Stay With Me

Stay With Me
Ketahuan


__ADS_3

Suara ketukan pintu baru saja membuat seorang pria paruh baru yang tengah membaca sebuah buku menoleh pelan sembari mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk, Tidak lama setelah itu seorang pelayan rumah tangga memasuki ruangan itu dan memberitahu kalau di luar ada tamu yang sedang menunggunya.


" Siapa? "


" Dia nona Rin Sakuragi tuan. "


" Biarkan dia masuk. "


Pelayan tadi kembali keluar untuk memanggil Rin, Setelah beberapa saat wanita cantik itu masuk ke dalam ruang kerja Arata kemudian menyapanya dengan sopan, Sejurus kemudian Arata mempersilahkan Rin untuk duduk hadapannya.


" Aku datang untuk membawakan teh camelia untuk paman, Ayahku bilang teh ini Bagus untuk kesehatan di usia seperti paman ini. " Rin memberikan sekantung kecil teh camelia kepada Arata sehingga membuat pria setengah baya itu menerimanya dengan gembira.


" Sampaikan rasa terima kasihku pada Ayahmu nanti, Sebenernya aku sudah lama menginginkan teh ini, Untuknya kau datang dan memberikannya, Aku sangat berterima kasih. "


" Oiya paman, Ku dengar-dengar Jun dan Hana telah kembali bersama, Apa kau tidak merasa terganggu soal itu? "


" Sejak istriku masuk penjara aku jadi tidak memantau mereka, Untuk saat ini aku akan membiarkan mereka bersama dulu, Tunggu waktu yang tepat untuk memisahkan mereka kembali. "


" Kapan pun itu aku akan bersedia membantumu kembali paman, Seperti rencana kita di awal, aku bahkan bisa membuatnya lebih dramatis dari berita terciduk Hana dan Dean waktu itu. "


" Aku sangat bersyukur jika yang di cintai Jun itu adalah kau, Selama ini melihat Hana dan Jun bersama aku merasa selalu tidak tenang, Berpura-pura menyetujui hubungan mereka pun hanya akan membuatku semakin tertekan. "


" Kau tenang saja paman, Aku akan mencoba sesuatu untuk memisahkan mereka lagi pula saat ini sepertinya aku juga sedang menyukai putramu. "


" Benarkah? Jika kau benar menyukai Jun maka aku akan mengusahakan yang terbaik untuk memisahkan mereka dengan begitu kau dan Jun bisa bersama segera. " Seru Arata begitu antusias, Rin hanya tersenyum senang mendengarnya.

__ADS_1


Setelah mereka bercakap cukup lama, Rin mendadak harus segera pergi karena ada jadwal interview yang harus di lakukannya sore ini, Begitu Rin keluar dari ruangan Arata selang beberapa saat anak sulungnya muncul sambil membawa sebuah dokumen ke arah Arata.


" Sejak kapan kau ada di luar? " Tanya Arata yang melotot ketakutan jika pembicaraannya tadi sampai di dengar oleh Rey.


" Aku baru saja tiba saat wanita itu keluar. " Jawabnya tanpa memperlihatkan kebohongan.


" Oke, Ada apa Rey? " Lanjutnya mulai bersikap santai.


" Aku ingin meminta penjelasan soal ini. " Rey menyerahkan dokumen yang di pegangnya ke hadapan sang ayah.


Arata membuka isi dari dokumen yang di bungkus menggunakan map berwarna coklat tua itu dengan rasa penasaran yang tinggi, Begitu ia membuka isi serta membaca hasil data yang menjelaskan tentang manipulasi saham seketika membuat Arata membelalak kaget.


" Bagaimana kau mendapat data ini? Kau mengotak-atik komputer ayah? " Tanyanya dengan tatapan tajam.


" Kau tidak tahu apa-apa, Ayah melakukan hal ini untuk kebaikan adikmu juga. "


" Kebaikan? Apa ayah tahu apa yang terbaik untuk anak ayah, Atau karena Hana sehingga ayah melalukan hal ini? Dan soal pertunangan waktu itu juga, Aku benar-benar tidak habis fikir bagaimana jika Jun sampai tahu hal ini.? "


" Jun tidak akan bisa bersama Hana sekalipun ayah merestui hubungan mereka, Kau harus tahu kalau sebenarnya alasan Ayah melakukan ini memang benar-benar untuk kebaikan Jun. "


\*


Sebuah mobil van berwarna hitam baru saja tiba di salah satu lokasi pemotretan yang kebetulan di adakan di sebuah taman terbuka, Hana yang baru saja keluar dari mobil segera memasuki venue bersama Yamato yang selalu mendampinginya, Sore ini Hana telah di hubungi oleh presdir agensi untuk menghadiri pemotretan yang mengusung tema piknik. Yang membuat Hana bersemangat untuk melangsungkan pemotretan ini adalah partner fotonya yaitu Rin Sakuragi.


" Hana " Sahut seseorang yang melambaikan tangan dengan antusias ke arahnya.

__ADS_1


Hana yang menangkap sosok Rin itu segera berlari menghampirinya, Rin terlihat sedang di make up untuk pemotretan individu sesi pertama sementara itu Hana ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Rin, Kedua wanita cantik itu tampak senang sambil berbincang-bincang selama mereka di make up.


Suara panggilan yang memanggil nama Rin lantas membuat wanita itu beranjak dan segera melangsungkan pemotretan individunya, Di tempat Hana duduk ia dapat melihat Rin yang sedang melangsungkan pemotretan, Kepiawaian Rin dalam berpose memang patut di acungkan jempol dari setiap gerakan yang ia lakukan memiliki visual yang sangat cantik bak seorang dewi.


Setelah Rin selesai kini tiba giliran Hana untuk melakukan pemotretan individunya, Ketika Hana di minta untuk memasang pose tengkurap di atas sebuah karpet ia pun segera melakukannya namun saat Hana merebahkan tubuhnya ia merasa sedikit risih dengan pakaiannya sebab saat itu Hana memakai pakaian yang cukup pendek, Melihat Hana yang berpose tidak nyaman membuat sang fotografer langsung menegurnya untuk memperbaiki posenya agar terlihat lebih alami.


Berulang kali hal itu terus di lakukan oleh Hana hingga ia meminta maaf dan menjelaskan bahwa pakaiannya sangat pendek jika harus berpose seprti itu, Hana meminta kepada fotografer untuk merubah posenya dan hal itu sempat membuat fotografer marah.


" Bersikaplah profesional, Kau ini seorang artis yang di tuntut untuk melakukan ini itu, Apa ini yang di ajarkan perusahaan besar padamu.?" Komentarnya itu benar-benar menyayat perasaan Hana.


" Coba lakukan sekali lagi, Aku tidak mau mendengar keluhan itu lagi. " Lanjut fotografer dan proses pemotretan pun kembali berlangsung, Hana mencoba untuk menghayati posenya dan kali ini ia berhasil, Setelah pemotretan sesi pertama selesai Hana di minta oleh fotografer untuk merias wajahnya lagi agar tidak terlihat jelek saat pemotretan keduanya bersama Rin.


" Jangan di ambil hati, Untuk sukses jalannya tidak selalu mulus. " Sahut Rin mencoba menghibur Hana


Begitu sesi kedua kembali di mulai Hana dan Rin segera mengambil tempat, Begitu aba-aba di katakan keduanya langsung mengambil pose berbeda sesuai arahan namun fotografer kembali meneriaki Hana dengan mengatakan bahwa posenya tidak selaras dengan Rin, Hana membungkuk meminta maaf dan kembali berpose agar sama seperti Rin.


" Aku sudah bilang jangan berpose seperti itu, Kau harus lebih natural lagi. Lihatlah Rin yang terlihat sangat sempurna dengan pose seperti itu. " Teriak Fotografer yang semakin membuat kepercayaan diri Hana entah mengapa mulai menghilang



Hari ini berakhir dengan cukup buruk, Hana hanya dapat meminta maaf kepada semua kru dan berjanji akan melakukan yang terbaik kedepannya. Begitu Hana pulang bersama Yamato, Fotografer yang barusan memotret mereka tiba-tiba menghampiri Rin dengan tawa yang lebar.


" Bagaimana, Apa kau suka dengan caraku memarahinya? " Tanya pria yang bernama ruki.


" Bagus, Aku suka saat melihat wajahnya yang memelas saat kau memarahinya, dan jangan lupa untuk membuat foto Hana terlihat buruk aku tidak mau sampai dirinya lebih menonjol dari pada aku. " Balas Rin langsung di acungkan jempol oleh Ruki

__ADS_1


__ADS_2