
Jun membuka matanya ketika dirinya merasa tidak bisa tidur, Di sebelahnya ada Katakura dan Urahara yang masih Setia menemaninya. Selepas dokter memeriksa keadaanya Jun di nyatakan mengalami amnesia sementara yang akan berlangsung tidak lama, Akibat kecelakaan itu dia harus melupakan sebagain kenangannya setahun belakangan ini terutama dengan Hana di mana Jun kembali pada saat dirinya belum bertemu dengan Hana.
" Apa kau membutuhkan sesuatu? " Sahut Katakura membuat Jun meliriknya datar
" Aku ingin pulang, di sini tidak nyaman. " Balasnya pelan
" Kalau itu kau belum boleh pulang, dokter menyuruhmu untuk di rumah sakit paling lama satu minggu. "
" Ku bilang aku ingin pulang!!! Aku tidak mau sampai bertemu dengan pria tua itu lagi. " Sentak Jun hanya dapat membuat Katakura dan Urahara saling melirik satu sama lain.
" Ayahmu tidak akan datang Jun, Jadi kau tidak perlu khawatir. " Sahut Urahara kemudian
" Dia pasti akan datang, Dia selalu ikut campur soal urusan hidupku.. Pokoknya aku ingin pulang. " Jun mencoba untuk bangkit dari tempat tidur namun tiba-tiba saja ia merasakan sakit yang luar biasa pada dadanya sehingga membuatnya kembali terjatuh, Katakura segera membantu Jun untuk memperbaiki posisinya sementara Urahara keluar memanggil dokter.
Urahara kembali bersama dokter dan juga Hana yang masih stay di luar tadi, Dokter mulai melihat keadaan Jun menggunakan stetoskop miliknya dan setelah itu meminta perawat untuk memberikan obat pada selang infus Jun, Perlahan tapi pasti Jun mulai mengantuk akibat obat itu, sebelum matanya tertutup dengan sempurna ia melihat seorang wanita yang berdiri di ambang pintu dengan wajah cemas yang membuatnya terus ke pikirkan hingga akhirnya terlelap.
" Aku tahu dia pasti akan bereaksi seperti ini, Aku sudah memberinya obat penenang untuknya jika dia bangun nanti Jun tidak akan emosi seperti sebelumnya. " Jelas sang dokter sebelum meninggalkan ruangan itu.
Hana mulai menghampiri Jun dan menatap wajahnya dengan mata yang berkaca-kaca, beberapa saat yang lalu Hana sampai terkejut ketika melihat Urahara yang tiba-tiba keluar dan memanggil dokter, Hana pikir ada yang terjadi pada Jun. Setelah melihatnya dalam keadaan baik-baik saja Hana kembali merasa tenang.
" Malam ini biar aku yang menemaninya. " ucap Hana
" Tapi Rey sudah melarang mu untuk kesini, Sebaiknya biar aku saja yang menjaganya. " Sahut Katakura
" Berikan aku kesempatan satu kali lagi. " Pinta Hana dan akhirnya mau tidak mau Katakura pun mencoba menghubungi Rey terlebih dulu, dia memohon agar Hana di perbolehkan untuk menjaga Jun dan setelah mendapat persetujuan sayangnya Hana harus benar-benar meninggalkan Jun ketika Jun memintanya.
__ADS_1
\*
Pagi Hari Jun terbangun dan mendapat tubuhnya yang terbungkus selimut, Ia mengerjap pelan sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Di sebelah nya ada seorang wanita yang tertidur pulas dengan kepala yang meniduri tangannya. Jun menatap wanita itu dengan tatapan nanar dan tanpa ia sadari tangannya sudah berada di atas kepala wanitu itu.
Karena sentuhan Jun barusan, Hana sampai terbangun dan meliriknya dengan senyum yang merekah, Jun heran dengan Hana yang memasang ekspresi seperti itu. " Kau sudah bangun. " Ucap Hana terdengar pelan sambil membenarkan tatanan rambutnya.
Kemarin saat dirinya mengetahui bahwa Jun mengalami amnesia sesaat dan kehilangan separuh ingatannya setahun terakhir Hana memutuskan untuk tetap tinggal, Awalnya Rey menolak dan meminta Hana untuk tidak mengganggu Jun namun Hana yang bersih keras untuk tinggal akhirnya di perbolehkan tapi dengan satu syarat, Jika Jun menyuruhnya untuk pergi dengan keinginannya sendiri maka Hana tidak boleh berada di dekat Jun lagi.
Saat ini Jun masih menatap Hana kebingungan, Hana sendiri tidak menyangka kalau Jun akan melupakannya seperi ini, melihatnya saja dapat membuat Hana sedih hingga ingin meneteskan air mata.
" Saat ini kau tidak bisa mengingatku dengan jelas, Satu hal yang perlu kau tahu aku adalah Hana Yui yang kau kenal sebagai wanita yang kamu cintai.. " Jawab Hana semakin membuat Jun keheranan
" Jangan bercanda., aku bahkan tidak pernah memikirkan soal Cinta dalam hidupku. " Sambung Jun kemudian
" Itu dulu sebelum kau bertemu denganku, Kau ingat saat pertama kali kita bertemu ? Waktu itu kau tidak membiarkanku masuk ke dalam lift yang sama denganmu, dan saat aku melamar pekerjaan di kantormu kau dengan tega menolakku.., waktu berjalan begitu cepat dan lambat laun kita saling mengenal dan jatuh Cinta. Kita bahkan hampir menikah… Apa kau benar-benar tidak bisa mengingatnya.? "
" Menikah..??? " Jun memegang kepalanya yang mulai terasa sakit, Sekeras apapun ia mencoba untuk mengingatnya sakit kepalanya akan semakin mengganggu.
" Pergi..!!! Aku tidak ingin kau ada di sini. " Teriak Jun sukses membuat Hana ketakutan melihatnya
Jun semakin emosi saat sakit kepalanya kambuh, Ia bahkan melempar semua barang yang ada di atas meja dan membuat Hana perlahan mundur.
__ADS_1
" Aku akan pergi, tapi tolong untuk tidak melupakanku." Ucap Hana , Ia pun mulai membuka pintu dan bergegas meninggalkan Jun yang mulai tenang.
\*
Hana berjalan meninggalkan kamar Jun dengan tangis yang menggiringnya menuju lift, di koridor Hana bertemu dengan Dean yang langsung mendekatinya dan menanyakan alasan Hana menangis saat ini. Hana menatap Dean dan semakin membuat tangisnya pecah.
Mereka pun pindah tempat ke atap rumah sakit, di sana Hana menangis sejadi-jadinya sementara Dean masih bersabar menunggu Hana menjawab beberapa pertanyaan yang barusan di lontarkan oleh pria itu.
Setelah menghabiskan dua puluh menit sepuluh detik menangis kini Hana sudah berhenti dan menghapus air matanya, Dean kembali dari lantai bawah hanya untuk membeli air minum untuk Hana.
" Dean.., soal waktu itu di Cafe aku tidak serius mengucapkannya..., kau tahu kalau aku masih sangat menyayangi Jun, aku menyesal sudah mengatakan hal itu di depannya dan sekarang dia tidak mengingatku..., apa ini karma untukku karena sering mengusirnya waktu itu. "
" Ku pikir kau serius mengatakannya, aku bahkan sudah berharap penuh saat itu. " Benak Dean yang hanya dapat pasrah menerima kenyataan
" Tidak apa-apa, aku mengerti situasimu. Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? Jun bahkan tidak bisa mengingatmu. " Balas Dean
" Aku tidak akan menyerah, aku akan tetap membuatnya ingat padaku.., jika memang Jun adalah takdir ku maka semua ini pasti akan berlalu seiring berjalannya waktu. " Ungkap Hana begitu percaya bahwa Jun akan kembali mengingatnya.
Lagi dan lagi kesempatan Dean untuk bisa bersama Hana di kalahkan oleh Jun, sepertinya cintanya harus bertepuk sebelah tangan lagi tapi tidak apa-apa, Dean tidak akan melakukan hal jahat lagi hanya untuk mendapatkan hati Hana.
__ADS_1