Stay With Me

Stay With Me
Rencana Rin


__ADS_3

Dean menepihkan mobilnya di sebuah hotel yang terletak di daerah Asakusa, Pria itu sempat ragu untuk masuk ke dalam sana mengingat mereka berdua adalah seorang artis tentu tidak jauh dari sasaran empuk paparazzi, tapi tidak ada cara lain untuk Dean membawa Hana kesana, Jika di apartemennya akan mendatangkan masalah lebih baik menitipkan Hana di hotel ini.



Pria itu mulai turun duluan dengan mengenakan topi dan masker agar tidak ketahuan, Begitu ia memasuki hotel itu, Dean meminta pelayanan spesial dan langsung di berikan kunci kamar oleh receptionis, Saat receptionis menawarkan batuan untuk membawakan barang Dean dengan cepat menolak dan mengatakan bahwa dia hanya datang untuk membawa seseorang tanpa membawa banyak barang.


Untungnya Hotel yang di datangi Dean hanyalah hotel biasa yang tidak mengundang kecurigaan siapapun bahkan receptionisnya sendiri tampak tak peduli setelah itu, Saat Dean kembali untuk menjemput Hana, ia membuka pintu mobil dan mengajak Hana untuk bangun sebentar, Tak ada respon dari gadis itu sehingga Dean dengan terpaksa menggendongnya sampai ke. dalam.


Saat perjalanan menuju kamar hotel, Hana mulai mengingau dengan menyebut nama Jun, Dean hanya dapat meliriknya dengan demikian segera membawanya memasuki kamar yang telah di pesannya, Tiba-tiba saja hal yang tak terduga terjadi saat hendak memasuki lift Hana langsung melingkarkan tangannya di leher Dean, Perlahan gadis itu membuka kedua matanya walau Dean tahu itu adalah reaksi dari efek mabuknya.


" Aku mencintaimu Jun.. "


Sebuah kecupan singkat mendarat tepat di bibir Dean sehingga membuat pria itu terbelalak dengan kedua pupil yang melebar besar, efek dari ciuman singkat itu bahkan masih terasa di bibir Dean, Pria itu hampir kehilangan kekuatannya saat menggendong Hana, Namun tersadar dengan cepat begitu pintu lift hampir tertutup.


Tidak lama setelah Dean berhasil mengantar Hana ke kamar hotel, ia pun pergi dengan cepat tanpa meninggalkan pesan apapun, Wajahnya yang masih syok tampak jelas bahkan debaran jantung yang tak teratur seakan berpacu dengan cepat, Ada kebahagiaan tersendiri yang di alaminya, hanya dengan sepuluh detik sebuah bibir ranum mendarat di bibirnya benar-benar berhasil memporak-porandakan hati.


                              *

__ADS_1


Sinar matahari yang lembut baru saja menerpa wajah cantik Hana yang masih terlelap,beberapa saat setelah itu dirinya tersadar dan mulai mengerjapkan matanya perlahan, Ia merasa ada yang asing dengan suasana kamar yang di lihatnya, sadar bahwa dirinya bukan sedang berada di dalam kamarnya sontak membuat Hana bangkit dan mulai menarik selimut menutupi tubuhnya.


" Apa yang sudah terjadi? Kenapa aku berada di tempat ini? " Hana mulai memikirkan hal yang tidak-tidak sampai di mana dirinya mulai melihat tubuhnya yang ternyata masih memakai pakaian yang semalam ia kenakan.


" Bagaimana aku bisa berada di tempat ini? Apa yang sudah terjadi semalam, Ayo Hana coba kau ingat-ingat. "


Perlahan tapi pasti rentetan kejadian semalam membuat Hana mengingatnya, namun ia hanya ingat saat dirinya di restoran dan setelah itu semuanya bagaikan mimpi yang sulit di jelaskan.


Buru-buru Hana meninggalkan hotel itu dan segera pulang, Ia berharap tidak ada yang mengenalnya sehingga ia bisa dengan tenang meninggalkan tempat itu. Begitu berada di dalam lift dan saat pintu terbuka Hana merasa ada yang salah dengan dirinya, Ia mulai mengingat satu kejadian di mana dia tiba-tiba merangkul dan mencium seseorang, Hana yakin bahwa pria yang di ciumnya adalah Jun dan bukan orang lain, atau bahkan dia meyakinkan diri bahwa bayangan itu hanyalah sebuah mimpi dan tidak lebih.


Saat mencoba untuk check out, Hana bertanya pada resepsionis bagaimana dirinya bisa ada di kamar tersebut, sayangnya resepsionis yang menjaga pagi ini bukanlah orang yang sama sehingga Hana tidak dapat mengetahui siapa yang telah membawanya ke tempat ini.


Pagi itu Hana yang telah kembali ke rumahnya tiba-tiba dibkejutkan dengan sosok Jun yang menunggunya di depan rumah, Hana yang panik seketika tidak bisa menatap lirikan Jun pagi itu, Pria itu memperhatikan penampilan Hana dengan tatapan menerawang kemudian mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Hana.


" Kau dari mana saja? Kenapa jam segini ada di luar ?" Pertanyaan Jun tiba-tiba membuat Hana gelagapan dan kebingungan harus menjawabnya.


" Itu.., Aku habis belanja, " Balas Hana kembali membuat Jun heran sebab kedatangan Hana saat ini tidak membawa kantongan belanjaan.

__ADS_1


Jun tidak ingin memperpanjang pertanyaannya pagi itu dan memilih untuk mengalihkan topik, Jun yang sebelumnya telah merencanakan ajakan jalan bersama Hana dan Rin langsung menyuruh Hana untuk siap-siap sebab Rin sudah menunggu mereka berdua di tempat yang telah di janjikan.


Selagi Hana bersiap-siap di kamarnya, Jun tampak memperhatikan setiap sudut rumah kekasihnya itu, Beberapa tempat yang ada di ruangan rumahnya terdapat foto-foto Hana yang begitu cantik dan elegan, tak hanya itu saja foto mereka berdua pun terpajang besar di ruangan yang menjadi tempat Hana untuk bersantai ria.


" Aku sudah siap" Suara Hana baru saja membuat Jun menoleh dan langsung tersenyum menatapnya.



Hana yang telah siap dengan stelan dress yang anggun mulai menghampiri Jun dan menggandeng tangannya, Hari ini untungnya mereka berdua sedang tidak sibuk sehingga dapat menghabiskan waktu bersama, walaupun ada orang ketiga yang menemani kencan mereka.


                           *


Harajuku menjadi pusat tempat Hana dan Jun bertemu Rin, Artis cantik itu sengaja memilih tempat yang ramai untuk menarik perhatian orang-orang sehingga mereka tidak akan berpikir bahwa Rin dan Jun merupakan couple yang cocok di banding Hana.


Harajuku sendiri merupakan salah satu tempat yang menjadi pusatnya anak remaja, Banyak anak-anak muda yang menghabiskan waktu di sana dengan sekedar belanja dan bewisata kuliner, Saat itu Jun berdiri di tengah-tengah dua wanita cantik yang tengah asyik memperhatikan toko-toko unik yang akan mereka kunjungi.


Tampaknya beberapa orang sudah menarik perhatian mereka sehingga tak sedikit yang mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan moment tersebut, Walaupun cara ini sedikit memaksa namun Hana berharap berita yang kemarin-kemarin dapat terbantahkan.

__ADS_1


" Jun dengar yah, aku akan bicara cukup keras nanti untuk membuat mereka lebih mempercayai hubungan kalian, Kalau aku sudah berakting kau dan Hana segera pergi kemana pun kalian mau, Oke. " Jun hanya mengangguk setuju mendengar bisikan Rin yang hanya dapat di dengar olehnya.


" Sepertinya cukup sampai di sini, Aku senang bisa menikmati waktu liburku bersama dua pasangan yang serasi ini, ah sudah jam segini aku harus pergi, Sampai jumpa lagi Hana Jun. " Rin berlalu dengan cepat meninggalkan mereka berdua, Aktingnya barusan cukup sempurna begitu pun dengan Jun yang segera meraih tangan Hana meninggalkan keramaian.


__ADS_2