Stay With Me

Stay With Me
Ibu Cantik


__ADS_3

Hana menjatuhkan tubuhnya di atas sebuah kursi taman yang tak jauh dari restauran tempatnya makan malam bersama yang lain, Tangis Hana masih sama derasnya sejak ia meninggalkan restauran hingga saat ini, Antara sedih dan bahagia bercampur menjadi satu sehingga Hana bingung harus mengekspresikan perasaannya seperti apa.


Seseorang datang sambil menyodorkan sapu tangan kepada Hana, Pria itu adalah Jun Misugi yang berhasil menemukannya. Jun yang ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Hana mencoba menenagkannya dengan merangkul Hana lembut sambil mengusap lengan Hana.


" Kau pasti terkejut mendengarnya, Sebenarnya aku sudah tahu sejak pertama mengunjungi Hokkaido bersamamu waktu itu, Naori san menceritakan semuanya kepadaku tapi dia melarangku untuk memberitahumu, Dan saat kamu masuk rumah sakit Sana san yang ingin melihatmu tiba-tiba di halang oleh Naori san, Sejak saat itu aku mencari tahu soal Sana atas bantuan Katakura, Dan dia benar adalah Ibu kandungmu. "


" Kenapa Naori san merahasiakan semuanya dariku.., Dan kenapa baru sekarang semuanya terungkap, Kenapa tidak dari dulu saja, Banyak yang telah ku lewatkan tanpa sosok orang tua kandung yang selalu menyulitkanku, Karena status yatim piatu itu aku selalu di pandang rendah sama orang lain, Seandainya sejak dulu ini terungkap aku tidak akan menderita selama ini. "


Jun melirik Hana dengan mata yang berkaca-kaca, Sebesar apa penderitaan Hana dulu sehingga membuat gadis itu menangis sejadi-jadinya, Ini pertama kalinya Hana menangis lepas seperti itu sehingga membuat Jun ikut sedih melihatnya.


Jun meraih Hana ke dalam pelukannya kemudian mengusap pundak gadis itu dengan lembut, " Semua pasti akan baik-baik saja, Jangan menyalahkan masa lalu." Bisik Jun


 


\*


 


Wanita itu menatap bangunan yang bertuliskan Panti Asuhan Pelangi di hadapannya sambil membuka kaca mata hitam yang sejak tadi melekat di wajahnya. Dengan di temani oleh supir pribadinya ia pun mencoba untuk memasuki pelataran panti, Seorang anak laki-laki yang sedang bermain di luar menghampirinya kemudian bertanya tentang kedatangannya ke tempat itu.


" Apa Naori san ada di dalam? " Tanya Sana yang mencoba mensejajarkan tinggi dirinya dan anak laki-laki itu.


" Naori san sedang ke pasar, anda siapa? "


" Aku kenalannya Naori san, Ada sesuatu yang ingin ku katakan padanya. "


" Kalau begitu silahkan masuk, Anda bisa menunggunya di dalam. " Ajak anak laki-laki itu kemudian menuntun Sana memasuki ruang tamu panti asuhan.


Sambil menunggu Naori pulang, Sana tiba-tiba tertarik untuk melihat sekitar ruang tamu yang di penuhi oleh foto anak-anak, Pandangannya tertuju pada seorang bayi perempuan yang berusia 5 bulan tengah tersenyum ke arah kamera, Sana tiba-tiba terharu melihatnya di mana foto tersebut adalah foto Hana ketika masih bayi.

__ADS_1


Tak hanya itu saja, Foto Hana yang lainnya masih banyak mulai dari saat Hana masih bayi hingga tumbuh menjadi anak remaja yang cantik, Dari keseluruh foto yang terpajang tampaknya Naori sangat menyayangi Hana terbukti dari semua foto-foto itu.


" Apa yang kau lakukan di sini? " Sahut seseorang seketika membuat Sana tercekat kaget.


" Naori san, aku ingin membicarakan sesuatu padamu. " Balas Sana mencoba memberanikan diri


" Tidak ada yang harus di bicarakan, Kau hanya orang asing, Pergi dari tempat itu sekarang! " Naori yang kesal terlihat menujuk pintu keluar berharap Sana segera menuruti ucapannya.


" Aku tidak akan pergi, Lagi pula Hana sudah tahu semuanya. " Naori terbelalak ketika Sana mengatakan hal itu.


" Apa maksudmu Hana mengetahui semuanya? " Ulang Naori meminta penjelasan lebih.


" Hana sudah tahu kalau aku adalah Ibu kandungnya. "


" Apa yang sudah kau lakukan, Dasar wanita licik. " Serangan Naori yang secara tiba-tiba membuat Sana hampir terjatuh ketika wanita yang lebih tua dari Sana itu menjambak rambutnya.


" Hana. " Ucap keduanya kompak


Hana dan Jun yang baru saja tiba secara tak terduga tentu membuat mereka berdua terkejut, Melihat dua wanita itu bertengkar rasanya benar-benar membuat hati Hana sakit, Sana mencoba menjelaskan kepada Hana bahwa Naori tidak sengaja melakukan itu kepadanya, Namun hal itu tak membuat Naori tersentuh.


" Kita bisa bicarakan hal ini baik-baik, Jangan ada kekerasan. " Lanjut Hana


 


\*


 


Naori menunduk sedih ketika Sana selesai menceritakan penyebab dirinya tidak mencari Hana, Suasana tiba-tiba menjadi hening semua orang tertunduk kecuali Jun yang mencoba untuk mengkondisikan suasana, Naori menyeka air matanya kemudian meraih tangan Hana.

__ADS_1


" Walaupun selama ini ada kesalahpahaman, Tapi aku tidak bisa membiarkanmu membawa Hana dariku. " Ucap Naori sukses membuat Sana merasa sedih


" Hana sudah ku anggap seperti Putri kandungku sendiri, Hal yang ku takutkan selama ini adalah Hana yang bertemu denganmu, Aku tidak bisa melepaskan Hana begitu saja. "


" Naori san, aku tidak akan jauh darimu, Bukannya selama ini kita sudah berpisah cukup lama. " Sahut Hana mencoba meyakinkannya


" Itu berbeda Hana, Wanita itu orang sibuk dan dia tidak hanya tinggal di Jepang saja, Aku tidak mau kalau suatu hari nanti kau mengikuti dia untuk tinggal di luar negeri. "


" Soal itu tidak kau perlu khawatir Naori san, Aku tidak akan membawa Hana pergi jauh darimu, Kau masih bisa menjadi ibu Hana juga, Yang ku minta saat ini hanyalah izinkan aku mengumumkan kepada semua orang kalau selama ini Hana memiliki seorang ibu kandung. " Lontar Sana kemudian


Semua mata tertuju pada Naori sembari menunggu jawabannya atas pernyataan Sana barusan. Naori kemudian merasa sulit mengatakan apa-apa sehinga ia hanya bisa meraih Hana ke dalam pelukannya, ia meminta maaf atas kebohongan yang selama ini membuat Hana sempat menderita, Setelah beberapa saat kemudian Naori pun menginginkan Sana untuk memberikan Hana kepadanya, Walaupun itu sangatlah berat namun sesuatu yang di inginkan memang tidak selalu harus berada di sisi kita.


 


\*


 


Baru satu hari Hana dan Sana resmi menjadi ibu dan anak sayangnya hari ini wanita cantik yang mendapat predikat desiner berbakat itu harus menghadiri Milan Fashion week di mana dirinya menjadi salah satu tamu untuk menyaksikan pergelaran busana, Sana dan Hana berpisah di bandara dengan menggunakan pesawat yang berbeda menuju tempat masing-masing.


" Tunggu Ibu pulang yah. " Ucap Sana yang pertama kali menyebut dirinya sebagai seorang ibu


" Hati-hati di sana, Hubungi aku jika kau sudah sampai.., Bu. " Hana pun ikut menyebut Sana sebagai Ibu sehingga mereka berdua merasa malu-malu.


" Jun, tolong jaga Hana untukku. " Lontar Sana kemudian di balas anggukan mantap oleh Jun.


Begitu mereka berpisah, Hanya lambaian tangan Hana yang tersisa senyumnya terukir manis dan ada perasaan legah yang belum di rasakannya selama ini.


" Kita juga harus kemabali ke Tokyo " Ajak Jun meraih tangan Hana memasuki area boarding pass.

__ADS_1


__ADS_2