Stay With Me

Stay With Me
Rahasia Besar Rin


__ADS_3

Seperti yang telah di jelaskan oleh Sana sebelumnya bahwa pengidap bipolar merupakan gangguan mental yang dapat merubah suasana hati pengidapnya, Sama yang di lakukan oleh Rin saat ini setelah tadi hampir melukai Hana kini wanita cantik itu kembali tenang dan telah menyadari kesalahannya selama ini.


Rin mulai menceritakan tentang alasannya selama ini berbuat jahat pada Hana, semua di mulai ketika 10 tahun yang lalu dirinya mendapat tindakan cyber bullying dari beberapa oknum yang membuatnya sempat depresi berat dan setelah beberapa tahun berjalan ketika Rin sudah sukses dan di kenal hingga ke manca negara tindak cyber bullying itu masih menghampirinya, Pernah sekali Rin di teror langsung di mana dirinya hampir di bunuh oleh salah satu hatersnya untungnya saat itu manager Rin cepat datang sehingga ia bisa di selamatkan.


Tidak sekali dua kali Rin mendapat kejahatan, Hari demi hari pun di lalui Rin dengan senyum terpaksa , saat ini ia sukses tapi tidak semua kesuksesan di raihnya dengan usaha sendiri, Tiap kali ada pendatang baru dirinya yang lain mulai bertindak untuk menyingkirkan mereka, Harta dan Ketenaran menjadikan Rin tumbuh dengan tindakan kotor yang selalu di manipulasi sesukanya, Karena tidak ada yang tahu soal ini maka tidak ada pula yang dapat menahan Rin agar tidak berbuat jahat.


Dan sekarang gangguan bipolar yang di rasakan Rin sudah tidak dapat di kontrolnya dengan baik itu mengapa akhir-akhir ini sikapnya jadi tidak menentu, Untungnya Jun dan Hana cepat mengetahui hal ini sehingga ia bisa memanggil psikiater untuk menangani masalah yang di alami Rin. Tidak ada yang pernah menyangka bahkan Hana sendiri pun tidak sangka kalau Rin seorang artis cantik yang sempat jadi panutannya memiliki masalah kejiwaan yang amat parah.


" Kau harus tahu kalau Ayahmu juga terlibat dalam kasus ini, Dia dan aku sudah bersekongkol untuk memisahkan kalian, bahkan saham perusahaan yang merosot waktu itu hanyalah sebuah rekayasa untukmu dapat bekerja sama dengan keluargaku, " Ucap Rin seketika membuat Jun dan Hana terkejut mendengarnya.


" Bukannya Ayahmu sudah merestui hubungan kita? Tapi kenapa dia masih melakukan hal ini? " Lontar Hana yang di mana Jun sendiri pun tidak paham dengan kebenaran ini.


Setelah mendengar cerita panjang dari Rin, Jun dan Hana segera mengantarnya pulang namun sebelum itu Jun memperingati Rin untuk tidak mengecek ponselnya atau apapun yang dapat membuat moodnya kembali buruk, Jun tidak tahu seperti apa gejala dari bipolar namun yang pasti itu akan sangat berbahaya jika di biarkan oleh karena itu Jun sempat memberitahu Ayana kakak Rin bahwa adiknya sedang dalam masalah yang membuatnya butuh perhatian lebih.


\*


Jun baru saja mendapat kabar bahwa sang ayah sedang di larikan ke rumah sakit, Begitu mengetahui kabar tersebut Jun dan Hana segera menuju rumah sakit untuk melihat keadaanya. Mengetahui bahwa ayahnya tiba-tiba terserang jantung Jun terpaksa harus menunda pertanyaannya perihal kerja sama yang di lakukan ayahnya dan Rin.


Setibanya di rumah sakit, Jun mendapati Rey yang sedang berada di depan pintu ruang ICU dengan wajah yang begitu khawatir, Melihat adiknya yang sudah datang sebisa mungkin Rey menutupinya dengan menyunggingkan senyum.


" Bagaimana keadaan Ayah? Kenapa dia tiba-tiba terserang jantung lagi ?" Tanya Jun dengan nada gemetar.

__ADS_1


" Aku juga tidak begitu tahu, Sekretaris ayah mendatangiku dan mengatakan bahwa Ayah sudah pingsan di ruangannya. " Jawab Rey menatap pintu ruang ICU dengan sayu


" Apa dokter sudah menemuimu ?" Rey membalas nya dengan gelengan pelan, semenit kemudian dokter keluar dari ruangan itu.


" Kali ini Ayah kalian harus benar-benar di rawat di rumah sakit, Kondisinya semakin memburuk seiring berjalannya waktu dan itu bisa mengancam nyawanya kapan saja. " Jelas Dokter seketika membuat Jun merasa lemas untuk berdiri tegak


" Untuk sementara ini Ayah kalian akan di rawat di ruang ICU guna untuk memantau kondisinya yang kritis, Kalian boleh menemuinya tapi ingat untuk tidak membuat perasaanya down. " Lanjut sang dokter sebelum meninggalkan mereka


Hana membantu Jun untuk duduk ketika melihat pria itu seakan tak berdaya untuk berdiri, Rey pun ikut duduk di sebelah Jun dan berusaha menghibur adiknya.


" Biar aku saja yang menjaga Ayah malam ini, Kau pulanglah dan istirahat yang cukup. " Ujar Rey mengusap kepala adiknya selayaknya Jun adalah anak kecil


" Kau saja yang pulang, Istrimu sedang hamil kau harus stand by di sisinya. " Tolak Jun lagi


" Biarkan aku saja yang merawatnya. Aku tahu kalau aku belum menjadi bagian keluaga kalian tapi aku ingin mencoba merawat beliau. " Lontar Hana


" Apa kau yakin? " Sahut Rey


Hana kemudian mengangguk mantap " Jika dengan merawatnya dapat memberikan kepercayaan untuk tetap bersama Jun maka aku akan melakukannya. " Lanjut Hana mantap


\*

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Arata mulai tersadar dari tidurnya, Arata merasa ada satu sentuhan yang begitu nyaman pada kakinya, Ia mengerjap pelan kemudian mengedarkan pandangannya hingga menangkap sosok wanita cantik yang tengah sibuk memijit kakinya dengan penuh kelembutan.


" Anda sudah bangun. " Ucapnya dengan nada yang begitu lembut


" Apa yang kau lakukan di sini? " Tanyanya dengan suara yang pelan akibat pemakaian alat bantu pernapasan


" Saya ingin membantu Jun dan Kak Rey untuk merawat anda, Apa anda merasa jauh lebih baik sekarang? " Tanya Hana dan hanya di balas anggukan pelan dari Arata.


Setelah Arata terbangun, Hana segera menyingkir dan segera mengambil kain dan air hangat untuk membersihkan tubuh Arata. Perlakuan Hana ini tiba-tiba mengingatkan mendiang istrinya dulu saat dirinya sakit.


" Dia anak yang sangat baik, Aku sudah jahat membuatnya hampir berpisah dengan putraku, Tapi... " Arata membatin namun di hentikannya saat melihat Hana yang dengan sabar merawatnya.


Setelah Hana selesai membersihkan tubuh Arata dengan mengelap bagian tubuhnya yang terlihat ia pun kembali meletakkan kain dan air hangat itu di tempatnya, Setelah itu ia meminta Arata untuk kembali istirahat mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 malam.


Hana yang tidak boleh tidur di dalam ICU memutuskan untuk keluar dan menuju kamar yang telah di siapkan sebelumnya, Sebelum Hana benar-benar pergi ia meminta kepada Arata untuk menekan bel kalau dirinya membutuhkan sesuatu dan Arata hanya mengangguk pelan walaupun dirinya tidak ingin sampai melibatkan Hana lebih dari ini.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Teruntuk para pembaca Setia Stay With Me, terima kasih karena masih Setia untuk mampir walaupun Author jarang update.


Soal alurnya yang kurang menarik author minta maaf soalnya akhir-akhir ini author sibuk kuliah dan tugasnya banyak banget, Ini juga author udah nyemeptin buat nulis supaya kalian nggak penasaran sama kelanjutan kisah Jun dan Hana, Jujur author kesulitan banget buat lanjut ceritanya di saat-saat seperti ini author mohon untuk tidak memberikan komentar negatif yang bisa buat author down yah.., Dukung terus author dengan like dan komen yang manis-manis.

__ADS_1


Buat kalian di luar sana hati-hati dengan virus corona selalu jaga kebersihan yah, jangan sampai sakit pokoknya kalian harus sehat terus. SALAM MANIS DARI AUTHOR .. See u readers 💚


__ADS_2