau sekarang seorang artis yang di cari-cari tapi bukan berarti kau seenaknya pada kami. " Komentar Sutradara hanya dapat membuat Hana menunduk bersalah.

__ADS_1


" Maafkan Hana pak Sutradara, Saat ini perasaanya sedang tidak baik, Biarkan istirahat selama lima menit, Aku menjamin dia akan menyelesaikan syuting ini dalam beberapa menit. " Sahut Yamato dan setelah mendapat persetujuan dari Sutradara, Yamato langsung mengajak Hana untuk menenangkan dirinya.


Setelah kembali ke ruangannya, Yamato menyodorkan sebotol air kepada Hana, Setelah itu ikut duduk di sebelah gadis itu dengan wajah penuh khawatir.


" Hana ingat, Karirmu sudah Bagus saat ini. Jangan menghancurkannya hanya karena masalah mu dengan Jun, Bersikap profesional lah. " Sahut Yamato kemudian


" Maafkan aku Yamato san, Aku berjanji akan bersikap profesional setelah ini. " Balasnya setelah menyeka air matanya yang sempat terjatuh


                                   *


Seminggu lebih Jun meninggalkan urusan kantor dan hanya Rey dan Katakura yang mengurusnya, Tanpa Jun ketahui baru-baru ini saham Dram corp turun secara derastis karena ketiadaan Jun di kantor. Mendengar hal ini tentu membuat pendiri Dream Corp yakni Misugi Arata geram dan langsung mendatangi Kantor pusat untuk menemui Jun dan meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya ini.


Ketika Arata telah memasuki kantor Jun, Pria itu langsung berdiri di hadapan putranya dengan tatapan siap menerkam, Di ruangan yang hanya ada Jun dan Ayahnya itu terasa menjadi begitu dingin hingga membuat Jun tak berani untuk mematap mata Ayahnya.


" Kau sudah membuat Ayah kecewa Jun. " Lontar Arata yang mulai melemparkan sahutan kepada Jun


" Maafkan aku, Aku berjanji akan membereskan masalah ini. " Ucap Jun sambil membungkuk hormat pada sang ayah


" Baik, aku akan datang kesana " Balas Jun pasrah.


                                    *


Acara peresmian Brand New Corporate di Jepang menjadi berita nomor satu di Jepang, Bagaimana tidak perusahaan yang besar dan terkenal di New York Amerika Serikat itu baru saja membuat cabang perusahaan di Tokyo Jepang, Seorang pria berkebangsaan Amerika Jepang yang memiliki dua orang Putri di mana salah satu putrihya adalah Artis terkenal Rin Sakuragi sangat di cari-cari oleh media.


Tampaknya perusahaan baru ini di gadang-gadang akan menjadi saingan besar untuk Dream Corp, Mengingat perusahaan yang di naungi oleh Misugi Jun adalah perusahaan terbesar di Jepang sebentar lagi akan bergeser tempat menjadi nomor dua setelah kemunculan Brand New Corporate ini.


Malam ini Jun di temani oleh Katakura menghadiri pagelaran acara tersebut, Di pintu masuk ruang ball room, Jun di sambut hangat oleh para pelayan hingga keluarga Sakuragi sendiri yang datang menyambutnya.

__ADS_1


" Selamat datang Nak Misugi, Senang anda bisa datang ke acara kami malam ini. " Ucap Tn Sakuragi sekaligus ayah dari Rin


" Suatu kehormatan juga dapat menghadiri acara besar anda Sakuragi-Dono " Balas Jun sedikit membungkuk hormat


Rin tampak menghampiri Jun dan Ayahnya sambil tersenyum manis dan mulai memperkenalkan ke ayahnya bahwa Jun merupakan salah satu temannya di Jepang saat ini, Selain Rin ada lagi yang datang di mana seorang wanita cantik lainnya ikut menghampiri mereka, dia adalah Ayana Sakuragi kakak kandung Rin yang merupakan CEO dari Brand New Corporate itu sendiri.


" Senang bertemu denganmu Misugi San. " Lontar Ayana menyunggingkan senyum manis



Setelah mereka cukup saling memperkenalkan diri, Tiba saatnya acara di mulai, Pertama-tama keluarga Sakuragi memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya sampai di mana mereka mulai mengumumkan bahwa Brand New Corporate resmi di buka malam itu juga.


Jun mulai merasa bosan dan hendak meninggalkan ruangan, namun tiba-tiba saja seseorang memanggilnya dan membuat pria itu kembali menoleh.


" Kau mau kemana? " Tanya seorang wanita yang tak lain adalah Ayana.


" Tidak kemana-mana, " Jawabnya asal


" Ikut aku, Kita bisa menikmati menu yang telah di sediakan "Ayana langsung merangkul lengan Jun kemudian mengajaknya ke meja yang di penuhi oleh makanan.


" Aku tidak lapar, " Jun melepaskan tangan Ayana dari lengannya kemudian menjaga jarak sedikit lebih jauh.


" Jun, kau sudah akrab dengan kakaku yah? " Rin tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka.


" Kami hanya sekedar ngobrol, " Sahut Jun pelan


" Wah kalian rupanya cukup dekat yah, Sampai memanggil nama depannya." Lontar Ayana tersenyum tipis.

__ADS_1


" Ohh itu karena saat kita kerja bareng waktu itu aku merasa canggung karena harus memanggilnya dengan akhiran nonorifik, Jun meminta ku untuk memanggilnya dengan nama depan setelah itu. " Jelas Rin malemparkan senyum ke arah Jun


" Rin... " Panggil seseorang yang berhasil membuat ketiganya berbalik menatap ke arah sumber suara


__ADS_2