Stay With Me

Stay With Me
Ungkapan Perasaan


__ADS_3



Pemotretan hari pertama berjalan dengan lancar hari itu, Hana dan Dean malam ini akan menginap di salah satu hotel Bintang lima yang telah di sediakan oleh promotor yang mengontrak mereka, Setelah proses pemotretan berakhir Hana dan Dean bergegas menuju hotel dengan mengendarai mini van yang sama. Di sepanjang jalan Dean terus menghibur Hana agar tetap tersenyum dan mencoba menghilangkan kegelisahan hatinya.


Di dalam mini van itu tidak hanya ada mereka berdua saja melainkan Yamato dan Maito ikut bersama mereka, di sela-sela itu Yamato tiba-tiba menyarankan permainan yang menyenangkan, Selama permainan Hana tampak tertawa lepas terlebih lagi ketika Yamato kalah dalam permainan tersebut, Sudah lama Hana tidak tertawa lepas seperti itu sehingga membuat mereka bertiga merasa lega melihat Hana sedikit terhibur.


" Nanti malam bagaimana kalau kita ke taman Sakuranomiya untuk menyaksikan festival kembang api, menurut info yang ku dapat malam ini akan menjadi penutup musim panas dengan pertunjukan kembang api yang di selenggarakan oleh sponsor ternama di Osaka, Bagaimana apa kalian setuju? " Yamato terlihat menatap tiga orang di belakangnya dengan penuh harap.


" Boleh juga, lagi pula malam ini kita tidak sedang sibuk. " Sahut Dean


" Bagaimana Hana, Apa kau ingin ikut menyaksikan kembang api? " Hana tampak diam membisu sambil memikirkan jawaban yang tepat atas ajakan managernya barusan.


" Baiklah, aku akan ikut. " Jawabnya kemudian


Semua langsung bersorak setelah Hana menyetujui ajakan Yamato, Terutama Dean yang tampak kegirangan dengan Hana yang mau ikut bersama, Entah mengapa Dean merasa begitu ingin malam cepat datang sehingga mereka dapat segera pergi.


\*


Malam penutup pergantian musim dan untuk pertama kalinya Hana merayakan musim panas terakhir di luar Tokyo dan Hokkaido, Dengan suasana yang asing serta orang-orang baru yang bersamanya saat ini akan menjadi pengalaman baru bagi Hana. Mereka berempat kompak mengunjungi taman Sakuranomiya dimana tempat tersebut menjadi salah satu dari tiga festival kembang api terbesar di Jepang. Dalam festival ini, kembang api mewarnai langit malam setelah Tenjin Matsuri selesai dilaksanakan. Setiap tahunnya sekitar 1 juta 300 ribu pengunjung dari berbagai penjuru Jepang datang untuk menyaksikan pertunjukan ini. Selain itu, tampilan huruf dalam bentuk kembang api dari nama perusahaan sponsor yang ikut mendukung dalam festival kembang api ini menjadikan kesan tersendiri bagi yang menyaksikannya.


Yamato dan Maito tampak memimpin di depan sementara Hana dan Dean mengikuti mereka di belakang, Mereka hanya berjalan lurus menuju tempat yang tidak ramai karena Hana dan Dean akan mengundang perhatian nantinya. Sepanjang jalan Yamato terlihat melirik Maito yang begitu serius menyaksikan keramaian taman tanpa membalas lirikan Yamato yang sejak tadi ingin mengajaknya untuk bicara.


" Sst.., Maito.. " Sahut Yamato cukup pelan sehingga tidak membuat mereka yang ada di belakang curiga.


" Oh ada apa Yamato San? " Balas Maito hati-hati.


" Kau ingin melihat Hana dan Dean bisa pacaran sungguhan? " Lanjutnya kemudian


" Sebenarnya aku juga memikirkan hal yang sama, Tapi bagaimana caranya? "

__ADS_1


" Kau serahkan saja padaku. " Yamato kemudian menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Dean dan Hana bergantian


" Bagaimana kalau kita menyaksikan kembang apinya di atas perahu? " Lontar Yamato tiba-tiba.


Hana dan Dean melirik ke sebelah kanan di mana taman tersebut memang menyajikan danau di seberang jalan, Tatapan mereka kembali tertuju pada Yamato yang sedang tersenyum tidak jelas.


" Tapi perahunya hanya dapat menampung dua orang. " Ucap Dean


" Aku bersama Maito dan kau bersama Hana, Impas kan? " Seloroh Yamato kemudian


" Bagaimana, Apa kau ingin menaiki perahu? " Tanya Dean melirik Hana yang kebingungan


" Oke aku tidak masalah, ayo" Yamato dan Maito tampak berdecak pelan dalam benak begitu rencana awal mereka


Dean terlihat memegang tangan Hana untuk menaiki perahu yang telah mereka sewa agar Hana tidak terjatuh ke air,Setelah mereka sukses berada di atas perahu tersebut ,Dean dan Hana segera mendayungnya secara perlahan hingga perahu yang mereka tumpangi berada cukup jauh dari tepian danau.


" Hana, ada yang ingin ku katakan padamu. " Dean tiba-tiba memecahkan keheningan begitu mereka memutuskan untuk berhenti mendayung


" Katakan saja. " Jawab Hana menunggu



" Wah Indah sekali, Aku sudah lama tidak menyaksikan kembang api seperti ini. " Decak Hana yang mendongak ke atas sehingga membuat kedua matanya tampak memantulkan kilauan cahaya berbunga


" Kau tadi ingin mengatakan apa? " Teriak Hana cukup keras agar Dean dapat mendengarnya


" Aku hanya bilang kalau malam ini kau tidak perlu merasa sedih , Semua pasti akan baik-baik saja. " Balas Dean pada akhrinya


" Mmm.. Tentu saja, aku akan mencoba yang terbaik. " Seru Hana mulai bersemangat


" Sepertinya ini belum tepat untuk mengatakannya." Batin Dean tertunduk lesu dengan senyum getir

__ADS_1


\*


Hari kedua pemotretan di adakan di tempat yang berbeda dari sebelumnya, Kali ini Hana dan Dean melangsungkannya di dalam studio, Hana dan Yamato tampaknya datang lebih awal, di studio memang sudah ada kru lain namum belum terlihat sosok sutradara dan Dean di sana, Sambil menunggu Hana pun segera menuju ruang ganti sementara Yamato merasa ada yang tertinggal di hotel sehingga ia bergegas kembali kesana, Hana yang baru tiba di ruang ganti segera tampak heran begitu ia tak menemukan stylesnya di sana.


" Nari San apa kau ada di dalam? " Sahut Hana mencari sosok stylesnya di ruang ganti hingga toilet namun sayang wanita itu tidak ada di sana.


Hana tercekat kaget begitu mendengar pintu tertutup dan langsung di kunci, Ketika Hana berbalik ia mendapati seorang pria yang tidak di kenalinya bahkan jika itu adalah kru setidaknya dia memakai nama tag tetapi ini tidak.


" Siapa kamu.? " Tanya Hana mulai takut


" Saatnya hari pembalasan, Karna kau juga aku seperti ini sekarang." Ucapnya mulai mendekati Hana secara perlahan


" Pergi, Jangan mendekat atau aku akan teriak." Lontar Hana mengancam


Pria itu semakin mendekat dan mulai menarik tangan Hana secara paksa, Hana mencoba melawan dengan memukul pria tersebut tapi sayang ia tak cukup kuat untuk mengalahkannya.


" Tolooooong.... " Teriak Hana dengan lantang


" Percuma saja, Mereka tidak akan mendengar teriakanmu ruangan ini memilik sistem kedap suara yang kuat sehingga mereka tidak dapat mendengarkan teriakanmu yang pelan itu. "


" Lepaskan kataku, Yamato san tolong akuuuu. " Hana tetap berteriak sambil meronta-ronta agar dapat terlepas dari genggaman pria aneh itu.


" Jangan melawanku.. " Satu pukulan yang kuat berhasil membuat Hana tersungkur ke lantai


Akibat dari pukulan barusan Hana mendapat luka gores di keningnya hingga mengeluarkan darah segar, Tak sampai di situ pria itu kembali menyerang Hana dengan menendang bagian kaki Hana sehingga membuat Hana meringis kesakitan.


Suara Dean yang memanggil Hana dari luar membuat pria itu terkejut, Ia mencoba membawa Hana pergi namun sayang pintu sudah di dobrak dengan bantuan Maito dan Yamato, Dean yang berhasil masuk seketika geram saat melihat Hana yang terbaring lemah di lantai sementara itu pria yang baru saja memukulnya berhasil melarikan diri lewat jendela.


" Apa yang terjadi? Kenapa keningmu berdarah? " Tanya Dean begitu khawatir.


" Seorang pria yang tidak ku kenal datang memukulku, Kaki ku sakit sekali.." Keluhnya sambil menyentuh pergelangan kakinya yang habis di tendang keras oleh pria tak dikenal itu.

__ADS_1


Tanpa basa basi lagi, Dean segera menggendong Hana dan membawanya ke rumah sakit, Sementara itu Yamato dan Maito akan mencari pelaku yang telah melukai Hana sekaligus memberitahu Sutradara kalau Hana baru saja mengalami luka dan di larikan ke rumah sakit.


\*


__ADS_2