Stay With Me

Stay With Me
Aku Mengingatnya


__ADS_3

Suara alunan lagu dari salah satu penyanyi terkenal dengan judul Stay With Me baru saja teputar lewat speaker yang di nyalahkan oleh Hana, Saat ini moodnya sedang tidak baik, Kata-kata Jun maish terngiang jelas di kepalanya sehingga membuat wanita itu menjadi larut dalam lantunan lagu yang di mainkan.


🎶 *When I close my eyes


I see those eyes


My heart kept aching


So I wanted to forget


If this is a dream, please let me wake up


Are you really my destiny?


Falling you


Like destiny, falling


You?re calling out to me, calling


I can?t escape


Please hold me


Are you the line of my fate?


Are you the one I?ve been waiting for?


Why is my heart sinking?


(stay with me)


Are you living


Deep in my heart?


(stay with me)


The truth hidden in me


When I close my eyes


I see those eyes


My heart kept aching


So I wanted to forget


If this is a dream, please let me wake up


Are you really my destiny?


Falling you*.🎶


Lirik lagu dari yang di putar Hana barusan sangat menggambarkan suasana hatinya saat ini, ia bahkan sampai menitihkan air mata setelah menulis surat yang akan di berikan kepada seseorang. Hari di mana Hana akan kembali ke Perancis telah tiba dan sudah saatnya dirinya menyerah untuk membuat Jun mengingatnya.


Hana melipat surat itu dan memasukkannya ke dalam sebuah amplop berwarna merah muda dengan gambar hati di ujung suratnya, Setelah itu ia menyimpan suratnya ke dalam tas dan mulai beranjak dari tempatnya.


Pesawat Hana akan berangkat pukul 10:00 dan masih ada satu jam untuk Hana menghabiskan waktu di Tokyo sebelum dirinya kembali ke Perancis. Hari ini Hana akan mengunjungi sebuah tempat yang ingin di kunjunginya untuk pertama kali, ia bahkan sudah menyiapkan buket bunga Mawar yang akan di berikannya pada seseorang.


 

__ADS_1


\*


 


Jun menatap tumpukan dokumen yang harus di selesaikan nya hari ini, setelah kemarin sudah di yakinkan bahwa dirinya adalah seorang CEO akhirnya Jun kembali ke kantor pusat dan langsung di hadapan kan oleh tumpukan pekerjaan, Dia hanya dapat mendesah berat ketika berada di ruangan itu, namun entah kenapa Jun merasa tidak asing dengan tempatnya itu ia bahkan kembali menanyakan pada Katakura kenapa ayahnya memberikan posisi yang tinggi seperti ini kepadanya dan bukan kepada Rey.


" Jun.., apa kau benar-benar tidak bisa mengingat semuanya. " Sahut Katakura yang sudah tidak bisa menahan agar Jun tahu kebenarannya.


" Apa maksudmu, aku tidak sedang amnesia, dokter itu salah jika mengatakan aku sedang amnesia." Jawabnya ringan


" Jun.., Ayahmu sudah meninggal 3 bulan yang lalu. " Jun menghentikan aktivitasnya setelah mendengar bahwa ayahnya telah meninggal, Ia melirik Katakura tak percaya kemudian memintanya untuk mengatakannya lagi.


" Ayahmu meninggal karena serangan jantung, dia di makamkan di samping makam ibumu. "


Jun meraih jasnya kemudian meminta Katakura untuk mengantarnya ke taman makam, Jun ingin memastikan dengan benar apakah yang di katakan sekretarisnya itu adalah sungguhan atau tidak.


Setibanya di taman makam, Jun menatap nisan ayahnya yang bersebelahan dengan sang ibu, Ada buket bunga Mawar yang masih baru seperti ada seseorang yang sudah datang barusan, di samping foto Arata terdapat sepucuk surat yang membuat Jun mengernyitkan dahi.


Pria itu mulai meraih dan membuka suratnya, Jun menyeka air matanya yang sempat keluar kemudian mengamati isi dari surat tersebut.


" Aku minta maaf karena telah membuat anda merasa terus bersalah, Jika aku berada di posisi nada mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Terima kasih sudah membuat Jun hidup sampai saat ini, terima kasih telah menjadi ayah yang baik kepada Jun.. Dan terima kasih lagi untuk kebaikan mu yang membuatku dan Jun sempat mendapat restu sebelum akhirnya kami batal menikah..., Mulai hari ini aku akan meninggalkan putramu, maaf karena tidak bisa menepati perjanjian waktu itu. " Hana


Saat ini Jun merasa ada yang aneh dengan dirinya, ia mundur beberapa langkah sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit, Kilas balik memori yang ada di ingatannya perlahan kembali dan membuat Jun merasa sangat pusing saat ini.


" Jun kau baik-baik saja? " Sahut Katakura yang tampak panik melihat Jun.


" Kepalaku sakit sekali. " Keluhnya masih dalam posisi yang sama


" Sebaiknya kita ke rumah sakit. " Ajak Katakura yang bergegas menuntun Jun kembali ke mobil.


Di perjalanan menuju rumah sakit, Jun masih merasa pusing dan satu persatu kenangan itu terus terbayang-bayang hingga akhirnya membuat Jun tersadar, Jun membelalak kaget setelah ingatannya kembali hingga dirinya meminta Katakura untuk menepih.


" Aku ingat sekarang, Ayah.. Rey...semuanya dan juga Hana.., Aku sudah menyuruhnya untuk tidak menemuiku lagi kemarin, Apa yang sudah ku lakukan.., kenapa aku sampai setega itu melakukannya. " Ucap Jun sangat merasa bersalah.


" Kita belum terlambat.., ku dengar Hana akan segera kembali ke Perancis, Kita harus cepat mengejarnya." Katakura kembali membanting stir menuju bandara yang jaraknya cukup jauh, sebelumnya Katakura mendapat pesan dari Urahara kalau setengah jam lagi Hana akan pergi ke Perancis.


 


\*


 


Wanita itu masih menatap pintu masuk dengan harapan Jun akan segera datang, Sisa 10 menit lagi dan Hana akan segera memasuki area yang tidak dapat di masuki oleh pengantar. Mimi dan Urahara yang sudah mengantarnya di bandara meminta Hana untuk secepatnya kembali jika dia bosan dan Hana hanya mengangguk pelan sembari tersenyum singkat.


Hana mendesah berat setelah kembali melirik pintu masuk bandara, Ia mulai meraih kopernya dan melambaikan tangan kepada dua sahabatnya itu. Dengan langkah yang berat Hana segera memasuki area tersebut dan segera melakukan boarding pass.


Lima menit kemudian Jun datang sambil berlari tergesa-gesa ke arah Mimi dan Urahara yang hendak meninggalkan bandara. " Di mana Hana..,?? " Ucapnya ngos-ngosan.


" Dia sudah masuk. " Jawab Mimi menatap Jun heran, keduanya tidak mengetahui kalau ingatannya Jun sudah kembali.


Jun kembali melanjutkan langkahnya untuk mengejar Hana, namun pihak bandara tiba-tiba melarangnya karena batas pengantar hanya sampai di situ saja. Tak mau menyerah Jun tetap menerobos masuk hingga mereka kesulitan untuk menangkap Jun. Seorang keamanan langsung menghubungi keamanan lainnya untuk segera menangkap Jun.


" Hentikan itu. " Sahut Katakura pada staff bandara itu.


" Dia adalah Misugi Jun, dan dia hanya ingin menemui seseorang di dalam.., biarkan dia menyelsaikan masalahnya dan jangan membuatnya sampai kehilangan kesempatan. " Lanjut katakura berhasil membuat staff itu menarik kembali arahannya untuk menangkap Jun.


Jun yang masih berlari mencari sosok Hana kini berhenti di area lounge, Manik matanya sedang mencari Hana yang entah berada di mana, hingga akhirnya Jun menangkap seorang wanita cantik berambut blonde tengah duduk sendirian di sebelah kanan lounge.



" Aku menemukanmu. " Gumamnya dengan senang kemudian segera menghampiri Hana

__ADS_1


Pria itu berdiri tepat di depan wanita yang sedang menunggu waktu penerbangannya tiba, melihat pria yang baru saja menghampirinya sontak membuat Hana mendongak sekaligus terkejut, Ia menatap Jun seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Kau sudah mengingatnya ?" Tanya Hana lirih.


" Aku ingat sekarang, semua kenangan yang kita lalui aku sudah mengingatnya. " Jawab Jun berhasil membuat Hana tersenyum haru


Ia beranjak dari kursinya dan memeluk Jun dengan erat, Jun ikut membalas pelukan itu seraya bergumam bahwa tubuh Hana sudah semakin gemuk dari sebelumnya, sontak hal itu membuat Hana sensitif hingga menginjak kaki Jun dengan sengaja.


" Rasakan itu. " Ucap Hana setelah menyudahi pelukannya


" Au... Sakit, " Keluhnya pelan


" Aku minta maaf.. " Sambungnya kembali serius


" Kau tidak perlu minta maaf, kau tidak salah. " Lontar Hana lagi


" Apa dengan begini hubungan kita sudah kembali lagi ?" Tanya Jun membuat Hana mempoutkan bibirnya.


" Gimana yah??? "


" Kita jadian lagi, Hana dan Jun kembali berpacaran. " Jun meraih jari kelingking Hana kemudian menuatukannya dengan jarinya.


Hana tersenyum manis melihat jarinya yang saling menyatu dengan jari Jun, Manik matanya beralih melihat wajah tampan Jun dan kemudian berkata bahwa dirinya harus segera pergi karena informasi penerbangan baru saja di umumkan.


" Kau tidak bisa menunda keberangkatan mu? " Tanya Jun yang tidak bisa melihat Hana jika harus pergi lagi.


" Aku akan segera kembali, Kau harus menunggu ku sampai waktu itu tiba. " Balas Hana segera melepas pegangan tangan Jun.


" Hana!!! " panggil Jun sukses membuat Hana menoleh.


" Pulanglah lebih awal dan menikahlah denganku. " Lanjutnya terdengar cukup keras sehingga membuat orang-orang yang berada di area lounge menatap mereka dengan bangga.



Perlahan Hana tersenyum ke arah Jun dan tanpa menunggu waktu lama Hana menangguk setuju, Jun langsung loncat kegirangan sambil berteriak bahagia sontak Hana memintanya untuk diam dan ia pun kembali melanjutkan langkahnya.


Dengan berat hati Jun harus melihat kepergian Hana, ia tak bisa menahan wanita itu untuk pergi dan dirinya pun tidak bisa ikut pergi saat ini, tapi tak apa sebab jika Hana kembali nanti mereka akan segera melangsungkan pernikahan. Hanya kata sabar lah yang menguatkannya saat ini.


\*


Sakisakan dan nantikan 2 Episode terakhir dari Stay With Me yahhh !!!!!


.


.


.


Baca juga karya ku yang lain, kalian bisa liat di beranda ku 😘😘


.


.


.


#StaySave


#DirumahAja


Yang mau kenal lebih dekat dengan author kalian bisa follow IG aku @idtx_x

__ADS_1


__ADS_2