
Setelah akhirnya memutuskan untuk menikah,Sebelum itu Hana dan Jun akan mengadakan pertemuan dua keluarga agar keduanya lebih mengenal satu sama lain dan untuk membahas soal kelanjutan pernikahan mereka, Malam ini mereka mengadakan dinner bersama di sebuah restaurant Jepang yang telah di pesan khsusu hanya untuk dua keluarga yang akan bertemu.
Dari pihak Jun, yang akan datang adalah Ayah, Rey serta kakak iparnya mengingat ibunya masih berada di penjara namun sebelumnya Jun sudah menemui Moe untuk memberitahu soal pernikahannya itu, Sementara dari pihak Hana yang datang adalah Sana dan juga Naori selaku ibu yang telah membesarkannya.
Sore iru Naori telah tiba dari Hokkaido dan saat ini sudah berada di rumah Sana, untuk ke acara nanti malam Sana telah menyiapkan pakaian yang akan mereka kenakan nanti, Sebuah dress berwarna maroon menjadi pilihan Sana untuk ke pertemuan keluarga nanti, walaupun modelnya berbeda namun warna maroon yang senada membuat ketiga wanita itu tampak kompak.
Naori yang sangat senang akhirnya Hana akan segera menikah tak henti-hentinya memeluk serta mencium gemes Hana, Begitu pun dengan Sana yang sebentar lagi akan melihat putrinya menikah.
" Sebelum hari pernikahanmu tiba Ibu akan membuatkan gaun yang akan kamu kenakan nanti, Pokoknya ibu akan membuat gaun yang spesial untuk Putri cantik ibu ini. " Ucap Sana mencubit pipi Hana gemas.
" Aku senang bisa memiliki dua ibu yang sangat perhatian padaku. " Hana memeluk Sana dan Naori bersamaan dan di balas pelukan hangat dari dua wanita itu.
\*
Dua keluarga antara Hana dan Jun telah memasuki restaurant dan kini telah duduk saling berhadapan satu sama lain, Mereka kompak memberi salam satu sama lain hingga memperkenalkan diri di mulai dari Misugi Arata selaku ayah Jun. Begitu mereka selesai saling memperkenalkan diri beberapa pramusaji memasuki ruangan mereka dan dengan kompak meletakkan beberapa menu makanan yang akan mereka santap malam ini.
" Untuk tanggal pernikahan alangkah lebih baik jika di ambil di bulan depan, Sebelum akhir tahun mengingat Jun dan Hana mengawali hubungan mereka tepat pada bulan Desember depan?" Ucap Naori yang mendapatkan perhatian dari semua orang.
" Kalau saya pribadi mungkin lebih baik jika di awal musim semi, Mengadakan pernikahan di musim dingin mungkin tidak baik untuk mempelai dan juga tamu yang datang. " Sambung Arata
__ADS_1
" Kalau begitu biarkan mereka saja yang memilih untuk menentukan tanggal yang tepat. " Lontar Sana sontak membuat semua mata kembali tertuju pada Jun dan Hana
Keduanya tiba-tiba kebingungan dengan di suruh memilih tanggal yang mereka ingin, Hana menatap Jun bingung sebab Hana ingin kedua orang tua lah yang memilih tanggal bukan mereka.
" Kami sudah memutuskan, " Sahut Jun tiba-tiba
" Aku dan Hana akan menikah di tanggal 1 bulan 1 tahun depan. " Lanjutnya membuat semua melongo
" Tahun baru ide yang Bagus, Ayah setuju. " Sahut Arata kemudian mendapat persetujuan dari yang lain
Dengan begini pernikahan mereka akan di langsung kan dua bulan dari sekarang, Dan kebetulan Jun sengaja memilih bulan itu karena di bulan desember nanti sahabatnya yaitu Urahara dan Mimi akan melangsungkan pernikahan mereka juga.
" Apa ayah yakin dengan memberikan restu pada Jun semua akan baik-baik saja? Bukannya di awal Ayah yang bilang untuk memisahkan mereka karena alasan mantan tunangan Hana? "
" Ayah tidak bisa membiarkan mereka menderita karena keegoisan Ayah, selagi Jun tidak tahu soal jantungnya mungkin akan baik-baik saja, Cukup ayah dan kamu saja yang tahu. " Balas Arata yang sudah tidak dapat memikirkan cara lain selain tetap merahasiakannya.
Di luar, Keduanya mendengar suara Himeka yang memanggil nama Jun seakan memberi kode bahwa Jun akan memasuki ruangan tempat Arata dan Rey sedang berbincang.
" Jantung apa ? Dan apa hubungannya aku dengan Kaji tunangan Hana.? " Jun menatap Ayah dan Kakaknya dengan tatapan tajam meminta pernyataan atas ucapan mereka yang sebelumnya sempat di dengar oleh Jun
__ADS_1
" Kau mendengar semuanya? " Ucap Arata menatap balik Jun.
" Aku mendengar semuanya, Dan sekarang tolong jelaskan padaku apa yang telah terjadi selama ini dan kenapa aku tidak tahu apa-apa sementara Rey mengetahuinya ???" Tanya Jun dengan menekankan ucapannya.
" Jun, sebaiknya kita pulang, Ayah sedang tidak sehat. " Rey dengan cepat menarik tangan Jun namun saat itu juga Arata menyuruh mereka untuk duduk kembali
Suasana di ruangan itu terasa dingin walau pemanas ruangan sedang aktif, Himeka yang merasa kehadirannya tidak di butuhkan memilih untuk menunggu mereka di luar. Jun yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan sang Ayah merasa ketakutan untuk saat ini, Belum apa-apa dirinya sudah keringat dingin dan takut sesuatu yang buruk akan datang padanya lagi.
" Sebenarnya jantung yang ada di tubuhmu itu adalah jantung tunangan Hana yang telah meninggal. " Ucap Arata sontak membuat Jun terkejut, matanya melebar saking terkejutnya bahkan ia tak bisa berkata-kata karena terkejut.
" Ayah sedang bercanda kan.? " Lontar Jun dengan nada yang datar seakan tak percaya dengan ucapan ayah nya barusan
" Ayah tidak bercanda Jun, Ayah melakukan hal ini untuk menyelamatkan nyawamu waktu itu. " Sahut Rey kemudian
" Ini mustahil, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi..., Kenapa aku tidak di beritahu soal ini. " Ucap Jun memegang kepalanya yang mulai sakit akibat berusaha mengingat kejadian waktu itu
" Ayah tidak mungkin memberitahumu soal ini nak, Dan alasan kenapa Ayah menentang hubungan kalian adalah bukan karena Ayah tidak menyukai Hana, Ayah hanya takut jika suatu saat nanti Hana mengetahui hal ini dan dia akan meninggalkanmu begitu saja, Ayah tidak bisa membiarkan putra Ayah menderita karena hal itu. "
" Hidup pria itu sudah tidak lama lagi dan Ayah terpaksa menyuruh dokter untuk memindahkan jantungnya padamu, Kondisi mu waktu itu lebih kritis dari tunangan Hana, dan Ayah melakukannya agar kau tetap hidup nak. " lanjut Arata semakin membuat Jun terlihat tak berdaya.
__ADS_1
" Aku tidak tahu harus bersikap apa, Semuanya terasa berat..., Aku tidak tahu harus bagaimana.., Hana.., apa yang harus ku katakan pada Hana, dia tidak mungkin tahu soal ini..., Aku... " Omongan Jun sudah tidak berarturan karena shock yang di alaminya, Air matanya mengalir tubuhnya bergetar hebat hingg Rey berusaha untuk menenangkan adik nya itu.